Anda di halaman 1dari 3

BAB IV PEMBAHASAN

Pada Tn. D, terjadi fraktur pada tulang fibula sinistra distal transversal grade III. Fraktur tersebut terjadi akibat trauma mekanik, yaitu kecelakaan. Fraktur pada Tn D termasuk fraktur terbuka grade III dimana pada derajat tersebut terdapat hubungan antara tulang dengan dunia luar dan terjadi kerusakan pembuluh darah, syaraf otot dan kulit. al ini menimbulkan beberapa masalah pada Tn. D, sehingga kelompok mengangkat ! diagnosa kepera"atan antara lain # $. %esiko defisit volume cairan berhubungan dengan perdarahan, &etika patah tulang, akan terjadi kerusakan di korteks, pembuluh darah, sumsum tulang dan jaringan lunak. 'kibat dari hal tersebut adalah terjadi perdarahan, kerusakan tulang dan jaringan sekitarnya. Terjadinya resiko defisit volume pada Tn D, ditandai dengan adanya perdarahan pada area fraktur, terdapat sianosis pada (kstremitas inferior, 'kral dingin, &apiler refill ) ! detik, % # *+ ,-menitTD # $./-0/ mm g, 1arna kulit pucat, terdapat ematom pada segmen frontal, konjungtiva anemis. %esiko defisit volume pada klien juga ditandai oleh hasil pemeriksaan laboratorium darah yang menunjukkan terjadinya penurunan komponen 2 komponen darah antara lain # kadar b +,// gr-dl, hematokrit .3,45, eritrosit !,/. juta-mmk. Fraktur pada Tn D adalah fraktur terbuka grade III yang mana pada grade ini, dapat terjadi perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah. Disamping itu, Tulang merupakan jaringan yang sangat vaskuler, oleh karena itu dapat terjadi kehilangan darah dalam jumlah yang besar sebagai akibat trauma. 'pabila perdarahan terjadi secara terus menerus, tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan cairan kurang dari kebutuhan tubuh serta bisa menyebabkan terjadinya syok. 6ntuk mengatasi perdarahan pada Tn D dilakukan pera"atan luka, menjahit luka dengan mengklem pembuluh darah yang putus, ataupun menjahit luka bagian

luar atau menutup luka tersebut. 7elain itu juga dilakukan fiksasi eksterna dan pembidaian yang salah satu fungsinya untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. .. 8yeri berhubungan dengan perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan, cemas, stres. Pada Tn D terdapat nyeri yang disebabkan oleh fraktur terbuka pada tulang fibula sinistra distal transversal grade III. 8yeri dirasakan langsung setelah terjadi trauma. 7pasme otot merupakan salah satu penyebab nyeri pada fraktur. al ini terjadi karena bila suatu otot mengalami cedera, respon alamiah otot adalah berkontraksi, sehingga dapat membebat dan melindungi daerah cedera. &ontraksi otot yang berkepanjangan ini dapat menimbulkan nyeri. 7elain itu, nyeri juga bisa disebabkan tekanan dari patahan tulang atau kerusakan jaringan sekitarnya terhadap syaraf disekitar patahan tulang tersebut. 8yeri yang dirasakan klien mencapai skala 0, nyeri ini juga ditandai oleh ekspresi klien meringis menahan nyeri tersebut. 8yeri yang dirasakan klien akan bertambah apabila terjadi gerakan fragmen tulang. Pada penatalaksanaan kedaruratan, untuk mengatasi nyeri tersebut adalah dengan melakukan pembidaian untuk mencegah kerusakan jaringan lunak oleh fragmen tulang. 7elain itu, perlu tindakan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik untuk mengurangi rasa nyeri. !. %esiko tinggi infeksi berhubungan dengan luka yang terbuka. Pada fraktur, resiko terjadi infeksi akan meningkat apabila jenis fraktur tersebut adalah fraktur terbuka, karena pada fraktur terbuka akan terdapat hubungan langsung tulang dengan dunia luar. 9egitu pula yang terjadi pada Tn D, untuk mencegah hal tersebut, maka luka ditutup dengan pembalut steril untuk mencegah kontaminasi jaringan lebih dalam. Tidak diperbolehkan untuk mereduksi fraktur, bahkan bila ada fragmen yang keluar melalui luka. Tindakan pencegahan infeksi yang lain adalah kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian injeksi antibiotik dan anti tetanus. :uka terbuka mempunyai resiko yang tinggi terkontaminasi oleh bakteri clostridium tetani, apalagi jika

kebersihan luka tidak terjaga dengan baik. ;ika ada fragmen tulang dan jaringan yang mati, maka perlu dilakukan debridemen dan di irigasi sebelum dilakukan heating. Pada kasus Tn D, hanya dilakukan irigasi saja karena belum ada jaringan yang mati. (dema ekstremitas inferior sinistra yang terjadi pada Tn D dikarenakan cairan serosa yang terlokalisir pada daerah fraktur dan e,travasi daerah di jaringan sekitarnya.