Anda di halaman 1dari 11

EKOLOGI DAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Makalah Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Bercocok Tanam yang dibina oleh Bapak Prof. Ir. Suhadi, M. Si dan Ibu Ir. Nugrahaningsih, M.P.

leh !elompok " #na Sa$adah +afidhatul ,udsiyah Nur #.i.ah Diany 1agil M "%%&'('%')'%*+B "%%&'('%')-%*+B "%%&'('%%/(&*0B "%%&'('%')'2*+B

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Januari 20 !

EKOLOGI DAN LINGKUNGAN PERTANIAN A" PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris, yang mana pertanian merupakan sektor utama yang dikembangkan di Indonesia. Pertanian merupakan proses pengolahan dan pengelolaan lahan pertanian baik skala besar maupun skala kecil. Pertanian sangat berhubungan dengan lingkungan. Permasalahan ekologi dan lingkungan pertanian men3adi faktor utama yang perlu diperhatikan agar diperoleh hasil pertanian yang baik dan memuaskan. 4kologi pertanian meliputi ekosistem pertanian 5agroekosistem6 yaitu hubungan timbal balik antara tanaman 5faktor biotik6 dengan lingkungan sekitar 5faktor abiotik6 sehingga ter3adi keseimbangan, keselarasan, dan keserasian di lingkungan pertanian. !edua aspek tersebut sangat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung. 7ingkungan sekitar tumbuh tanaman identik dengan faktor luar yang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman, diantaranya yaitu tanah, nutrisi, air, sinar matahari, temperatur, dan ketinggian tempat. Membudidayakan suatu tanaman perlu memperhatikan bagaimana tanaman bisa tumbuh dengan baik. Salah satunya dengan cara memahami ruang lingkup yang ada di sekitar tanaman dan kebutuhan tanaman. Dalam hubungannya dengan ekosistem, pertanian mempunyai kaitan sangat erat dengan ekosistem. Makalah ekologi dan lingkungan pertanian berikut akan memaparkan mengenai definisi, kegunaan, dan konsep ekologi pertanian. B" MATERI PENDALAMAN D#$ini%i Ek&l&'i P#r(anian 4kologi berasal dari bahasa yunani yaitu oikos yang artinya habitat dan logos yang artinya ilmu. 4kologi yaitu ilmu yang mempela3ari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Tanaman membutuhkan sumber daya kehidupan dari lingkungannya dan mempengaruhi lingkungan begitu 3uga sebaliknya lingkungan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

4kologi dalam pertanian dapat diartikan sebagai studi proses ekologi yang mengendalikan sistem produksi pertanian. Menurut +airiah, dkk 5(%"%6, mengungkapkan bah8a ekologi pertanian atau $#groekologi$ merupakan bidang ilmu yang mengaplikasikan prinsip9prinsip ekologi untuk merancang, mengelola, dan menge:aluasi sistem pertanian yang produktif dan lestari. Pada ekologi pertanian, prinsip ekologi diba8a ke ekosistem pertanian. ;adi ekologi pertanian lebih menekankan pada hubungan timbal balik antar komponen agro9ekosistem dan dinamika proses9proses ekologi. #groekosistem adalah komunitas tanaman dan he8an yang berhubungan dengan lingkungannya 5baik fisik maupun kimia6 yang telah diubah oleh manusia untuk menghasilkan pangan, pakan, serat, kayu bakar dan produk9produk lainnya yang dibutuhkan oleh manusia. ;adi fokus utama dari ekologi pertanian adalah mempertahankan produksi pertanian yang berkelan3utan dengan 3alan mengoptimallkan penggunaan sumber daya lokal untuk meminimalkan dampak yang merugikan dari sistem pertanian modern 5+airiah, dkk., (%"%6. ;adi dapat disimpulkan bah8a 4kologi Pertanian adalah ilmu yang mempela3ari hubungan timbal balik antara tanaman 5tumbuhan yang dibudidayakan6 dengan lingkungannya. K#'unaan Ek&l&'i P#r(anian 4kologi pertanian penting untuk meningkatakan pemahaman dalam melakukan budidaya pertanian. Pemahami mengenai ekosistem yang ada di lingkungan pertanian penting untuk mencegah ter3adinya kerusakan alam. !egunaan ekologi pertanian lebih rinci sebagai berikut< ". Tanaman dapat tumbuh dengan kebutuhan yang baik karena ekosistem pada lingkungannya telah ber3alan dengan baik. (. Pengurangan kerusakan pada lingkungan yakni setelah tahu kebutuhan ekosistem yang di perlukan dapat mengurangi penggunaan pestisida. &. 1antai makanan ber3alan dengan baik karena ekosistem pada lingkungan tersebut sudah diperhatikan. '. Menigkatkan hasil pertanian yang memuaskan dengan syarat baik dan tidak merugikan lingkungan di sekitarnya.

