P. 1
laporan PKL aplikasi pengukuran

laporan PKL aplikasi pengukuran

|Views: 2,749|Likes:
Dipublikasikan oleh Freezy

More info:

Published by: Freezy on Oct 21, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

Metode pengumpulan data dalam praktek kerja lapangan ini adalah dengan

mengikuti kegiatan langsung pengujian / pengukuran di Lab. Pengukuran dan

Analisa Beban B2TKS BPPT Serpong.

Selain metode diatas dilakukan juga dengan pengumpulan data pengujian

yang telah berlalu, wawancara dengan staf terkait, dari arsip atau dokumen riset

dan perpustakaan.

2

BAB II

RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

2.1 Sejarah B2TKS (Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur)

Sesuai dengan SK Presiden RI No. 25 tahun 1978, yang kemudian

dilanjutkan dengan SK No. 31 tahun 1982, maka BPP Teknologi menjadi suatu

Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada dibawah Presiden dan

bertanggung jawab langsung kepada Presiden, menurut SK tersebut BPP

Teknologi dipimpin oleh seorang Ketua yaitu Prof. DR. Ing. BJ. Habibie dibantu

oleh seorang Wakil Ketua, dan para Deputi. BPP Teknologi disiapkan sebagai

wahana untuk mengkaji masalah-masalah teknologi secara mendalam dan

menyeluruh agar kehadirannya benar-benar mendatangkan manfaat yang sebesar-

besarnya bagi kepentingan bangsa Indonesia. Tugas BPP Teknologi adalah

memilih, mengkaji, dan menerapkan ilmu pengetahuan yang tepat untuk

pembangunan industri.

Dalam rangka penyediaan fasilitas dan sarana penunjang bagi proyek-

proyek yang akan dilaksanakan, maka BPP Teknologi mengelola beberapa

laboratorium di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan (PUSPIPTEK),

dimana salah satu dari sarana laboratorium tersebut adalah Balai Besar Teknologi

Kekuatan Struktur (B2TKS). B2TKS merupakan satuan kerja dilingkungan BPP

Teknologi yang menunjang program kerja BPP Teknologi dalam bidang

pengujian dan penelitian material, komponen dan konstruksi.

3

Untuk mempersiapkan pembangunan Laboratorium B2TKS, pada tahun

1976 di bentuk satu tim yang bernama Tim Pengembangan Balai Besar Teknologi

Kekuatan Struktur, dimana sebagai Ketua adalah Ir. Harsono Djuned Pusponegoro

yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Teknologi yang kemudian menjabat

sebagai Deputi Pengembangan Teknologi. Sedangkan sebagai wakil tim adalah Ir.

Gunawan Sakri S, yang kemudian menjabat sebagai Direktur Pengembangan

Sarana Laboratorium merangkap sebagai Kepala B2TKS, yang pada awalnya

dibantu oleh 20 orang personil. Tugas tim tersebut adalah mempersiapkan segala

sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan sarana fisik dan peralatan

laboratorium.

Kegiatan awal pembangunan B2TKS dimulai dengan penyusunan Master

Plan B2TKS yang dilaksanakan pada tahun 1976. Dalam kegiatan ini

dilaksanakan kerjasama dengan tim ahli dari Jerman. Master Plan B2TKS

meliputi :

a.

Fungsi B2TKS sebagai Laboratorium nasional dan tempat

penelitian dan pengujian dibidang material, komponen, dan konstruksi dari

instansi-instansi Pemerintah, lembaga-lembaga riset, universitas/lembaga

pendidikan, serta menunjang industri Indonesia pada umumnya.

b.

Personalia dengan persyaratan kebutuhan, pembinaan, dan

ketrampilan pegawai. Dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang

memenuhi persyaratan kebutuhan pembinaan dan ketrampilan personil

dilaksanakan training secara periodik dan berkesinambungan di Jerman Barat

yang bekerja sama dengan German Technical Cooperation (GTC) dan CDG

4

( Carl Duisberg Gesselschaft). Pada tahun 1978 berangkat rombongan pertama

sebanyak 14 orang untuk melaksanakan training di Jerman Barat selama 17

bulan. Setelah itu diberangkatkan lagi rombongan-rombongan berikutnya

hingga seluruhnya mencapai 45 orang.

c.

Sarana penelitian yang meliputi gedung dan fasilitas penunjang

lainnya.

