Anda di halaman 1dari 44

Pengantar Belajar Bahasa Jepang

(introduction to Japanese language )


Oleh : Ahmad Hasnan 1

Introduction Bahasa jepang termasuk dalam rumpun bahasa Ural Alta, namun dalam perkembangannya tidak menunjukkan hubungan yang nampak secara langsung dengan rumpun bahasa Ural Alta seperti korea dan Mongolia, kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh sistem pemerintahan dan masyarakat yang tertetup, sehingga rumpun bahasa tersebut berkembang dengan sendirinya, dalam penulisan aksara jepang yang disebut kanji meminjam dari aksara bangsa cina namun sistem pengucapan atau cara baca disesuaikan bahsa jepang.

Ciri Umum Bahasa Jepang


Secara umum bahasa jepang mempunyai cirri sebagai berikut : 1. berlawanan dengan bahasa indonesia yang menganut sistem D.M (Diterangkan Menerangkan), bahasa jepang menganut sistem M.D. (Menerangkan Diterangkan) jadi dalam bahasa jepang kata yang menerangkan terletak di depan kata yang diterangkan, berikut contohnya :

Indonesia
Masakan jepang Buku saya Perusahaan printer

Jepang
Nihon no ryori Watashi no hon Purinta no kaisya

Keterangan
Nihon = jepang Ryori = masakan Hon = buku Watashi = saya Purinta = printer Kaisya = perusahaan

2. kata benda dalam bahasa jepang pada umumnya tidak mempunyai bentuk jamak, jadi ada menunjuk pada satu televisi (terebi) akan sama dengan menunjuk televisi yang lebih dari satu, biasanya untuk membedakan televisi yang banyak terdapat
1

Ahmad Hasnan, setelah lulus dari Teknik Mesin Universitas Brawijaya, pada tahun 2006 mendapatkan beasiswa dari AOTS (The Association For Overseas Technical Scholarship) Jepang dengan sponsor PT. Indonesia Epson Industry. Sebelum berangkat sempat belajar bahasa jepang selama tiga bulan di Jakarta, selanjutnya mendalami bahasa jepang di AOTS jepang selama tiga bulan, dan diberikan kesempatan selama dua tahun di jepang untuk mengambil spesialisasi molding design di Seiko Epson Corporation.

kalimat percakapan selanjutnya seperti televisi yang mana atau televisi yang seperti apa. Kata jamak dalam bahasa indonesia dapat kita bentuk dengan mengulang kata tersebut seperti pohon-pohon, buah-buahan. 3. Terdapat perubahan bentuk dari kata kerja, kata sifat maupun kata Bantu, kata sifat dalam bahasa jepang dibagi menjadi dua yaitu kata sifat na dan kata sifat i, waktu dan kondisi yang berbeda kata kerja, kata Bantu, kata sifat akan mengalami perubahan, misalnya :

Indonesia
Sekarang saya minum teh Sekarang saya tidak minum teh Kemarin saya minum teh Kemarin saya tidak minum teh Sekarang saya sedang minum teh

Jepang
Ima watashi wa ocha o nomimasu Ima watashi wa ocha o nomimasen Kino watashi wa ocha o nomimashita Kino watashi wa ocha o nomimasendeshita Ima watashi wa ocha o nonde imasu

Begitu juga dengan jenis kata sifat, perbedaan jenis kata sifat maka peruahan bentuk dari kata sifat tersebut juga berbeda, misalnya untuk kata sifat na dan kata sifat i :

Indonesia
Tidak enak Tidak ramah

Jepang
Oishii kunai (kata sifat i) Shinsetsu dewa arimasen (kata sifat Na)

4. Predikat terletak pada akhir kalimat, perhatikan contoh pada tabel diatas (sekarang saya minum teh) untuk bahasa indonesia kata keterangan waktu dapat diletakan di depan maupun di belakang kalimat (saya minum teh sekarang), dalam bahasa indonesia predikat terletak setelah subyek (saya minum teh), namun dalam bahasa jepang predikat terletak di akhir kalimat (watashiwa ocha o nomimasu), nomimasu = minum terletak setelah objeck.

Indonesia
saya minum teh S P O

Jepang
watashi wa ocha o S O nomimasu P

5. Untuk menyambung kata atau kalimat digunakan partikel, terdapat berbagai jenis partikel dalam bahasa jepang, penggunaan pertikel tersebut disesuaikan dengan fungsi dari kata yang akan disambung, sebagai contoh, partikel no biasa digunakan untuk menyambung kata benda dengan kata benda

Indonesia
Masakan jepang Buku saya Kimura (Sdr.)adalah seorang guru

Jepang
Nihon no ryori Watashi no hon Kimura san wa sensei desu

Keterangan
Nihon = jepang Ryori = masakan Hon = buku Watashi = saya Sensei = guru

Wa dan no pada contoh diatas merupakan partikel untuk menghubungkan kata, selain wa dan no masih terdapat partikel yang lain seperti mo, e, ni dan lain sebaginya. 6. Dalam bahasa jepang terdapat bentuk biasa dan bentuk sopan, kedua bentuk tersebut berbeda penggunaanya, bentuk sopan dipakai ketika berbicara dengan atasan atau orang yang lebih di hormati, sedangkan bentuk biasa digunakan dalam pembiacaraan kepada teman atau kepada bawahan, perhatikan contoh berikut :

Bentuk Biasa
Kimi Heya de terebi ga aru Sora kun

Bentuk Sopan
Anatawa Heya de Teribi ga arimasuka Sora san

Keterangan
Kamu Di kamar apakah ada televisi ? Saudara Sora

Pada contoh diatas kata yang tercetak merah adalah menunjukkan perbedaan antara bentuk biasa dengan bentuk sopan, pemakaiannya 7. Subyek dan obyek yang sudah diketahui dalam kalimat bisa dihilangkan, penghilangan subyek dan obyek ini untuk mempersingkat pembicaraan dan juga sering digunakan dalam pembicaraan antar teman (bentuk biasa) perhatikan contoh berikut :

Yomu tsuki desu ka ? Apakah (anda) suka membaca (buku) ?

