Anda di halaman 1dari 14

Reaksi Fosfolipid

DISUSUN OLEH: Sri Febriani F1C111021

Prodi : Kimia (S1) Dosen Pengampu : Drs. Haryanto, M.Kes. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi Tahun Ajaran : 2013/2014

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Makalah ini kami buat dalam rangka pemenuhan tugas mata kuliah Biokimia dengan dosen pengampu bapak Drs. Haryanto, M.Kes. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Penulis,

2|Page

Daftar Isi

Kata pengantar .....................................................................................................................2 Daftar isi...............................................................................................................................3 BAB I 1.1 1.2 Pendahuluan Latar Belakang ......................................................................................................4 Tujuan ...................................................................................................................4

BAB II Pembahasan 2.1 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 Pengertian Lipida ..................................................................................................5 Pembagian Lipida .................................................................................................6 Pengertian Fosfolipid ............................................................................................6 Sifat-sifat Fosfolipid .............................................................................................8 Reaksi Fosfolipid ................................................................................................10

BAB III Penutup 3.1 Kesimpulan .........................................................................................................33 Daftar Pustaka ....................................................................................................................34

3|Page

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Fosfolipid merupakan golongan senyawa lipid dan merupakan bagian dari membran sel makhluk hidup; bersama dengan protein, glikolipid dankolesterol. Komponen utama lipida membran yang mempunyai satu \ lebih gugus kepala dengan polaritas tinggi, selain ekor hidrokarbon nya. Itulah golongan ini disebut Lipida Polar. Fosfolipid adalah unsur yang sangat penting karena merupakan bagian utama dari dinding sel. Fosfatidil serin, fosfatidil inositol, asam fosfatidat, dan kardiolipin, merupakan fosfolipid yang bermuatan negatif, sedangkan fosfatidilkolin dan fosfatidil etanolamin bermuatan netral. Oleh karena kelainan tertentu maka tubuh akan membentuk zat antibodi yang kemudian akan menyerang atau merusak secara spesifik terhadap unsur fosfolipid ini, terutama fosfolipid yang bermuatan negatif. Dalam hal ini kerusakannya akan membawa dampak yang sangat buruk.

1.2 Tujuan 1. Tujuan penulisan makalah ini adalah: 2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah biokimia. 3. Untuk mengetahui pengertian fosfolipid. 4. Untuk mengetahui sifat-sifat fosfolipid. 5. Untuk mengetahui reaksi-reaksi fosfolipid.

4|Page

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Lipida

Lipid adalah salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan atau manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia ialah lipid. Untuk memberikan defenisi yang jelas tentang lipid sangat sukar, sebab senyawa yang termasuk lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa atau mirip. Para ahli biokimia sepakat bahwa lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak, dimasukkan kedalam satu kelompok yang disebut lipid. Adapun sifat fisika yang dimaksud ialah: (1) tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut organik misalnya ester, aseton, kloroform, benzena yang sering disebut pelarut organik; (2) ada hubungan dengan asam lemak atau esternya; (3) mempunyai kemungkinan digunakan oleh mahluk hidup. Jadi berdasarkan sifat fisika tersebut, lipid dapat diperoleh dari hewan atau tumbuhan dengan cara ekstraksi dengan menggunakan pelarut lemak tersebut. Jaringan bawah kulit di sekitar perut, jaringan sekitar ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sebesar 90%, dalam jaringan otak atau dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7,5 sampai 30% (Poedjiadi, 2006). Salah satu Minyak dan lemak berperan sangat penting dalam gizi kita terutama karena merupakan sumber energi, cita rasa, serta sumber vitamin A, D, E, dan K. Manusia dapat digolongkan mahluk omnivore. Artinya makanannya terdiri dari bahan hewani maupun nabati, karena itu dapat menerima minyak dan lemak dari berbagai sumber maupun tanaman. Minyak merupakan jenis makanan yang paling padat energi, yaitu mengandung 9 kkal per gram atau 37 kilojoul per gram (Winarno, 1992). Sifat-sifat umum lipid : 1. Tidak larut dalam air 2. Larut dalam pelarut non polar mis : eter, kloroform dan benzene

