Anda di halaman 1dari 19

ARTHROPODA HAMA

Hendra pangaribuan NPM : E1J012075

Pogram Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya. Tubuh Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolongtripoblastikselomata. Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, labalaba, udang, lipan dan hewan mirip lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida. Filum Arthropoda sebagian berperan sebagai mangsa dari sejumlah hewan predator yang terdiri atas arthropoda lain dan spesies bukan arthropoda. Beberapa arthropoda predator menggunakan alat mulut untuk menggigit dan mengunyah mangsanya, seperti mantidae, capung, dan kumbang buas. Lainnya seperti Hemiptera, larva Neuroptera, lalat dan tungau tertentu, menggunakan alat mulut pencucuk dan pengisap untuk mengkonsumsi cairan tubuh mangsa.Sebagian predator nampak gesit, pemburu yang rakus, secara aktif mencari mangsa di tanah atau pada vegetasi, seperti dilakukan oleh kumbang buas, serangga sayap jala (lacewing) dan tungau, atau menangkap mangsa ketika terbang seperti dilakukan oleh capung (dragonfly) dan lalat perompak (robberfly).Kebanyakan spesies bersifat predator pada stadia muda maupun dewasa, namun ada yang menjadi predator pada stadia larva saja, sedangkan imago mengkonsumsi madu atau lainnya. Adapula spesies bukan predator terutama betina, mencari mangsa untuk larvanya dengan meletakkan telur di dekat mangsa, karena larva sering tidak dapat mencari pakan sendiri. Lalat syrphidae misalnya, meletakkan telur di dekat koloni aphids.

1.2 Tujuan Mempelajari cirri morfologi penting Arhtropoda dan mengenal gejala kerusakan tanaman akibat masing-masing serangannya Untuk mempelajari tipe-tipe alat mulut serangga dan mengenal gejala kerusakan tanaman akibat masing-masing tipe alat mulut serangga hama.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Arthropoda merupakan phylum terbesar dari semua binatang penyebab hama tumbuhan. Lebih dari 75% binatang binatang yang kita kenal termasuk didalamnya phylum ini, dan 990% diantaranya termasuk dalam kelaas insecta (Hexapoda 67,5% dari total binatang). Cirri cirri dari phylum Arthropoda terdiri dari ruas ruas (segment) yang dapat dibedakan dalam dua atau tiga daerah (region), bentuk simetris bilateral, dan alat alat tambahannya (aspendik) juga bersegment dan berpasangan. Dua kelas penting sebagai penyebab hama tumbuhan, yaitu kelas insect (Hexapoda) dan Arachnida (Bambang, 2012). Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Empat dari lima bagian spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya (Anonim 1, 2012). Phylum Arthropoda Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas. Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen). dimana bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik coelomata , terlindung oleh rangka luar dari kitin Arthropodayang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea. memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada

insecta)Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda

Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu: 1.Crustacea atau Udang-udangan , Kepiting Crustacea terbagi menjadi 5 ordo Branchiopoda : Daphnia dan Notostraca (habitat air tawar) Ostracoda : Condona, Agrenocythere (habitat air tawar dan laut) Copepoda : Cyclops dan Panella (habitat di air tawar dan laut, parasit) Cirripedia : saculina (habitat di air laut, parasit, bebas , dan merusak galangan kapal) Branchiura : argulus (habitat air tawar dan laut, parasit pada ikan) 2.Arachnida atau labah-labah , Kala kengking Arachnida tebagi atas 3 ordo berdasarkan segmentasi abdomennya: Scorpionida : segmen (ruas) terakhir berfungsi sebagai sengat (kalajengking, ketonggeng) Arachnida : mensekresikan benang-benang untuk sarang (laba-laba) Acarina (caplak) : parasit, penyebab penyakit kubis (caplak kubis, caplak penghisap darah, caplak hama tanaman (tembakau, kentang, tomat )

3.Insecta atau serangga (Hexapoda) Hampir semua tanaman dimana saja tumbuhnya maupun hasil tanaman, tidak luput dari serangan hama sehingga manusia harus bersaing dengan hama serangga (Natawi Gena, )