K&n%#) Ek&l&'i P#r(anian Sistem ekologi terbentuk sebagai hasil dari interaksi timbal balik secara teratur antara mahluk hidup dan lingkungannya, sehingga terbentuk satu kesatuan yang utuh. Dalam ekologi pertanian interaksi komponen biotik dan abiotik ini diatur sedemkian rupa melalui mekanisme kontrol agar mendukung keberlangsungan sistem budaya pertanian yang diusahakan. !egiatan pengolahan tanah, pupuk, dan pengendalian hama ditu3ukan agar interaksi antara komponen penyusun ekosistem kebun*ladang mendukung pertumbuhan tanaman budidaya. Dalam prinsip ekologi pertanian dapat dipahami bah8a konsep ekologi sangat bermanfaat sebagai panduan dalam pengembangan pertanian organik. Prinsip ekologi pertanian mengatakan bah8a proses produksi harus didasarkan pada daur ulang ekologis. Penerapan teknologi berperan penting dalam meningkatkan interaksi antar komponen ekosistem. Namun, teknologi yang diterapkan harus bersifat spesifik lokasi dengan mempertimbangkan kearifan tradisional dari masing9masing lokasi. Berikut ini konsep ekologi dalam penerapan pertanian organik 5#hira, tanpa tahun6< Memperbaiki kondisi tanah agar bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman. !egiatan yang paling utama adalah pengelolaan bahan organik untuk meningkatkan kegiatan komponen biotik dalam tanah. Mengoptimalkan ketersediaan serta keseimbangan unsur hara di dalam tanah. Misalnya melalui fiksasi nitrogen, penambahan dan daur pupuk dari luar usaha tani. Mengelola iklim mikro agar kehilangan hasil panen akinat aliran panas, udara, dan air dapat dibatasi. Misalnya dengan engelolaan air dan pencegahan erosi. !ehilangan hasil panen akibat gangguan hama dan penyait dibatasi dengan upaya pre:entif melalui perlakuan yang aman. Pemanfaatan sumber kekayaan genetika dalam sistem pertanaman terpadu. 4kosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 4kosistem bisa dikatakan 3uga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap

unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. !omponen9komponen pembentuk ekosistem adalah< a6 K&*)&n#n +i&(ik yaitu komponen lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup Pada pokoknya makhluk hidup dpat digolongkan berdasarkan 3enis9 3enis tertentu, misalnya komponen autotrof, komponen heterotrof, dan pengurai 5dekomposer6 5Soemarno, (%"%6 < !omponen #utotrof Terdiri dari organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti sinar matahari 5fotoautotrof6 dan bahan kimia 5khemoautotrof6. !omponen autotrof berperan sebagai produsen. berklorofil, seperti padi sa8ah. !omponen +eterotrof Terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan9bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. !omponen heterotrof disebut 3uga konsumen makro 5fagotrof6 karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. =ang tergolong heterotrof adalah manusia, he8an, 3amur, dan mikroba. Pengurai 5Dekomposer6 Pengurai adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati 5Baehaki, "//"6. Pengurai disebut 3uga konsumen makro 5sapotrof6 karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. rganisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan9bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. =ang tergolong pengurai adalah bakteri dan 3amur. #da pula detriti:or yaitu he8an pengurai yang memakan sisa9 sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu< ". Secara aerobik < oksigen adalah penerima elektron * oksidan (. Secara anaerobik < oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron *oksidan rganisme autotrof adalah tumbuhan

