Anda di halaman 1dari 16

BAB I TINJAUAN PUSTAKA Definisi Diare secara epidemiologik didefinisikan sebagai keluarnya tinja yang lunak atau cair

tiga kali atau lebih dalam satu hari. Tetapi bayi yang mendapatkan ASI penuh biasanya mengeluarkan tinja beberapa kali tinja lunak atau agak cair setiap hari,untuk itu lebih praktis mendefinisikan diare sebagai meningkatnya frekuensi tinja atau konsistensinya menjadi lebih lunak sehingga dianggap abnormal oleh ibunya. Di bagian Ilmu Kesehatan Anak FK I!"S#$, diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. %eonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari & kali, sedangkan untuk bayi berumur lebih dari ' bulan dan anak, bila frekuensinya lebih dari ( kali. Epidemiologi Di negara berkembang, termasuk Indonesia, diare akut maupun kronis masih merupakan masalah kesehatan utama. )pisode diare di Asia, Afrika, Amerika *atin +belum termasuk #hina, pada bayi dan balita tidak kurang dari ' milyar per tahun. Di dunia, diare akut menyebabkan kematian sebanyak - juta setahun. Di Indonesia, kematian karena diare sekitar .//.///0.-/./// setahun, 1/2 diantaranya disebabkan oleh diare akut. Kuman penyebab diare biasanya menular melalui mulut +orofecal,, antara lain melalui makanan atau minuman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. 3eberapa faktor mempengaruhi kejadian diare diantaranya adalah faktor lingkungan, gi4i, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.

Klasifikasi '

Secara klinik dibedakan ( macam diare '. Diare akut, yaitu buang air besar dengan konsistensi lebih encer dari biasanya, 5(6!hari, yang timbul secara mendadak, berlangsung kurang dari '& hari dan biasanya tanpa disertai darah. .. Diare persisten, yaitu diare yang mula0mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari '& hari. (. Diare kronik, yaitu diare yang intermitten atau yang berlangsung lama dengan penyebab non infeksi seperti penyakit gangguan metabolisme. Etiologi )tiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor diantaranya7 '. Infeksi Infeksi enteral terdiri atas7 8irus, seperti7 "ota9irus, Adeno9irus dan lain0lain. 3akteri, seperti7 Shigella, Salmonella, ) #oli, 8ibrio #holera. :arasit, seperti7 :roto4oa +). histolytica, ;iardia *amblia, 3alantidum coli,, #acing perut +Ascaris, Trikuris, Strongiloides, dan jamur seperti #andida. Infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar saluran pencernaan seperti pada7 <titis $edia Akut +<$A,, tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak yang berumur di ba=ah . tahun. $alabsorbsi karbohidrat, lemak dan protein. $akanan7 makanan basi, beracun, atau alergi terhadap makanan tertentu. Imunodefisiensi :sikologis7 "asa takut dan cemas. >alaupun jarang dapat

menimbulkan diare pada anak yang lebih besar.

Patogenesis $ekanisme dasar yang dapat menimbulkan diare adalah7 '. ;angguan osmotik Akibat terdapatnya makanan atau 4at yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik lumen usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam lumen usus. Isi lumen usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. #ontohnya pada intoleransi laktosa dan malabsorbsi asam empedu. .. ;angguan sekresi Akibat rangsangan tertentu +misal oleh toksin, pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi lumen usus. (. ;angguan motilitas usus ?iperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan ynag selanjutnya dapat menimbulkan diare pula. :roses terjadinya diare yang disebabkan oleh jasad renik yaitu7 '. 8irus 8irus masuk ke dalam usus halus dan berkembang biak dalam epitel 9ili usus halus, menyebabkan kerusakan sel epitel dan pemendekan 9ili. ?ilangnya sel0 sel 9ili yang secara normal mempunyai fungsi absorpsi dan penggantian sementara oleh sel epitel berbentuk kripta yang belum matang mengakibatkan usus mensekresikan air dan elektrolit. :enyembuhan terjadi bila 9ili mengalami regenerasi dan epitel 9ilinya menjadi matang .. 3akteri :enempelan di mukosa 3akteri yang berkembang biak dalam usus halus menempel pada mukosa usus halus untuk menghindarkan diri dari penyapuan. ?al ini terjadi misalnya pada ). #oli enterotoksigenik dan 8. #holera. :ada bebrapa (

