Anda di halaman 1dari 10

KONSTRUKSI BANGUNAN JOGLO TAHAN GEMPA

Berdasarkan penelitian sebelumnya, secara hitungan matematis dan logika mekanika bentuk rumah Joglo mempunyai nilai keamanan yang tinggi (Pont, 1923) dan memiliki kestabilan yang cukup terhadap gaya gempa (Ronald, 1987), tetapi melihat profil dan sifat sambungannya juga mengandung kelemahan terhadap beban lateral (Frick, 1997 : 163- 164). Inti kekuatan struktur bentuk rumah Joglo adalah pada struktur rong-rongan (umpak-soko gurublandar) dan kekakuannya diperoleh dengan penerapan struktur rangka ruang (soko samping-blandarusuk), dan kombinasi struktur ini dianggap sebagai struktur core in frame (Siddiq, 2002).

Gambar aksi gaya gempa terhadap bangunan gedung

Gambar reaksi rumah tradisional Jawa terhadap gaya lateral dan berat sendiri

Dalam semua jenis struktur bangunan yang tahan gempa, titik kritis terletak di sambungan (Siddiq, 2001). Sehingga sambungan yang tidak kuat akan menyebabkan kerusakan parah pada daerah sambungan tersebut dan akibatnya bangunan akan runtuh. Pada bentuk rumah Joglo sambungan terdapat pada pertemuan umpak-soko guru yang bersifat sendi, dan soko guru-blandar-sundukatap yang bersifat jepit terbatas. Kombinasi dua sifat sambungan ini dapat mengatasi gaya gempa, dimana sifat sendi pada umpak sebagai upaya mengurangi
2

getaran gempa yang sampai ke soko guru (base isolation) dan sifat jepit pada blandar menjadikan atap berlaku seperti bandul untuk menstabilkan bangunan ketika menerima gaya gempa.

Gambar Konstruksi rumah joglo

Gambar struktur Rong rongan dalam rumah Joglo


3

Kinerja Umpak
Banyak Jenis pondasi yang dibuat oleh para perancang bangunan sejak jaman dahulu. Pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menahan atau menopang beban berat diatasnya. Pada masyarakat jawa, nenek moyangnya meninggalkan sistim pondasi yang sangat sederhana pada bangunan joglo. Kita mengenalnya dengan nama Umpak. Ciri khas dari pondasi ini adalah tampilan dan posisi pondasi yang berada diatas tanah bukan berada di dalam tanah. Pondasi ini diletakan diatas tanah yang telah padat atau keras. Kesederhanaan sistim konstruksi rumah adat jawa ini ternyata juga terdapat di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kesederhanaan ini ternyata mempunyai fungsi yang sangat hebat, bahwa pondasi ini membentuk rigitifitas struktur yang dilunakkan, sehingga sistim membuat bangunan dapat menyelaraskan goyangan-goyangan yang terjadi pada permukaan tanah, sehingga bangunan tidak akan patah pada tiang-tiangnya jika terjadi gempa besar. Kinerja pada pondasi umpak ini seperti teknologi Base Isolator ( isolasi dasar). Pada prinsipnya baseisolator berusaha memisahkan bangunan dari gerakan horisontal pondasi. Sehingga gerakan horizontal pondasi akibat gempa tidak berdampak pada struktur diatasnya.

Pada bangunan joglo sambungan antara umpak dengan soko guru bersifat sendi. Hal ini berfungsi untuk mengurangi getaran gempa yang sampai ke soko guru (Base Isolation).

Sambungan Soko guru


Soko guru merupakan tiang- tiang penyangga struktur yang menumpu pada umpak dan menyambung ke bagian blandar . seperti disebutkan pada subbab sebelumnya bahwa soko guru menumpu pada umpak dengan sifat sendi. Sedangkan menyambung pada blandar dengan system jepit. Sifat jepit pada blandar menjadikan atap berlaku seperti bandul untuk menstabilkan bangunan ketika menerima gaya gempa.