Ket : Yomu = membaca Tsuki = suka

Dari contoh diatas subyek dan obyek dapat dihilangkan, pertanyaan diatas dapat dijawab dengan singkat Hai, Tsuki desu Ya, (saya ) suka Ket : Hai = ya

Bahkan dalam bentuk tidak sopan anda cukup mengatakan Un, Tsuki Ya, (Saya) suka Ket : Un = ya (bentuk tidak sopan)

Cara Pengucapan
Pada umumnya suku kata bahasa jepang terdiri dari satu konsonan dan satu vocal, dan sebalikna, namun ada juga yang diakhiri dengan konsonan, bahasa jepang tidak mengenal konsonan mati di akir selain n, namun konsonan n sendiri dalam pengucapannya di dalam kata terdapat tiga jenis yaitu, n, m, ng. Bahasa jepang menyerap kata-kata penting dari luar seperti kata kata ilmiah akan disesuaikan dengan cara pengucapan bahasa jepang, kata kata serapan dapat mudah kita lihat karena ditulis dengan katakana misalnya center akan di baca sentaa ditulis sentaa (). 1. Vokal Vokal dalam bahasa jepang sama dengan bahasa yang lain yaitu : Vokal a i u e o Sistem pengucapan Seperti pada ayah, ayam, anda Seperti pada indah, imun, ibu Seperti pada umbi, utama, ubun Seperti pada enak, entong, energi Seperti pada ombak, obor

Pemakain vocal terdapat dua jens yaitu vocal panjang dan vocal pendek, dalam penerapannya akan sangat mempengarui arti dari kata. Karena perbedaan vocal panjang atau pendek dalam bahasa jepang mempunyai arti yang berbeda, misalnya :

Vokal Pendek e (gambar,lukisan) Toru (mengambil) Obasan (bibi) Ojisan (paman)

Vokal Panjang ee (ya) Tooru (melewati) Obaasan (nene) Ojiisan (nenek)

Dari contoh diatas dapat kita lihat arti yang sangat jauh dari perbedaan pemakain vocal pendek dan panjang, berhati-hatilah dalam mengucapkannya !!! 2. Konsonan Konsonan yang berdiri sendiri dalam bahasa jepang hanyalah n, dapat berbunyi tiga jenis yaitu, n, m dan ng berikut contohnya Kata Onna Sanpo Sankai Hiragana Cara baca Onna Sampo Sangkai

Konsonan rangkap juga mempunyai arti yang berbeda dengan konsonan tunggal, karena itu dalam pembicaraan untuk konsonan rangkap dua perlu penekanan lebih tegas, berikut contohnya : Konsonan tunggal Shite imasu (sedang melakukan) Oto (bunyi) Konsonan rangkap dua Shitte imasu (mengetahui) Otto (suami)

Konsonan dengan pengucapan semi vocal juga memilki arti yang berbeda dengan kosonan yang diucapkan vokalnya, misalnya hiyaku mempunyai arti perlompatan, sedangkan hyaku mempunyai arti seratus, walaupun tulisannya mirip yang membedakan adalah kecil besarnya tulisan huruf ya () bila tulisan huruf ya kecil maka akan dibaca semi vocal, bila tulisan huruf ya nomal akan tetap di baca secara utuh dna tegas, berikut contoh lainya : Kata Byoin () Kyoo Gyuunyuu Benkyoo Arti Rumah sakit Hari ini Susu Belajar

Osaka, January 2007

Perkenalan

Oleh : Ahmad Hasnan

Memulai belajar bahasa tentunya dimulai dengan perkenalan diri terlebih dahulu, dengan perkenalan diharapkan akan timbul ketertarikan untuk mengenal lebih jauh, baik tentang negara, pekerjaan, rumah, daerah budaya dan lain sebaginya. Untuk memudahkan belajar, saya akan menulis percakapan, kalimat dan kata dalam tiga jenis, 1. romanji untuk pengucapan hiragana 2. hiragana dan atau katakana 3. arti dalam bahasa indonesia Nama saya Yamada Untuk pengenalan singkat seperti judl diatas perhatikan beberapa contoh berikut ini : Watashi wa yamada desu. (nama) saya yamada. Watashi wa kensyusei desu. Saya adalah pelajar. Watashi wa nihon jin desu. Saya adalah orang jepang Senmon wa hambai desu.

Pekerjaan saya adalah penjualan. Ima watashi wa nijuyon sai desu. Sekarang saya berumur 24 tahun. Ano hito wa kimura san desu ka? Apakah orang itu adalah (sdr) kimura?

Dari contoh diatas salah satu bentuk untuk mengungkapkan atau mengenalkan diri kita adalah : Watashiwa +..+ desu Saya adalah Note : Wa ditulis ha Partikel Dari beberapa contoh diatas terdapat bebapa jenis partikel yang mempunyai fungsi berbeda yaitu : Partikel wa digunakan setelah subyek, berfungsi menunjukkan subyek pembicara. Watashi wa ari desu. (Nama) saya adalah ari. Watashi wa indonesia jin desu. Saya adalah orang indonesia. Partikel ka digunakan untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah pertanyaan, letak partikel ka adalah di akhir kalimat, perhatikan contoh berikut : Ari san wa kensyusei Apakah bapak ari pelajar ? desu ka. desu ka

Ari san wa indonesia jin Apakah bapak ari orang indonesa ?

Ari sanwa kaishya wa dochira desu ka? Bapak ali dari perusahaan apa?

Partikel no digunakan untuk menyambung antara kata benda dengan kata benda, perhatikan contoh berikut : Kompyuta no kaisya desu Perusahaan computer.

Percakapan
Ari : Hajimemasite, watashi wa ari desu. Dozo yorosiku, onegaishimasu. : Watashi wa yamada desu. Dozo yorosiku. Eeto, anatano kuni wa tai desuka, indonesia desu ka. : Indonesia desu Sumimasen, ano hito wa dare desuka? Tanakan san desu. Nihon jin desu Kaisya wa dochira desuka.

Yamada

Ari

Yamada

Ari Yamada Ari Yamada

DELL DELL desu nanno kaisya desu ka. Kompyuta no kaisya desu.

ari san wa?

Ari

EPSON EPSON desu. Purintano kaisya desu.