4.Myriapoda atau lipan (kaki seribu) , Kelabang Myriapoda terbagi menjadi 2 ordo berdasarkan jumlah kaki disetiap ruas : Chilopoda : beracun, bentuknya gepeng (kelabang atau lipas)

Diplopoda : ada ytang beracun dan ada yang tidak, bentuknya silindris (keluing)

Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut:

Tubuh beruas-ruas Tubuh terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen). Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothorax) Bentuk simetri bilateral Hewan dengan lapisan embryonalnya bertipe Triploblastik Coelomata ( Mempunyai tiga lapisan embryonal ekto-meso dan endoderm yang bisa berdefrensiasi menjadi organ tubuh , dimana setelah terbentuk tubuh bagian dalam tubuh itu terdapat rongga ( Coelom) dan tentu rongga itu bisa untuk diisi materi dari luar misalnya makanan , oksigen dll Rongga tubuh berisi darah, disebut hemocoel. Rangka luar keras ( eksoskeleton) yang tersusun atas zat kitin / protein sebagai pembungkus tubuh , yang bisa dieksidisis Urat-urat dagingnya bergaris melintang. Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka, satu-satunya buluh darah yang ada berupa saluran lurus terletak di atas saluran pencernaan, yang di daerah abdomen mempunyai lubang-lubang di sebelah lateral. Sistem alat pencernaan berupa saluran tubular (kurang lebih lurus), ada mulut dan anus. Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku) Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus sistem reproduksi terpisah (gonokoris) artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis) System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena, Sistem syaraf itu terdiri dari ganglion anterior yang merupkan otak terletak di atas saluran pencernaan, sepasang syaraf yang menghubungkan otak dengan syaraf sebelah ventral, serta pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh urat syaraf ventral, berjalan sepanjang tubuh dari depan ke belakang di bawah saluran pencernaan. Sistem pengeluaran (ekskresi) berupa saluran-saluran Malphigi yang bermuara di saluran pencernaan, limbah dikeluarkan melalui anus. Hidupnya di darat, air tawar dan laut.

Bentuk mulut serangga, yaitu: A. Tipe alat mulut menggigit mengunyah terdiri dari : (1). Labrum, berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam rongga mulut. (2). Epifaring, berfungsi sebagai pengecap. (3). Mandibel, berfungsi untuk mengunyah, memotong, atau melunakkan makanan. (4). Maksila, merupakan alat bantu untuk mengambil makanan. Maxila memiliki empat cabang, yaitu kardo, palpus, laksinia, dan galea. (5). Hipofaring, serupa dengan lidah dan tumbuh dari dasar rongga mulut. (6). Labium, sebagai bibir bawah bersama bibir atas berfungsi untuk menutup atau membuka mulut. Labium terbagi menjadi tiga bagian, yaitu mentum, submentum, dan ligula. Ligula terdiri dari sepasang glosa dan sepasang paraglosa. Contoh serangga dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah yaitu ordo Coleoptera, Orthoptera, Isoptera, dan Lepidoptera. B. Tipe alat mulut mengunyah dan menghisap Tipe alat mulut ini diwakili oleh tipe alat mulut kumbang kayu ( Xylocopa ) madu Apis cerana (Hymenoptera, Apidae) merupakan tipe kombinasi yang struktur labrum dan mandibelnya serupa dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah, tapi maksila dan labiumnya memanjang dan menyatu. Glosa merupakan bagian dari labium yang berbentuk memanjang sedangkan ujungnya menyerupai lidah yang berbulu disebut flabelum yang dapat bergerak menyusup dan menarik untuk mencapai cairan nektar yang ada di dalam bunga. C. Tipe alat mulut menjilat mengisap Tipe alat mulut ini misalnya pada alat mulut lalat (Diptera). Pada bagian bawah kepala terdapat labium yang bentuknya berubah menjadi tabung yang bercelah. Ruas pangkal tabung disebut rostrum dan ruas bawahnya disebut haustelum. Ujung dari labium ini berbentuk khusus yang berfungsi sebagai pengisap, disebut labellum D. Tipe Alat Mulut Mengisap Tipe alat mulut ini biasanya terdapat pada ngengat dan kupu-kupu dewasa (Lepidoptera) dan merupakan tipe yang khusus, yaitu labrum yang sangat kecil, dan maksila palpusnya berkembang tidak sempurna. Labium mempunyai palpus labial yang berambut lebat dan memiliki tiga segmen.