Tahun 1981 Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur mulai beroperasi

dan pada tanggal 9 Nopember 1984 ditetapkan keputusan Ka. BPP Teknologi No.

214/Ka/BPPT/XI/84, tentang organisasi dan tata kerja B2TKS yang merupakan

satuan kerja dilingkungan BPP Teknologi.Kemudian pada tanggal 18 Desember

1984 B2TKS diresmikan oleh Presiden Soeharto.

2.2. Profil Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur

Visi dan Misi B2TKS

VISI

B2TK sebagai pusat keunggulan dalam keselamatan dan jaminan mutu produk

melalui pengujian, pengkajian dan penerapan IPTEK dibidang kekuatan material

dan struktur.

MISI

•Melaksanakan pengujian, penelitian dibidang konstruksi dan pelatihan

dibidang kekuatan material dan struktur

•Memberikan pelayanan jasa teknologi kepada industri untuk menciptakan

produk yang competitif

5

•Melakukan rekayasa dan rancang bangun dibidang konstruksi

•Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam menyusun kebijakan

di bidang keselamatan dan jaminan mutu produk.

2.3. Tempat dan Kedudukan Perusahaan

Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) adalah Unit Pelaksana

Teknis dalam Bidang Teknologi Kekuatan Material dan Struktur di lingkungan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. B2TKS berada dibawah dan

bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

dan pembinaan teknis dibawah Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang

Bangun dan Rekayasa.

B2TKS bertempat di Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Gedung 220

2.4. Bentuk dan Badan Hukum B2TKS

Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur adalah suatu badan atau instansi yang

dibentuk pemerintah yang merupakan salah satu perusahaan nirlaba, dibawah

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Dana operasional B2TKS terdiri dari

anggaran rutin (DIK) dan dana pelayanan teknis (Dik Suplemen). Alokasi

penggunaan dan pelaporan kedua sumber dana ini dibuat terpisah. Hal ini untuk

mempermudah sistem pelaporan dan pertanggung jawabannya.

2.5. Bidang Pekerjaan B2TKS

6

Dalam kurun waktu 17 tahun ini B2TKS telah berperan serta dalam kegiatan-

kegiatan yang menunjang industri di Indonesia dalam rangka pengembangan dan

peningkatan kualitas produknya. Industri yang telah banyak memanfaatkan

kemampuan B2TKS untuk pengembangan produk mereka diantaranya adalah

industri otomotif, industri migas dan kimia, industri baja, industri rekayasa,

industri kecil/menengah dan industri transportasi

Klasifikasi Bidang Pekerjaan B2TKS :

a. Bidang Test Engineering Operation

Adalah bidang teknologi uji yang melaksanakan operasi pengujian mulai

dari penetapan rencana program operasi pengujian, penetapan langkah-langkah

pengujian, pengendalian dan koordinasi antar disiplin utama pengujian. Bidang

pekerjaan ini mencakup tiga jenis kegiatan lagi yaitu:

Sistem aktuator dan operasinya yang menyiapkan, melaksanakan

sistem-sistem pembangkit gaya, momen dan pengujian.

Sistem operasi uji yang menyiapkan serta mengkoordinasikan

pelaksanaan pengujian seperti langkah uji, ruang pengendalian dan

pimpinan pengujian.

Perawatan fasilitas yang melaksanakan perawatan fasilitas uji

seperti test rig, sistem akuator uji dan sistem seperti hidrolik, elektrik dan

sebagainya

b. Bidang Test Instrumentation System

7

Adalah bidang teknologi uji yang menyiapkan, memasang serta

melakukan perkiraan dan pemantauan kerja instrumentasi-instrumentasi

pengujian yang meliputi tiga hal yaitu:

Sistem penginderaan dan perolehan data uji, pendefinisian,

pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan penginderaan (sensory) uji

dan sistem perolehan data uji.

Sistem pengolahan data yang bertanggung jawab pada

pendefinisian, penentuan spesifikasi dan pengadaan sistem perolehan data.

Bagian ini yang bertanggung jawab pada pengembangan perangkat lunak

sistem pengolah data yang mampu mengkonversikan electronic

uncalibrated data menjadi calibrated engineering data untuk dipakai oleh

para engineer dalam analisis dan evaluasi data.

