Anda di halaman 1dari 5

A.

PENDAHULUAN Kebutuhan berupa bahan pangan utama khususnya beras semakin tahun akan semakin meningkat sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk, perkembangan kondisi perekonomian masyarakat. Penerapan teknologi pertanian seperti penggunaan benih unggul bermutu, penggunaan pupuk yang berimbang juga telah banyak membantu meningkatkan hasil pertanian. Peningkatan produktivitas padi tersebut dilakukan melalui penerapan teknologi tepat guna, yang meliputi penggunaan varietas unggul, pemupukan, sistem tanam jajar legowo, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan penggunaan alat dan mesin pasca panen untuk menurunkan susut panen (losses). Agar teknologi tepat guna yang dihasilkan peneliti dapat diterapkan oleh petani, maka perlu dilakukan pengawalan dan pendampingan petani oleh para penyuluh pertanian. Desa Tenjolayar memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup luas dan belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian lahan potensi tersebut merupakan lahan sub optimal seperti lahan tegalan, kebun/hutan rakyat dan pekarangan yang produktivitasnya relatif rendah, karena kendala kekurangan air, jenis tanah yang kurang subur serta keberadaan sebagian lahan di daerah lereng dataran menengah. Namun apabila keberadaan lahan sub optimal tersebut dapat direkayasa dengan penerapan inovasi teknologi budidaya dan dukungan infrastruktur irigasi, maka lahan tersebut dapat dirubah menjadi lahan-lahan produktif. Di samping itu dapat pula dilakukan perluasan areal tanam melalui peningkatan intensitas pertanaman (IP) pada lahan subur beririgasi dengan varietas unggul baru. Kegiatan pemberdayaan petani melalui demfarm padi merupakan salah satu bentuk nyata dalam upaya memberdayakan petani melalui pendekatan kelompoktani dengan metode percontohan usahatani padi. Dari kegiatan tersebut para petani pelaksana diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta perubahan sikap ke arah positif guna mengembangkan usahataninya yang berorientasi agribisnis berbasis komoditas padi. Sehubungan dengan hal tersebut peran penyuluh pertanian menjadi sangat strategis yaitu selain sebagai pembimbing petani dan fasilitator antara petani dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), juga sebagai organisator dan dinamisator para petani di lapangan. Agar pelaksanaan Pemberdayaan Petani melalui Demfarm

dapat berjalan sesuai dengan efektif dan efisien, maka disusun Rencana Kerja Penyuluhan Pemberdayaan Petani melalui Demfarm Padi. B. KEADAAN WILAYAH Desa Tenjolayar secara administratif merupakan salah satu desa wilbin di Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka yang terdiri dari 4 dusun, dengan batasbatas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : Desa Manjeti Kecamatan Sukahaji : Desa Candrajaya Kecamatan Sukahaji : Desa Padahanten dan Desa Cikalong Kecamatan Sukahaji : Kelurahan Simpeureum Kecamatan Cigasong

Luas wilayah keseluruhan Desa Tenjolayar sekitar 241,36 ha, diantaranya terdiri dari 47,45 ha lahan sawah dan 193,91 ha lahan darat. Bentuk wilayah bervariasi dari dataran yang berbukit dengan kemiringan 2-3 % dan berbukit dengan ketinggian 300 m dpl. Adapun curah hujan rata-rata 397,8 mm/tahun, dengan dua musim yaitu bulan basah November s/d Juli dan bulan kering antara Agustus s/d Oktober. Sedangkan berdasarkan tipe curah hujan menurut Oldeman, Desa Tenjolayar termasuk kedalam curah hujan tipe B2 yaitu dapat menanam padi 2 kali dengan varietas umur pendek dan musim kering yang pendek dapat tanam 1 kali palawija. Data Curah hujan secara terinci terdapat pada Lampiran. Jenis tanah Desa Tenjolayar terbagi kedalam tiga jenis tanah yaitu Mediteran, Regosol, dan Podsolik Merah Kuning. Dengan beraneka ragam jenis tanah tersebut memberikan gambaran bahwa tingkat kesuburan tanah baik sifat fisik maupun kimianya pada tiap-tiap lokasi berbeda pula. 1. Sumberdaya Alam Desa Tenjolayar masih memiliki sumber daya alam yang cukup luas yang dapat dimanfaatkan. Dari keseluruhan wilayah, sebesar 20 % atau seluas 47,45 ha merupakan lahan yang dipergunakan untuk sawah, dengan pembagian berdasarkan pengairannya terdiri dari 46,80 ha adalah sawah beririgasi setengah teknis dan