Bagian alat mulut ini yang dianggap penting dalam tipe alat mulut ini adalah probosis yang dibentuk oleh maksila dan galea menjadi suatu tabung yang sangat memanjang dan menggulung E. Tipe Alat Mulut Menusuk Mengisap Kepik, mempunyai alat mulut menusuk mengisap, misalnya Scotinophara(Heteroptera). Alat mulut yang paling menonjol adalah labium, yang berfungsi menjadi selongsong stilet Ada empat stilet yang sangat runcing yang berfungsi sebagai alat penusuk dan mengisap cairan tanaman. Keempat stilet berasal dari sepasang maksila dan mandibel ini merupakan suatu perubahan bentuk dari alat mulut serangga pengunyah. (Triharso.1994. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gajah Mada Universyty press: Jogyakarta).

F. Alat Mulut Pengunyah-Penjilat Alat mulut tipe ini mempunyai mandibula yang fungsinya masih jelas. Akan tetapi maksila dan labium telah mengalami modifikasi menjadi organ penjilat yang tipis untuk mengambil cairan. Terutama nektar bunga. Contoh serangga yang mempunyai alat mulut ini adalah kumbang kayu (Xylocopa). Sedangkan alat mulut ini berdasarkan posisi alat mulutnya di bedakan menjadi 3 macam: Hypognathous Alat mulut yang mengarah kebawah (ventral) Contoh: belalang opisthognathous Alat mulut yang mengarah kebelakang diantara tungkainya. Contoh: cicada dan walang sangit. Prognathous Alat mulut yang mengarah ke depan. Contoh: kumbang moncong, kumbang sagu, bubuk beras.

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan Alat Alkohol 70% Kapas Gliserin Klorofrom Mikroskop Stereo Loup Pinset Cawan petri Jarum tombak

Bahan Belalang kayu (Valanga nigricornis) dan nimfanya Kepik hijau (Nezara viridula) dan nimfanya Thrips Lalat rumah (Musca domestica) dan larvanya Kupu-kupu dan larvanya Lebah madu ( Xylocopa ) Lebah kayu ( Xylocopa ) dan larvanya Tanaman yang di serang Daun kedelai yang terserang kepik hijau Daun beringin yang rusak karena Thrips Bunga yang telah di hisap kupu-kupu

1.

2.

3.

4.

5.