&. >ermentasi < anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi 3uga sebagai penerima elektron. b6 K&*)&n#n a+i&(ik yaitu komponen yang terdiri dari mahluk tidak hidup, meliputi tanah, nutrisi, air, sinar matahari, temperatur * suhu, dan ketinggian tempat. Tanah Tanah merupakan suatu sistem terpadu yang saling berkaitan satu sama lainnya, seperti mineral anorganik, mineral organic, organisme tanah, udara dan air tanah. Mineral anorganik tanah merupakan hasil pelapukan batuan selama puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Mineral tanah memiliki persamaan sifat dengan batuan induknya. !omponen anorganik tanah tersusun atas partikel9partikel yang berbeda ukuran, komposisi serta sifat fisik dan kimianya. Seperti contoh partikel mineral tanah yang digolongkan berdasarkan ukurannya yaitu pasir, debu, liat. Bahan organik tanah merupakan fraksi tanah yang berasal dari organisme hidup, seperti sisa9sisa daun, ranting, akar, sampah, dan sebagainya. Salah sifat penting dari bahan organic tanah adalah mempunyai daya serap dan cengkeram air yang cukup besar. Bahan organik berfungsi seperti spon yang dapat mengisap air sebanyak mungkin sesuai dengan :olumenya. Mineral organic memiliki siklus kimia yang berkesinambungan. Proses daur ulang ini dia8ali dengan absorpsi mineral oleh akar tanaman, dan kematian tanaman serta pelapukan bahan organic menghasilkan mineral yang tersedia dalam tanah bagi tanaman. Tanah yang subur dapat dikatakan sebagai tanah yang hidup karena didalam media tersebut hidup beberapa 3enis insek, cacing tanah, bakteri, 3amur, serta mikroorganisme lainnya dalam 3umlah besar. ?dara dalam tanah menmpati ruang pori yang tidak ditempati oleh air tanah. ;enis udara yang ada didalam tanah tidak berbeda komposisinya dengan udara diatas permukaan tanah, kecuali proporsinya. @ontohnya, kadar karbondioksida didalam tanah lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di udara bebas atau diatas permukaan tanah.

Nutrisi Nutrisi yang diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara langsung atau tidak langsung berasal dari dalam tanah, kecuali karbondioksida. Mineral9mineral yang ada dalam tanah harus berada dalam bentuk yang spesifik agar dapat diserap oleh akar tanaman. Sebagai contoh nitrogen diserap tanaman dalam bentuk N+'A dan N
&9

Tanaman memerlukan nutrisis agar dapat tumbuh dan berproduksi secara normal. Se3umlah unsur telah diketahui sangat esensial keberadaannya, artinya apabila terdapatnya dalam 3umlah yang mencukupi, maka hasil tanaman akan rendah. Suatu unsur dikategorikan esensial apabila secara langsung berperan dalam metabolisme tanaman, seperti belerang 5S6 sebagai penyusun asam amino metion. ?nsur yang dibutuhkan tanaman dalam 3umlah besar disebut makronutrisi atau unsur makro, diantaranya adalah nitrogen, fosfor, potassium, kalsium, magnesium dan belerang. Sedangkan unsur yang sekalipun esensial namun hanya diperlukan dalam 3umlah sedikit disebut mikronutrisi atau unsur mikro. ?nsur yang tergolong mikro adalah besi, mangan, seng, boron, tembaga, molybdenum dan klorin. #ir #ir berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran bi3iB bagi he8an dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk. ;umlah air yang tersedia didalam tanah mempeunyai manfaat yang terbatas bagi tanaman, tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan air. ;umlah air yang ada didalam tanah bukanlah hal yang perlu, namun hal yang lebih penting adalah ketersediannya bagi tanaman. #pabila kandungan air tanah cukup pada suatu tanah, namun tanaman tidak dapat