Sistem perkiraan (Calibration System) yang bertanggung jawab

melaksanakan peranan seperti membuat spesifikasi alat-alat perkiraan

beserta perangkat lunaknya, pengadaan, pengoperasian dan perawatan alat-

alat perkiraan dan melaksanakan operasi perkiraan.

c. Bidang Test Engineering Analysis

Adalah bidang teknologi uji yang melaksanakan analisis teknis hasil uji,

membuat dokumen teknik hasil uji menurut standar yang berlaku, bidang ini

dibagi dalam dua bagian yaitu:

Sistem uji

Evaluasi dan Analisis hasil uji (Test analysis, Evaluation &

Documentation) yang bertanggung jawab melaksanakan penilaian

8

(evaluasi) hasil uji membuat dokumen hasil uji (documentation). Bagian

ini juga bertanggung jawab dalam menyiapkan perangkat lunak teknis

(engineering software) untuk analisis data bidang teknis struktur dan

teknis material.

d. Bidang Test Artcle Design and Production

Adalah bidang teknologi uji yang merancang bagian benda-benda uji

(Test specimen, Test article) serta memproduksinya. Bidang Ini terdiri dari dua

bagian yaitu:

Perancangan benda uji dan dudukannya (Test Article and Support

design), yang bertanggung jawab dalam rancang bangun & rekayasa benda

uji serta dudukannya pada test stand

Manufaktur benda uji dalam dudukannya, yang bertanggung jawab

dalam membuat dan merancang serta memantau kinerja benda uji pada test

stand

e. Bidang Quality System

Adalah bidang teknologi uji yang bertanggung jawab pada jaminan

mutu dari seluruh sistem uji mulai dari operasional, instrumentasi, teknis

analisis perangkat lunak maupun keras serta mutu dari benda-benda uji yang

dibuat serta dipakai

Bidang Keahlian B2TKS

9

Bidang Keahlian Teknik Material

Bidang ini meliputi teknik-teknik yang berkaitan dengan sifat-sifat

material seperti mekanis, material processing and development

fatique&fracture mechanism, failure analysis and remaining life assesment,

protection and corrosion.

SDM yang dibutuhkan untuk bidang keahlian ini adalah Sarjana teknik

Bidang Material dengan latar belakang mesin, Penerbangan, Perkapalan dan

Sipil Bidang Keahlian Teknik Struktur

Bidang ini mencakup teknik konstruksi struktur/mekanik seperti teknik

kendaraan, konstruksi ringan, peralatan mesin-mesin industri, bangunan sipil

serta bidang keahlian getaran teknik

SDM yang dibutuhkan untuk bidang keahlian ini adalah Sarjana Teknik

bidang konstruksi dengan latar belakang Mesin, Penerbangan, Perkapalan,

Sipil dan Otomotif.

2.6. Bidang Pekerjaan Divisi Keuangan

2.6.1 Sub Bagian Keuangan

Tugas Kepala Sub Bagian Keuangan

a.

Mengkoordinir dan bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan

b.

Mengawasi atas pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan

c.

Membuat laporan keuangan menyeluruh baik untuk manajemen

maupun laporan resmi

d.

Melaksanakan pembinaan pegawai dilingkungannya

10

Sub bagian Keuangan terdiri dari :

1.Urusan Penerimaan Jasa Teknologi yang dilaksanakan oleh Bendahara

Penerimaan bertugas :

Menerima, menyiapkan, dan menyetorkan uang penerimaan

Negara

Membukukan penerimaan uang penerimaan Negara

Membuat laporan penerimaan pendapatan Negara

Melakukan legalisir bukti setoran dengan KPPN

Memungut dan menyetorkan PPN dan PPh

Menandatangani Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP)

Membuat daftar perhitungan jumlah maksimum pencairan

dana

2.Bendahara Pengeluaran bertugas :

Meneliti kelengkapan dan keabsahan dokumen

Menguji kebenaran perhitungan

Menguji ketersediaan dana

Wajib menolak melaksanakan perintah bayar bila tidak

memenuhi syarat

Menyediakan uang persediaan

Membayar kepada yang berhak

Mengambil SP2D yang diterbitkan oleh KPPN

11

Membukukan uang persediaan

Membuat laporan atas uang yang dikelolanya

Menyediakan SPP GU/UP/TU/LS

Menyampaikan SPM ke KPN

Menandatangani Faktur Pajak dan Surat Setoran Pajak

Menandatangani Bukti Kas, Daftar Honor, dan rincian

biaya Surat Permohonan Perjalanan Dinas

Memungut dan menyetorkan PPN dan PPh

2.7. Struktur Organisasi B2TKS

STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR TEKNOLOGI KEKUATAN STRUKTUR LABORATORIUM UJI
KONSTRUKSI
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