3.2 Cara kerja Specimen Belalang kayu Belalang kayu memiliki tipe alat mulut penggigit pengunyah. Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemuan temukan juga : labium, mandibulata, maksila, dan hypopharynx. Pada waktu mengamati bagian-bagian tersebut, gunakan loup atau mikroskop agar lebih jelas. Perhatikan bentuk dan letak bagian-bagian tersebut, serta pelajari pula fungsi dari masing-masing bagian. Perhatikan gejala kerusakan yang diakibatkannya dan bagaimana cara pengendaliannya. Perhatikan bagian alat mulut dari specimen yang ada, gambar dan beri keterangan masingmasing bagian tersebut. Perhatikan gejal;a kerusakan yang diakibatkannya, gambar dan berti keterangan. Bandingkan tipe alat mulut serangga dewasa dengan larva dan nimfanya. Bandingkan tipe alat mulutnya antara yang dewasa dengan larva dan nimfanya. Specimen Kepik hijau Kepik kayu memiliki tipe alat mulut pencucuk-penghisap. Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian temukan juga : stylet, labrum, dan labium. Pada waktu mengamati bagianbagian tersebut, gunakan loup atau mikroskop agar lebih jelas. Perhatikan gejala kerusakan yang diakibatkannya dan bagaimana cara pengendaliannya. Bandingkan tipe alat mulut antara yang dewasa dengan larva dan nimfanya. Perhatikan bagian-bagian alat mulut dari specimen yang ada, gambar dan beri keterangan masing-masing bagian tersebut. Perhatikan gejala kerusakan yang diakibatkannya, gambar dan beri keterangan. Perhatikan bedanya dengan specimen belalang kayu. Specimen Trips Trips mewakili tipe mulut pemarut-penghisap. Perhatikan di bawah mikroskop bagian-bagian utama dari tubuh kemudian temukan juga : paruh konikal yang pendek dengan tiga stylet. Perhatikan cara kerjanya dan gejala kerusakan yang diakibatkannya serta bagaiman cara pengendaliannya. Gambar dan beri keterangan, Bandingkan tipe alat mulutnya antara yang dewasa dengan larva atau nimfanya. Specimen Lalat rumah Lalat rumah kayu mewakili tipe alat mulut penjilat. Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian temukan juga : bagian mulutnya yang terdiri dari proboscis yang berdaging, sebagian disembunyikan dalam ronmgga di bawah kepala, dengan organ seperi sponge. Perhatikan cara kerjanya dan gejala kerusakan yang diakibatkannya serta bagaiman cara pengendaliannuya. Gambnar dan beri keterangan. Bandingkan tipe alat mulutnya antara yang dewasa dengan larva atau nimfanya. Specimen Kupu-kupu Kupu-kupu kayu mewakili tipe alat mulut penghisap. Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian temukan juga : alat mulutnya yang mempunyai saluran yang panjang yang disebut proboscis, bentuknya bergulung seperti coil, apabila sedang tidak digunakan dan memanjang

apabila serangga tersebut sedang makan. Perhatikan cara kerjanya dan gejala kerusakan yang diakibatkannya serta bagaimana cara pengandaliannya. Gambar dan beri keterangan. Bandingkan tipe alat mulutnya antara yang dewasa dengan larva ataupun nimfanya. 6. Specimen Lebah Lebah kayu mewakili tipe alat mulut pengunyah-penjilat. Temukan baian=bagian utama dari tubuh kemudian temukan juga : mandibula yang tampak jelas sebagai organ pengunyah akan tetapi maksila dan labiumnya telah mengalami modifikasi menjadi organ penjilat yang tipis untuk mengambil caiaran, terutama nektar dari bunga. Sebagian besar serangga dengan tipe alat mulut ini menguntungkan manusia terutama sebagai penyerbuk. Lebah kayu (Xylocopa) merupakan contoh lebah yang merugikan. Perhatikan cara kerjanya dan gejala kerusakan yang diakibatkannya serta bagaimana acara pengendaliannya. Gambar dan beri keterangan. Bandingkan tipe alat mulutnya antara yang dewasa dengan larva atau nimfanya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan

No

Nama Hewan

Gambar

Keterangan

Belalang kayu

Nama hama : Belalang Kayu (Dissostura sp) Ordo : Orthoptera Filum : Arthropoda

Kepeik

Nama hama : Kepik Hijau (Nezara viridula L) Ordo : Hemitera Filum : Arthropoda

Thrips

Nama hama : Thrips Ordo : Hymenoptera Filum : Arthropoda

Kupu-kupu

Nama hama : Kupu-kupa Ordo : Lepidoptera Filum : Arthropoda

Tungau

6 Lalat rumah

Nama hama : Lalat rumah ( Musca domestica Linn.) Ordo : Diptera Filum : Arthropoda