Kosa Kata
Salam kenal diucapkan pertama kali bertemu Watashi Saya yorosiku senang berjumpa dengan anda Dozo onegaishimasu Anata Anda , saudara Kuni Negara Sumimasen Maaf, permisi Hito Orang Dare Siapa Nihon jin Orang jepang Kaisya Perusahaan Hajimemashite

Osaka, January 2007

Salam - Greeting

Oleh :

Ahmad Hasnan
www.oke.or.id http://japanase-tutorial.blogspot.com/
Tutorial ini diperbolehkan untuk di copy, di sebarluaskan, di print diperbaiki dengan tetap menyertakan nama penulis

Aisatsu, begitulah carfa pengucapan kanji tersebut yang kurang lebih bisa diartikan dengan salam, atau di bahasa ingris lebih kita kenal dengan greeting, banyak sekali greeting atau salam dalam bahasa jepang, baik yang digunakan setiap hari seperti selamat pagi dst, ataupun pada hari-hari special misalnya ulang tahun, tahun baru, atau ada perayaan khusus, contoh berikut merupakan salam yang di pakai setiap hari : Ohayou gozaimasu. Selamat pagi konnichiwa. Selamat siang. Konbanwa. Selamat malam

Selamat yah !! Satu kata ini adalah satu kata yang bisa menghangatkan suasana, mempererat persaudaraan, serta memberikan penghargaan, kata selamat sangat penting ketika dalam bersosialisasi dengan kerabat, teman maupun kenalan baru. Dalam bahasa jepang kata yang digunakan adalah

Omedetou gozaimasu. Selamat yah! Bisa juga disingkat hanya dengan

Omedetou

Bentuk singkatan tidak baik digunakan untuk orang yang posisinya lebih atas, misal guru, bos, manager, pimpinan perusahaan dan orang asing yang belum di kenal baik, bentuk singaktan digunakan untuk teman dekat dan keluarga. Selamat Ulang Tahun !! Untuk memberikan kata selamat kepada orang yang ulang tahun dalam bahasa jepang digunakan dengan :

O-tanjoubi omedetou gozaimasu. Selamat Ulang Tahun

Tanjoubi omedetou. Selamat Ulang Tahun

Semoga Cepat Sembuh Ketika menjenguk, berkunjung ataupun saat di kantor melihat teman kita sakit, dapat di pakai ungkapan berikut ini sebagai rasa perhatian dan penghormatan,

Odaijini Semoga cepat sembuh / jaga diri ya


Kaze wa dou desu ka ? Bagaimana masuk anginya ? Bagi yang sakit untuk menjawab digunakan frase Okagesamade yoku narimashita. berkat doa anda, sudah semakin baik.

Selamat Atas Pernikahan anda Kekkon Omedetou 2

Omedeto adalah kata ungkapan untuk selamat, sedangkan untuk pernikahan, tambahkan di depanya dengan nikah, perhatikan contoh di bawah

Go-kekkon omedetou gozaimasu. Selamat Atas Pernikahan anda

Kekkon omedetou. selamat dah nikah yah ! Selamat Tahun Baru ! Di jepang, tahun baru merupakan hal yang penting untuk di peringati, ada dua selamat yang di ucapkan kepada sesama teman atau keluarga, yaitu sebelum hari H tahun baru, atau pada akhir tahun dan pada setelah hari H, atau setelah dan tepat pada tanggal 1 januari, kalimat yang digunakan adalah : Sebelum tanggal 1 januari

Yoi otoshi o omukae kudasai. Semoga mendapat tahun baru yang menyenangkan

Yoi otoshi o! Met akhir tahun !! Pada tanggal 1 januari dan setelahnya Akemashite omedetou gozaimasu. Selamat tahun baru! Akemashite omedetou. Met tahun baruan!! Selamat istirahat Selamat beristirahat dapat di ucapkan oleh atasan ke pada bawahan saat bawahan pulang kerja, ataupun pada saat bertemu di cafe lalu ngobrol kemudian izin untuk pulang lebih dulu, orang yang pulang belakangan akan mengucapkan :

Oyasumi nasai 3

Selamat beristirahat.

Saya permisi dulu Kurang lebih kata diatas tepat untuk menerjemahkan frase di berikut, frase berikut di gunakan di saat kita pulang, begitu bell pulang telah tiba ataupun kerjaan telah selesai, dan bisa juga ketika kita beranjak dari tempat duduk ketika ngobrol bareng di restoran misalnya, kata ini dipakai untuk bawahan kepada atasan

Osakini sitsuresimasu Saya permisi dulu

Mastumoto , Agustus 2007

Silahkan lihat tutorial lainya di http://japanase-tutorial.blogspot.com , ini blog baru saya, diusahakan semua tutorial segera masuk blog tersebut, apabila anda menemukan kesalahan penulisan di artikel ini silahkan hubungi penulis di hasnan@gmail.com

Mari bertemu di Stasiun

Oleh :

Ahmad Hasnan
www.oke.or.id http://japanase-tutorial.blogspot.com/

Di stasiun
Partikel de digunakan untuk menyatakan keterangan tempat, peletakan pastikel de dalam kalimat selalu di letakkan setelah kata keterangan tempat atau tempat Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini : Doko de aimasuka?. Bertemu di mana ? Jya..,kyoushitsu de hanashimasuka. Bagaimana kalo ngobrol di kelas saja. asoko de yasumimasuka Bagaimana kalo beristirahat di sana. Kaisya no mae de ginkou ga arimasuyo. Di depan perusahaan ada bank lo.

Tata Bahasa
Untuk menyatakan tempat digunakan format sebagai berikut : 1 . dengan Kata ket. tempat .kata keterangan tempat + 2. dengan Tempat de Tempat + de +

Bentuk nomer 1 digunakan apabila tempat yang dituju belum jelas, sehingga digunakan kata keterangan yang menujukkan tempat, misal di sana, di situ, dimanakah, di depan rumah, di belakang kantor, dan sebagainya, sedangkan bentuk kedua adalah terdapat kata keterngan tempat yang jelas-jelas menunjukkan tempat, misalnya bank, kantor, sekolah, kelas, lobi, kamar, rumah dan sebaginya untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut . Bentuk 1 Asoko de singou ga arimasu ne.. Disebalah sana ada lampu lintas khan.