Fungsi lipid : 1. Sebagai sumber energi yang efisien ketika tersimpan dalam jaringan adiposa 2. Sebagai penyekat panas di sekeliling organ tertentu
5|Page

3. Sebagai penyekat listrik, untuk perambatan cepat pada syaraf bermyelin

Struktur beberapa lipid umum. Di bagian atas adalah asam oleat dan kolesterol. Struktur bagian tengah adalah trigliserida yang terdiri dari rantai oleoil, stearoil, dan palmitoilyang melekat pada kerangka gliserol. Di bagian bawah adalah fosfolipid yang umum, fosfatidilkolina.

6|Page

2.2 Pembagian Lipida Senyawa-senyawa yang termasuk lipid ini dapat dibagi dalam beberapa golongan. Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yakni: 1. Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alcohol. a. Lemak : ester asam lemak dengan gliserol, lemak cair dikenal sbg minyak. b. Malam/wax : ester as lemak dengan alkohol mono hidrat BM tinggi. 2. Lipid komplek : ester as lemak yang mengandung gugus lain disamping alkohol dan asam lemak. a. Fosfolipid : mengandung residu as fosfat contoh : gliserofosfo lipid, sfingosin b. Glukolipid : mengandung karbohidrat contoh : sfingosin c. Lipid komplek lainnya contoh : sulfo lipid, amino lipid, lipoprotein 3. derivate lipid yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnya: asam lemak, gliserol, dan sterol. Disamping itu berdasarkan sifat kimia yang penting, lipid dapat dibagi dalam dua golongan yang besar, yakni: 1. lipid yang dapat disabunkan yaitu dapat dihidrolisis dengan basa, contohnya lemak; 2. lipid yang tidak dapat disabunkan, contohnya steroid. Dan beberapa golongan lipid berdasarkan kemiripan struktur kimianya, yaitu: (1) asam lemak, (2) lemak (3) lilin, (4) fosfolipid, (5) stingolipid, (6) terpen, (7) steroid, (8) lipid kompleks (Poedjiadi, 2006).

2.2.1 Pengertian Fosfolipid

7|Page

Fosfolipid atau fosfatidat ialah suattu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfogliserida. Senyawa-senyawa dalam golongan fosfogliserida ini dapat dipandang sebagai derivat asam alfa fosfatidat. Fosfolipid atau fostatida yaitu suatu senyawa lipid turunan gliserolfosfat), dalam hidrolisisnya terpecah menjadi asam lemak, asam fosfat, basa nitrogen dan gliserol. Fosfolipid ditemukan pada semua organisme hidup, tidak tergantung dari asalnya dan mempunyai struktur yang mantap. Banyak mengumpul pada hati, otak dan jaringan spinal. Fosfolipid merupakan komponen yang penting pada struktur sel karena jumlah fosfolipid pada jaringan binatang relatif tetap. Fosfolipid adalah molekul yang besar mempunyai komponen polar dan non polar, fosfolipid mengambil bagian pada metabolisme lemak dengan memungkinkan transportasi lemak pada aliran darah. Fosfolipid sangat penting pada sistim pemindahan elektron pada siklus pernapasan (proses sekresi) dan dalam transportasi ion melalui selaput sel. Gugus yang diikat oleh asam fosfatidat ini antara lain kolin , etanolamina, serind an inositol. Dengan demikian senyawa yang termasuk foslipid ini ialah fosfatidilkolin fosfatidiletanolamina, fosfatididilserin dan fosfatidilinositol. Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. Sebagai komponen penyusun membran sel 2. Sebagi agen emulsi

2.2.2 Struktur Fosfolipid Fosfolipid terdiri atas empat komponen: 1. 2. 3. 4. asam lemak, gugus fosfat, alkohol yang mengandung nitrogen, dan suatu kerangka.