4.2 Pembahasan Pada percobaan ini di lakukan untuk mengamati tipe-tipe dari mulut Arthoproda Hama serta gejala kerusakan yang di timbulkan dari Arthropoda Hama. Arthropoda Hama merupakan hama yang berbentuk serangga. Gejala kerusakan akan dapat di deteksi dengan melihat tipe mulut yang di miliki dari serangga tersebut. 1. Belalang kayu ( Valanga nigricanis) Belalang kayu memiliki alat mulut tipe alat pengigit pengunyah. Pada belalang( Valanga nigricanis) memiliki beberapa bagian dari organ-organnya anatara lain : 1. Labrum 2.Mandibulla 3.Maxilla 4.Bibir Atas 5.Bibir bawah Belalang akan banyak kita temukan di habitat yang banyak tanaman. Biasanya pada rumputrumputan. Pada belalang ( Valanga nigricanis) labrum berfungsi sebagai bibir bawah yang menggelambir dan lebar . Di bawah labrum terdapat klipeus. Pada sisi dalam labrum yang membengkak akan terdapat epifaring. Mandibula pada belalang ( Valanga nigricanis) merupakan rahang atas yang jumlahnya satu pasang yaitu kiri dan kanan. Bentuknya tidak beruas. Mandibula terletak di belakang labrum. Pada pangkal mandibula terbentuk segitiga yang secara bertahap memilih kearah luar. Pada bidang untuk menggigit terdapat daerah insinor ( gigi seri) dan daerah molar(granum). Maksila adalah struktur yang berpasangan. Dan terletak di belakang mandibula. Maksila berjumlah satu pasang yaitu kiri dan kanan. Maksila pada belalang terdiri dari: molar (pangkal maksila berbentuk segitiga ), stieps merupakan ruas kedua, palfier adalah gelambir stieps tempat timbulnya palpus, lasinia dan gala adalah dua buah juluran yang keluar pada ujung stieps. Palpus maksila berfungsi sebagai perasa labium berbentuk sepasang embelan yang bersatu. Labium terdiri dari submentum, mentum dan ligula. Gejala yang di timbulkan dari belalang ( Valanga nigricanis) yaitu terjadi pada daun muda. Belalang menggigit daun dengan cara mengigit pada bagian tepi kemudian mencapai bagian tulang yang menimbulkan gerigi pada daun. Sehingga lama kelamaan tanaman akan habis. Waktu untuk merusak tanaman bisa siang hari. Hal ini akan merusak dari bentuk tanaman yang di serang. Untuk mengurangi serangan dari belalang ini adalah dengan pengendalian yaitu sebagai berikut : Pengendalian hayati

Pengendalian hayati denga menggunakan musuh alami. Pengendalian kimia Pengendalian kimia dengan menggunakan penyemprotan dengan racun insektisida Pengendalian mekanik Pengendalian mekanik dengan cara mematikan hama. Memperbaiki cara bercocok tanam Cara fisik Dengan membakar sumber hama, pengasapan, pengeringan, atau perendaman. Cara sanitasi Membersikan tanaman inang, serasah, dan gulma. 2. Spesiemen kepik hijau (Nezara viriduc) Tipe alat pencucuk-penghisap ini diniliki oleh kepik hijau (Nezara viriduc) Adapun bagianbagian dari alat mulut ini adalah stylet, labrum, labium,. Pada tipe alat ini labium berbentuk memanjang membentuk tabung berongga dengan celah didepannya dan terdiri dari 4 ruas (restrum). Selain itu pada kepik (Nezara viriduc) juga terdapat stylet yang berfungsi untuk menembus dinding sel jaringan tanaman. Didalam stylet terdapat dua buah saluran yaitu saluran luar dan saluran makanan. Pada tipe alat mulut ini labrum sangat pendek dan berfungsi memperkuat kedudukan stylet. Kepik merusak tanaman dengan cara mencucuk jaringan tanaman dengan menggunakan stylet,. Gejela kerusakannya yaitu timbul oleh kepik hijau (Nezara viriduc) yaitu bercak-bercak pada daun. Sehingga pertumbuhan tanaman menjadi rusak. Kepik hijau (Nezara viriduc) akan mengeluarkan racun dari mulutnya. Hal dapat mentebabkan tanaman menjadi layu dan mati. Kepik hijau (Nezara viriduc) merusak tanaman biasanya pada buah padi atau bulir padi yang muda. Akan di temukan terdapat titik putih yang kemudian menjadi coklat atau hitam.

