Anda di halaman 1dari 7

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari Jumat tanggal 22 November 2013, telah dipresentasikan portofolio oleh: Nama Peserta : dr. il!ah "ursilah

#engan $udul%topik : &etanus Nama Pendamping : dr. 'err! 'adilah Nama (ahana No. 1 2 3 0 2 : )*+# "alingping ,anten No. 1 2 3 0 2 &anda &angan

Nama Peserta Presentasi dr..ldilas )e/a Pradana dr.#anang .ndi )ahar$o dr. artika *afitri dr.1arina .stari dr.Nurul 3lli/a

,erita a-ara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan !ang sesungguhn!a.

Pendamping

Nama Peserta: dr. Hilyah Mursilah Nama Waha a: RS!" Mali #$i # T%$i&: Teta us Ta ##al '&asus(: )*+),+-,). Nama Pasie : A . PA Ta ##al Prese tasi: --+))+-,). Tem$at Prese tasi: RS!" Mali #$i # O0ye&ti1 Prese tasi 1eilmuan #iagnostik 1etrampilan "ana$emen

N%. RM: ,/)*,/ Pe dam$i #: dr. Ferry Fadilah

Pen!egaran "asalah

&in$auan Pustaka 4stime5a

Neonatus ,a!i .nak )ema$a #e5asa 6ansia ,umil #eskripsi: .nak Perempuan, 7 tahun, ke$ang, mulut mengun-i, gigi berlubang &u$uan: "endiagnosis dan mengobati pen!akit tetanus pada anak Baha Bahasa : &in$auan Pustaka )iset 1asus .udit Cara Mem0ahas: #iskusi Presentasi dan #iskusi 38mail Pos "ata Pasie : Nama: .n. P. No. )egistrasi: 021902 Nama 1linik: )*+# "alingping &elp:8 &erdaftar se$ak: 8 "ata !tama ! tu& Baha "is&usi: 1. #iagnosis% :ambaran 1linis : Pasien anak, ;Pr%7 thn< diantar oleh orang tuan!a dengan keluhan ke$ang se$ak 1 hari !ang lalu, ke$ang 0=%hari, tidak kelo$otan, laman!a ke$ang > 30 detik. 1e$ang timbul terutama saat pasien mendengar suara keras. *aat ke$ang pasien masih sadar. selain itu keluhan $uga disertai mulut mengun-i se-ara terus menerus se$ak 1 hari !ang lalu. pesien masih dapat tidur terlentang namun leher sulit digerakkan. #emam ;?< disertai kesulitan untuk makan. ,., dan ,.1 normal. Pasien memiliki gigi !ang berlubang dan sering ditusuk8tusuk oleh pasien. N!eri telinga dan 6uka pada kulit disangkal. 2. )i5a!at Pengobatan : 8 3. )i5a!at 1elahiran: Pasien lahir -ukup bulan ditolong oleh bidan, langsung menangis, berat badan 5aktu lahir 2900 gram, pan$ang badan lupa. *elama hamil ibu pasien tidak ada keluhan dan kontrol ke bidan, tetapi tidak pernah mendapat suntikan toksoid tetanus@ pasien tidak mendapat imunisasi lengkap. 0. )i5a!at kesehatan% Pen!akit : )i5a!at epilepsi, trauma, alergi dan asma disangkal. 2. )i5a!at keluarga : )i5a!at epilepsi disangkal 7. 1ondisi lingkungan sosial dan fisik : lingkungan rumah -ukup bersih "a1tar Pusta&a: 1. *tephen *. tetanus edited b!.,ehrman, dkk. #alam 4lmu 1esehatan .nak Nelson al.100080A. 3disi 128Jakarta : 3:B, 2000 2. "erd$ani, .., dkk. 2003. ,uku .$ar 4nfeksi dan Pediatri &ropis.,adan Penerbit 4#.4, Jakarta. 3. *1'&, 2009. Pedoman #iagnosa dan &erapi 4lmu 1esehatan .nak edisi 444, )*+# #r. *oetomo : *uraba!a, hal 1198122, 1228120 0. ). asan, dkk. ,uku 1uliah 4lmu 1esehatan .nak 'akultas 1edokteran +niversitas 4ndonesia. Jilid 44. al 2798A2.. Betakan ke811.Jakarta: 2002 Hasil Pem0ela2ara : 1. #iagnosis &etanus
2