keadaan penempelan bakteri ini dihubungkan dengan pengurangan kapasitas penyerapan atau menyebabkan sekresi cairan. Toksin yang menyebabkan sekresi :ada ).#oli enterotoksigenik, 8. #holera dan beberapa bakteri lain mengeluarkan toksin yang menghambat fungsi epitel. Toksin ini mengurangi absorbsi natrium melalui 9ili dan meningkatkan sekresi klorida dari kripta, yang menyebabkan sekresi air dan elektrolit. In9asi mukosa Shigela, ). #oli enteroin9asi9e dapat menyebabkan diare berdarah melalui in9asi dan perusakan sel epitel mukosa di sebagian besar kolon. In9asi ini diikuti dengan pembentukan mikroabses dan ulkus superfisial yang menyebabkan adanya sel darah merah dalam tinja. Toksin yang dihasilkan kuman ini menyebabkan kerusakan jaringan dan juga sekresi air dan elektrolit dari mukosa. Manifestasi klinis 7 A=alnya bayi dan anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja cair dan mungkin disertai lendir atau darah. >arna tinja berubah jadi kehijau0hijauan karena tercampur empedu. Anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam. ;ejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. 3ila telah banyak kehilangan cairan dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi. Tanda0tanda klinis yang timbul apabila penderita jatuh ke dalam dehidrasi adalah 7 rasa haus, elastisitas +turgor dan tonus, kulit menurun, bibir dan mukosa kering, mata cekung, air mata tidak keluar, ubun0ubun besar cekung, oligouri, bahkan dapat anuria, terkanan darah rendah, takikardi dan kesadaran menurun. $enurut banyaknya cairan yang hilang, diare dibagi atas 7 '. Diare tanpa tanda dehidrasi :enderita diare tanpa tanda dehidrasi juga mengalami defisit cairan, tetapi hanya kurang dari -2 33. .. Diare dengan dehidrasi ringan &

Dehidrasi ringan +kehilangan -0@2 33, biasanya ditandai dengan meningkatnya rasa haus dan gelisah. Turgor kulit mungkin sedikit berkurang. ;ejala lain yang berhubungan dengan dehidrasi mungkin tidak ada. (. Diare dengan dehidrasi sedang Dehidrasi sedang +kehilangan A0'/2 33, menyebabkan anak menjadi gelisah dan re=el. $atanya agak cekung serta mulut dan lidah kering. Ada peningkatan rasa haus, anak akan minum dengan lahap bila diberi minum. #ubitan kulit akan kembali agak melambat. %adi radialis teraba cepat, dan ubun0ubun kecil pada bayi lebih cekung daripada biasanya &. Diare dengan dehidrasi berat :ada pasien ini terjadi kehilangan cairan sama atau lebih dari '/2 33. :asien biasanya letargi, stupor atau bahkan koma. $ata sangat cekung, tanpa air mata, mulut dan lidah sangat kering, pernafasan cepat dan dalam. 3ila kesadarannya menurun, penderita mungkin minum hanya sedikit sekali atau tidak sama sekali. #ubitan di kulit kembali sangat lambat +B. detik,. %adi femoralis sangat cepat dan nadi radilis mungkin sangat cepat dan tidak teraba. :ada bayi, ubun0ubun kecil sangat cekung. 3ila terjadi syok hipo9olemik, tekanan darah sistolik rendah atau tidak teraba, akral teraba dingin. Diagnosis 3erdasarkan definisi diare akut, diagnosis ditegakkan jika terdapat buang air besar dengan konsistensi lunak atau cair lebih dari ( kali. :ada pasien diare harus ditentukan apakah terjadi diare tanpa dehidrasi atau dengan dehidrasi serta derajat dehidrasinya.

:enilaian *ihatlah umum $ata Air mata $ulut!lidah ?aus :eriksalah kulit Kesimpulan

A keadaan 3aik!sadar %ormal Ada 3asah $inum biasa turgor Kembali cepat Tidak dehidrasi

3 # ;elisah atau lekas *esu! lunglai! tidak marahC #ekung Tidak ada Kering ?ausC Kembali lambatC Dehidrasi ringan!sedang tanda lain, "encana 3 +' tanda C D atau lebih sadar Sangat cekung Kering Sangat kering Tidak mau minumC Kembali sangat lambat Dehidrasi berat +' tanda C D atau lebih tanda lain, "encana #