3. Spesimen thrips Tipe alat mulut pada thrips adalah pemarut-penghisap bagian yang dapat kita temukan yaitu : paruh konikal yang pendek dengan tiga buah alat pencucuk penghisap atau disebut dengan stylet. Stylet berfungsi sebagai alat pemarut yang bergerak keluar masuk, memarut jaringan tanaman yang diserangnya. Sehinggan akan kita temukan cairan. Sedangkan paruh konikal berpungsih menghisap cairan yang timbul dari proses pemarutan. Akibat dari serangan ini, awalnya jaringan akan berwarna putih atau belang yang kemudian akhirnya akan tampak seperti seperti berwarna kuning.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pada alat mulut seperti ini dilengkapi dengan paru konikal dan pada bagian ini terdapat alat pencucuk-penghisap atau stylet. Stylet berasal dari modifikasi mandibula kiri dan 1 pasang maksila. Gejala serangannya yaitu thrips lebih banyak menyerang daun yang masih mudadan contoh tanamannya adalah daun beringin. Akan kita temukan pelukaan bintik-bintik hitam yang disertai dangan munculnya warna putih. Kemudian daun akan menggulung dan thrips akan tinggal di dalam gulungan daun beringin tersebut. Adapun langkah pencegahannya yaitu : Rotasi tanaman dengan inang yang tahan hama. Pengaturan waktu tanam. Penggunaan insecticida). Sanitasi lahan Secara mekanik dengan cara di bunuh. Musuh alami.

4. Specimen lalat rumah ( Musa domestica ) Pada tipe alat mulut pada lalat rumah ( Musa domestica ) yaitu penjilat. Bagian-bagiannya yaitu sepeti proboscis, mata facet, antenna, labium restrum, labellum, caput, dan hyphopharynx. Probicisnya merupakan bentuk yang berdaging dan sebagian dari alat mulut ini disembunyikan pada rongga dalami bawah bagian organ kepala. Dan dilengkapi dengan organ yang berwujud seperti sponge, pada serangga ini, proses memakan terjadi dua tahap yaitu yang pertama serangga ini mengeluarkan ludah untuk melunakkan makanannya sehingga menjadi cair yang kedua, cairan makanan ini kemudian akan dihisap melalui probocis yang dilengkapi oleh organ sponge. Cara pengendaliannya : 7. Cara fisik di bunuh dengan raket listrik 8. Makanan yang harus di selamatkan dengan cara di tutup. 9. Cara kimia dengan racun. 5. Specimen kupu-kupu Kupu-kupu memiliki tipe alat mulut pengisap. memiliki cirri khusus yaitu dilengkapi dengan probocis. Probocis ini berasal dari modifikasi dari maxilla yakni pada bagian galiannya yang menjadi sebuah tabung memanjang dan menggulung. Dan berfungsi dari probocis digulung apabila sedang dalam keadaan pasif dan memanjang apabila dalam keadaan makan. Umumnya serangga ini menghisap cairan nectar pada bunga tanaman. Serangga yang termasuk kedalam tipe alat mulut ini. Merusak tanaman pada fase generatif yaitu pada saat tanaman sedang dalam masa pembungaan.dan bagian yang diserang pada umumnya organ bunga. Serangga ini akan

menghisap cairan nectar pada bunga melalui probocis, dengan cara mencucukan mulutnya pada bagian tajuk bunga tanaman yang biasa diserang yaitu tanaman hias, buah-buahan dan tanaman pangan. Gejala kerusakannya yaitu bunga pada masa generatif lebih cepat rontok dan gugur. 6. Specimen Kumbang kayu ( Xylocopa ) Pada tipe alat mulut kumbang kayu ( Xylocopa ) yaitu pengunyah penjilat. ,mandibula fungsinya masih jelas, sedangkan maksila dan labium telah bermodifikasi menjadi organ penjilat yang tipis untuk mengambil cairan pada bunga.Gejala kerusakan yang timbul yaitu kerusakan secara mekanik pada batang tanaman yang berupa lubang. Organisme hama contoh kumbang kayu (xylocopa)