Doko de kono hako sutemasuka Dimanakah kotak ini di buang ? Bentuk 2

Ginko no mae de matte ite kudasai. Tolong tunggu di depan bank yah.

Watashi no heya de issyoni benkyoushimasyo Ayo belajar bersama di kamar ku

Kosa Kata

sutemasu matte ite heya benkyoushimasu hako singou kyoushitsu Yasumimasu

membuang tunggu kamar Belajar kotak Lampu lalu lintas Kelas istirahat

Mastumoto , Agustus 2007

Silahkan lihat tutorial lainya di http://japanase-tutorial.blogspot.com , ini blog baru saya, diusahakan semua tutorial segera masuk blog tersebut, apabila anda menemukan kesalahan penulisan di artikel ini silahkan hubungi penulis di hasnan@gmail.com

Apakah Itu ?

Oleh :

Ahmad Hasnan

Ini adalah
Untuk mengungkapkan ini adalah.. itu adalah dan juga apakah itu..cukup mudah dalam bahasa jepang Perhatikan contoh kalimat berikut : Areha nan desu ka. Apakah itu ? Bento desu. (itu adalah) bento. Kore ha nan desu ka. Apakah ini ? Are ha Udon desu. Ini adalah udon Sore ha nan desu ka. Apakah itu ? Tempura desu. (Ini adalah) Tempura. Kore ha agus san no hon desu ka, ari san no hon Apakah ini buku saudara agus (atau) saudara ari. desuka.

Arisan no hon desu. Bukunya saudara ari. Kore ha kagi desuka. Apakah ini kunci ? Hai, sou desu. Ya, benar. Iie, chigaimasu Bukan. Sono kaban ha watashino desu. Tas ini milik saya.

Tata Bahasa
Penggunaan kore , sore , dan are serta sono , ano dan kono pada prinsipnya adalah sama yaitu untuk menyakan benda yang tidak kita ketahui, namun terdapat perbedaan antara keduanya, yaitu untuk kore, sore dan are bisa dipakai tanpa diberikan kata benda, sebaliknya untuk menunjuk sesuatu yang sudah diketahui bedanya namun tidak diketahui pemiliknya misalnya digunakan kono, sono, dan ano, setelah kata kono, sono dan ano langsung diikuti kata benda , perhatikan rumus berikut :

Kore Sore + ha + nan desu ka Are

Kono Sono + K. Benda + . + desu ka Ano

Perbedaan pemakain dari kata tersebut adalah : Digunakan untuk menunjuk benda yang letaknya dekat dengan pembicara. Kore, kono Sore, sono Are, ano . Digunakan untuk menunjuk benda yang letaknya dekat dengan lawan bicara Digunakan untuk menunjuk benda yang letaknya dekat dengan keduanya.

Percakapan
Agus : Ari san konnichiwa. Selamat siang saudara ari. Konnichiwa, o genki desu ka. Selamat siang, sehat ? Hai. Taihen genki desu. Ya, sangat sehat. Ii kaban desu ne. Wahh.. tas yang bagus. : Kore desuka Tas ini ? Sore ha anatona kaban desu ka. Apakah itu tas anda ? Mochiron , sou desu. Ya., Tentu saja, Dokode kaimashitaka. Dimana anda membelinya ? Namba de kaimashita. Saya beli di namba Sou desu ka, ima kara nanio shimasuka. Oo , mulai sekarang mo ngapain nieh Heya de ikimasu 3

Ari

Agus

Ari

Agus

Ari

Agus

Ari

Agus

Ari

Agus

Pergi ke kamar. Ari : Ja .. mata atode Sampai nanti ya..

Kosa Kata
Konichiwa ogenki desuka Genki Taihen Kaban Desu ne.. Anatano Kaimasita Doko de kara Ima shimasuka, Heya Ikimasu Ja mata atode Selamat siang Sehatkah ? Sehat Sangat Tas Ungkapan bagus, atau untuk memuji sesuatu. Anda Telah membeli Dimana nanio Mulai sekarang mengerjakan apa, atau ngapain ? Kamar Pergi. Sampai nanti ya (salah satu ungkapan pada waktu bepisah)

Osaka, January 2007

Pergi kemana ?

Oleh :

Ahmad Hasnan
www.oke.or.id

doko e ikimasuka.
pergi kemana, pertanyaan ini mudah dan sering digunakan dalam bepergian,dalam artikel edisi ini akan di bahas cara bertanya tujuan dan juga dengan siapa, perhatikan betul contoh-contoh kalimat berbeda di bawah ini, karena setiap kalimat kata dan partikel mempunyai fungsi sendiri. Watashiha resutoran e ikimasu. Saya pergi ke restoran. Watashiha tomodachi to oosaka e ikimashita. Saya dengan teman-teman telah pergi ke Osaka. Agusan ha Nagoya e ikimasuka (Apakah) Bapak agus pergi ke Nagoya?. Nande ikimasuka. Pergi (naik) apa? Dare to ikimasuka? Dengan siapa berangkat (pergi)

Agusan to ikimasu. Dengan bapak agus Watashiha basu de agusanto nagano e ikimasita. Saya dengan bapak agus telah pergi ke Nagano naik (dengan) bis.

