Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Era globalisasi dan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut perawat, sebagai suatu profesi, memberi pelayanan kesehatan yang optimal. Indonesia juga berupaya mengembangkan model praktik keperawatan profesional (MPKP). MPKP adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai!nilai profesional) yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut," #aat ini, praktik pelayanan keperawatan di banyak rumah sakit di Indonesia belum men$erminkan praktik pelayanan profesional. Metode pemberian asuhan keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan klien, melainkan lebih berorientasi pada pelaksanaan tugas.

1.2 Rumusan Masalah %) () )) *) ,) -) .) &pa definisi MPKP ' &pa tujuan MPKP ' &pa saja komponen MPKP ' +agaimana karakteristik MPKP ' &pa saja jenis MPKP ' +agaimana kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis MPKP ' +agaimana implementasi MPKP '

1.3 Tujuan Penul san %.).% /ujuan 0mum


1

/ujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah diperoleh gambaran se$ara nyata tentang Model Praktik Keperawatan Profesional %.).( /ujuan Khusus

/ujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah1 %. Mampu mendefinisikan definisi MPKP (. Mampu menyebutkan tujuan MPKP ). Mampu menyebutkan komponen MPKP *. Mampu menyebutkan karakteristik MPKP ,. Mampu menyebutkan jenis MPKP -. Mampu menyebutkan kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis MPKP .. Mampu menjelaskan implementasi MPKP 1.! Man"aat Penul san Menambah pengetahuan bagi pemba$a tentang Model Praktik Keperawatan Profesional

BAB II I#I

2.1

De" n s MP$P

Model praktik keperawatan profesional (MPKP) adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai!nilai profesional), yang memfasilitasi perawat profesional, mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan tempat asuhan tersebut diberikan. (2atna sitorus 3 4ulia, (55-).
3

&spek struktur ditetapkan jumlah tenaga keperawatan berdasarkan jumlah klien sesuai dengan derajat ketergantungan klien. Penetapan jumlah perawat sesuai kebutuhan klien menjadi hal penting, karena bila jumlah perawat tidak sesuai dengan jumlah tenaga yang dibutuhkan, tidak ada waktu bagi perawat untuk melakukan tindakan keperawatan. #elain jumlah, perlu ditetapkan pula jenis tenaga yaitu PP dan P&, sehingga peran dan fungsi masing!masing tenaga sesuai dengan kemampuan dan terdapat tanggung jawab yang jelas. Pada aspek struktur ditetapkan juga standar renpra, artinya pada setiap ruang rawat sudah tersedia standar renpra berdasarkan diagnosa medik dan atau berdasarkan sistem tubuh. Pada aspek proses ditetapkan penggunaan metode modifikasi keperawatan primer (kombinasi metode tim dan keperawatan primer).

2.2

Tujuan MP$P a. b. $. e. Menjaga konsistensi asuhan keperawatan. Mengurangi konflik, tumpang tindih dan kekososongan pelaksanaan asuhan Men$iptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan bagi

keperawatan oleh tim keperawatan. d. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijakan dan keputusan. setiap tim keperawatan. 2.3 $%m&%nen MP$P 1. 6ilai professional inti dari Model Praktik Keperawatan Profesional , yang meliputi 1nilai intelektual, komitmen moral, otonomi, kendali dan tanggung gugat 2. Pendekatan manajemen digunakan untuk mengelola sumber dayayang ada meliputi 1 ketenagaan, alat, fasilitas serta menetapkan#tandar &suhan Keperawatan (#&K) . Pada Model PraktikKeperawatan Profesional ini kemampuan manajemen keperawatanyang

dikembangkan terutama dalam hal mengelola perubahan danpengambilan keputusan. 3. Metode pemberian asuhan keperawatan metode penugasan bagi tenaga perawat yangdigunakan dalam memberikan pelayanan keperawatan kepadaklien. #istem atau metode tersebut merefleksikan falsafahorganisasi, struktur, pola ketenagaan dan populasi klien. #aat inidikenal lima jenis metode pemberian asuhan keperawatan, yangterdiri dari 1 metode kasus, fungsional, tim, primer dan manajemen kasus. !. 7ubungan professional memungkinkan terjadinya hubungan professional di antar perawatdan praktisi kesehatan lainnya. 7ubungan ini dapat terjadi melaluisistem pendokumentasian keperawatan, operan tugas jaga,konferensi awal dan akhir, dan pembahasan kasus. '. #ystem penghargaan dan kompensasi Kompensasi merupakan salahfaktor yang dapat meningkatkan moti8asi, pada Model Praktik Keperawatan Profesional karena masing!masing perawatmempunyai peran dan tugas yang jelas sehingga dapat dibuatklasifikasi yang obyektif sebagai dasar pemberian kompensasi dan penghargaan. 2.! $arakter st k MP$P %. (. ). *. Penetapan jumlah tenaga keperawatan Penetapan jenis tenaga keperawatan Penetapan standar ren$ana asuhan keperawatan Penggunaan metode modifikasi keperawatan primer

2.'

