Anda di halaman 1dari 4

Cara Menentukan Peluang Kejadian Majemuk dan Kejadian Bersyarat

Peluang salah satu materi dalam matematika yang asyik untuk dibahas, karena pembahasan peluang ini tidak cukup menguras otak kita. Sebelumnya telah diberikan materi mengenai peluang, permutasi serta kombinasi dan kali ini materi peluang yang akan kita bahas yaitu Peluang kejadian majemuk yaitu peluang yang berasal dari lebih dari satu kejadian serta peluang kejadian bersyarat.

PELUANG KEJADIAN MAJEMUK 1. Peluang Gabungan Dua Kejadian Jika diketahui A dan merupakan dua kejadian yang berbeda sehingga peluang kejadian A ditentukan menurut aturan ! P"A # $ P"A# % P" # & P"A' # contoh ! 1. Jika terdapat sebuah dadu yang akan dilambungkan sekali, jika dimisalkan A adalah kejadain munculnya bilangan ganjil dan adalah kejadian munculnya bilangan prima. (aka tentukanlah peluang munculnya bilangan prima atau bilangan ganjil) Ja*ab !

S $ +1, ,, -, ., /, 01 A $ bilangan ganjil yaitu +1, -, /1 2 P"A# $ -30 $ bilangan prima yaitu +,, -, /1 2 P" # $-30 A' $ +-, /1 2 P+A' 1 $ ,30 P"A # $ P"A# % P" # & P"A' #

$ -30 % -30 & ,30 $ .30 $ ,3(aka peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau bilangan prima adalah ,3,.Jika kita mempunyai 1 set kartu bridge, selanjutnya akan kita ambil sebuah kartu dari 1 set kartu bridge tersebut. 4entukan peluang terambilnya kartu as atau kartu hati dari proses pengambilan kartu tersebut) Ja*ab ! n"S# $ /, "banyaknya kartu dalam 1 set kartu bridge adalah /,# A $ kartu As, n"A# $ . " anyaknya kartu As dalam1 set kartu bridge .# P"A# $.3/, $ kartu 5ati, n" # $ 1- " anyaknya kartu 5ati dalam1 set kartu bridge 1-# P" # $ 1-3/, n"A' # $ 1 " anyaknya Kartu As dan 5ati dalam1 set kartu bridge 1# P"A' # $ 13/, P"A # $ P"A# % P" # & P"A' # $ .3/, % 1-3/, & 13/, $103/, Sehingga peluang kejadian terambilnya kartu As atau 5ati adalah 103/, ,. Peluang Kejadian Saling 6epas 3 Kejadian Saling Asing Jika terdapat dua kejadian A dan , kedua kejadian ini dikatakan saling lepas jika kedua kejadian tersebut tidak mungkin terjadi bersama7sama. 5al ini berarti A' $ 8 atau P"A' # $ 8. (aka dalam menghitung peluang kejadian saling asing ini kita dapat gunakan aturan ! karena P "A # $ P"A# % P" # & P"A' # $ P"A# % P" # & 8 maka P "A # $ P"A# % P" # contoh ! Jika terdapat sebuah dadu dan akan kita lambungkan sekali, misalnya A merupakan kejadian munculnya bilangan ganjil dan merupakan kejadian munculnya bilangan genap. 4entukan peluang kejadian dari munculnya bilangan ganjil atau bilangan genap9 Ja*ab !

S $ +1, ,, -, ., /, 01 A $ bilangan ganjil yaitu +1, -, /1 2 P"A# $ -30 $ bilangan genap yaitu +,, ., 01 2 P" # $-30

A' $ +1 2 P"A' # $ 8 "A dan kejadian saling lepas# P"A # $ P"A# % P" # $ -30 % -30 $ 1 (aka peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau bilangan genap adalah 1

