Anda di halaman 1dari 2

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.

S dengan Gangguan Sistem Pernapasan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik


BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan tanggung jawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Perilaku masyarakat adalah perilaku proakftif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat melalui usaha kesehatan yang bersipat promotif, preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan dapat mengurangi angka morbiditas, mortalitas dan kecacatan dalam masyarakat (Depkes RI, 2009). Masalah kesehatan yang semakin komplek, menuntut asuhan keperawatan pada setiap orang dan pada berbagai tingkat usia yang membutuhkan bantuan perawatan kesehatan, terutama yang mempunyai gangguan fungsi tubuh yang bersifat kronis, karena dapat mengancan kehidupan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Penyakit paru obstruktif kronik merupakan sejumlah gangguan yang mempengaruhi pergerakan udara dari dalam ke luar paru. Gangguan yang penting adalah bronchitis obstruktif emfisiema, dan asma bronchial (Muttaqin, 2008). 1 Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan jumlah penduduk yang terus meningkat, maka pola dan gaya hidup pun semakin beraneka ragam serta ditambah dengan altivitas manusia yang tidak memperhatikan lingkungan, sehingga menimbulkan polusi udara yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Diseases (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. Ketiga penyakit yang membentuk satu kesatuan yang dikenal dengan COPD adalah asama bronchial, bronchitis kronis, dan emfisiema paru-paru. Sering juga penyakit-penyakit ini disebut dengan Chronic Airflow Limitation (CAL) danChronic Obstructive Lung Diseases (COLD). PPOK merupakan kondisi yang ireversibel yang berkaitan dengan dipsnea saat beraktifitas dan penurunan aliran masuk dan keluar udara paru-paru. PPOk

merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Amerika serikat, Penyakit ini menyerang lebih dari 25% populasi dewasa (Smeltzer dan Bare, 2002). Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik yang progresif, artinya penyakit ini berlangsung seumur hidup dan semakin memburuk secara lambat dari tahun ke tahun. Dalam perjanan penyakit ini terjadi fase-fase eksaserbasi akut, Berbagai factor berperan dalam perjalanan penyakit ini, antara lain factor resiko yaitu factor yang menimbulkan atau memperburuk penyakit seperti kebiasaan merokok, polusi udara, polusi lingkungan, infeksi genetik dan perubahan cuaca. Pada Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2007 asma, bronchitis kronik dan emfisiema menduduki peringkat ke-5 sebagai penyebab kesakitan terbanyak dari 10 penyebab kesakitan utama. SKRT Depkes RI menunjukan angka kematian karena asma, bronchitis kronis dan emfisiema menduduki peringkat ke-6 dari 10 penyebab tersering kematian di Indonesia. Menurut riset kesehatan dasar (RisKesDas) 2007, penyakit asma salah satu penyebab PPOK di Indonesia ada sekitar 5,4% pengidap asma sedangkan di Jawa Barat sebanyak 6,6% baik yang pernah didiagnosis asma maupun yang pernah mengalami gejala. Ada kecenderungan prevelensi penyakit asma meningkat dengan bertambahnya umur, pada umur 65-74 sebanyak 15,8% yang mengidap asma. Menurut jenis pekerjaan utama, prevelensi 8,3%, disusul kelompok petani/nelayan/buruh dengan 7,5%. Sedangkan didaerah perkotaan hanya 4,5% (Depkes, 2007). Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta perbaikan hidup di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, mengakibatkan perkembangan di bidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten, berpikir maju, dan bertanggung jawab (Depkes RI. 2009). Salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat adalah melalui puskesmas yang ditunjang oleh 20 program pokok kegiatan puskesmas yang salah satu sasarannya yaitu perawatan pada individu dengan Penyakit paru obstrukif kronik (PPOK), karena penyakit ini merupakan penyakit yang memerlukan pengawasan dan penanganan dari pihak yang terkait, kelompok khusus masyarakat dan keluarga dalam merawat klien dengan penyakit paru obsrtuktif kronik.