(en s MP$P a. b. $. d. e. f. Primer /im Modular &lokasi pasien 9ungsional Kasus


5

2.)

$ele* han +an kekurangan MP$P a. Metode 9ungsional Model fungsional dilaksanakan oleh perawat dalam pengelolaan asuhan keperawatan sebagai pilihan utama pada saat perang dunia kedua. Pada saat itu karena masih terbatasnya jumlah dan kemampuan perawat maka setiap perawat hanya melakukan % : ( jenis inter8ensi keperawatan kepada semua pasien di bangsal. Model ini berdasarkan orientasi tugas dari filosofi keperawatan, perawat melaksanakan tugas ( tindakan) tertentu berdasarkan jadwal kegiatan yang ada (6ursalam, (55(). Kelebihan 1 Manajemen klasik yang menekankan efisiensi,pembagian tugas yang jelas dan pengawasan yang baik. #angat baik untuk rumah sakit yang kekurangan tenaga. Perawat senior menyibukkan diri dengan tugas manajerial, sedangkan perawatan pasien diserahkan kepada perawat junior dan atau yang belum berpengalaman. Kekurangan 1 /idak memberikan kepuasan pada pasien maupun perawat. Pelayanan keperawatan terpisah!pisah, tidak dapat menerapkan proses keperawatan. Presepsi perawat $enderung kepada tindakan yang berkaitan dengan keterampilan saja. b. Keperawatan /im Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda!beda dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagi menjadi (!) tim;grup yang terdiri dari tenaga profesional,teknikal dan pembantu dalam satu grup ke$il yang saling membantu.
6

Kelebihan

Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh Mendukung pelaksanaan proses keperawatan Memungkinkan komunikasi antar tim sehingga konflik mudah diatasi dan memberi kepuasan kepada anggota tim

Kelemahan

Komunikasi antar anggota tim terbentuk terutama dalam bentuk konferensi tim, yang biasanya membutuhkan waktu dimana sulit untuk melaksanakan pada waktu!waktu sibuk.

$. Keperawatan Primer Metode penugasan dimana satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama (* jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk sampai keluar rumah sakit. Metode primer ini ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan untuk meren$anakan, melakukan dan koordinasi asuhan keperawatan selama pasien dirawat. Kelebihan 1

+ersifat kontinuitas dan komprehensif Perawat primer mendapatkan akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan memungkinkan pengembangan diri.

Keuntungan antara lain terhadap pasien,perawat,dokter,dan rumah sakit. Pasien merasa dimanusiawikan karena terpenuhinya kebutuhan se$ara indi8idu. #elain itu asuhan yang diberikan bermutu tinggi dan ter$apainya pelayanan yang efektif terhadap pengobatan,dukungan,proteksi,informasi,dan ad8okasi. <okter juga merasakan kepuasan dengan model primer karena senantiasa mendapatkan informasi tentang kondisi pasien yang selalu diperbarui dan komprehensif.
7

Kelemahan

7anya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dengan kriteria asertif,self dire$tion,kemampuan mengambil keputusan yang tepat,menguasai keperawatan klinik,akontable serta mampu berkolaborasi dengan berbagai disiplin.

d. Manajemen Kasus #etiap perawat ditugaskan untuk melayani seluruh kebutuhan pasien saat ia dinas. Pasien akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift dan tidak ada jaminan bahwa pasien akan dirawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. Metode penugasan kasus biasa diterapkan satu pasien satu perawat, dan hal ini umumnya dilaksanakan untuk perawat pri8at atau untuk keperawatan khusus seperti 1 isolasi,intensive care Kelebihan 1

Perawat lebih memahami kasus per kasus #istem e8aluasi dari manajerial menjadi lebih mudah 1

Kelemahan

+elum dapatnya diidentifikasi perawat penanggung jawab Perlu tenaga yang $ukup banyakdan mempunyai kemampuan dasar yang sama.

