Anda di halaman 1dari 13

PERENCANAAN SISTEM PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA SISTEM NODAL

KOMPREHENSIF

Oleh : IWAN JOKO SAPUTRO 09.01.062

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar SARJANA STRATA 1 pada Jurusan Teknik Perminyakan

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN (S-1) SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI BALIKPAPAN 2013

LEMBAR PENGESAHAN

Diajukan Untuk memenuhi kurikulum perkuliahan pada jurusan teknik perminyakan, SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI Balikpapan, Kalimantan Timur

Disusun oleh:

Iwan Joko Saputro Nim : 09.01.062

Balikpapan, 2013 Disetujui,

Ketua Jurusan Teknik Perminyakan

Dosen Pembimbing

(M.Nur Mukmin, ST)

(Karmila , ST)

BAB I

PENDAHULUAN
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta era perdagangan bebas sudah tidak dapat dipungkiri, maka keunggulan kompetitif Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang kompeten dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk dapat mengelola kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) khususnya dalam bidang minyak dan gas bumi. TOTAL E & P INDONESIE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang oil and gas yang telah menggunakan teknologi serta peralatan canggih untuk mendukung proses produksi. Keahlian dan keterampilan operator pelaksana dan engineer merupakan prasyarat yang tidak bisa ditawar agar proses produksi dapat berjalan dengan aman, efektif, efisien, dan mengutamakan factor kesehatan dan keselamatan kerja. Peningkatan kompeteni tenaga kerja dapat dilakukan melalui jalur pendidikan dan/atau pelatihan. Pendidikan akademis yang ditunjang dengan terjun langsung kedalam industri minyak dan gas bumi merupakan salah satu upaya agar dapat terwujud SDM yang siap berkembang. Tugas Akhir merupakan kuliah wajib bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan perkuliahannya. Atas dasar pemikiran tersebut, saya selaku mahasiswa Sekolah Tinggi Minyak dan Gas Bumi (STT MIGAS) Balikpapan bermaksud mengajukan permohonan agar dapat melakukan penyusunan Laporan Tugas Akhir di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Besar harapan saya agar ibu/bapak dapat menerima permohonan saya. Akhir kata saya ucapkan Terima kasih. Salam Sejahtera.

BAB II

RENCANA TAHAPAN PENYUSUNAN SKRIPSI

3.1 Jenis Kegiatan Adapun kegiatan yang ingin pemohon lakukan nantinya adalah mengetahui secara rinci tentang teori dan pelaksanaan perencanaan system produksi dengan menggunakan analisa nodal

3.2 Lokasi Kegiatan Adapun fokus kegiatan yang hendak dilakukan adalah mencakup kegiatan kegiatan yang menyangkut perencanaan system produksi dengan menggunakan analisa nodal yang berada di TOTAL E&P INDONESIE.

BAB III

GAMBARAN TUGAS AKHIR


I. JUDUL : PERENCANAAN SISTEM PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA SISTEM NODAL II. LATAR BELAKANG MASALAH

Tahap operasi produksi dimulai apabila sumur telah selesai dikomplesi (well completion), dimana tipe komplesi yang digunakan terutama tergantung pada karakteristik dan konfigurasi antara formasi produktif dengan formasi di atas dan di bawahnya, tekanan formasi, jenis fluida dan metoda produksi. Salah satu metode yang mendukung dalam penentuan komplesi adalah Analisa system nodal yang bertujuan Meneliti kelakuan aliran fluida reservoir disetiap komponen system sumur untuk menetukan pengaruh masing masing komponen tersebut terhadap system sumur secara keseluruhan. , Menggabungkan kelakuan lairan fluida reservoir di seluruh komponen sehingga dapat diperkirakan laju produksi sumur . Beberapa factor inilah yang menyebabkan analisa nodal merupakan factor penting dalam produksi dan komplesi .

III. TUJUAN Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk membuat perencanaan desain Forecasting production and surface network modeling.

IV. BATASAN MASALAH Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menitik beratkan hanya pada desain Forecasting production and surface network modeling dengan menggunakan Metode Analisa Nodal.

V. METODOLOGI PENELITIAN 1. Metode Komunikasi. Metode ini digunakan untuk memperoleh data melalui keterangan-keterangan yang diberikan oleh pihak-pihak terkait. 2. Metode Praktek. Metode ini digunakan untuk mengolah data, terlibat langsung dalam project, membuat report atau laporan kegiatan/project Forecasting production and surface network modeling yang sudah dilaksanakan. 3. Metode Perpustakaan. Data ini diperoleh melalui Literature yang terdapat pada buku-buku perminyakan sebagai pelengkap data.

