Anda di halaman 1dari 20

PROBLEMATIKA SUNGAI

SURABAYA TERHADAP
KUALITAS AIR BERSIH PDAM
Oleh:
Fariz Rifqi ihsan
360710017
Latar belakang
• Sungai Sebagai salah satu sumber daya air di Indonesia mempunyai peranan
besar bagi masyarakat. Hal ini mengingat semakin meningkatnya
kebutuhan masyarakat akan air, terutama air yang berasal dari sungai.
Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sungai tersebut telah
menempatkan sungai pada posisi yang strategis dan nilai ekonomi yang
semakin tinggi.
• PDAM, terutama PDAM Surabaya merupakan pemasok utama air sungai
sebagai penopang sumber utama air baku telh banyak menyimpan
masalah pelik., terutama menyangkut pengadaan air bersih bagui
pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat secara adil dan merata
• Menurut artikel dari http://www.pdam-sby.go.id/, masalah pencemaran air
Surabaya dimulai semenjak tahun 1975.Sekitar tahun 1976 mulai
dirasakan kasus pencemaran air sungai Surabaya yang ditandai dengan
banyaknya ikan mati dan saat itu PDAM sempat menghentikan
produksinya
RUMUSAN MASALAH
• 1. Belum tertanganinya pengendalian limbah domestic secar efektif yang
mengakibatkan beban pencemaran limbah domestic belum terkendali
secara konkret.

• 2. Rendahnya kesadaran masyarakat yang bermukim di stren dalam


mengendalikan limbah domestiknya baik yang padat maupun yang cair,
kecendrungan untuk membuang langsung ke badan air

• 3. kepedulian masyarakat untuk menjaga kualitas air sungainya sendiri.


Padahal air sungai tersebut merupakan sumber air merek yang sangat
mereka butuhkan sehari-hari.

• 4. Berkembangnya industri yang berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS)


Surabaya yang memberikan kontribusi pencemaran terhadap sungai
Surabaya yang mana keberadaan industri-industri tersebut belum
disesuaikan dengan penataan ruang secara terpadu.Dan pada umumnya
banyak dari industri tersebut melanggar ketentuan penanganan limbah
secara terpadu.
Permasalahan
 Berkembangnya industri yang berada pada Daerah Aliran Sungai
(DAS) Surabaya yang memberikan kontribusi pencemaran terhadap sungai
Surabaya yang mana keberadaan industri-industri tersebut belum
disesuaikan dengan penataan ruang secara terpadu.Dan pada umumnya
banyak dari industri tersebut melanggar ketentuan penanganan limbah
secara terpadu

• Dari pantauan Detektif Kali Surabaya Pada tgl 15, 16 Agustus 2007
11, 13 September 2007 di Kali Tengah dan Kali Surabaya
menggunakan perahu motor dan menemukan berbagai
pelanggaran atas Perda 5/2000 dan PP 82/2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air pada
daerah industri. Diantaranya:

 1. Ditemukannya beberapa perusahaan yang memiliki saluran
pembuangan lebih dari satu buah

 2. Limbah cair dibuang tidak melalui saluran pembuangan,


 3. Buangan limbah cair yang jauh melebihi baku mutu



 sekitar 40 persen bahan pencemar sungai
berasal dari limbah domestik warga yang berdiam
di kawasan sungai. Limbah itu berasal dari
buangan dapur, kamar mandi, dan sampah.

 Sebagian besar sampah yang dibuang itu


adalah bahan organik. Secara langsung, itu
menurunkan kualitas air Sebab, mikroba dalam
sungai menguraikan zat organik tersebut.

 Selain itu, tinja menjadi salah satu limbah


domestik yang sangat infectious (sangat cepat
membuat infeksi). Air yang tercemar tinja
menyebabkan berbagai penyakit
Klasifikasi mutu air ditetapkan
menjadi 4 (empat) kelas
• 1. Belum tertanganinya pengendalian limbah domestic secar efektif
yang mengakibatkan beban pencemaran limbah domestic belum
terkendali secara konkret.
• 2. Rendahnya kesadaran masyarakat yang bermukim di stren dalam
mengendalikan limbah domestiknya baik yang padat maupun
yang cair, kecendrungan untuk membuang langsung ke badan air
• 3. kepedulian masyarakat untuk menjaga kualitas air sungainya
sendiri. Padahal air sungai tersebut merupakan sumber air merek
yang sangat mereka butuhkan sehari-hari.
• 4. Berkembangnya industri yang berada pada Daerah Aliran Sungai
(DAS) Surabaya yang memberikan kontribusi pencemaran
terhadap sungai Surabaya yang mana keberadaan industri-
industri tersebut belum disesuaikan dengan penataan ruang
secara terpadu.Dan pada umumnya banyak dari industri tersebut
melanggar ketentuan penanganan limbah secara terpadu.