Terapi

"encana A

Pemeriksaan Laboratori m Darah 7 pemeriksaan darah rutin, elektrolit, analisa gas darah Feses 7 makroskopis dan mikroskopis, biakan kuman dan tes resistensi terhadap antibiotik, p?. Penatalaksanaan :rinsip pengobatan diare7 '. $encegah dehidrasi Diare membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat etiologinya. Tujuan terapi rehidrasi untuk mengoreksi kekurangan cairan dan elektrolit secara cepat kemudian mengganti cairan sampai diarenya berhenti. Terapi rencana A adalah memberikan cairan rumah tangga dan ASI semaunya, oralit diberikan sesuai usia setiap kali buang air besar atau muntah dengan dosis7 0 0 0 kurang dari ' tahun '0- tahun *ebih dari - tahun 7 -/0'// cc 7'//0.// cc 7 semaunya

Terapi rencana 3 diberikan apabila pasien jatuh pada keadaan dehidrasi ringan0sedang, dengan pemberian oralit atau cairan intra9ena sebanyak A- cc!kg @

33 dalam (0& jam pertama dilanjutkan pemberian cairan yang sedang berlangsung sesuai umur seperti diatas setiap kali buang air besar. Terapi rencana # merupakan untuk pasien dengan dehidrasi berat dengan cairan "* '// cc!kg33. #ara pemberiannya7 0 0 mur kurang dari ' tahun (/ cc!kg33 dalam ' jam pertama kemudian dilanjutkan A/ cc!kg33 dalam - jam berikutnya. mur lebih ' tahun (/ cc!kg33 dalam (/ menit pertama kemudian dilanjutkan A/ cc!kg33 dala$ .'!. jam berikutnya. $inum diberikan jika pasien sudah mau minum - cc!kg33 selama proses rehidrasi. .. :engobatan dietetik $akanan harus terus ditingkatkan selama diare untuk menghindarkan efek buruk pada status gi4i ntuk anak diba=ah ' tahun dan anak diatas ' tahun dengan berat badan kurang dari A kg, jenis makanan7 a. Susu +ASI dan atau susu formula ynag mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh, b. $akanan setengah padat +bubur susu, atau makanan padat +nasi tim, bila anak tidak mau minum susu. c. Susu khusus yaitu susu yang tidak mengandung laktosa atau susu dengan asam lemak berantai sedang!tak jenuh sesuai dengan kelaiann yang ditemukan. ntuk anak di atas ' tahun dengan berat badan lebih dari A kg, jenis makanan7 makanan padat atau makanan cair atau susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah. (. <bat0obatan a. :engobatan simptomatik :aracetamol +anti piretik, dengan ./mg ! kg33! hari Klorproma4in +anti emetik, /,-0' mg!kg 33!hr

b.

Antibiotika, pada umumnya tidak diperlukan untuk mengatasi diare akut kecuali penyebabnya jelas, seperti7A Diare disentri Kotrimoksa4ol -/mg!kg33!hari, dibagi dalam . dosis selama - hari, atau Kloramfenikol!tiamfenikol -/mg!kg33!hari, dibagi ( dosis Kolera, diberikan tetrasiklin .-0-/ mg!kg 33!hari diberikan dalam & dosis selama .0( hari Amoeba, ;iardia, Kriptosporidium 7 $etronida4ol (/0-/ mg!kg33!hari, dibagi ( dosis selama - hari +'/ hari untuk kasus berat, #ampylobacter, diberikan eritromisin &/0-/ mg!kg 33!hari

!" Komplikasi Akibat yang ditimbulkan oleh diare akut maupun kronik7 '. Kelainan elektrolit dan asam basa .. ?ipoglikemi (. ;angguan gi4i &. ;angguan sirkulasi

UNI#E$SITAS ANDALAS %AKULTAS KED&KTE$AN 1

KEPANITE$AAN KLINIK $&TASI TA'AP II STATUS PASIEN Identitas Pasien a. %ama!Kelamin! mur 7 $irna ! :erempuan ! -,- tahun b. :ekerjaan!pendidikan 7 0 ! TK c. Alamat 7 Ealan pasir sebelah hotel pangeran

Latar Belakang sosial(ekonomi(demografi(lingk ngan kel arga a. Status :erka=inan b. Eumlah Saudara 7 3elum $enikah 7 ( orang sebagai seorang %elayan d. K3 e. Kondisi "umah 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Tidak ada 7 "umah semipermanen, pekarangan sempit *antai rumah dari semen, 9entilasi udara dan sirkulasi udara baik, pencahayaan cukup, kamar pasien dan adik pasien sempit *istrik ada Sumber air 7 mandi dengan air sumur, minum dengan air :DA$ Eamban ada ' buah, di dalam rumah Sampah dibakar disamping rumah Eumlah penghuni @ orang7 pasien, orang tua pasien, adik pasien, . orang kakak pasien Kesan 7 higiene dan sanitasi kurang

c. Status )konomi Keluarga 7 Kurang, penghasilan ayah pasien "p.1//.///!bulan,

Kondisi Lingk ngan Kel arga 0 0 0 :asien tinggal di lingkungan perkotaan yang cukup padat penduduk *ingkungan sekitar kurang bersih