Tata Bahasa
Naik bis Partikel yang digunakan untuk menyambung kendaraan dengan kata berikutnya adalah de, perhatikan contoh di halaman 1 dan contoh berikut, arti dari partikel de adalah naik dengan kendaraan tertentu. Nande ikimasuka. Pergi (naik) apa? . Basude ikimasu Pergi naik bis. Dengan siapa Untuk menyambung kata kerja yang berarti orang atau manusia digunakan partikel to, partikel to bisa digunakan untu menyambung berbagai kata yang pada prinsipnya mempunyai arti manusia, misalnya seperti nama orang, orang perusahaan, temen sekelas, keluarga, sahabat, pacar, istri, adek, ibu dan lain sebagainya. Perhatikan contoh berikut : Dare to ikimasuka? Dengan siapa berangkat (pergi) Kazoku to ikimasu. Dengan keluarga Kaisya no hito to ikimasu. Dengan orang perusahaan. Akhiran masu Akhiran masu digunakan untuk berkata lebih sopan dan menghormati lawan bicara, kata kerja yang diakhiri dengan masu, sering disebut dengan bentuk masu (masu kei) dalam artikel ini juga disebut sebagai bentuk masu. Perhatikan beberapa kata kerja bentuk masu berikut ini :

Okimasu Nemasu Ikimasu Kimasu Kaerimasu Kakarimasu

Bangun Tidur Pergi Datang Pulang Beberapa lama

Partikel e Partikel e ( ) diambil dari huruf he namun dibaca e, partikel e digunakan untuk menyambung kata yang mempunyai makna pergi atau melakukan sesuatu perjalanan dengan tempat tujuan, agar lebih mudah dalam mengingat, setiap terdapat kata berikut Ikimasu Kimasu Kaerimasu Pergi Datang Pulang

Dapat dipastikan bahwa di depan kata- kata tersebut, sedangkan kata sebelumnya adalah tempat maka partikel yang digunakan adalah e (), perhatikan contoh berikut : Itsu indonesia e Kapan pulang ke indonesia kaerimasuka.

Asitanogogo kaerimasu. Besok sore (saya) pulang. Dari contoh diatas dapat kita lihat, untuk kalimat pertama, untuk menyambung kata indonesia yang berupa tempat dengan kaerimasu digunakan partikel e() namun ketika menyambung kata keterangan waktu dengan kaerimasu (kalimat kedua) partikel e tidak digunakan. Bentuk lampau Dari contoh di halaman 1, terdapat bentuk lampau bahasa jepang, untuk membentuk bentuk lampau kata kerja harus dirubah berikut daftar perubahan dari bentuk masu. Non Lampau (Iki)-masu Pergi (Iki)-masen Tidak pergi Bentuk Lampau (Iki)-mashita Telah pergi (Iki)-masendeshita Telah tidak pergi

Positif Negative

Perhatikan contoh berikut Watashiha tomodachi to oosaka e ikimashita. Saya dengan teman-teman telah pergi ke Osaka Bentuk lampau digunakan untuk mengatakan sesuatu hal yang sudah terjadi atau menanyakan sesuatu yang kejadiannya di masa lampau, sedangkan bentuk Berikut adalah contoh perubahan kata kerja baik positif, negative lampau dan bukan lampau

Non lampau (+)


Non lampau (-)


lampau (+)

lampau (-)

Percakapan
Agus : Ari san doko e ikimasuka? Pak ari mo kemana ? Dokomo ikimasen, agusan ha? Tidak kemana-mana, bapak agus?

Ari

Agus

Ari

Zanen desu ne nara e ikimasu. Sayang dech.., (saya) mau pergi ke Nara Dareto ikimasuka. Dengan siapa ? Nakamurasan to ikimasu Dengan saudara Nakamura. Koko kara nara made nande ikimasuka. 4

Agus

Ari

Dari sini sampai nara dengan apa perginya? Agus : Chikatesu de ikimasu. Dengan kereta bawah tanah Dono gurai kakarimasuka. Berapa lama ? Kokokara 1 jikan gurai chikatesu de ikimasu. Dari sini dengan kerata bawah tanah sekitar 1 jam. Taihen desune. Berat ya

Ari

Agus

Ari

Kosa Kata

Ashita Doko Dokomoikimasen Zanendesune Nande Chikatesu Kokokara Taihen desune Hatarakimasu Bekyoshimasu

Besok Kemana Tidak kemanapun Sayang sekali Naik apa Kereta bawah tanah Dari sini Berat ya Bekerja Belajar

Bila ada kesalahan penulisan dalam artikel ini silahkan hubungi penulis di hasnan@sekolah2000.or.id Osaka, January 2007

Terkenal akan

Oleh :

Ahmad Hasnan
http://www.oke.or.id http://japanase-tutorial.blogspot.com/
Tutorial ini diperbolehkan untuk di copy, di sebarluaskan, di print diperbaiki dengan tetap menyertakan nama penulistanpa ada tujuan komersial

Yuumei Arti sebenarnya dari kata yuumei adalah terkenal, lalu apa hubunganya dengan tutorial kali ini ? kali ini penulis mencoba memberikan contoh baru untuk mempermudah dalam mempelajari bahasa jepang, yaitu dengan penggunaan frase atau penggalan kalimat, mari kita terlusuri beberapa frase dan kalimat yang dapat terbentuk dengan kata- kata terkenal, perhatikan contoh berikut : Kono hon ha yuumei desune. Buku ini terkenal yah Nihon de yuumeina machi nandesuka ? Di jepang kota yang terkenal apa ? , Nagano de, donna yuumei de aruka? Nagano terkenal dengan apanya ?

FRASE

... +
Tekenal , begitu lah artinya, di depan yuumei dapat di letakkan kata keterangan benda atau tempat, perthatikan contoh berikut : 1

Indonesia de badminton ha yuumei desu. Badminton terkenal di Indonesia. Desu bisa juga diganti dengan da (untuk dipakai sesama teman akrab). Borobudur ha yuumei da. Borobudur terkenal ya.

Terebi nara panasoniku ha ichiban yuumei desu. Kalo soal televisi panasonic paling terkenal

+
Yuumei desuka ? merupakan kata yang digunakan untuk menanyakan terkenal ya?, perlu diingat kembali seperti pada tutorial sebelumnya, bahwa kata akhir ka, digunakan untuk membentuk kata pertanyaan, perhatikan beberapa contoh berikut : Amerika ha yuumeidesuka? Apakah Amerika terkenal?

Kono me-ka no kuruma ha yuumeidesuka? Merk dari mobil ini terkenal yah?

de yuumei dei aru, atau dalam bahasa kita bisa kita sebut dengan terkenal dengan , pemakaianya untuk menunjukkan suatu tempat terkenal akan sesuatunya, misalnya kota Malang terkenal dengan apel, kota Kediri terkenal dengan tahu takwa nya, Surabaya terkenal dengan kota pahlawan dan sebagainya, untuk lebih jelasnya perhatikan contoh pemakaianya berikut ini :

Oosaka ha takoyaki de yuumeide aruyo.

