Anda di halaman 1dari 3

Warna pada Peta Tata Guna Lahan Dalam menunjukkan kategori dalam tata guna lahan dibuat dengan

memakai berbagai warna. Hal itu untuk menggambarkan konsep tata guna lahan yang secara grafis menampilkan alih fungsi lahan, jalan, infrastruktur publik, dan fasilitas masyarakat. Badan perencanaan telah menggunakan salah satu skema warna sejak tahun 1950-an yang telah menjadi standar. Peta umumnya menggunakan warna yang berbeda untuk masing-masing kategori pemanfaatan lahan. Sebagai contoh, warna-warna yang biasa dipakai secara umum: Kuning untuk perumahan seperti rumah keluarga tunggal dan perumnas Coklat untuk rumah susun dan perumahan bertingkat tinggi seperti hotel, apartemen Merah untuk komersil Ungu untuk industri Biru untuk fasilitas kelembagaan dan masyarakat Hijau untuk rekreasi Abu-abu untuk utilitas industri Survey umumnya menunjukkan kode warna untuk setiap kategori penggunaan lahan standar. Namun, ada beberapa pengecualian ketika menunjukkan kategori yang tidak sesuai dengan enam kategori umum yang digunakan penggunaan lahan. Penggunaan lahan untuk permukiman yang cukup konsisten dalam menggunakan nuansa kuning dan cokelat untuk tinggi kepadatan, perumahan susun, dan daerah pemukiman bertingkat. Area komersil umumnya diwarnai dalam nuansa oranye menjadi merah. Warna merah untuk komersial yang lebih padat. Beberapa peta menggunakan warna merah muda untuk

daerah wisata komersil. Untuk area gabungan menggunakan campuran warna dalam nuansa ungu atau abu-abu. Sebagai contoh: Nuansa ungu: Gabungan antara area komersil dan perumahan Gabungan antara perumahan dengan kantor terbatas dan lingkungan komersil
V-24

Gabungan antara industri dengan kantor terbatas dan pertokoan

Nuansa abu-abu: Gabungan antara kantor dan daerah industri ringan

Nuansa oranye dan merah: Kawasan pusat bisnis

Industri menggunakan warna abu-abu atau warna ungu. Semakin berat industri, maka warna yang dipakai adalah abu-abu tua. Terkadang warna biru juga dapat digunakan. Sebagian besar institut menggunakan warna biru, tetapi untuk beberapa jenis penggunaan institusional, seperti sekolah dan fasilitas kesehatan ada yang menggunakan warna hijau dan abu-abu juga. Daerah ruang terbuka biasanya menggunakan warna hijau atau tidak berwarna. Warna hijau juga dapat mewakili daerah hutan. Ketika lebih dari satu kategori ruang terbuka yang ditunjukkan, maka memakai warna hijau tua untuk area pertanian dan warna hijau muda untuk area rekreasi. Area publik dan lahan pemerintah, seperti instalasi militer, biasanya berwarna nuansa terang seperti pink. Untuk sarana transportasi dan utilitas publik menggunakan warna hitam. Berbagai jenis fasilitas dapat diwarnai dengan nuansa abu-abu ketika tidak

digunakan sebagai legenda area lain. Untuk kategori lingkungan seperti lahan basah, daerah perlindungan sumber daya, dan lereng curam, nuansa yang dipakai adalah warna hijau dan biru. Skema kode warna secara garis besar : Tata Guna Lahan 1. Perumahan Rumah untuk keluarga tunggal Rumah rangkap Rumah susun 2. Komersil Komersil dengan tingkat Kuning Merah Merah muda dan oranye Kuning dan cokelat muda Kuning tua Coklat tua Warna Standar

kepadatan rendah Kantor dan area komersil 3. Area dengan Merah

penggunaan Ungu dan pola garis-garis

gabungan 4. Area institusional 5. Ruang terbuka 6. Transportasi 7. Area publik dan Biru Hijau Hitam dan abu-abu lahan Pink

pemerintah 8. Lingkungan Hijau dan biru