VI. TEORI DASAR System sumur produksi yang menghubungkan antara formasi produktife dengan dengan separator yang dapat dibagi menjadi enam komponen seperti ditunjukkan pada Gambar 1-1, yaitu : 1. Komponen formasi produktif / reservoir. Dalam komponen ini fluida reservoir mengalir dari batas reservoir menuju ke lubang sumur, melalui media berpori. Kelakukan aliran fluida dalam media berpori dinyatakan dalam bentuk hubungan antara tekanan alir didasar sumur dengan laju produksi. 2. Komponen komplesi. Adanya lubang perforasi ataupun gravel pack didasar lubang sumur akan mempengaruhi aliran fluida dari formasi ke dasar lubang sumur. Berdasarkan analisa komponen ini, dapat diketahui pengaruh jumlah lubang perforasi ataupun adanya gravel pack terhadap laju produksi sumur. 3. Komponen tubing. Fluida multifasa yang mengalir dalam pipa tegak ataupun miring, akan mengalami kehilangan tekanan yang besarnya antara lain tergantung dari ukuran

tubing. Dengan demikian analisa tentang pengaruh ukuran tubing terhadap laju produksi dapat dilakukan dalam komponen ini. 4. Komponen pipa salur. Pengaruh ukuran pipa salur terhadap laju produksi yang dihasilkan suatu sumur, dapat dianalisa dalam komponen ini, seperti halnya pengaruh ukuran tubing dalam komponen tubing. 5. Komponen rektriksi jepitan. Jepitan yang dipasang di kepala sumur atau dipasang di dalam tubing sebagai safety valve akan mempengaruhi besarnya laju produksi yang dihasilkan dari suatu sumur. Pemilihan ataupun analisa tentang pengaruh ukuran jepitan terhadap laju produksi dapat dianalisa di komponen ini. 6. Komponen separator. Laju produksi suatu sumur dapat berubah dengan berubahnya tekana kerja separator. Pengaruh perubahan tekanan kerja separator terhadap laju produksi untuk system sumur dapat dilakukan di komponen ini.

Gambar 1-1. Sistem Sumur Produksi

Keenam komponen tersebut berpengaruh terhadap laju produksi sumur yang akan dihasilkan. Laju produksi yang optimum dapat diperoleh dengan cara menvariasikan ukuran tubing, pipa salur, jepitan dan tekanan kerja separator. Pengaruh kelakuan aliran fluida di masing masing komponen terhadap system sumur secara keseluruhan akan dianalisa, denghan menggunakan Analisa Sistem Nodal. Nodal merupakan titik pertemuan antara dua komponen, dimana di titik pertemuan tersebut secara fisik akan terjadi keseimbangan, dalam bentuk keseimbangan masa

maupun keseimbangan tekanan. Hal ini berarti bahwa masa fluida yang keluar dari suatu komponen akan sama dengan masa fluida yang masuk ke dalam komponen berikutnya yang saling berhubungan atau tekanan di ujung suatu komponen yang lain yang berhubungan. Sesuai dengan Gambar 1-1, dalam system sumur produksi dapat ditemui 4 titik nodal, yaitu : Titik nodal di dasar sumur

Titik nodal ini merupakan pertemuan antara komponen formasi produktif dengan komponen tubing apabila komplesi sumur adalah open hole atau titik pertemuan antara komponen tubing dengan komponen komplesi apabila sumur diperforasi atau dipasang gravel pack. Titik nodal di kepala sumur

Titik nodal ini merupakan titik pertemuan antara komponen tubing dan komponen pipa salur dalam hal sumur tidak dilengkapi dengan jepitan atau merupakan titik pertemuan antara komonen tubing dengan komponen jepitan apabila sumur dilengkapi dengan jepitan. Titik nodal di separator

Pertemuan antara komponen pipa salur dengan komponen separator merupakan suatu titik nodal. Titik nodal di upstream / downstream jepitan

Sesuai dengan letak jepitan,. Titik nodal ini dapat merupakan pertemuan antara komponen jepitan dengan komponen tubing. Apabila jepitan dipasang di tubing sebagai safety valve atau merupakan pertemuan antara komponen tubing dipermukaan dengan komponen jepitan, apabila jepitan dipasang di kepala sumur.

