Anda di halaman 1dari 3

Penegakakn diagnosis : Anamnesis Anamnesis awal yang dilakukan, menekankan pada faktor risiko.

Beberapa kelompok individu yang mempunyai risiko tinggi untuk mendapat penularan : a. Penghuni institusi yang bersifat tertutup seperti penjara. b. Pecandu narkotika (terutama yang menggunakan jarum suntik). c. Staf dan penderita unit dialis, petugas kesehatan yang sering berhubungan dengan darah atau produk yang berasal dari darah. d. Penderita yang sering mendapat transfusi darah. e. Individu yang sering berganti pasangan baik heteroseksual maupun homoseksual. f. Suamiatau istri atau anggota keluarga penderita infeksi HBV kronik. g. Bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan HbsAg positif. h. Individu yang tinggal di daerah dengan prevalensi infeksi HBV tinggi. i. Populasi dari golongan sosial ekonomi rendah yang tinggal di daerah overcrowded dan hygiene kurang walaupun prevalensi HBV rendah. j. Penderita dengan hemodialisis kronik k. Bayi dan anak-anak kecil di daerah endemik.

Gambaran Klinis Gambaran klinis Hepatitis B kronik sangat bervariasi. Pada banyak kasus tidak didapatkan keluhan maupun gejala dan pemeriksaan tes faal hati hasilnya normal. Pada sebagian penderita, didapatkan hepatomegali, splenomegali atau tanda- tanda penyakit hati kronis lainnya, misalnya eritema palmaris dan spider nevi. Pemeriksaan penunjang Hepatitis B kronik yang masih aktif a. b. c. d. e. HBsAg positif DNA VHB lebih dari 105 kopi/ml Kenaikan ALT yang menetap atau interminten HBeAg positif atau HbeAg negatif Histopatologi gambaran peradangan yang aktif

Carrier VHB inaktif a. b. c. d. HbsAg positif DNA VHB rendah, kurang dari 105kopi/ml ALT normal Histopatologi terdapat kelainan jaringan yang minimal

Gambaran histopatologi Pada segitiga portal terdapat infiltrasi sel radang terutama limfosit dan sel plasma, dan terjadi fibrosis yang makin meningkat sesuai dengan derajat keparahan penyakit. Sel radang dapat masuk kedalam lobulus sehingga terjadi erosi limiting plate, sel- sel hati dapat mengalami degenerasi baluning dan dapat terjadi badan asidofil (acidophilic bodies). Gambaran histopatologi hepatitis B kronik dibagi menjadi 3 kelompok : 1. Hepatitis kronik persisten (HKP) adalah infiltrasi sel- sel mononuklir pada daerah portal dengan sedikit fibrosis, limiting plate masih utuh tidak ada picemal

necrosis. Gambaran ini sering pada carrier asimptomatik 2. Hepatitis kronik aktif (HKA) adalah adanya infiltrat radang yang menonjol, yang trutama terdiri dari limfosit dan sel plasma yang terdapat didaerah portal Infiltrat peradangan ini masuk sampai ke dalam lobulus hati dan menimbulkan erosi limiting plate disertai piecemal necrosis. Gambaran ini terdapat pada carrier yang sakit (simptomatik). 3. Hepatitis kronik lobular (HKL) sering dinamakan hepatitis akut yang berkepanjangan. Gambaran histopatologoi mirip hepatitis akut tapi timbul lebih dari 3 bulan. Di dapatkan gambaran peradangan dan nekrosis intralobular, tidak terdapat piecemal necrosis dan bridging necrosis.