Anda di halaman 1dari 4

Laporan Hasil Praktikum Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

1. Tujuan Mengetahui ciri-ciri fisik larutan elektrolit dan non elektrolit menggunakan rangkaian listrik terbuka. 2. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui berbagai jenis larutan. Jika di teliti lebih lanjut, maka kita akan mengetahui manfaat dari larutan-larutan tersebut. Misalnya larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik sehingga dapat berperan sebagai konduktor. Namun ada pula larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik biasa di sebut larutan non elektrolit. Cara membedakan antara larutan elektrolit dan larutan non elektrolit melalui ciri fisiknya dengan menggunakan rangkaian listrik sederhana terbuka yang di sambungkan dengan batang karbon. 3. Dasar Teori a. Larutan Elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelembung gas dalam larutan .Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit. b. Larutan Nonelektrolit Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu tidak menyala pada alat uji. Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan nonelektrolit.

1|Laporan Kimia X MIA 2

4. Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam praktikum kali ini menggunakan metode observasi atau pengamatan terhadap banyaknya gelembung gas pada batang karbon yang di sambungkan ke rangkaian listrik terbuka yang dimasukan kedalam berbagai larutan dan nyala lampu.

4.1.

Waktu dan Tempat Observasi dilakukan di kelas kategori X-MIA 2 SMA Negeri 6 Surabaya. Pada saat

pelajaran kimia hari Kamis, 9 Januari 2014. 4.2. Alat dan Bahan

a. Alat : 1. alat penguji elektroda berupa rangkaian listrik sederhana terbuka. 2. batang grafit yang berasal dari battery bekas 3. Gelas plastik b. Bahan : 1. Larutan Garam ( NaClaq) 2. Larutan Gula (C12H22O11aq) 3. Larutan Cuka ( CH3COOHaq) 4. air (H2O) 4.3. Prosedur Kerja

1. Buat rangkaian listrik sederhana terbuka dengan ujung disambungkan penjepit buaya. 2. Pasang batang karbon di ujung penjepit buaya. 3. Tuang satu per satu jenis larutan ke gelas plastik. 4. Masukan batang karbon ke dalam larutan yang ada di gelas plastik. 5. Amati sekitar batang karbon bila ada gelembung dan amati pula nyala tidaknya lampu. 6. Catat setiap hasil pengamatan antara banyaknya gelembung dan nyala terangnya lampu sebagai ciri fisik larutan elektrolit. 7. Bilas atau cuci batang karbon dengan air bersih, agar perolehan data valid.

2|Laporan Kimia X MIA 2

5. Hasil dan Kesimpulan 5.1. Tabel hadis pengamatan


No 1 2 3 4 Nama Larutan Indikator Gelembung Gas Nyala Lampu Ada (banyak) Terang Tidak ada Mati Ada (Banyak) Redup Ada (Sedikit) Mati Kesimpulan Larutan elektrolit Larutan non elektrolit Larutan elektrolit Larutan elektrolit

NaClaq C12H22O11aq CH3COOHaq H2O

3|Laporan Kimia X MIA 2

6. Gambar Praktikum

Pencampuran Larutan Cuka dengan Air

Gelembung gas di sekitar batang karbon saat di celupkan ke dalam larutan NaCl

Batang karbon yang dicelupkan kedalam larutan air gula, tidak terdapat gelembung gas di sekitar batang karbon menandakan larutan air gula merupakan larutan non elektrolit

Batang karbon yang dicelupkan pada larutan cuka terdapat gelembung gas sedikit, menandakan larutan cuka merupakan larutan elketrolit lemah.

4|Laporan Kimia X MIA 2