8|Page

Fosfolipid memiliki kerangka gliserol dan 2 gugus asil. Pada posisi ketiga dari kerangka gliserol di tempati oleh gugus fosfat yang terikat pada amino alkohol. Molekul fosfolipid dapat dipandang terdiri dari dua bagian, yaitu kepala dan ekor. Bagian kepala memiliki muatan positif dan negatif serta bagian ekor tanpa muatan. Bagian kepala karena bermuatan bersifat hidrofilik atau larut dalam air, sedangkan bagian ekor bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air. Fosfolipid digolongkan sebagai lipid amfipatik.

Fosfolipida punya struktur yang mirip dengan trigliserida, tapi dengan satu gugus fosfat yang menggantikan salah satu rantai asam lemak. Dimungkinkan juga terdapatnya gugus lain yang terhubung dengan fosfat. Fosfolipida punya sebuah kepala yang polar dan hidrofilis yaitu gugus fosfatnya sendiri, dan dua buah ekor yang nonpolar dan hidrophobisyakni bagian asam lemaknya. Percampuran sifat polar dan nonpolar ini penting dalam biologi, karena fosfolipida adalah komponen utama dari membran sel. Ketika dicampur dengan air, fosfolipida akan membentuk bola dengan kepala hidrofilis (fosfat) menghadap ke air dan ekor hidrophobis saling berhadapan. Fosfolipida juga dapat membentuk lapisan ganda. Air yang terdapat pada bagian tengah akan terperangkap dan terpisah dengan air yang ada pada luar lapisan. Struktur yang alami ini disebut juga liposom, dan ini mirip dengan membran yang mengelilingi sel.

9|Page

2.2.3 Sifat-sifat Fosfolipid Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, sel hewan dan juga pada manusia. Pada tumbuhan fosfolipid terdapat dalam kedelai, sedangkan pada manusia ataupun hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pancreas, paru-paru dan jantung. Fosfatidilkolin atau lesitin mula-mula diperoleh dari kuning telur (lekhytos), karena itu sebabnya diberinama lesitin. Jenis lesitin tergantung pada jenis asam lemaknya. Asam lemak yang terdapat pada lesitin antara lain adalah asam palmitat, stearate, oleat, linoleat, dan linolenat.Asam lemak yang mengikat pada atom karbon nomor 1 pada umumnya adalah asam lemak jenuh, dan yang terikat pada nomor 2 adalah asam lemak tak jenuh.Lesitin ini berupa zat padat yang juga lunak seperti lilin, warnanya putih dan dapat di ubah menjadi coklat bila terkontaminasi dengan cahaya dan bersifat higroskopik dan apabila dicampur dengan air maka akan terbentuk larutan koloid. Apabila lesitin dikocok dengan asamsulfat akan terjadi asam fofatidat dan kolin. Selain itu apabila dipanaskan dengan basa atau asam maka akan menghasilkan asam lemak, kolin, gliserol dan asam fosfat. Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya hemolisis, yaitu proses perusakan sel-sel darah merah. Hemoglobin, suatu protein gabungan yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) diubah menjadi bilirubin yang terkumpul dalam darah dan kadang-kadang dapat menimbulkan warna kuning pada kulit. Akibatnya orang akan terkena penyakit anemia, yaitu kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Sifat khas dari fosfolipid membrane yakni pada bagian permukaan bersifat polar (hidrofilik) karena adanya gugus fosfat, sedangkan bagian dalam bersifat nonpolar (hidrofobik) karena adanya rantai hidrokarbon.