Gambar 2.1 Struktur organisasi B2TKS BPPT

12

KEPALA

Bagian
Tata Usaha

Sub Bagian Tata
Usaha dan
Kepegawaian

Sub
Bagian
Keuangan

Sub Bagian
Perlengkapan

Sub Bagian
Tata Usaha
PelayananTeknis

Bidang Bina
Program

Bidang Pengujian Kom-
ponen dan Konstruksi

Bidang Pengujian
Material

Bidang Sarana
Hidraulik dan mekanik

Bidang Sarana
Elektronik

Sub Bid. Penyusunan
Rencana

Sub Bid. Pengawasan
Teknis

Sub Bid.Evaluasi dan
Laporan

Kelompok Konstruksi ringan

Kelompok Konstruksi

Umum/Sipil

Kelompok Pengukuran dan

Analisa Beban

Kelompok Analisa Tegangan/

Regangan

Kelompok Karakteristik

Material

Kelompok Metalografi dan

Fraktografi

Kelompok Uji Tak Merusak

Kelompok Korosi

Sub Bidang Disain

Sub Bidang Sarana
Hidraulik dan
Pneumatik

Sub Bidang Sarana
Mekanik

Sub Bidang Sarana
Inspeksi dan Korosi

Sub Bid.Komputer

Sub Bid. Kontrol
Elektronik

Sub Bid. Bengkel
Elektronik

Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur ( B2TKS) terdiri dari :

1.Kepala Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (Ka. Balai)

Kepala balai merupakan pimpinan tertinggi di B2TKS. Dalam

melaksanakan fungsi dan tugasnya Ka.Balai B2TKS bertanggungjawab

kepada Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa

(TIRBR) BPPT. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Balai Besar wajib

menerapkan system mutu, prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik

dalam lingkungan internal maupun dengan instansi terkait.

2. Bagian Umum

Bagian umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan

sumber daya manusia, keuangan dan rumah tangga, Bagian Umum terdiri dari :

a.

Sub Bagian Tata Usaha dan Sumber Daya Manusia, mempunyai

tugas melakukan urusan surat menyurat, ekspedisi, kearsipan,

penggandaan, perjalanan dinas, dan penatausahaan, pengembangan, mutasi

dan kesejahteraan pegawai.

b.

Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas melakukan urusan

penyusunan anggaran dan perbendaharaan, verifikasi serta pelaporan

keuangan.

c.

Sub Bagian Rumah Tangga, mempunyai tugas melakukan urusan

administrasi pengadaan dan perbekalan, inventarisasi, perawatan dan

perbaikan utilitas dan kendaraan, transportasi dan keamanan internal

3. Bidang Jasa Informasi

13

Bidang Jasa dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan

pelayanan jasa teknologi, kerja sama teknis, perencanaan, dokumentasi.

Bidang Jasa dan Informasi menyelenggarakan fungsi :

a.

Pelaksanaan urusan pelayanan jasa teknologi

b.

Pelaksanaan urusan kerjasama teknis

c.

Pelaksanaan urusan perencanaan dan pelaporan

Bidang Jasa dan Informasi terdiri dari :

a.

Sub Bidang Pelayanan Jasa Teknologi mempunyai tugas

melakukan urusan keuangan dan administrasi layanan jasa teknologi serta

pemasaran.

b.

Sub Bidang Kerjasama Teknis mempunyai tugas melakukan

urusan kerjasama teknis, kehumasan dan keprotokolan, monitoring dan

evaluasi jadwal kegiatan pengujian, penelitian dan perekayasaan.

c.

Sub Bidang Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas

melakukan urusan perencanaan program dan kegiatan, dokumentasi

kegiatan, penyusunan dan pengarsipan laporan, dokumentasi serta

informasi.

4. Bidang Kajian Struktur

Bidang Kajian Struktur mempunyai tugas melaksanakan pengkajian

dan penelitian teknologi kekuatan struktur alat transportasi, bangunan dan

peralatan industri, serta pengukuran dan analisis beban.

Bidang Kajian Struktur menyelenggarakan fungsi :

14

a.

Pelaksanaan pengkajian, pengujian dan penelitian kekuatan

struktur alat transportasi

b.

Pelaksanaan pengkajian, pengujian dan penelitian struktur

bangunan dan peralatan industri

c.

Pelaksanaan, pengembangan dan penerapan metode sistem

pengukuran serta analisis beban.