Gambar sistem sambungan pada struktur Rong - rongan

Gambar join pada struktur rong- rongan


6

Join antara sunduk/kili dengan soko-guru adalah pen dan lubang yang dipasak. Join seperti ini bisa bertahan terhadap rotasi akibat momen dan cenderung bersifat kaku. Mengenai join sokoguru dengan sunduk dan kili ini ada hal yang bisa diteliti lebih jauh yaitu adanya sifat kembang-susut kayu. Sifat ini memungkinkan berkurangnya keketatan sambungan pen-lubang tersebut sehingga kemungkinan join bisa berputar dengan sangat terbatas terhadap momen yang bekerja. Apabila benar terjadi perputaran join tersebut maka momen yang ditahan oleh join menjadi berkurang, dan ini malah menguntungkan bagi struktur karena sebagian gaya gempa terlepas.

Struktur atas Pada Rong- Rongan


Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa sambungan dari sokoguru ke blandar dan sunduk adalah system jepit terbatas yang mampu berkombinasi dengan sambungan sokoguru ke umpak dalam menerima beban gempa yang begitu besar. Untuk pembahasan selanjutnya dianggap join tersebut benar-benar kaku. Santen yang ada ditengah bentang sunduk yang menyatukan sunduk dengan blandar menambah kekakuan sokoguru atas karena perputaran join sokoguru dengan sunduk/kili dan, khususnya pada arah bentang yang lebar terhambat oleh perlawanan geser santen. Di atas blandar/pengerat terdapat tumpang sari yang
7

terdiri dari tumpukan balok-balok kayu membentuk bidang kerucut terbalik yang massif sangat kaku dan berat.

Gambar kontruksi tumpang sari pada Joglo Balok tumpangsari mempunyai kekuatan horizontal yang tinggi sehingga mampu menjadi tumpuan usuk. Pada bagian titiu sudut mempunyai kekuatan yang lebih tinggi mampu mendukung jurai dengan baik. Sistem sambungan balok kili dan kolom menggunakan purus dan lubang. Secara teknis akan menguntungkan jika balok kili memiliki bentang yang lebih kecil, karena balok kili memiliki purus yang kecil (daripada sunduk). Balok kili ini juga berfungsi mengunci balok sunduk sehingga tidak tertarik keluar dari purus. Pengunci balok kili menggunakan penutup dan dipasang pasak.

Sambungan balok tumpangsari berupa sambungan sudut dengan takikak. Pada sambungan ini juga terdapat gimbal atau bagian kayu yang menjorok. Secara teknis gimbal ini berguna untuk perluasan bidang.

KESIMPULAN
Dari beberapa penjelasan di atas kami dapat disimpulkan bahwa pada bangunan joglo selalu menggunakan pondasi umpak dengan kinerja yang sama dengan Base Isolator sehingga gaya horizontal yang terjadi pada pondasi akibat gempa bumi tidak akan menimbulkan getaran yang besar pada sokoguru. Hal ini dikarenakan sambungan antara umpak dengan sokoguru bersifat sendi yang akan meredam getaran akibat gempa bumi. Sedagkan pada kontruksi atas joglo sambungan blandar, sokoguru, santen bersifat jepit yang memberikan kekakuan yang cukup. Kombinasi dari kedua sifat struktur di atas memberikan kemampuan yang hebat pada kontruksi bangunan joglo karena Kombinasi dua sifat sambunan ini dapat mengatasi gaya gempa, dimana sifat sendi pada umpak sebagai upaya mengurangi getaran gempa yang sampai ke soko guru (base isolation) dan sifat jepit pada blandar menjadikan atap berlaku seperti bandul untuk menstabilkan bangunan ketika menerima gaya gempa (pendulum), serta kedua sambungan tersebut menimbulkan friksi (friction) sebagai peredam getaran.
9

SUMBER REFERENSI

Paper KAJIAN KETAHANAN KONTRUKSI BANGUNAN JOGLO TERHADAP GEMPA BUMI


Oleh ; Syamsul Arifin ( 12914016) Yunus (12914019) Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang KM 14,4 Ngaglik Sleman Yogyakarta

10

Anda mungkin juga menyukai