2.,

Im&lementas MP$P Taha& &ers a&an 1. Pembentukan team /erdiri dari $oordinator departemen, kepala ruang rawat, perawat ruangan, ketua MPKP 2. klien.
8

2an$angan penilaian mutu

Kelompok kerja yang membuat ren$ana asuhan keperawatan yang meliputi kepuasan

3. !.

Presentasi MPKP Penetapan tempat implementasi

0ntuk mendapatkan nilai dukungan dari semua yang terlibat pada saat presentasi. <alam menentukan tempat implementasi perlu memperhatikan 1 mayoritas tenaga perawat apakah ada staf baru. '. ). ,. Identifikasi jumlah klien Penetapan tenaga keperawatan Penetapan jenis tenaga a. *. .. +. /. kepala ruang rawat $lini$al $are manager perawat primer perawat aso$iate Kelompok klien terdiri dari ) kriteria, yaitu 1 minimal, parsial, dan total

Pengembangan standar asuhan keperawatan

+ertujuan untuk mengurangi waktu perawat untuk menulis, sehingga waktunya habis untuk melakukan tindakan keperawatan 0. Penetapan format dokumentasi keperawatan a. b. $. %. (. ). *. ,. -. .. >. 1. +adge atau kartu nama tim Papan nama Papan MPKP 11. Identifikasi fasilitas

Taha& &elaksanaan Pelatihan MPKP Memberikan bimbingan kepada PP dalam melakukan konferensi Memberi bimbingan kepada PP dalam melakukan ronde P& Memberi bimbingan kepada PP dalam memanfaatkan standar 2enpra Member bimbingan kepada PP dalam membuat kontrak dengan klien Member bimbingan dalam melakukan presentasi dalam tim Memberikan bimbingan kepada ==M dalam bimbingan PP dan P& Memberi bimbingan tentang dokumentasi keperawatan Memberikan instrument e8aluasi kepuasan klien ; keluarga untuk setiap klien

Taha& e2aluas pulang


9

2. 3. !.

Menge8aluasi kepatuhan perawat terhadap standar penilaian Penilaian infeksi nasokominal di ruang rawat Penilaian rata!rata lama hari rawat BAB III PENUTUP

3.1 $es m&ulan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai!nilai profesional), yang memfasilitasi perawat profesional, mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan tempat asuhan tersebut diberikan (2atna #itorus 3 4uli, (55-). Model Praktik Keperawatan Profesional memiliki salah satu tujuan yaitu men$iptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan. Model Praktik Keperawatan Profesional memiliki , komponen utama yaitu 1 (%) 6ilai professional, (() Pendekatan manajemen, ()) Metode pemberian asuhan keperawatan, (*) 7ubungan professional, (,) #ystem penghargaan dan kompensasi. 3.2 #aran Penulis berharap kepada para pemba$a, setelah memba$a makalah ini. Para pemba$a khususnya mahasiswa keperawatan dapat mengetahui dan paham tentang Model Praktik Keperawatan Profesional.

10

DA3TAR PU#TA$A Kelliat, +udi &nna dan &kemat. (55?. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. @akarta 1 EA=. 6ursalam.(5%%.Manajemen Keperawatan:Aplikasi dalam Praktik Keperawatan

Profesional.@akarta1#alemba Medika.

11

LAMPIRAN Kasus : Seorang perawat bernama Mawar baru lulus menjadi seorang perawat profesional pemula. Setelah mendapat orientasi dari kepala ruang tentang segala sesuatu yang ada di ruangan tersebut kepala ruangan menugaskan kepada mawar untuk masuk kedalam salah satu Tim Keperawatan yang ada di ruangan tersebut. Mawar kemudian berusaha mengingat kembali tentang tugas dan tanggung jawab menjadi anggota Tim dalam memberikan Asuhan Keperawatan pada pasien. Mawar berusaha belajar tentang Model Praktek Keperawatan Profesional dan Metode Penugasan dalam Keperawatan Profesional #/EP % %. Brientasi (. Perawat profesional pemula ). /im Keperawatan *. Model praktik keperawatan profesional ,. Metode penugasan dalam keperawatan Pembahasan %. Perawat profesional pemula Perawat yang minimal lulus <) Keperawatan <isebut juga &hli madya Keperawatan

(. Model praktik keperawatan profesional #uatu sistem struktur,proses,nilai profesional yang memfasilitasi keperawatan profesional, mengatur asuhan keperawatan termasuk lingkungan yang diberikan.