memanfaatkannya maka keadaan air seperti ini dinamakan air higroskopis. #ir yang tersedia bagi tanaman disebut air kapiler. #ir ang berlebih dalam tanah disebut dengan air gra:itasi 5air bebas6. ;umlah air kapiler ditentukan oleh tekstur tanah. Besarnya air dalam tanah dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan organic. Sinar matahari Matahari merupakan sumber energi utama bagi bumi. 4nergi ini dipancarkan mele8ati ruang angkasa dalam bentuk radiasi. Pengertian sinar berkaitan dengan energi radiasi yang terlihat mata. Sinar yang terlihat hanyalah sebagian kecil yang diterima dari radiasi total matahari. 1adiasi sinar matahari terbagi men3adi dua, yaitu radiasi bergelombang pendek dan radiasi bergelombang pan3ang. 1adiasi dengan pan3ang gelombang '%% C D%% Em digunakan untuk proses fotosintesis. Dalam proses fotosintesis tanaman, yang berpengaruh terhadap produksi adalah kualitas sinar 5pan3ang gelombang6, intensitas sinar 5kuat penyinaran6, dan lama penyinaran 5durasi6. Sinar matahari yang sampai pada kanopi tanaman tidak semua dimanfaatkan, sebagian dari sinar tersebut diserap, sebagian ditransmisikan, atau dipantulkan kembali 5!ramer dan !o.lo8ski, "/D/ dalam #shari, "//-6. Sinar matahari yang sampai bumi hanya sebagian sa3a, sebagian lainnya tersaring atmosfer * dipantulkan kembali. Sinar matahari bergelombang pendek tersaring dan diserap oleh lapisan o.onB sinar bergelombang pan3ang oleh uap air di udaraB sinar bergelombang pan3ang lainnya dipencarkan dan dipantulkan oleh a8an dan lapisan debu di permukaan bumi. Intensitas atau kuat cahaya berhubungan erat dengan akti:itas fotosintesis tanaman. !uat cahaya yang sampai pada bumi berbeda pencahayaannya karena adanya perbedaan musim atau iklim setempat. Pada tanaman hutan, intensitas sinar berkaitan dengan umur tanaman, komposisi tegakan, kepadatan tanaman. Transmisi sinar yang sampai pada permukaan tanah menurun drastis dengan meningkatnya kepadatan hingga &-F, tetapi dengan peningkatan areal ta3uk tanaman sinar yang

sesuai lebih banyak. 4fek saling menaungi oleh bagian daun 3uga menentukan intensitas sinar yang diterima. Berdasarkan kemampuaannya beradaptasi terhadap intensitas penyinaran, tanaman dibagi men3adi dua kelompok, yaitu yang toleran terhadap naungan dan tanaman yang tidak toleran terhadap naungan. 7ama penyinaran dinyatakan dengan 3am sinar*cahaya dalam 8aktu (' 3am. 7ama penyinaran * pan3ang hari berbeda setiap tempat dan musim. Pada daerah ekuator, lama penyinaran G"( 3am*hari. Secara umum semakin lama tanaman mendapatkan sinar matahari, semakin intensif proses fotosintesis. >enomena ini tidak sepenuhnya benar karena beberapa tanaman memerlukan lama penyinaran berbeda untuk mendorong fase pembungaan. Berdasarkan respon tanaman terhadap lama penyinaran, tanaman digolongkan men3adi tiga kelompok. Pertama, tanaman berhari pan3ang yang memerlukan cahaya matahari selama "& 3am * lebih agar dapat berbunga. !edua, tanaman berhari pendek yang memerlukan penyinaran maksimal "( 3am agar tanaman dapat berbunga. !etiga, tanaman hari netral, proses pembungaan tidak dipengaruhi lamanya penyinaran. Temperatur #danya panas dari sinar matahari dapat menyebankan adanya perbedaan tempaertaur. Pengaruh sifat temperatur terhadap pertumbuhan tanaman dikenal sebagai temperatur kardinal. Temperatur kardinal meliputi temperatur optimum 5pada kondisi ini tanaman dapat tumbuh dengan baik6, temperatur minimum 5pada temperatur diba8ahnya tanaman tidak dapat tumbuh6, dan temperatur maksimum 5pada temperatur lebih tinggi tanaman tidak dapat tumbuh6. Beberapa tanaman memerlukan temperatur tertentu agar dapat berbunga. Tanaman bit, seledri, ba8ang merah dapat dipercepat pembungaannya dengan menempatkannya pada suhu rendah selama beberapa hari * minggu 5:ernalisasi6. ?ntuk mengembalikan sifat tanaman seperti semula dapat dilakukan dengan menempatkan kembali tanaman