Analisa system nodal dilakukan dengan membuat diagram tekanan laju alir produksi, yang merupakan grafik yang menghubungkan antara perubahan tekanan dan laju produksi untuk setiap komponen.

Hubungan antara tekanan dan laju produksi diujung setiap komponen untuk sistem sumur secara keseluruhan, pada dasarnya merupakan kelakuan aliran di : 1. Media berpori menuju dasar sumur.

2. Pipa tegak tubing dan pipa datar / horizontal. 3. Jepitan.

Analisa system nodal terhadap suatu sumur, diperlukan untuk tujuan : 1. Meneliti kelakuan aliran fluida reservoir disetiap komponen system sumur untuk menetukan pengaruh masing masing komponen tersebut terhadap system sumur secara keseluruhan. 2. Menggabungkan kelakuan lairan fluida reservoir di seluruh komponen sehingga dapat diperkirakan laju produksi sumur.

Untuk menganalisa pengaruh suatu komponen terhadap system sumur secara keseluruhan, dipilih titik nodal yang terdekat dengan komponen tersebut. Sebagai contoh apabila ingin mengetahui pengaruh ukuran jepitan terhadap laju produksi sumur, maka dipilih titik nodal di kepala sumur atau apabila ingin diketahui pengaruh jumlah lubang perforasi terhadap laju produksi maka dipilih titik nodal di dasar sumur.

DAFTAR PUSTAKA
Beggs, H Dale. Production Optimization Using Nodal Analysis, OGCI and Publications, Tulsa, Oklahoma, 2013 Brown K. E.: "The Technology of Artificial Lift Methods", Vol. 4 Pen-well Pub. Co., Tulsa, OK. Brown, K. E. dan Lea, James. F: "Nodal Systems Ahalysis of Oil and Gas Wells", JPT, Oct. 1985. SPE of AIME.

PERENCANAAN DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. ii HALAMAN PERSEMBAHAN..................................................................... KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................ DAFTAR GAMBAR............................................................................ DAFTAR TABEL................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN.................................................................... BAB I PENDAHULUAN...................................................... 1. Latar Belakang ................................................................................ 2. Metode dan Persyaratan................................................................ 2.1. Metode............. .................................................................... 2.2. Persyaratan............................................................................. 3. Langkah Kerja................................................................................. 3.1. Menentukan Tekakan Dalam Pipa Secara Upstream /Downstream Aliran Fluida Dalam Pipa Secara Grafis...................................... 3.2. Analisa Nodal Bila Titik Nodal Di Dasar Sumur................... 3.3. Analisa Nodal Bila Titik Nodal Dikepala Sumur (wellhead).. 3.4. Analisa Nodal Bila Titik Nodal Di Separator........................ 3.5. Analisa Nodal Pada Sumur Gravel Pack............................... 4. Daftar Pustaka............................................................................... 5. Daftar Simbol............................................................................. .... 6. Lampiran......................................................................................... . 6.1. Latar Belakang........................................................................ 6.1.1. Analisa Sistem Nodal Untuk Sumur Minyak................. 6.1.2. Analisa Nodal Bila Titik Nodal Di Dasar Sumur........... 6.1.3. Analisa Nodal Bila Titik Nodal Di Kepala Sumur......... iii iv v vi vii viii

6.1.4. Analisa Nodal Bila Titik Nodal Di Separator.............. 6.1.5. Analisa Nodal Pada Sumur Gravel Pack.................. 6.1.6. Analisa Nodal Untuk Sumur Perforasi....................... 6.2. Contoh Soal.......................................................................... 6.2.1. Contoh Soal Menghitung Tekanan "Downstream" untuk Fluida dalam Pipa Secara Grafis............................... 6.2.3. Contoh Soal Analisa Nodal dengan Titik Nodal di Dasar Sumur........................................................................ 6.2.4. Analisa Nodal dengan Titik Nodal di kepala Sumur 6.2.5. Contoh Soal Analisa Nodal dengan Titik Nodal di Separator... 6.2.6. Contoh Soal Analisa Nodal Di Sumur Gravel Pack............ 6.2.7 Contoh Soal Analisa Nodal Di Sumur Perforasi........................ 6.3. Gambar Yang di Gunakan ............................................................. Aliran