12

#uatu model yang memberi kesempatan perawat profesional untuk menerapkan otonominya dalam mendesain,melaksanakan,e8aluasi pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien.

). Metode penugasan dalam keperawatan Metode pemberian asuhan keperawatan Pengorganisasian pelayanan;asuhan keperawatan oleh seorang perawat pada saat bertugas pada suatu periode *. /im Keperawatan #uatu unit yang terdiri dari ( orang atau lebih yang berinteraksi dan koordinasi kerja dalam melakukan tindakan keperawatan, yang tidak hanya berkumpul dalam satu tempat yang memiliki fungsi dan peran searah. Pemberian asuhan keperawatan pada setiap klien oleh perawat yang ahli yang dipimpin oleh perawat profesional. ,. Brientasi #uatu pemantauan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar didasari pemikiran,perhatian,dan ke$enderungan. #/EP ( %. &pa tujuan MPKP ' (. &pa @enis!jenis MPKP ' ). &pa Komponen MPKP ' *. +agaimana Implementasi MPKP ' ,. &pa Kelebihan dan kekurangan MPKP ' #/EP ) (Pembahasan) %. /ujuan MPKP a. Menjaga konsistensi asuhan keperawatan
13

b. Mengurangi konflik dalam asuhan keperawatan dalam tim keperawatan $. Men$iptakan kemandirian dalam pemberian asuhan keperawatan d. Memberi pedoman dalam memberikan kebijakan dan keputusan e. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan bagi tiap tim keperawatan (. @enis!jenis MPKP Penugasan.......... ). Komponen MPKP a. 6ilai!nilai profesional b. Pendekatan manajemen, penekanan pada #<Mnya $. Metode pemberian asuhan keperawatan, modifikasi keperawatan /im primer d. 7ubungan profesional 1 prekonferen,post konferen,ronde keperawatan,diskusi kasus sulit e. #istem kompensasi dan penghargaan C tunjangan produkti8itas kerja *. Implementasi MPKP a. /ahap Persiapan b. /ahap Pelaksanaan $. /ahap E8aluasi Pembentukan /im Pembentukan ran$angan Presentasi MPKP Penetapan tempat dokumen Identifikasi jumlah klien
14

,. Penugasan

Penetapan tenaga keperawatan Penetapan jenis tenaga Pengembangan standar asuhan keperawatan Penetapan format dokumentasi keperawatan Identifikasi fasilitas

a. Penugasan 9ungsional <iorientasikan pada tugas dimana fungsi keperawatan tertentu

ditugaskan pada tiap perawat pelaksana berdasarkan kemampuan perawat.

Pembagian /ugas %. Kepala 2uangan Meren$anakan penugasan Membuat penugasan Melakukan super8isi Menerima interaksi dokumentasi keperawatan

(. Perawat Pelaksana Meren$anakan asuhan keperawatan pada pasien dengan asuhan

keperawatan yang sedang dalam masa pemulihan kesehatan. ). Perawat #taf Melakukan asuhan keperawatan langsung pada pasien Membantu super8isi asuhan keperawatan yang diberikan oleh pembantu tenaga perawat
15

*. Pengadaan 9asilitas 2uangan Menjawab telepon,menyampaikan pesan,memberi informasi dan men$atat pasien yang datang ,. Pembantu Perawat Membantu pasien dalam perawatan mandiri Kelebihan 1 #ederhana,efisien,terampil dalam suatu tugas tertentu

dan mudah mendapat kepuasan setelah bekerja Kerugian 1 Pasien dapat banyak perawat, kebutuhan indi8idu

terabaikan,pelayanan terabaikan b. Penugasan /im #uatu bentuk sistem;metode pemberian asuhan keperawatan dimana kepala ruangan membagi perawat pelaksanamenjadi tim dan diketuai seorang perawat profesional Kelebihan Kekurangan $. Penugasan Primer Model pemberian asuhan keperawatan ditandai dengan keterkaitan dan terus menerus antara pasien dengan perawat selama pasien dirawat Kelebihan 1 mendorong kemandirian perawat,model keperawatan 1 saling memberi pengalaman 1 /im yang lain tidak tahu pasien tim lainnya

profesional dapat diterapkan Kekurangan d. Penugasan Kasus Pengorganisasian pelayanan;asuhan keperawatan untuk satu;beberapa klien oleh salah satu perawat Kelebihan 1 9okus sesuai kebutuhan klien
16