luasan 0,65 ha merupakan lahan tadah hujan. Komoditi utama yang dibudidayakan dilahan sawah diantaranya padi, jagung, ubi jalar dan bawang merah. Sedangkan lahan darat yang dipergunakan untuk lahan pertanian diantaranya yaitu tegalan seluas 106,86 ha, pekarangan sekitar 4,88 ha, serta kolam seluas 2 ha. Pada lahan darat komoditi utamanya yaitu ubi kayu, padi gogo, Jagung, ubi jalar, serta kacang tanah. Selain itu, tanaman tahunan yang terdapat di Desa Tenjolayar adalah mangga, pisang, dan melinjo yang ditanam belum mendapatkan sentuhan teknologi. Pola tanam yang telah dilakukan pada lahan sawah beririgasi oleh masyarakat tani Desa Tenjolayar sebagian besar sudah mencapai IP 300, antara lain yaitu: Padi Padi Padi (16,45 ha), Padi Padi Palawija (24 ha), dan Padi Palawija Bera (7 ha). 2. Sumberdaya Manusia Jumlah penduduk Desa Tenjolayar sampai dengan akhir tahun 2012 tercatat 4.213 jiwa, terdiri dari 2.148 orang laki-laki dan 2.065 orang perempuan. Rata-rata kepadatan penduduk adalah 0,001 jiwa/m2. mata pencaharian penduduk Desa Tenjolayar kurang lebih 83 % (2.735 orang) pada sektor pertanian hal ini ditunjang oleh lahan yang cukup luas yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian baik lahan sawah maupun lahan darat yang diusahakan di bidang pertanian. Tingkat pendidikan petani mayoritas berpendidikan Sekolah Dasar (SD) dari tingkatan umur tua serta belum terdapat perubahan regenerasi yang nyata.

C. TUJUAN a. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani di wilayah Desa Tenjolayar. b. Meningkatkan produksi dan produktifitas padi. c. Menumbuhkembangkan usahatani pelaku utama dan pelaku usaha yang berorientasi agribisnis dan kemitraan. d. Meningkatkan kesejahteraan petani.

D. MASALAH a. Masih rendahnya pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam berusaha tani b. Masih rendahnya produksi dan produktifitas padi E. UPAYA PEMECAHAN MASALAH a. Melaksanakan penyuluhan secara rutin dan berkala melalui pendekatan kelompok b. Melaksanakan kunjungan kepada kontak tani dan petani biasa c. Melaksanakan percontohan/demplot penerapan teknologi PTT F. METODE a. Pertemuan/rembug b. Sekolah Lapang c. Temu Lapang/Farmers Field Day (FFD) d. Latihan dan Kunjungan (LAKU) G. SASARAN Petani, Kelompok tani dan Gabungan Kelompok tani

H. WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan kegiatan pemberdayaan petani melalui demfarm antara lain sebagai berikut : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Uraian Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Peny. Penyusunan RDKK Pelaksanaan Demfarm Sekolah Lapang Temu Lapang/FFD Latihan dan Kunjungan Penyebaran Informasi (Leaflet) Monitoring dan Evaluasi J F M A M Bulan J J A S O N D

I.

PENUTUP Rencana Kerja Penyuluhan ini disusun berdasarkan penjabaran dari programa penyuluhan desa yang merupakan instrumen fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan ini dilakukan sebagai acuan dalam rangka pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian di lokasi demfarm. Jadual yang disusun menyesuaikan dengan kondisi setempat.

Cigasong, April 2013 Penyuluh Pertanian Wilbin Desa Tenjolayar

ARIEF RAHMAN, SP. THL TB PP