-. Peluang Kejadian Saling ebas Jika terdapat dua kejadian A dan , dua kejadian ini dikatakan saling bebas jika terjadinya kejadian A tidak mempengaruhi terjadinya kejadian begitu juga sebaliknya. Atau terjadi atau tidaknya kejadian A tidak tergantung terjadi atau tidaknya kejadian , begitu juga sebaliknya. 5al ini seperti digambarkan pada peristi*a pelemparan dua buah dadu sekaligus. (isalkan A merupakan kejadian munculnya dadu pertama angka / dan merupakan kejadian munculnya dadu kedua angka -. Sehingga kejadian A dan kejadian merupakan dua kejadian yang saling bebas, yang dirumuskan sebagai berikut ! P"A' # $ P"A# : P" # Perhatikan contoh berikut ! 1. Diketahui terdapat dua buah dadu yang akan dilempar secara bersamaan, dari pelemparan tersebut tentukan peluang munculnya mata dadu - untuk dadu pertama dan mata dadu / untuk dadu kedua9 ja*ab ! Kejadian pada soal ini merupakan dua kejadian saling bebas, hal ini disebabkan karena munculnya mata dadu - pada dadu pertama tidak terpengaruh kejadian munculnya mata dadu / pada dadu kedua. S $ +"1, 1#, "1, ,#, "1, -#, ;.., "0, 0#1 2 n"S# $ -0 (isalkan kejadian munculnya mata dadu - pada dadu pertama adalah A, sehingga! A $ +"-, 1#, "-, ,#, "-, -#, "-, .#, "-, /#, "-, 0#1 2 n"A# $ 0 P"A# $ 03-0 $ 130 (isalkan kejadian munculnya mata dadu / pada dadu kedua adalah , sehingga! $ +"1, /#, ",, /#, "-, /#, "., /#, "/, /#, "0, /#1 2 n" # $ 0 P" # $ 03-0 $ 130 P"A' # $ P"A# : P" # $ 130 : 130 $ 13-0 Sehingga peluang munculnya mata dadu - pada dadu pertama dan mata dadu / pada dadu kedua adalah 13-0 ,. 4erdapat dua buah kotak, Kotak A berisi / bola merah dan - bola kuning sedangkan Kotak berisi / bola merah dan , bola kuning. Jika akan diambil sebuah bola secara acak pada masing7masing kotak tersebut. 4entukan peluang terambilnya bola merah dari kotak A dan terambilnya bola kuning dari kotak )

Ja*ab ! Kotak A n"S# $ <=1 $ <)3"1)"<71#)# $ <)3>) $<.>)3>)$ < Dimisalkan kejadian terambilnya bola merah dari kotak A adalah A, sehingga ! n"A# $ /=1 $ /)3"1)"/71#)#$ /)3.) $ /, P"A# $ n"A#3n"S# $ /3< Kotak n"S# $ >=1 $ >)3"1)">71#)# $ >)30) $ > Dimisalkan kejadian terambilnya bola kuning dari kotak adalah , sehingga ! n" # $ ,=1 $ ,)3"1)",71#)# $,)31)$ ,, P" # $ n" #3n"S#$ ,3> Jadi P"A' # $ P"A# : P" # $ /3< : ,3> $ /3,< PELUANG KEJADIAN BER !ARA" Jika diketahui dua buah kejadian A dan , dua kejadian ini dikatakan kejadian bersyarat3kejadian yang saling bergantung jika terjadi atau tidak terjadinya kejadian A akan mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian . Sehingga untuk peluang terjadinya kejadian A dengan syarat kejadian telah terjadi dapat dihitung menggunakan rumus ! P"A3 # $ P"A' #3P" # dimana P" # ? 8 dengan syarat kejadian A telah terjadi dapat

sedangkan peluang terjadinya kejadian dihitung menggunakan rumus ! P" 3A# $ contoh !

P"A' #3P"A# dimana P"A# ? 8

4erdapat sebuah kotak berisi / bola merah dan - bola kuning. Jika akan diambil sebuah bola secara acak berturut7turut sebanyak dua kali tanpa pengembalian . 4entukan peluang terambilnya keduanya bola merah) Penyelesaian# (isalkan kejadian terambilnya bola merah pada pengambilan pertama adalah A, sehingga ! P"A# $ n"A#3n"S#$ /3< (isalkan kejadian terambilnya bola merah pada pengambilan kedua adalah , sehingga ! P" 3A# $ n" 3A#3n"S# $ .3> P"A' # $ P"A# : P" 3A# $ /3< : .3> $/31.