1 Kualiatas dan kuantitas perawat

Kekurangan

1 +eban kerja meningkat

e. Penugasan Modul;distri$e Metode gabungan dari primer dan tim menugaskan perawat untuk merawat dari pasien datang sampai pulang Kelebihan 1 memungkinkan pen$apaian proses keperawatan dan

penurunan dana keperawatan Kekurangan #/EP * #/EP , (DB) %. <efinisi MPKP (. /ujuan MPKP ). @enis MPKP *. Kelebihan dan kekurangan MPKP ,. Implementasi MPKP -. Penugasan #/EP %. <efinisi MPKP a. Aambaran dari praktik keperawatan yang nyata dan akurat berdasarkan konsep dan teori keperawatan. (Imelda #usanti, (5%() ! &ngga b. #uatu sistem baik berupa struktur yang memfasilitasi perawat profesional mengatur pembuatan askep termasuk lingkungan askep diberikan. (2atna #itorus, (55-) : 9itri 1 hanya dapat dilakukan perawat profesional

(. /ujuan MPKP %. Meningkatkan askep pada konsumen


17

(. Menghasilkan keuntungan ). Mempertahankan eksistensi institusi *. Meningkatkan kepuasan kerja ,. Meningkatkan keper$ayaan konsumen -. Menjalankan prosedur sesuai standart (6ursalam, (55() : #irda P .. Menjaga konsistensi asuhan keperawatan >. Menurunkan konfilk, tumpang tindih, dan kekosongan pelaksanaan askep ?. Men$iptakan kemandirian dalam pemberian askep (+udianah Keliat, (55?) : Dintang %5. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijakan dan keputusan %%. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan askep bagi tiap tim (2eEalia &priliani, (5%%) : /itis

). @enis MPKP %. Primer (. /im ). Modular *. &lokasi pasien ,. 9ungsional -. Kasus (2eEalia &priliani, (5%% : Edo &

*. @enis MPKP, kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis MPKP


18

%. Primer Pemberian askep didasarkan dengan keterkaitan antara perawat dan pasien yang ditugaskan untuk melakukan dan mengkoordinasikan askep selama pasien dirawat. Perawat primer merawat enam pasien selama (*jam. : Poppy Keuntungan: %. +erfokus pada kebutuhan pasien yang memberikan otonomi pada perawat yang asuhannya berkesinambungan (. MPKP dapat diterapkan ). &skep komprehensif *. Memberikan kepuasan kerja bagi perawat ,. Memberikan kepuasan klien, kelurga dalam menerima asuhan (Kusnanto, (55*) : &nnisaus Kekurangan: %. 7anya dapat dilakukan perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dengan kriteria asertif, self dire$tion kemampuan mengambil keputusan yang tepat, menguasai keperawatan klinik, akuntabilitas serta kemampuan berkolaborasi. (6ursalam, (55() : 2iska / (. /im +erdasarkan pada keluhan keperawatan penanggung jawab ketua tim, anggota -!. org, bekerja sebagai tim, metode menggunakan tim yang berbeda!beda dalam memberikan askep pada sekelompok pasien. Perawat ruangan (!) tim dengan tenaga profesional, teknikal, pembantu yang saling keterkaitan. (6ursalam, (55() : Elistia Kelebihan: %. Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif dan holistik (. Memungkinkan pen$apaian proses keperawatan ). Konflik diselesaikan dengan rapat tim *. Kepuasan pada perawat dan pasien
19

(6ursalam, (55() : <ian Kekurangan: %. /idak efektif karena pengaturan kurang (. +utuh banyak kerjasama dan harus kompeten ). Membingungkan jika posisi tim diubah *. &kuntabilitas tim kabur (6ursalam, (55() : &ngga P ,. #ulit untuk menentukan kapan dapat diadakan pertemuan karena terbagi dalam shift -. Ketua tim bertanggung jawab dan otoritas ). Modular Aabungan antara model tim dan model primer sekelompok perawat merawat dari datang sampai pulang. (+udianah Keliat, (55?) : Dintang Keutungan: %. Debih men$erminkan otonomi (. Menurunkan dana perawatan ). Pen$apaian proses keperawatan (2oEaliana &prilliani, (5%() : Edo & Kerugian: %. +eban kerja meningkat, jumlah klien banyak, tugas sedehana terlewatkan (. 7anya dapat dilakukan perawat profesional ). Perawat harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi kesehatan *. Perawat anggota kehilangan kewenangan *. &lokasi
20

