Anda di halaman 1dari 18

Amalia Chandra Riadatul Jannah

Fitri E.

Kurniawati Isti Heni W.

Khairunisa

EPIDEMIOLOGI

KELOMPOK 3
Nenti Herawati

Rahmawati
Rusdina

Syarifah Khairunnisa

Imroatul M.

Nor Jannah

PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN SASARAN KIA PADA MASA NIFAS

FAKTOR EPIDEMIOLOGI
A.Faktor Agent B.Faktor Host C.Faktor Environtment

Faktor Agent
sebagai faktor penyebab penyakit dapat berupa unsur hidup atau mati yang terdapat dalam jumlah yang berlebih atau kekurangan.
Agent dapat berupa unsur hidup, mati dan unsur pokok kehidupan, keadaan fisiologis, kebiasaan hidup, perubahan hormonal, dan kelainan genetika.

Infeksi Masa Nifas


Bakteri yang masuk pada saat persalinan dan nifas ke dalam alat genetalia. Antara lain : streptococcus

Coitus pada akhir kehamilan Infeksi Intrapartum

haemolyticusaerobicus, staphylococcus aureus, Escherica coli, dan Clostridium welchi.

Endometritis Bakteri yang masuk pada saat persalinan dan nifas ke dalam alat genetalia.

Peritonitis
Invasi Bakteri (Spontaneous Bakterial Peritonitis)

Bendungan ASI
Sesudah bayi dan plasenta lahir, kadar estrogen dan progesteron turun dalam 2-3 hari. Dengan faktor dari hypotalamus yang menghalangi keluarnya prolaktin waktu hamil, dan sangat dipengaruhi oleh estrogen, tidak dikeluarkan lahi dan terjadi sekresi prolaktin oleh hypofisis.

Infeksi Payudara
Infeksi Staphylococcus Aureus Hyginitas ibu

Faktor Host
Host ialah keadaan manusia yang sedemikian rupa sehingga menjadi faktor resiko umum terjadinya penyakit. Faktor ini disebut faktor intrinsik.

1. Infeksi Masa Nifas a. Demam Kenaikan suhu sampai 38o C atau lebih selama 2 hari dalam 1o hari pertama post partum b. Pemeriksaan yang terlalu sering

2. Endometritis a. Lochia metra Kadang- kadang Lochia tertahan oleh darah, sisa- sisa plasenta dan sisa selaput ketuban, dan dapat menyebabkan kenaikan suhu yang akan segera hilang setelah diatasi. b. Uterus pada endometritis agak membesar c. Nyeri pada perabaan c. Uterus lembek d. Pada endometritis tidak meluas pada hari pertama penderita merassa kurang sehat e. Perut nyeri f. Mulai hari ke tiga suhu mulai meningkat g. Nadi cepat h. Lochia kadang- kadang berbau

3. Peritonitis a. Demam b. Perut bawah nyeri c. Pecahnya jahitan operasi 4. Bendungan ASI a. Mammae kemerahan, panas serta keras pada perabaan dan nyeri b. Puting susu datar sehingga sulit menyusui c. Pengeluaran susu kadang terhalang oleh duktus laktiferus menyempit d. Suhu tubuh 380 C

Infeksi Payudara Mammae kemerahan, panas serta keras pada perabaan dan nyeri Infeksi yang terjadi 1-3 minggu pasca persalinan Suhu tubuh menigkat Penderita merasa lesu dan tidak nafsu makan.

Faktor Environtment
Lingkugan merupakan faktor ke tiga sebagai penunjang terjadinya penyakit. Faktor ini disebut faktor ekstrinsik. Faktro lingkungan dapat berupa lingkungan fisik, lingkungan biologis atau lingkungan sosiel ekonomi.

1. Infeksi masa nifas

a. Pecahnya ketuban karena coitus pada trimester akhir b. Pemeriksaan dalam terlalu sering c. Pengunjung pada masa nifas harus dibatasi d. Adanya luka jalan lahir 2. Endometritis
a. Adanya luka jahitan b. Hyginitas pada saat persalinan dan nifas

3. Peritonitis

a. Hyginitas pada saat persalinan dan nifas 4. Bendungan ASI a. Isapan bayi yang tidak benar b. Pengosongan bayi yang tidak sempurna 5. Infeksi payudara
a. Karena tidak menyusui b. Puting payudara lecet karena menyusui

Conclusion
Faktor- faktor yang mempengaruhi epidemiologi penyakit yang berhubungan dengan ibu pada masa nifas yaitu, faktor Agent, Host, dan Environtment. Dan penyakit yang dapat timbul pada ibu pada masa nifas antara lain Infeksi masa nifas, Endometritis, Peritonitis, Bendungan ASI, Infeksi payudara. Kita dapat melakukan pencegahan dengan prosedur pencegahan infeksi, Kebersihan ibu, memperkecil infeksi bakteri dan lain-lain. Sedangkan untuk pengobatannya sebagai bidan kita dapat melakukan tindakan dasarnya, sedangkan untuk dalam keadaan lebih parah dapat dilakukan penatalaksanaan oleh dokter.

Thanks