Anda di halaman 1dari 12

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Kerangka Konsep Kerangka konsep merupakan bagian penelitian yang menyajikan konsep atau teori dalam kerangka konsep penelitian, Pembuatan

kerangka konsep penelitian ini mengacumasalah-masalah (bagian-bagian) yang akan diteliti atau berhubungan dengan penelitian dan dibuat dalam bentuk diagram (Hidayat, 2007). Berdasarkan tinjauan dan teori yang dijelaskan maka kerangka konsep penelitian dirumuskan sebagai berikut :

Tingkat depresi pada lansia dengan penurunan fungsi gerak

Gambar : 3.1 Kerangka konsep penelitian

B. Desain Penelitian Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam

perencanaan dan pelaksanaan penelitian, menyajikan data secara efektif dan efisien (Udiyono, 2007). Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Dalam deskriptif, penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan suatu keadaan dari dalam suatu komunitas. Sedangkan pendekatan cross-sectional berarti

21

22

variabel sebab atau resiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan) (Arikunto, 2006 ; Notoatmodjo, 2005).

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu (Sugiyono, 2007). Populasi adalah setiap subyek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2003) Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak di Panti Wredha Rindang Asih III sebanyak 35 lansia. 2. Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Notoatmodjo, 2005). Teknik sampling

merupakan proses seleksi sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga jumlah sampel akan mewakili populasi yang ada (Alimul, 2007). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh dimana cara

pengambilan sampel ini dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel (Hidayat, 2007).

23

Adapun sampel yang diambil harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. Kriteria Inklusi Kriteria Inklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang mempunyai syarat menjadi sampel (Alimul, 2003). Kriteria Inklusi dalam penelitian ini adalah : 1) Lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak. 2) Lansia yang bersedia menjadi responden. 3) Lansia yang kooperatif dan mau diajak kerja sama. b. Kriteria Eksklusi Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian (Alimul, 2003) Kriteria Eksklusi dalam penelitian ini adalah : 1) Lansia yang tidak bersedia menjadi responden. 2) Lansia yang sedang sakit.

D. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan di Panti Wredha Rindang Asih III Kendal. Karena dari hasil studi pendahuluan yang di lakukan dipanti wredha Rindang Asih III Kendal penelitian mengenai tingkat

24

depresi pada lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak belum pernah dilakukan. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan sejak September 2013 Maret 2014.

E. Definisi Operasional, Variabel Penelitian, dan Skala Pengukuran 1. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Tabel 3.2 definisi operasional dan skala pengukuran Variabel Depresi Definisi Operasional Respon lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak. Alat ukur Pengukuran menggunakan skala DASS (Depression Anxiety and Stres Scale) dengan kuesioner yang terdirid ari 30 pertanyaan. Dengan skala 0-30 artinya depresi ringan, skala 31-60 artinya depresi ringan, skala 61-90 artinya depresi berat. Hasil Skala

Penelitian Ordinal depresi dengan skor tertinggi adalah 30 dan skor terendah adalah 0. Dengan kategori skala depresi : a.0-30 = depresi ringan. b.31-60 = depresi sedang. c.61-90 = depresi berat.

- usia

Kelompok umur Kuesioner A. pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya.

Rasio

25

- jenis kelamin

Laki-laki dan Kuesioner A. perempuan yang mengalami penurunan fungsi gerak karena proses menua.

Nominal

F. Alat Penelitian Dan Cara Pengumpulan Data 1. Alat Penelitian Alat penelitian adalah fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar bekerja lebih mudah dan

mendapatkan hasil yang terbaik (cermat, lengkap, dan sistematis) sehingga pengolahannya lebih mudah (Saryono, 2008). Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi. Lembar observasi menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan. Kuesioner dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu : a. Kuesioner A Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui indentitas responden seperti karakteristik umur, jenis kelamin, pekerjaan. b. Kuesioner B Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui tingkatan depresi lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak. Menggunakan

kuesioner DASS (Depression Anxiety and Stres Scale), dengan skala

26

0-30 artinya depresi ringan, skala 31-60 artinya depresi sedang, skala 61-90 artinya depresi berat. 2. Sumber Data Pengumpulan mengumpulkan data data (Alimul, adalah 2009). kegiatan Menurut penelitian Udiyono untuk (2007)

berdasarkan sumber data, data dapat dibagi menjadi 2 (dua) bentuk, yaitu : a. Data Primer Data Primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti. Data yang dikumpulkan merupakan data yang langsung diperoleh dari responden peneliti. Dalam penelitian ini data primer, diperoleh dari wawancara dari data pada lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak. b. Data Sekunder Data sekunder diperoleh peneliti dari berbagai catatan atau informasi yang telah ada. Dalam hal ini, peneliti tidak mendapatkan informasi langsung dari responden penelitian. Dalam penelitian ini data sekunder didapat dari dinas kesehatan, panti jompo yang ada di kabupaten kendal. 3. Cara pengumpulan data Cara pengumpulan data untuk penelitian ini melalui beberapa tahap antara lain :

27

a. Peneliti mengajukan surat permohonan ijin melakukan penelitian kepada institusi STIKes Kendal untuk melakukan penelitian. b. Setelah mendapat ijin penelitian kepada Badan Keatuan Bangsa