Osaka terkenal dengan takoyakinya1 lho

Kono machi ha mikan no resutorant de yuumeu de aru. Kota ini terkenal dengan restorant jeruknya.

Kosakata

Mikan Machi Takoyaki Osaka Kuruma Nagano

Jeruk Kota Makanan terkenal di osaka,


lihat keterangan di bawah

Kota kedua paling terkenal di jepang setelah tokyo Mobil Kota dengan perbukitan berada di sebelah utara osaka, terkenal dengan olimpiade musim dingin. Merk, nama pabrik pembuat, di jepang menggunakan kata meka yang di tulis dengan katakana, merupakan kata serapan dari mecha

Meka

Mastumoto , September 2007

Silahkan lihat tutorial lainya di http://japanase-tutorial.blogspot.com , ini blog baru saya, diusahakan semua tutorial segera masuk blog tersebut, apabila anda menemukan kesalahan penulisan di artikel ini silahkan hubungi penulis di hasnan@gmail.com

Note :
Harap diperhatikan kata- kata di bawah huruf jepang dalam huruf romanji adalah cara tulis , bukan cara baca, untuk cara baca silahkan membaca artikel bahasa jepang sebelumnya mengenai pengenalan bahasa jepang

Takoyaki , merupakan makanan yang dibuat dari tako gurita, yang dilembutkan lalu dipanggang berbentuk bulat seperti bakso, makanan ini sangat terkenal di osaka, walau di kota lain di jepang pun dapat kita temukan, namun yang paling enak tetep di osaka. Apalagi yang terkenal di osaka ? Tunggu edisi selanjutnya..

Taksi

Oleh :

Ahmad Hasnan
http://www.oke.or.id http://japanase-tutorial.blogspot.com/
Tutorial ini diperbolehkan untuk di copy, di sebarluaskan, di print diperbaiki dengan tetap menyertakan nama penulistanpa ada tujuan komersial

takushi Kata diatas merupakan kata serapan dari bahasa engris taxi, di jepang di sebut dengan takushi, namun cara pengucapannya tetap takshi, kali ini mari belajar beberapa kata penting ketika mencari maupun naik taksi

hiraitemasuka Kosong kah ?

Iiyo, doko e ikundesuka Silahkan, mau pergi kemana ?


Hirata eki onegeaishimasu. Stasiun Hirata


Eeto.. sumimasen, mo sukoshii yukkurii hashitte itadakemasenka Hmm.., tolong jalannya lebih pelan yah..

Atsui desukara mado wo akete kudasaimasenka ? Panas nie, bolehkan jendelanya di buka ?

Shinjyuku ni , tsuitara watashi ni oshietekudasai Kalo sudah sampai Shinjuku mohon saya si beri tahu.

Nakanaka densya ni maniaunode sukhosi hayakute kudasaimasenka ? Sepertinya saya akan ketinggalan kereta, bisa lebih cepat sedikit ?

Gunma made nanjikan kakarmasuka ? Sampai gunma membutuhkan waktu beberapa lama ?

Nimotsu zaseki no sitani oite okimasu Saya letakkan barang saya di bawah

Ano shingou ga migi he magatte onegaishimasu. Tolong lampu merah itu belok ke kana aa. Asoko desu. Yadisana itu. Chotto koko de matte itte kudasaimasenka ? Tolong tunggu disini sebentar yah

Ryoukin ha ikura desuka Ongkosnya berapa ? Me-ta ni deta dake itadakemasu Tolong bayar sesuai argo saja

Arigatou gosaimasu Terimakasih Iie domo arigatougozaimasu Terimakasih kembali, sama-sama

TATA BAHASA

Penggalan frase di atas adalah untuk menunjukkan lama waktu, baik perjalanan ataupun suatu proses yang memerlukan jangka waktu, nanjikan kakarimasuka ? dapat diartikan butuh waktu berapa lama ? Sebagai contoh lagi perhatikan kalimat berikut

Sugoi kikai desune, kakou nitsuite atarashii kikai wo tskatte najikan Kakarimasuka ? Wow.. mesin yang hebat ya, kalau untuk memproses (machining) menggunakan mesin baru ini butuh waktu berapa lama ?

Kudasaimasen ka ?, merupakan kata untuk meminta pertolongan secara sopan, sebelum kata kudasaimasenka, digunakan bentuk kata kerja te, apa itu bentuk kata kerja te, silakan lihat tutorial khusus mengubah bentuk masu ke bentuk te, untuk mempermudah berikut saya berikan contoh perubahan kata kerja Bentuk masu

Bentuk kamus

Bentuk te

Arti Memakai Makan Minum Melihat Membuka Menulis

Berdiri Memotong Bangun Tidur menulis

Berikut adalah contoh untuk meminta bantuan atau pertolongan dengan menggunakan bentuk te itadamesenka ? caranya, gunakan bentuk te di depan lali ikuti dengan itadakemasenka ? Bisakah menuliskan nama anda ?

O namae kaite itadakemasenka

Bisakah berdiri sebentar ?

Chotto tatte

itadakemasenka

Tolong guntingkan kertas ini ?


Kono kami wo kitte itadakemasenka Ingat walau dalam bahasa jepang tidak terdapat tanda tanya dalam penulisan kalimat pertanyaan, namun pengucapannya tetap diucapkan sebagai kata tanya.

Mastumoto , September 2007

Silahkan lihat tutorial lainya di http://japanase-tutorial.blogspot.com , ini blog baru saya, diusahakan semua tutorial segera masuk blog tersebut, apabila anda menemukan kesalahan penulisan di artikel ini silahkan hubungi penulis di hasnan@gmail.com

Berapa Harganya ?

Copyright Ahmad Hasnan Artikel ini boleh dicopy ,diubah , dikutip, di cetak dalam media kertas atau yang lain, dipublikasikan kembali dalam berbagai bentuk dengan tetap mencantumkan nama penulis dan website oke.or.id tanpa ada tujuan komersial, untuk tujuan komersial silahkan hubungi penulis di hasnan@gmail.com

Oleh :

Ahmad Hasnan
www.oke.or.id

Ikura desuka.
Untuk menanyakan harga sesuatu digunakan frase ikura desuka, walaupun bila anda jalan-jalan ke kota di jepang cukup mengatakan ikura, penjual pasti tau, namun lebih disarankan anda memakai frase tersebut, karena lebih sopan untuk digunakan. Kono ringo wa ikura desuka. Apel ini berapa harganya. Futatsu tamago wa ikura desuka. Dua buah telor berapa harganya.