Aspek Psikologis di kel arga :asien disayangi oleh orangtua dan adiknya F

?ubungan dengan keluarga baik

$i)a*at Pen*akit Sekarang + 3erak0berak encer sejak ' hari sebelum berobat ke puskesmas, frekuensi &6 kali!hari, jumlah G H sampai ' gelas tiap berak, tidak berlendir, tidak berdarah, berbau, kadang disertai ampas $untah sejak ' hari sebelum berobat ke puskesmas, frekuensi .6 per hari, jumlah '!( gelas tiap muntah, berisi apa yang di makan dan di minum. Demam sejak ' hari sebelum masuk rumah sakit, hilang timbul, tidak tinggi, tidak menggigil dan berkeringat malam. 3atuk dan pilek tidak ada. Sesak nafas tidak ada. :asien sebelumnya baru makan semangka yang di beli di =arung. :asien masih mau minum 3uang air kecil biasa.

$i)a*at Pen*akit Da, l Anak tidak pernah menderita berak0berak encer , dan mual muntah $i)a*at Pen*akit Kel arga Tidak ada anggota keluarga yang menderita berak0berak encer $i)a*at Ke,amilan+ Selama hamil ibu tidak pernah menderita penyakit berat, ibu pernah tidak pernah mengkonsumsi obat0obatan, tidak pernah mendapat penyinaran selama hamil, tidak ada kebiasaan merokok dan minum alkohol kontrol ke :uskesmas tidak teratur. Suntikan imunisasi TT .I, hamil cukup bulan

$i)a*at Kela,iran+ '/

*ahir spontan ditolong oleh dokter, cukup bulan, saat lahir langsung menangis kuat, berat badan lahir (.// gram, panjang badan &F cm, langsung menangis. $i)a-at Im nisasi+ 3#; D:T :olio ?epatitis 3 #ampak Kesan 7 '6, usia . bulan, scar ada 7 .6, usia .,( bulan 7 .6, usia .,( bulan 7 .6, usia ',. bulan 70

7 imunisasi dasar lengkap menurut umur di posyandu.

$i)a*at T mb , Kembang :erkembangan fisik Tengkurap Duduk 3erdiri 3erjalan 7 & bulan 7 @ bulan 7 1 bulan 7 '. bulan

:erkembangan $ental Isap jempol tidak ada, gigit kuku tidak ada, mengompol tidak ada, Kesan 7 :erkembangan fisik dan mental normal. Pemeriksaan %isik + Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu 3erat badan Status ;i4i 7 Tampak sakit ringan 7 sadar 7'//!@/ mm?g 7 F/ 6!mnt 7 '16 ! menit 7 (A,1 J# 7 '& kg 33! 7 AA,A 2 ''

Tinggi badan 3adan 7 '/. cm

T3! 33!T3 Kulit Kepala $ata ?idung $ulut Tonsil *eher Dada 7

7 F&,& 2 7 1A,- 2

Kesan 7 gi4i kurang 7 Teraba hangat, turgor baik 7 3entuk simetris, rambut hitam tidak mudah dicabut, ubun0ubun besar sudah menutup, lingkar kepala normal standar nellhous 7 Konjungti9a tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, diameter pupil . mm, refleks cahaya D!D, mata cekung 7 %afas cuping hidung +0, 7 $ukosa mulut dan bibir kering 7 T' K T', tidak hiperemis, faring tidak hiperemis 7 tidak ada pembesaran kelenjar getah bening :aru I :a :e A 7 normochest, simetris kiri kanan, retraksi dinding dada tidak ada 7 fremitus kiriLkanan 7 sonor 7 napas 9esikuler, "h 0/-, >h 0!0

Eantung I 7 Iktus tidak terlihat :a 7 Iktus teraba ' jari medial *$#S "I# 8 :e 7 batas jantung dalam batas normal A 7 3unyi jantung murni, irama teratur, bising tidak ada Abdomen I 7 tidak membuncit :a 7 supel, hepar dan lien tidak teraba. :e7 timpani A7 3ising sus +D, meningkat Anus )kstremitas 7 eritema anatum +0, 7 akral hangat, refilling kapiler baik, reflek fisiologis D!D, reflek patologis 0!0