Ra #&uma Hasil Pem0ela2ara $%rt%1%li% ). Su02e&ti1: Pasien anak, ;Pr%7 thn< diantar oleh orang tuan!a dengan keluhan ke$ang se$ak 1 hari !ang lalu, ke$ang 0=%hari. 1e$ang timbul terutama saat pasien mendengar suara keras. *aat ke$ang pasien masih sadar. selain itu keluhan $uga disertai mulut mengun-i se-ara terus menerus se$ak 1 hari !ang lalu. pesien masih dapat tidur terlentang namun leher sulit digerakkan. #emam ;?< disertai kesulitan untuk makan. ,., dan ,.1 normal. Pasien memiliki gigi !ang berlubang dan sering ditusuk8tusuk oleh pasien. N!eri telinga dan 6uka pada kulit disangkal. #ari anamnesis diatas kemungkinan pasien mengalami ke$ang et -ausa susp. &etanus dengan diagnosis banding meningitis ba-terial. .dapun trismus !ang ter$adi pada pasien ini $uga dapat didiagnosis banding dengan abses ginggiva dan abses pertonsil. O02e&ti1: Pemeri&saa Fisi& *tatus generalis 1eadaan umum 1esadaran :B* ,erat ,adan &anda vital 'rekuensi nadi 'rekuensi napas *uhu 1epala "ata idung : 100 kali % menit : 20 kali % menit : 3A,90 celcius : Normo-hepali : 1on$ungtiva anemis ;8<, *klera 4kterik : #eformitas ;8<, sekret ;8< : 1:, tidak teraba membesar : : 4nspeksi: simetris kanan dan kiri saat statis dan dinamis : Cokal fremitus simetris kanan dan kiri : *onor di kedua lapang paru : #ada depan : *uara napas vesikuler, Rhonci ;8%8<, Wheezing (-). Jantung
3

: *akit sedang : Compos mentis : 30C2"7 : 19 kg

6eher &hora= Paru

Palpasi Perkusi .uskultasi

4nspeksi Palpasi Perkusi 8 ,atas $antung kiri 8 Pinggang $antung .uskultasi .bdomen 4nspeksi Palpasi teraba membesar. Perkusi .uskultasi Pemeri&saa Neur%l%#is:

: 4ktus kordis tidak terlihat : 4ktus kordis teraba di 4B* C, 2 $ari kearah medial dari linea midklavikula kiri. : : 4B* C 2 $ari kearah medial dari linea midklavikula kiri. : 4B* 4C linea parasternal sinistra : ,J 4 dan 44 regular, murmur ;8<, gallop ;8<

8,atas $antung kanan : 4B* 4C linea parasternalis kanan

: &ampak datar : N!eri tekan ;8<, hepar dan limpa tidak : &impani : ,ising usus ;?< normal, N& ;8< 3kstremitas : .kral hangat, edema ;8<

&anda rangsang meningeal: 1aku kuduk ;?<, laseDue EA0%EA0, kernig E132%E132, brud/inski 4 dan 44 ;8<, kuduk kaku ;?< 3pistotonus ;8< Nervus Branialis N. 4 F tidak dinilai N 44 F kesan baik N 444, 4C, C4 F parese ;8< N C F tidak dilakukan N C44 F parese ;8<

N C444 F pendengaran baik, keseimbangan tidak dapat dinilai N 4G,G F sulit dinilai N G4 F tidak dapat dinilai N G44 F simetris saat diam dan saat di$ulurkan

Nervus -ranialis : parese ;8< "otorik ekstremitas atas 2222%2222 ekstremitas ba5ah 2222%2222

*ensorik tidak dapat dinilai

.utonom inkontinensia urin ;8<, inkonintesia alvi ;8<

)efleks patologis ,abinski 8%8

Pemeri&saa la0%rat%rium b 10,9 g%dl t 32 H 6eukosit 10.000 rb%Il &rombosit 22A.000 rb%Il 3ritrosit 0,1A $t%Il "BC A9 fl "B 27 pg "B B 33 g%dl .. Assessme t: Pada kasus ini, pasien anak ;Pr%7 thn< ke$ang se$ak 1 hari !ang lalu, ke$ang 0=%hari. *aat ke$ang pasien masih sadar. adan!a bangkitan ke$ang pada pasien !ang masih sadar
5