Metode yang pengorganisasian pelayanan atau askep untuk satu atau beberapa pasien oleh perawat dalam tugas selama perode tertentu atau sampai klien pulang. (2atna #itorus, (55-) : <ian Keuntungan: %. Kebutuhan pasien terpenuhi (. Pasien puas ). Masalah pasien dapat dipahami oleh perawat (Kusnanto, (5%() : &nnisaus Kekurangan: %. Kemampuan perawat pelaksana yang terbatas (. +utuh lebih banyak tenaga ). +eban kerja meningkat, tugas sederhana terlewatkan *. Pendelagasian perawatan pasien hanya sebagian selama perawat bertugas (2atna #itorus, (55-) : 9itri # ,. 9ungsional +erdasar pada orientasi tugas. Penanggung jawab adalah perawat yang bertugas, perawat bertugas pada jam!jam tertentu. %!( inter8ensi. (6ursalam, (55() : Elistia Kelebihan: %. Efisiensi pe,bagian tugas jelas (. +aik untuk rumah sakit yang kekurangan tenaga ). Perawat senior menyibukkan diri dengan tugas menejerial *. 4ang merawat pasien adalah perawat junior (6ursalam, (55() : #irda P ,. Faktu singkat dalam bekerja -. Metode tepat
21

.. Perawat terampil (2atna #itorus, (55-) Kekurangan: %. Kurangnya tanggung gugat dan tanggung jawab (. Pelayanan tidak profesional ). Pekerjaan monoton (2atna #itorus, (55-) ! /itis *. Pasien dan perawat tidak puas ,. Pelayanan perawatan terpisah, tidak menggunakan proses keperawatan -. Persepsi perawat adalah keterampilan bekerja (6ursalam, (55() : 9itri # -. Kasus #atu pasien satu perawat dengan perawatan khusus atau intensif $are. #eluruh kebutuhan pasien saat dinas dirawat oleh perawat yang berbeda pada tiap shift. Menggunakan pendekatan holistik dari filosofi keperawatan. (6ursalam, (55() ! <ian Kelebihan: %. Kebutuhan pasien terpenuhi (. Pasien puas ). Masalah pasien dapat dipahami (6ursalam, (55() : Edo & *. Kepuasan tugas keseluruhan ,. Perawat lebih memahami kasus -. #istem e8aluasi tebih mudah (6ursalam, (55() : Elistia
22

Kekurangan: %. +elum dapatnya didentifikasi perawat penaggung jawab (. Perlu menambah perawat dengan kemampuan yang sama dengan perawat sebelumnya (6ursalam, (55() : #irda P

,. Implementasi MPKP %. /ahap persiapan a. Pembentukan tim dengan ran$angan penilaian mutu, presensi MPKP, penetapan tempat implementasi , identifikasi jumlah pasien. Kusnanto, (5%() : &nnisaus b. Pengambangan standart askep, kurangnya waktu untuk menuis penetapan format dokkep. Papan nama dan papan MKPK digunakan untuk identifikasi fasilitas (. /ahap pelaksanaan a. Pelatihan MPKP melupiti bimbingan praktik perawat dalam melakukan konferensi, bimbingan praktik perawat dalam melakukan standart praktik keperawatan, bimbingan praktik perawat dalam melakukan prestasi dalam tim (Kentalhikari, (55?) : Edo & b. Penerimaan asuhan keperawatan pada tidakan nonkooperatif dan administratif $. &suhan pada tindakan operasi atau tindakan in8asif d. &suhan terus menerus dan berkesinambungan ). /ahap e8aluasi a. Memberikan instrumen kepuasan kepada pasien tiap pulang b. Menge8aluasi kepatuhan perawat $. Penilaian infeksi nosokomial d. Penilaian rata!rata lama hari rawat
23

(Kusnanto, (5%() : Poppy

-. Karakteristik MPKP a. Penetapan jumlah tenaga keperawatan b. Penetapan jenis tenaga keperawatan $. Penetapan standart ren$ana askep d. Penggunaan metode modifikasi keperawatan primer (7anafi, (5%)) : 9itri #

.. Komponen MPKP a. Ketenagaan perawat b. Metode pemberian askep $. Proses keperawatan d. <okumentasi asuhan keperawatan (6ursalam, (55() : 2iska / e. 6ilai!nilai profesional f. Pendekatan menejemen g. 7ubungan antar profesional h. #istem kompensasi dan pengjargaan (7ofarts dan Foods, %??-) ! Dintang

24