*aboratorium Anjuran

7 Darah rutin, pemeriksaan feses '.

Diagnosis ker.a 7 Diare akut tanpa dehidrasi e.c susp 9irus

Mana.emen a. :re9entif 7 $enjaga kebersihan rumah dan lingkungan Selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah makan, setelah buang air Tidak jajan pada sembarangan tempat $akan makanan yang bergi4i untuk meningkatkan daya tahan tubuh

b. :romotif 7 $emberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pasien tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan $emberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pasien tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar. $emberikan pengetahuan kepada pasien tentang hal0hal yang dapat menyebabkan diare, langkah0langkah pencegahan diare, dan kapan diperlukan pengobatan terhadap diare $emberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga tentang makanan yang bersih dan bergi4i. c. Kuratif 7 0 0 0 0 <ralit @ sachet Mink ./ mg '6' tab :aracetamol -// mg (6'!. tab Segera ba=a anak ke puskesmas apabila bertambah parah, tidak bisa minum, atau malas minum, atau timbul ada darah dalam tinja. Eika anak tidak menunjukkan salah satu tanda ini tapi tidak menunjukkan perbaikan, datang ke puskesmas pada hari ke -. '(

d. "ehabilitatif 7

Dinas Kesehatan Kodya :adang :uskesmas lak Karang Dokter 7 Ade %ofendra Tanggal 7 (/ Desember ./'/ "! <ralit Sprn "! :aracetamol tab -// mg S( dd tab '!. "! 4ink tab ./ mg S' dd tab ' %o. 8I N %o. 8 N %o. 8 N

:ro 7 $irna mur 7 -,- tahun Alamat 7 Ealan Tepi :asir lak Karang

'&

DISKUSI Telah dilaporkan seorang pasien perempuan berusia - tahun datang berobat ke puskesmas lak Karang dengan diagnosis diare akut tanpa dehidrasi. Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dari anamnesis didapatkan berak0berak encer sejak ' hari yang lalu, frekuensi &6!hari, jumlah H0' gelas tiap berak, tidak berdarah, tidak berlendir, berbau , kadang disertai ampas. $untah sejak ' hari yang lalu, frekuensi .!hari, jumlah '!( gelas tiap muntah, berisi apa yang dimakan. Satu hari sebelum timbul berak0berak encer dan muntah, pasien mengalami demam dan makan semangka di =arung Dari pemeriksaan fisik didapatkan turgor baik, mata tidak cekung, mukosa mulut dan bibir kering, akral hangat dan refilling kapiler baik. Dari sini ditegakkan diagnosis diare akut tanpa dehidrasi. :enyebab diare pada pasien ini adalah ri=ayat makan semangka di =arung dimana kemungkinan semangka yang dijual di sana tidak ditutup dengan plastik sehingga mudah tercemar oleh lalat. :engobatan yang diberikan di :uskesmas kepustakaan. lak Karang adalah oralit, paracetamol -//mg (6'!.tab, 4ink ./mg (6'!. tab. :engobatan ini sudah sesuai dengan literatur

'-

DA%TA$ PUSTAKA
'. Sugianto S, .//.. Ilmu :enyakit Anak, Diagnosa dan :enatalaksanaan. )di. Eakarta7 Salemba $edika, hlm7 A(0F'. .. Depkes "I Ditjen :emberantasan :enyakit $enular dan :enyehatan *ingkungan :emukiman, 'FFF. 3uku Ajar Diare :egangaan $ahasis=a. Eakarta. Depkes "I Ditjen ::$ dan :*:, hlm &01. (. $arkum A?. :enyakit "adang sus. Dalam7 3uku Ajar Ilmu Kesehatan Anak jilid '. )d '. Eakrata7 FK I, .//.. &&10&@.. &. $ansjoer dkk, .//.. Diare Akut. Dalam Kapita Selekta Kedokteran, jilid ., )d (. Eakarta7 $edia Aesculapius FK I, hlm &A/0&A1. -. 3ehrman "), Klegman, Ar9in, .///. Sistem Saluran :encernaan Dalam Ilmu Kesehatan Anak %elson. 8ol .. )d '-. Eakarta7 );#, hlm '.A/0'&.1. @. Sinuhaji A3. Asidosis $etabolik 7 salah satu penyulit diare akut pada anak yang seharusnya dapat dicegah. $edan 7 ni9ersitas Sumatra tara, .//A. A. 3ag Ilmu kesehatan Anak FK %:AD, .//-. Diare Akut Dalam 3uku :edoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak, )disi (. 3andung, hal .A'0.A1

'@