Hitotsu yonhyaku en desu Sebuah 400 yen


. Hyaku en no kitte o arimasuka. Perangko seratusan yen ada tidak?

Hyakugojuen no kitte go mai kudasai? Tolong 5 lembar perangko 150 yen. Hai, zenbude nanahyakugoju en desu. Ok, semuanya 750 yen.

Tata Bahasa
Mengucapkan harga Mata uang jepang adalah yen, satu yen 1 saat artikel ini ditulis berkisar antara Rp.75Rp.80. pecahan uang logam terkecil jepang 1 ,Untuk mengucapkan mata uang cukup langsung diucapkan berapa yen, contoh

Hyaku ju en

Nedan ha nihyaku en Mahal yah Untuk mengungkapkan kata sifat dari barang seperti murah, mahal atau tas yang merah, tas yang biru, dipakai pola kata sebagai berikut :

Akai kaban arimasuka Adakah tas warna merah ? Motto yasui noga arimasuka. Harga yang lebih murah ada tidak ? Bentuk lampau dan non lampau untuk kata sifat sebegai berikut : Non Lampau Akai desu Merah Akakunai desu Tidak merah Bentuk Lampau Akakatta desu Merah (lampau) Akakunakatta desu Tidak merah (lampau)

Positif Negative

Kata sifat
Kata sifat dalam bahasa jepang dibagi dalam 2 kategori besar, yaitu : Kata sifat na Kata sifat i Kata sifat I adalah semua kata sifat yang berakhiran dg huruf I sedangkan kata sifat na adalah semua kata sifat yang tidak berakhiran dengan I, namun ada pengecualian tersendiri, yaitu :

Kata sifat na Kirei Cantik Yumei Terkenal Genki sehat dalam tutorial ini kata sifat na saya tulis dalam kosakata dengan na dibelakang kata sifat untuk mempermudah proses belajar, namun dalam kalimat kata na tidak ditulis, berikut beberapa contoh kotoba (kosakata) kata sifat beserta artinya, baik kata sifat na maupun kata sifat i Yumei Nigiyaka Shizuka Kirei sinsetsu Ooki Chikai Aoi Akai Terkenal Ramai Sepi Cantik Ramah, baik hati Besar Kecil Biru Merah

kuroi Siroi Midori Oishi Omoshiroi Hikui yasui Takai yasasii muzikasii Tsumetai Samui Atsui Furui Atarashi

Hitam Putih Hijau Enak, nikmat Menarik rendah Murah Mahal, tinggi (tempat) Mudah Sulit, sukar Dingin (makanan/barang) Dingin (hawa, udara) Panas Lama, kuno Baru

Perhatikan contoh berikut pemakaian kata sifat berikut :


Oosaka wa furui machi desuka? Apakah Osaka kota kuno ? Nakamura sensei wa shinsetsu desu Guru nakamura orangnya baik hati

Sushi wa takai desuka yasui desuka ? Apakah sushi mahal? (atau) murah?

Kono kyoshitsu de isu ga ikutsu arimasuka Di kelas ini berapa jumlah kursi yang ada?

Kino ari san wa 100 en kitte o 10 mai kaimashita Kemarin bapak ari membeli perangko 100 yen sebanyak sepuluh lembar Pemakaian kata sifat dapat lansung dipakai tanpa menambahi partikel, perhatikan beberapa contoh diatas sehingga untuk mengatakan tas merah cukup langsung dikatakan

(akai kaban). pada contoh diatas contoh kalimat terakhir tidak terdapat kata sifat seperti pada contoh sebelumnya namun 100 en kitte mempunyai struktur kalimat yang mirip dengan pemakain kata sifat, karena dalam 100 en kitte (perangko 100 yen-nan), harga menerangkan jenis perangko yang fungsinya seperti pemakaian kata sifat.

Percakapan
Dalam kalimat berikut amino san berperan sebagai pembeli, dan naka san berperan sebagai penjual. Naka Amino Naka Amino Naka Amino Naka Amino Naka : : : : : : : : :

Untuk edisi artikel kali ini cara baca dalam romanji tidak langsung ditulis di bawah huruf jepang, cobalah untuk membacanya, namun apabila saudara mash kesulitan, berikut cara baca dalam romanji. Naka Amino Naka Amino Naka Amino Naka Amino Naka : : : : : : : : : Irassyaimase Ringgo ga arimasuka. Hai arimasu yo. Ichi kiroguramu ikura desuka. Akai ringgo wa sen enmidori ringgo wa sen nihyaku en desu Takai desune, kore motto yasuku narimasenka. Sumimasen, muridesune.. Sou desuka, ja akai ringgo o ichi kiroguramu, midori ringgo o ni kiroguramu onegaishimasu. Hai, zenbude sansen yonhyaku en desu, arigato gozaimasu

Kosa Kata

Nedan En

harga yen Berapa harganya kilogram Selamat datang Bisakah lebih murah Tidak mungkin

Ikura desuka Kiro guramu Irassyaimase Motto yasukunarimasenka Muri desune

Dari daftar kosakata yang ada cobalah untuk menerjemahkan, apabila saudara masih kesulitan silahkan hubungi penulis di email beriku
i

Bila ada kesalahan penulisan dalam artikel ini silahkan hubungi penulis di hasnan@gmail.com Matsumoto, Maret 2007

Saya bukan orang jepang


Oleh :

Ahmad Hasnan

Kalimat Negatif
Pada tutorial jishokai pertama banyak contoh tentang saya adalah , Bagaimanakah bila kita ingin menjawab bukan, atau tidak pada pertanyan tersebut, misalnya ketka kita ditanya apakah anda orang jepang, dan kita ingin mengatakan bukan, saya bukan orang jepang, saya orang indonesia. Perhatkan contoh kalimat berikut : Anatawa agus san desu ka. Apakah anda bapak agus. Hai, so desu. Ya (benar) Hai, agus san desu Ya, (saya) agus. Iie, agus san dewa arimasen. Bukan, (saya) bukan agus. Agus san wa indonesia jin desu ka Apakah agus adalah orang indonesia ? Hai , indonesia jin desu Ya, (saya) orang indonesia. Iie , indonesia jin dewa arimasen. Bukan, (saya) bukan orang indonesia.