BAB V KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan Pada pengamatan yang telah dilakukan untuk filum arthropoda hama merupakan hama yang berupa serangga hidup pada tanaman yang telah dibudidayakan. Mereke memiliki alat-alat khusus untuk memakan tanaman tersebut biasanya menggunakan stylet dengan cara menyucuk pada jaringan tanaman. Alat alat uatam saerangga yaitu Labrum ( bibir atas) Labium( bibir bawah) Mata facet atau mata majemuk Kepala (thorax) stylet antenna restrum
1. Belalang kayu ( Valanga nigricanis)

Belalang kayu memiliki alat mulut tipe alat pengigit pengunyah.


2. Spesiemen kepik hijau (Nezara viriduc)

Tipe alat pencucuk-penghisap ini diniliki oleh kepik hijau (Nezara viriduc) Adapun bagian-bagian dari alat mulut ini adalah stylet, labrum, labium.
3. Spesimen thrips

Tipe alat mulut pada thrips adalah pemarut-penghisap bagian yang dapat kita temukanyaitu : paruh konikal yang pendek dengan tiga buah alat pencucuk penghisap atau disebut dengan stylet.
4. Specimen lalat rumah ( Musa domestica )

Pada tipe alat mulut pada lalat rumah ( Musa domestica ) yaitu penjilat. Bagian-bagiannya yaitu sepeti proboscis, mata facet, antenna, labium restrum, labellum, caput, dan hyphopharynx.

5.

Specimen kupu-kupu

Kupu-kupu memiliki tipe alat mulut pengisap. memiliki cirri khusus yaitu dilengkapi dengan probocis. Probocis ini berasal dari modifikasi dari maxilla.
6. Specimen Kumbang kayu ( Xylocopa )

Pada tipe alat mulut pengunyah penjilat ,mandibula fungsinya masih jelas, sedangkan maksila dan labium telah bermodifikasi menjadi organ penjilat yang tipis untuk mengambil cairan pada bunga.
Pengendalian yang di lakukan umumnya sama, yaitu :

Cara kimia menggunakan pestisida Cara hayati menggunakan musuh alami Cara fisik. dengan membakar sumber hama, pengasapan, pengeringan, atau perendaman. Cara sanitasi dengan membersikan tanaman inang, serasah, dan gulma. Cara mekanis dengan cara hancurkan larva. Cara sanitasi dengan cara membersikan tanaman inang, serasah, dan gulma. Memperbaiki cara bercocok tanam. Keberadaan hama juga menunjukkan bahwa keanekaragaman makhluk hidup itu selalu ada. Coba bayangkan kalau tidaka ada hama lagi. Mungkin kita akan bertanya apakah bumi tidak layak lagi untuk kita tinggali? Sehingga hama saja sudah tidak ada lagi. Selain kita di rugikan di sisi lain kita juga bersyukur. Selain itu kita juga belajar dari mereka. Betapa kuatnya mereka tanpa akal, dan pikiran tetapi mereka dapat mencari makan dengan cara mnusuk jaringan tuumbuhan yang harus menembus lapisan-lapisan dalam tanaman.
5.2 Saran

mahasiswa melakukan praktikum dengan baik dan teliti, agar hasil praktikum sesuai dengan apa yang diinginkan Bila da kurang kejelasan pada pelaksaan praktikum, mahasiswa dituntut untuk bertanya agar tidak salah Mengamati morfologi dari filum Arthropoda dan bagian-bagian penting untuk dapat dipelajari secara detail.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim 1, 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Artropoda diakses pada tanggal 14 Oktober 2012 Anonim 2, 2011. Biologi Gonzaga arthropoda. Jakarta Purnomo, Bambang. 2012. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Bengkulu: Universitas Bengkulu. Triharso.1994. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gajah Mada Universyty press: Jogyakarta.