merupakan ge$ala khas pada tetanus. selain itu keluhan $uga disertai mulut mengun-i se-ara terus menerus se$ak 1 hari !ang lalu. pesien masih dapat tidur terlentang namun leher sulit digerakkan. #alam literatur di$elaskan, &etanus adalah suatu pen!akit toksemik akut !ang disebabkan oleh infeksi Clostridium tetani,pada kulit% luka. &etanus merupakan manifes dari intoksikasi terutama pada disfungsi neuromus-ular, !ang disebabkan oleh tetanospasmin, toksin !ang dilepaskan oleh Clostridium tetani. 1eadaan sakit dia5ali dengan ter$adin!a spasme !ang kuat pada otot rangka dan diikuti adan!a kontraksi paroksismal. Pada anak !ang sudah besar berupa trismus, akibat kekakuan otot masseter, disertai dengan kaku kuduk, risus sardonikus ;karena kekakuan otot mimi-, opistotonus, perut papan<. *elan$utn!a dapat diikuti ke$ang apabila dirangsang atau men$adi makin berat dengan ke$ang spontan, bahkan pada kasus berat ter$adi status konvulsivus. Pada kasus ini, ke$ang masih dalam kategori ke$ang rangsang karena ke$ang timbul terutama saat pasien mendengar suara keras. Port deentrJe kuman tetanus pada kasus ini adalah dari gigi !ang berlubang dan sering ditusuk8tusuk oleh pasien. "enurut kedua orangtuan!a pasien tidak pernah dilakukan imunisasi sehingga meningkatkan resiko pasien untuk menderita pen!akit tersebut. .dapun #era$at pen!akit &etanus dalam 4lmu 1esehatan .nak edisi 444 adalah sebagai berikut: #era$at 4 ;tetanus ringan<: trismus ;lebar antara gigi sama atau lebih 2 -m<, kekakuan umum, tidak di$umpai ke$ang dan gangguan respirasi. #era$at 44 ;tetanus sedang<: &rismus ;lebar kurang dari 1 -m<, kekakuan umum makin $elas, di$umpai ke$ang rangsang, tidak ada ke$ang spontan. #era$at 444. ;tetanus berat<: &rismus berat ;kedua baris gigi rapat<, otot sangat spasti-, timbul ke$ang spontan, takipnea, takikardia, apnei- spell ;spasme lar!n=<. #era$at 444, ;tetanus dengan gangguan saraf otonom<: gangguan otonom berat, hipertensi berat dan takikardia, atau hipotensi dan bradikardia, hipertensi berat atau hipotensi berat #ari klasifikasi tersebut pasien tergolong dera$at 2. Pada kasus ini, diagnosis banding dengan meningitis bakterialis karena pasien mengalami demam dan kaku kuduk ;?<. Namun harus dibuktikan dengan pemeriksaan lebih lan$ut. 3. Pla "ia# %sis: pada kasus ini diagnosis ker$a !ang paling mungkin adalah &etanus dera$at 2 dengan diagnosis banding meningitis bakterialis. .dapun untuk men!ingkirkan diagnosis
6

banding tersebut harus dengan dilakukann!a pemeriksaan -airan serebrospinal. Pe #%0ata : pengobatan !ang diberikan saat pasien di 4:# adalah pemberian oksigen nasal kanul 2 ltpm, 4C'# )6 29 tpm mikro, pasang N:&. 1emudian konsul ke spesialis anak dan diinstruksikan untuk memberikan metronida/ole 300 mg iv pada pemberian pertama dan dilan$utkan dengan 3=132 mg iv, .&* 100.000 4+ ;dengan pemberian 1%2 dosis iv dan 1%2 dosis 4"<, dia/epam 2 mg iv $ika ke$ang, dia/epam 2 ampul drip dalam 200 -- )6% 17 $am, ketorola- 3=10 mg iv, para-etamol s!r 3=1 K -th, diet -air, konsul dr.gigi. Pe didi&a : "emberikan pengetahuan kepada keluarga mengenai pentingn!a imunisasi pada anak. Ru2u&a : #ilakukan apabila keadaan penderita semakin memburuk. Saat Pera4ata Hari &e ) S: ke$ang ;?< 1 kali, mulut sudah mulai dapat membuka. O: *tatus generalis 1eadaan umum 1esadaran :B* ,erat ,adan &anda vital 'rekuensi nadi 'rekuensi napas *uhu &rismus ;?< berkurang A: &etanus dera$at 2 P: .&* baru diberikan 3000 4+ ;2 ampul< karena terbentur bia!a &erapi lain teruskan : 100 kali % menit : 20 kali % menit : 37,20 celcius : *akit sedang : Compos mentis : 30C2"7 : 19 kg

Hari &e 1eluarga pasien meminta ru$ukan ke )*+# .$i #armo.