Tata Bahasa
Partikel desu () Kata desu tidak mempunyai arti, namun partikel ini berfungsi untuk memperlihatkan rasa hormat dan kesopanan pada lawan berbicara, partikel desu dipakai pada akhir kalimat dengan predikat kata kerja atau kata sifat, baik kata sifat na maupun kata sifat i. Partikel dewa arimasen () Dewa arimasen mempunyai fungsi untuk menegatifkan kalimat yang mempunyai arti tidak atau bukan, dewa arimasen sebenarnya bukan lah partikel namun terdiri dari dua kata,namun untuk memudahkan dalam mengingat saya sebut partikel, dengan menambahkan dewa arimasen suatu kalimat akan mempunyai arti bukan, perhatikan contoh diatas, Susunan kalimat untuk menjawab positif (ya) dan negatif (tidak) dapat dilihat pada kolom berikut Positif Hai desu. Ya,. Negatif Iie dewa arimasen Bukan, / tidak .

Menyebut nama orang jepang. Untuk menyebutkan nama orang jepang dipakai kata san setelah nama panggilan, san dipakai untuk menghormati misalnya kepada atasan, orang yang lebih tua dsb, perhatikan berikut: agus san agus san Tanaka san Tanaka san Untuk panggilan kepada teman akrab, atau temen sekerja, atau orang yang lebih muda dipakai kun setelah nama panggilannya.

Percakapan
Tanaka : Ohaiyo gozaimasu, ogenki desuka

Agus

Ohaiyo gozaimasu, ogenki desu. Tananka san, anohito wa dare desu desuka. Arisan desuka. 2

Tanaka

Iie, poom san desu. Nihon jin desuka.

Agus

Tanaka

Iie, taijin desu. Poom san ha sensei desuka.

Agus

Tanaka

Iie, sensei dewa arimasen, kensyusei desu.

Kosa Kata

i

Ohaiyo gozaimasu, Konichiwa Konbanwa ogenki desuka Genki Ano hito Dare Taijin Sensei Kensyusei

Selamat pagi Selamat siang Selamat malam Sehatkah ? Sehat Orang itu siapa Orang tailand Guru Pelajar.

Osaka, January 2007

Jam berapa sekarang ?


Oleh :

Ahmad Hasnan
www.oke.or.id

Ini adalah
Ima nanji desuka, adalah frase yang dipakai untuk menanyakan waktu , berikut keterangannya, System jam di jepang di bagi dua yaitu PM (gogo) dan AM (gozen) sedangkan angka yang dipakai adalah angka 1 sampai 12, sedangkan untuk menit seperti layaknya di indonesia dari 1 sampai 60. Untuk memberitahukan jam sekarang dalam bahasa jepang dipakai kata berikut : Ima juichi ji desu. Sekarang jam 11 Ima ichi ji han desu. Sekarang jam 1 .30 (sekarang jam setengah dua) Ima san ji yojugo pun desu. Sekarang jam 3.45 ( jam 3 lebih 45 menit) Watashiwa gozen raku ji ni nemasu. Saya jam 6 pagi bangun tidur. Agus san ha nanjini nemasutaka. Bapak agus jam berapa mulai tidur ? Ju ichi ji han ni nemasita. Jam 11.30 tidur.

Tata Bahasa
Untuk menanyakan jam digunakan bentuk : 1 . + nan ji + . + nan pun + 2 . + nan ji desu ka.

Betuk pertama digunakan untuk menyakan jam pada waktu tertentu seperti : Agus san ha nanjini oosaka e ikimasuka. Bapak agus jam berapa pergi ke osaka? Sedangkan bentuk kedua digunakan untuk menayakan hal singkat seperti waktu sekarang, perhatikan contoah berikut : Ima nanji desuka Sekarang jam berapa ? Nanpun dono gurai kakarimasuka Butuh waktu berapa menit ? Partikel NI () Partikel ni digunakan setelah jam disebutkan, perhatikan contoh-contoh diatas, ni digunakan untuk menyambung dengan kata lainya, bukan dengan partikel atau kata tanya desuka (),

Percakapan
Agus : Ari san doko e ikimasuka? Pak ari mo kemana ? Oosaka e ikimasu, agusan ima nan ji (saya) pergi ke Osaka, bapak agus sekarang jam berapa ? desuka?

Ari

Agus

Ima juichi ji desu, nan ji ni oosaka e ikimasuka? Sekarang jam 11, jam berapa berangkat ke Osaka. 2

Ari

Ju ichi ji han ni ikimasu. (saya) berangkat jam 11.30. Agus : sou desuka, koko kara nanpun dono gurai kakarimasuka oo begitu ya, dari sini butuh waktu berapa menit ? Jupun gurai kakarimasiyo, Ja .. mata atodene Sekitar 10 menit, Sampai nanti ya.. Ja mata Sampai nanti

Ari

Agus

Kosa Kata
Ima Ikimasu Nanji Pun, fun Koko kara Dono gurai Kakarimasu Sekarang Pergi (berangkat) Jam berapa Menit Dari sini Sekitar (kurang lebih) Membutuhkan waktu

Angka yang digunakan dalam penyebutan jam dan menit. Ichi ji Niji Sanji Yoji Goji Rokuji Shici ji Hachi ji Kuji Jyuji Jyuichiji Jyuniji Jam 1 Jam 2 Jam 3 Jam 4 Jam5 Jam6 Jam7 Jam8 Jam 9 Jam 10 Jam 11 Jam 12 Ippun Nifun Sanpun Yonpun Gofun Roppun Sichifun Happun Kyufun Jyupun Jyugopun Sanjyuppun 1 menit 2 menit 3 menit 4 menit 5 menit 6 menit 7 menit 8 menit 9 menit 10 menit 15 menit 30 menit

Osaka, January 2007