10 | P a g e

2.2.4 Reaksi Fosfolipid Asidolisis merupakan reaksi pertukaran asam lemak antara trigliserida dengan asam lemak bebas membentuk trigliserida dengan komposisi asam lemak yang baru dan asam lemak bebas hasil hidrolisis dari trigliserida asal (Estiasih, 2009). Asidolisis telah digunakan untuk menggabungkan asam lemak bebas atau etil ester dari EPA dan DHA kedalam minyak nabati dan minyak ikan untuk meningkatkan nutrisinya. Untuk mendapatkan konsentrat EPA dan DHA dalam minyak ikan dapat dilakukan beberapa cara seperti distilasi molekuler, winterisasi dan kristalisasi pelarut (Weete dalam Akoh dan Mi, 1988). Produksi diasilfosfolipid dengan strukturisasi komposisi asam lemak (fosfolipid terstruktur) dapat dilakukan dengan satu tahap, melalui reaksi asidolisis atau pertukaran ester-ester. Alternatif lainnya, reaksi dapat dilakukan dengan dua tahap, pertama menghilangkan asam lemak dengan hidrolisis atau alkoholisis, diikuti dengan esterifikasi kembali dari fosfolipid. Pada reaksi satu tahap, komposisi asam lemak dari produk akan berupa campuran dari asam lemak asalnya dengan asam lemak yang disatukan. Pada reaksi dua tahap, sangat mungkin untuk mengisolasi lisofosfolipid sebelum reaksi esterifikasi dilakukan, sehingga memberikan produk akhir dengan kemurnian yang tinggi. Pendekatan yang umum digunakan untuk reaksi pertukaran asam lemak pada posisi sn-1 adalah reaksi asidolisis menggunakan enzim lipase, dan pendekatan hidrolisis atau esterifikasi kembali umumnya dilakukan untuk pertukaran asam lemak pada posisi sn2menggunakan enzim fosfolipase A2 (Vikbjerg, 2006). Enzim yang dapat menggunakan fosfolipid sebagai substrat alami dikenal dengan sebutan fosfolipase, dapat menghidrolisis molekul fosfolipid (Vikbjerg, et al. 2005). Fosfolipase A1 dan fosfolipase A2 tergolong hidrolase asam lemak, yang dapat menghirolisis ikatan ester asam lemak pada masing-masing posisi sn-2 dan sn-3 dari fosfolipid. Selain fosfolipase, enzim lainnya yang dapat digunakan untuk strukturisasi fosfolipid-asam lemak adalah lipase sn-1,3 yang bereaksi dengan asam lemak pada posisi sn-1 dari fosfolipid (Vikbjerg, 2006). Reaksi asidolisis enzimatis dengan lipase berlangsung dalam 2 tahap, yaitu hidrolisis dan diikuti dengan esterifikasi. Pada tahap hidrolisis akan dihasilkan produk Lysofosfatidilkolin (LPC) yang akan menjadi reaktan pada proses esterifikasi berikutnya. Terbentuknya LPC menyebabkan terjadinya migrasi asil dan pembentukan produk samping yang dapat menurunkan rendemen dan kemurnian fosfolipid terstruktur yang terbentuk (Adlercreutz, et al.2004). Migrasi asil yang merupakan suatu rekasi non-enzimatis dapat terjadi karena senyawa 2-asil-LPC yang terbentuk pada tahap hidrolisis bersifat tidak stabil dan akan mencapai kestabilannya dengan membentuk senyawa 1-asil-LPC melalui pertukaran gugus asil. Selanjutnya akan dihirolisis kembali oleh lipase menghasilkan gliserolfosforilkolin (GPC) (Haraldsson and Thorarensen, 1999). GPC dapat terasilisasi kembali dengan asam lemak yang baru pada posisi sn-1. Jika gugus asil tersebut mengalamai migrasi kembali pada sn-2, sehingga terbnentuk PC dengan asama lemak baru pada kedua posisinya (Adlercreuz,et al. 2002).

11 | P a g e

12 | P a g e

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

13 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Adlercreuz,et al. 2002 Vikbjerg. 2006. Poedjiadi. 2006. Winarno. 1992.

14 | P a g e