Bidang Kajian Struktur terdiri dari :

1.

Sub Bidang Struktur Alat Transportasi mempunyai tugas

melakukan pengkajian, pengujian dan penelitian alat transportasi dengan

menggunakan parameter beban statis dan dinamis serta pengaruh kondisi

kerja dan lingkungan, termasuk melakukan perawatan peralatan uji yang

menjadi tanggung jawabnya.

2.

Sub Bidang Struktur Bangunan dan Peralatan Industri mempunyai

tugas melakukan pengkajian, pengujian dan penelitian struktur bangunan

dan peralatan industri dengan menggunakan parameter beban statis dan

dinamis serta pengaruh kondisi kerja dan lingkungan, termasuk melakukan

perawatan perlatan uji yang menjadi tanggung jawabnya.

3.

Sub Bidang Pengukuran dan Analisis Beban mempunyai tugas

melakukan pengukuran dan analisis beban pada komponen dan struktur,

serta pengembangan dan penerapan metode system pengukuran dan

analisis beban, termasuk melakukan perawatan peralatan uji yang menjadi

tanggung jawabnya.

15

5. Bidang Kajian Material

Bidang Kajian Material mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan

penelitian karakteristik dan aplikasi material, inspeksi teknis serta analisis

kerusakan dan umur sisa. Fungsi dari Bidang Kajian Material ini adalah :

a.

Pelaksanaan karakerisasi dan aplikasi material

b.

Pelaksanaan inspeksi teknis komponen dan konstruksi

c.

Pelaksanaan analisis kerusakan dan umur sisa komponen dan

konstruksi

Bidang Kajian Material terdiri dari :

1.

Sub Bidang Karakterisasi dan Aplikasi Material mempunyai tugas

melakukan pengkajian, pengujian, penelitian dan pengembangan yang

berkaitan dengan karakterisasi dan aplikasi material, termasuk melakukan

perawatan peralatan uji yang menjadi tanggung jawabnya.

2.

Sub Bidang Inspeksi Teknis mempunyai tugas melakukan

pengujian dengan metode uji tak rusak, pengembangan dan penerapana

teknik inspeksi, termasuk melakukan perawatan peralatan uji yang menjadi

tanggung jawabnya.

3.

Sub Bidang Analisis Kerusakan dan Umur Sisa mempunyai tugas

melakukan pengkajian, pengujian, penelitian yang berkaitan dengan

analisis kerusakan material, umur sisa peralatan, dan korosi material, serta

pengembangan teknik pengujian, termasuk melakukan perawatan peralatan

uji yang menjadi tanggung jawabnya

16

6. Bidang Sarana Uji

Bidang Sarana Uji mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan

manufaktur, pengembangan system, dan pemeliharaan sarana uji.

Fungsi Bidang Sarana Uji ini adalah :

a.

Pelaksanaan perancangan dan manufaktur sarana uji

b.

Pelaksanaan pengembangan sarana uji

c.

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan sarana uji

Bidang Sarana Uji terdiri dari

1.

Sub Bidang Perancangan dan Manufaktur mempunyai tugas

melakukan perancangan dan manufaktur, pengoperasian, dan perawatan

sarana perancangan dan manufaktur

2.

Sub Bidang Pengembangan Sistem mempunyai tugas melakukan

pengembangan, pengoperasian dan perawatan system sarana uj, system

control sarana uji berbasis computer

3.

Sub Bidang Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan

pengembangan, perekayasaan, pengoperasian, dan perawatan kelengkapan

sarana uji, system computer dan Local Area Network (LAN)

7. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan

sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari

tenaga fungsional, dikoordinir oleh pejabat yang ditetapkan oleh Kepala

17

B2TKS. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan

beban kerja.

18

DEWAN PENGURUS

BADAN PENGAWAS

19

R A P A T A N G G O T A

KA. B2TKS
PARA KA. BID.
& KA. BAG. UMUM

1.
2.
3.

Ketua
Sekretaris.
Bendahara.

DEWAN PENASEHAT

MANAJER ADMINISTRASI

KA. UNIT
SIMPIN

KA. UNIT
WASERDA

KA. PROY.
UNIT JASA

KA. UNIT JASA
UMUM

SRUKTUR ORGANISASI PENGURUS
KOPERASI PEGAWAI B2TKS KOSUPALUK 2008-2011

X

BAB III
TEKNIK PENGUKURAN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->