Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

Yodium adalah suatu unsur kimia dengan simbol I dan nomor atom 53. Nama ini dari bahasa Yunani yaitu ioeides, yang berarti ungu, karena warna uap yodium elemental berwarna ungu (1). Yodium ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1811 oleh Bernard Courtois saat mengolah rumput laut menjadi natrium garam dengan cara membakar menjadi abu dan ketika diberi asam sulfat abu tersebut mengeluarkan uap berwarna ungu (2). Yodium merupakan mineral yang sangat diperlukan untuk tahap perkembangan manusia dan fungsi dari kelenjar tiroid. Kekurang yodium dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid dan gangguan pertumbuhan fisik serta mental selama masa pertumbuhan. Yodium dibutuhkan sejumlah 100-300/hari dan sampai dengan 1 mg/hari yang mungkin dapat dikonsumsi dengan aman (3). Yodium merupakan suatu zat yang bersifat bakteriostatik non selektif. Sediaan yang mengandung zat ini adalah yodium tingtur dan lugol. Yodium tingtur dapat menyebabkan iritasi, vesikulasi kulit, kadang-kadang kulit dapat mengelupas. Karena toksik dan mudah diperoleh, zat ini sering dipakai untuk percobaan bunuh diri. Dalam klinik yodium dipakai untuk desinfeksi kulit pada pembedahan. Segera sesudah itu kulit harus dibersihkan dengan alkohol 70%, bila tidak, akan terjadi deskuamasi. Juga dipakai sebagai fungisid dan mengobati luka lecet (3).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Yodium Yodium adalah suatu unsur kimia dengan simbol I dan nomor atom 53. Nama ini dari bahasa Yunani yaitu ioeides, yang berarti ungu, karena warna uap yodium elemental berwarna ungu (1). Yodium merupakan nutrisi penting untuk fungsi kelenjar tiroid pada oarang dewsa, bayi, dan balita, serta perkembangan anak. Data dari suplementasi menunjukkan bahwa orang dewasa harus menelan setidaknya 150-200 pg yodium perhari (4). Sifat fisiko kimia yodium (5): Sifat Titik Didih Titik Lebur Densitas Tekanan Uap Kelarutan dalam air Log Partisi oktanol-air koefisien Nilai 184,40C 113,50C 4,93 g/cm pada 250C 40 Pa pada 250C 0,34g/L pada 250C 2,49

B. Kegunaan Yodium dalam Kedokteran Selain diperlukan untuk tahap perkembangan manusia dan fungsi dari kelenjar tiroid, yodium memiliki unsur kerapatan elektron yang baik sehingga dapat menyerap sinar-X dengan baik, oleh karena itu dapat digunakan sebagai

radiokontras, karena mampu menyerap pencitraan sinar-X yang lemah sehingga dapat terlihat dengan efek fotolistrik. Penggunaan ini sering digunakan dalam angiografi dan CT scan. Yodium juga digunakan dalam bidang forensik yodium dapat digunakan untuk mengungkap sidik jari seseorang (1).

C. Bentuk Keracunan Yodium Keracunan yodium bisa dikarenakan terhirup melalui saluran pernapasan atau tertelan dalam saluran pencernaan. Uap yodium jika terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan, sesak dada, dan dapat mengurangi laju ventilasi paru (6). Manusia dapat bekerja tanpa terganggu jika terhirup 0,1 ppm, akan kesulitan pada 0,15-0,2 ppm, dan tidak bisa bekerja pada 0,3 ppm. Batas paparan yang diizinkan adalah 0,1 ppm (7). Dosis oral 2000-3000 mg yodium (sekitar 30 40 mg/kg berat badan) diperkirakan mematikan bagi manusia. Toksisitas oral akut terutama disebabkan iritasi saluran pencernaan , ditandai kehilangan cairan dan shock yang terjadi pada kasus berat (8).

D. Toksisitas Yodium Manifestasi intoksikasi yodium akut terlihat pada kelenjar tiroid, kelenjar saliva, mata, dan dapat menyebabkan edema, demam, konjungtivitis. Edema laring dapat menyebabkan obstruksi saluran pernafasan yang bisa berbahaya. Reaksi lokal pada saluran cerna seperti nyeri abdomen, muntah dan diare yang kadang-kadang berdarah dapat terjadi dan dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi dan syok. Intoksikasi kronik yodium lebih sering terjadi. Gejala yang

timbul misalnya ruam kulit dan dermatosis (tergantung dosis), mual, edema muka dan mata, sakit kepala, batuk, dan iritasi lambung (3).

E. Terapi Keracunan Yodium Tidak ada antidot spesifik terhadap keracunan yodium (9). Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan, mencegah pemaparan yang lebih lanjut terhadap racun, mengeluarkan racun yang belum diarbsorbsi, dan penggunaan antidotum mekanis seperti zat arang aktif, serta mengobati secara simptomatik (10).

BAB III PENUTUP

Yodium adalah suatu unsur kimia dengan simbol I dan nomor atom 53 (1). Yodium merupakan nutrisi penting untuk fungsi kelenjar tiroid pada oarang dewsa, bayi, dan balita, serta perkembangan anak. Data dari suplementasi menunjukkan bahwa orang dewasa harus menelan setidaknya 150-200 pg yodium perhari (4). Keracunan yodium bisa dikarenakan terhirup melalui saluran pernapasan atau tertelan dalam saluran pencernaan. Tidak ada antidot spesifik terhadap keracunan yodium (6). Manifestasi intoksikasi yodium akut terlihat pada kelenjar tiroid, kelenjar saliva, mata, dan dapat menyebabkan edema, demam, konjungtivitis (3). Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan, mencegah pemaparan yang lebih lanjut terhadap racun, mengeluarkan racun yang belum diarbsorbsi, dan penggunaan antidotum mekanis seperti zat arang aktif, serta mengobati secara simptomatik (10).