Selamat menikmati….!!
 air PDAM SURABAYA berada pada

KELAS 4
Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang
sama dengan kegunaan tersebut.
TEORI PENDUKUNG
1.Perspektif technokratis
• Perpekif yang di gunakan dari studi kasus diatas adalah ,karena

 1.teknologi mampu memperpanjang limitasi2 di alam



 2.teknologi mampu mengcover kekurangan di alam

 3.menentang deret malthus (deret ukur tak mampu mengikuti deret hitung) ada
perspektif manusia thd alam / lingkungan (anthroposentris)

 4.lingkungan hidup ada untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk
kepentingan manusia tanpa ada intervensi untuk memeliharan sistem

 5. lingkungan hidup sbg system pabrik
2.Teori Eksternalitas
Efek eksternalitas.yang terjadi akibat
pembuangan-pembuangan limbah baik dari
masyarakat dan pabrik menyebabkan kualitas air
minum menjadi sangat jelek.hal ini memberikan
dampak negative bagi masyarakat atau pengguna
dari PDAM surabaya

PEMBUANGAN LIMBAH
PEMBUANGAN LIMBAH
DOMESTIK
PABRIK
MASYARAKAT

SUNGAI
SURABAYA
TERCEMAR

MASYARAKAT
TERJANGKIT
PENYAKIT

BAHAN BAKU
PDAM

KONSUMSI
AIR PDAM
3.Tata kota dan Pengelolaan
lingkungan hidup

ORIENTASI KEMANFAATAN

AKRAB LINGKUNGAN DASAR HUKUM

TRANSPARAN DAN AUDITEBLE


PENDEKATAN SOSBUD

BERBASIS PADA KEKUATAN


LOKAL
PEMERINTAH INDUSTRI

PDAM

MASYARAKAT
SOLUSI
PEMERINTAH
 Selama ini pemerintah terkesan tidak peduli dan tidak
mau tahu tentang pembangunan industri dan
pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh industri
tersebut.Oleh karena itu beberapa hal yang sekiranya
perlu untuk dilakukan pemerintah adalah sbb
▫ Memberikan fasilitas/kemudahan membuat IPAL
bagi industri kali di Surabaya.
▫ Memberikan penghargaan kepada industri di kali
Surabaya yang telah memiliki kemauan/upaya
pengelolaan lingkungan
▫ Memberikan sanksi yang tegas kepada industri yang
terbukti melakukan pelanggaran

INDUSTRI
▫ Harus memiliki Instalasi Pengolahan Air
Limbah(IPAL)
▫ Penggelontoran air sungai untuk
mengurangi kepekatan polutan juga harus
dilakukan dengan berkala.
▫ Harus mengolah air limbah yang dibuang ke
badan air sungai Surabaya sesuai dengan
baku mutu yang ditetapkan oleh
pemerintah provinsi Jawa Timur


masyarakat

▫ Menggunakan filter untuk konsumsi air minum



▫ Tidak membuang sampah di bantaran ataupun
badan sungai Surabaya

▫ Pemanfaatan sampah menjadi kompos

▫ Memperhatikan jarak rumah dengan badan air

Kesimpulan

• Setelah membaca makalah diatas maka dapat disimpulkan


bahwa masalah pencemaran sungai Surabaya mendesak
untuk segera diatasi. karena selain untuk selain untuk
menjaga kelestarian sungai itu sendiri, juga sekaligus untuk
meningkatkan kualitas air minum PDAM
• Banyak sekali efek externalitas yang terjadi pada kasus
makalah diatas. Terjadinya suatu masalah di karenakan
kegiatan lain. Dalam mengatasi masalah pencemaran
tersebut diperlukan sebuah solusi yang tepat.Karena solusi
yang ditawarkan selama ini tidak mengena langsung pada
masalah tersebut.Akibatnya masalah tersebut tidak kunjung
terselesaikan. Dan diperlukan keterlibatan semua
pihak.Baik itu pemerintah, masyarakat, dan pihak
industri.Kesungguhan dari semua pihak untuk
mehyelesaikan masalah tersebut

Lesson Learned

• Pencemaran kali Surabaya telah terjadi semenjak tahu 1970-an.


Sejak saat itu kasus pencemaran terus terjadi di Surabaya hampir
setiap tahun, terutama sekali di musim kemarau.Akibatnya air
PDAM yang bersumber dari sungai Surabaya memiliki kualitas
yang sangat buruk bahkan hingga mencapai tahap tidak layak
minum.
• Berbagai pihak telah mengkaji masalah ini dan mencari
solusi yang tepat yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah
tersebut.Namun kenyataan menunjukkan bahwa solusi-solusi
yang dihasilkan tersebut tidak ada yang manjur sehingga masalah
ini ini tidak kunjung terpecahkan hingga sekarang.
• Melihat kenyataan bahwa masalah pencemaran sungai
Surabaya telah terjadi dalam kurun waktu yang begitu lama.
Dperlukan kesungguhan dari semua pihak untuk menemukan
solusi yang paling tepat untuk mengatasi masalah pencemaran
sungai Surabaya.