Politik dan Perlindungan Masyarakat (KESBANGPOLINMAS) Kabupaten Kendal. c. Setelah Kendal, mendapat peneliti ijin dari KESBANGPOLINMAS Kabupaten surat rekomendasi dari

memberikan

KESBANGPOLINMAS tersebut ke Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Kendal, dan Kepala Panti Wredha Rindang Asih III Kabupaten Kendal. d. Setelah mendapat ijin dari kepala Panti Wredha Rindang Asih III, selanjutnya peneliti mendatangi lansia untuk mengadakan pendekatan kepada calon responden. e. Sebelum pengisian kuesioner, peneliti memberikan informasi

singkat tentang tujuan, manfaat dan peran serta responden dalam penelitian ini. Bagi lansia yang menyetujui atau bersedia menjadi responden diminta untuk menandatangani lembar persetujuan

menjadi responden. f. Peneliti meminta responden yang setuju dalam penelitian ini untuk mengisi seluruh pertanyaan-pertanyaan yang tersedia dalam kuesioner.

28

g. Setelah

peneliti

melakukan

pengumpulan

data

dan kuesioner

tersebut diisi oleh responden secara langsung, kemudian data tersebut diolah dan dilakukan analisa data.

4. Validitas dan Reabilitas Instrumen a. Uji Validitas Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu

benar-benar mengukur apa yang diukur. Uji validitas ini menggunakan uji validitas isi (content validity) meminta pendapat dari para ahli (judgment experts) yang bidangnya sesuai dengan yang diteliti tentang instrumen yang telah disusun berdasarkan teori variable yang diteliti (Sugiyono, 2010). Uji validitas dilakukan di Panti Wredha Rindang Asih II Pamularsih Semarang pada tanggal 10 maret 2014. Hasil uji validitas didapatkan r hitung pada item soal tingkat depresi berada pada rentang 0,966 sampai 0,997 (r>0,444) maka kuesioner dinyatakan valid. b. Uji Reabilitas Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat di andalkan (Notoatmodjo, 2005) Hasil uji reabilitas didapatkan nilai alpha cronbach untuk

kuesioner tingkat depresi sebesar 0,997 (> 0,60) maka kuesioner dikatakan reliabel.

29

G. Teknik Pengolahan Analisa Data 1. Pengolahan Data Setelah data terkumpul, data tersebut diolah agar dapat

memberikan arti dalam menyimpulkan masalah penelitian. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan melalui tahap-tahap berikut : a. Editing Peneliti meneliti kembali pengisian lembar observasi yang

dilakukan sehingga apabila ada kekurangan dapat dilengkapi. b. Coding Peneliti mengklasifikasi jawaban-jawaban yang ada menurut

macamnya. Klasifikasi dilakukan dengan cara menandai masingmasing jawaban yang ada dengan kode berupa angka, kemudian dimasukan kedalam tabel sehingga mudah dibaca. c. Scoring Pada tahap scoring, peneliti memberi nilai pada data sesuai dengan skor yang telah ditentukan,berdasarkan lembar observasi yang telah diisi. Untuk variabel tingkat depresi pada masingmasing indeks dengan kategori depresi ringan 0-13, depresi sedang skor 14-26, dan depresi berat skor 27-40. d. Tabulating Peneliti mempersiapkan tabel dengan kolom dan barisnya,

menghitung banyaknya frekuensi, memasukkan data-data hasil

30

penelitian ke dalam tabel-tabel sesuai kriteria dengan tujuan agar data-data dapat tersusun rapi, mudah dibaca dan anlisa. e. Data Entry Tahap terakhir pada penelitian ini yaitu memproses data, yang dilakukan oleh peneliti adalah memasukan data dari lembar observasi kedalam program komputer. f. Prossesing Setelah data dimasukan dalam program komputer, data diproses melalui program komputerisasi.

2. Analisa Data Analisa data deskriptif adalah suatu prosedur pengolahan data dengan menggambarkan dan meringkas data dengan cara ilmiah

dalam bentuk tabel atau grafik. Data data yang disajikan meliputi frekuensi dan persentase dengan pengamatan terhadap tabel frekuensi (Sugiyono, 2007). Pada penelitian ini analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat depresi pada lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak di Panti Wredha Rindang Asih III Kendal di analisis dengan berikut : statistik deskriptif dengan menggunakan rumus sebagai

x100 %

31

Keterangan : x = Hasil presentase f = Frekuensi hasil penelitian n = Total seluruh populasi

H. Etika Penelitian Pertimbangan etis penelitian ini menjamin hak-hak dan memberi perlindungan kepada penelitian dan informan, yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Alimul, 2003) : 1. Informed consent Informed consent merupakan cara persetujuan antara peneliti dengan informan. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan peneliti, metode dan manfaat penelitian, kerahasiaan data, sertavvhak untuk menolak menjadi informan. 2. Anonimity (Tanpa Nama) Etik keperawatan juga memberikan jaminan dalam menggunakan subyek peneliti, dengan tidak memberikan atau mencantumkan nama pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan. 3. Confidensiality (Kerahasiaan) Peneliti menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah

dikumpulkan dijamin kerahasiannya oleh peneliti. Hasil penelitian

32

disimpan aman oleh peneliti dan keseluruhan proses penelitian telah selesai dilakukan. Hanya kelompok skor data dan proses analisis data saja yang dilaporkan pada hasil penelitian.

I. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian sebagaimana terlampir.