tersebut dalam temperatur tinggi 5&%9&-% @6 selama beberapa 3am*hari 5de:ernalisasi6. !etinggian tempat 5altitude6 Tinggi tempat selalu berkaitam dengan temperatur. Semakin tinggi tempat di atas permukaan laut, semakin se3uk temperaturnya. !enaikan tempat setinggi "%% m, terdapat penurunan suhu rata9rata %,) % @ 5#shari, "//-6. Dengan demikian faktor tinggi tempat selalu berkaitan dengan temperatur, dan secara langsung temperatur kehidupan tanaman. 7etak lintang 5latitude6 7etak lintang setempat menentukan tinggi rendahnya temperatur yang ada. 7etak lintang tidak hanya menyebabkan perbedaan temperatur, tetapi 3uga perbedaan musim pada belahan bumi. Ter3adinya perubahan musim disebabkan karena besarnya sudut penyinaran hari dan pan3ang hari. pan3ang hari di ekuator sepan3ang tahun adalah "( 3am, dengan sudut penyinaran sekitar /%%. ," K#%i*)ulan 4kologi Pertanian merupakan ilmu yang mempela3ari hubungan timbal balik antara tanaman 5tumbuhan yang dibudidayakan6 dengan lingkungannya. Sistem ekologi terbentuk sebagai hasil dari interaksi timbal balik secara teratur antara mahluk hidup dan lingkungannya, sehingga terbentuk satu kesatuan yang utuh. !omponen ekosistem terbagi men3adi komponen biotik dan komponen abiotik. !omponen biotik terdiri dari komponen autotrof, komponen heterotrof, dan pengurai 5dekomposer6. !omponen abiotik terdiri dari tanah, nutrisi, air, sinar matahari, temperatur * suhu, dan ketinggian tempat. sangat menentukan

DAFTAR PUSTAKA #shari, Sumeru. "//-. Hortikultura: Aspek Budidaya. ;akarta< ?ni:ersitas Indonesia Press. +airiah, !urniatun., #ini, Nurul., +ima8an, Toto., D8i =, Sumiya. (%"%. Modul Praktikum Ekologi Pertanian. 5online6. http<**blog.ub.ac.id *assesories* files*(%""*%-*Modul9Praktikum94kologi9Pertanian.pdf. Diakses tanggal "2 3anuari (%"'. Tim ?S? Press. Tanpa tahun. Ekologi Tanaman. 5online6. http<**usupress. usu.ac.id*files*4! 7 0IF(%T#N#M#NH>inalHBabF(%".pdf. Diakses tanggal "2 3anuari (%"'. Sasongko, !aton. (%"&. Kaitan Ekologi Dengan Pertanian 5online6. http<**katonsasongko.8ordpress.com*(%"&*%&*"-*kaitan9ekologi9dengan9 pertanian*. Diakses tanggal (% ;anuari (%"'