Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pada awal abad ini pemakaian listrik dalam berbagai bidang kehidupan mulai berkembang dengan pesat, apalagi setelah transistor ditemukan. Dengan ditemukannya transistor, jalan untuk pengembangan elektronika semakin terbuka dan sampai sekarang teknik semikonduktor yang dipakai dalam transistor masih terus berkembang sehingga menghasilkan elektronika yang semakin canggih, semakin kecil, dan semakin murah. Inti dari semua alat elektronik masih tetap, yaitu transistor-transistor, walaupun sekarang sudah ada IC yang merupakan rangkaian dan banyak transistor dalam IC, selain rangkaian IC terdapat pula rangkaian sejenis yaitu rangkaian RC. Rangkaian RC adalah rangkaian yang terdiri dari resistor dan kapasitor. Rangkaian yang satu ini sering kita jumpai dalam suatu rangkaian elektronika. Rangkaian RC juga sering disebut rangkaian sederhana karena hanya terdapat satu resistor dan satu kapasitor. Salah satu si at rankaian RC yaitu bias meloloskan rekuensi rendah dan tinggi dan juga sebagai alat pengubah ! converter) gelombang persegi ke segitiga dan persegi ke pulsa. Pada rangkaian RC ini terdiri dari dua macam rangkaian yaitu Rangkaian Penapis Rendah !Integrator " dan Rangkaian Penapis #inggi !Diferensiator". $ntuk Rangkaian Integrator rekuensi rendah tegangan output sama dengan tegangan input, akan tetapi pada rekuensi tinggi sinyal output diperkecil atau dengan kata lain rangkaian integrator meloloskan rekuensi rendah tetapi menahan rekuensi tinggi sedangkan Di erensiator sebaliknya yaitu meloloskan rekuensi tinggi tetapi menahan rekuensi rendah. Pemahaman tentang jenis-jenis rangkaian listrik sangatlah penting dalam beberapa aspek. %amun pada praktikum kali ini akan dibahas mengenai pemahaman terhadap rangkaian di erensiator, dikarenakan ingin mengetahui untuk hasil tegangan yang merupakan ungsi dari tegangan input di erensial waktu. &al inilah yang melatarbelakangi praktikum ini dilakukan.

1.2 Tujuan Praktikum ISI S'%DIRI CIIIII%

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 O erati!nal Am li"er #OP$A%P& Operational Amplifier atau disingkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang populer digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. (plikasi op-amp populer yang paling sering dibuat antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok bahasan kali ini akan dijelaskan aplikasi op-amp yang paling dasar, yaitu sebagai pembanding tegangan !komparator". )omparator digunakan sebagai pembanding dua buah tegangan. Pada perancangan ini, tegangan yang dibandingkan adalah tegangan dari sensor dengan tegangan re erensi. #egangan re erensinya dilakukan dengan mengatur *ariabel resistor sebagai pembanding. +p-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier !penguat di erensial" yang memiliki dua masukan. Input !masukan" op-amp seperti yang telah dimaklumi ada yang dinamakan input in*erting dan non-in*erting. +p-amp ideal memiliki open loop gain !penguatan loop terbuka" yang tak terhingga besarnya. )ita akan mengenal terlebih dahulu macam-macam penguat dalam +p(mp, berikut pembahasannya dan tentunya rangkaian di erensiator yang akan lebih banyak dibahas ,

2.1.1 Inverting Rangkaian ampli ier ini, input dengan outputnya berlawanan polaritas. -adi ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan in*erting ampli ier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari ., misalnya -/.0 , -/.1 , -/.2 , dst dan selalu negati . Rumus nya ,

3ambar .. Rangkaian In*erting 2.2.1 Non-Inverting Rangkaian non in*erting ini hampir sama dengan rangkaian in*erting hanya perbedaannyaadalah terletak pada tegangan inputnya dari masukan nonin*erting. Rumusnya seperti berikut ,

atau &asil tegangan output nonin*erting ini akan lebih dari satu dan selalu positi . Rangkaian nya adalah seperti pada gambar berikut ini ,

3ambar 0. Rangkaian %onin*erting 0.0.4 Summing ! Penjumlahan" Rangkaian penjumlah atau rangkaian adder adalah rangkaian penjumlah yang dasar rangkaiannya adalah rangkaian in*erting ampli ier dan hasil outputnya adalah dikalikan dengan penguatan seperti pada rangkaian in*erting. Pada

dasarnya nilai outputnya adalah jumlah dari penguatan masing masing dari in*erting, seperti ,

5ila R 6 Ra 6 Rb 6 Rc, maka persamaan menjadi , Vo = (Va +Vb +Vc)

3ambar 4. Rangkaian penjumlah dengan hasil %egati

2.1.4

Unity Follower/Voltage Follower Rangkaian bu er adalah rangkaian yang inputnya sama dengan hasil

outputnya. Dalam hal ini seperti rangkaian common colektor yaitu berpenguatan 6 .. Rangkaiannya seperti pada gambar berikut ini ,

3ambar 7. Rangkaian +p-(mp $nity 8ollowe 2.1.5 Integrator Rangkaian integrator op-amp ini juga berasal dari rangkaian in*erting dengan tahanan umpan baliknya diganti dengan kapasitor.

3ambar 1. Rangkaian +p-(mp integrator

2.1.6 Diferen iator Di erensiator adalah rangkaian yang melakukan operasi di erensiasi secara matematika. Rangakaian ini menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan kemiringan tegangan masukan. Penggunaan rangkaian di erensiator yang umum adalah untuk mendeteksi tepi mendahului dan tepi ketinggalan dari sebuah pulsa persegi atau untuk menghasilkan keluaran persegi dari masukan sinyal segitiga. 8ungsi rangkaian Di erensiator ialah untuk menghasilkan tegangan yang merupakan ungsi dari tegangan input di erensial waktu. Di erensiator sirkuit

pada dasarnya adalah sebuah pass- ilter untuk kondensor yang terdiri dari baris dan resistor baris. )arena reaktansi kondensor meningkat jika rekuensi jatuh, sirkuit ini menghilangkan komponen rekuensi rendah dari input. -ika ada masukan tingkat diterapkan untuk di erensiator, tegangan pada kondensor berubah dalam sekejap sehingga ada tegangan pada resistor berkurang secara eksponensial sesuai dengan rumus

Pada rangkaian aplikasi rangkaian di erensiator op-amp ini ada sedikit perubahan yaitu penambahan tahanan dan kapasitor yang rangkaian di erensiator yang dimaksud. ungsinya untuk men ilter sinyal masukan. Seperti tampak pada gambar di bawah ini adalah

3ambar 9. Rangkaian +p-(mp Di erensiator 5entuk rangkain di erensiator adalah mirip dengan rangkaian in*erting. Sehingga jika berangkat dari rumus penguat in*erting 3 6 -R0:R. dan pada rangkaian di erensiator diketahui , R0 6 R R.6 ;c 6 .: <C maka jika besaran ini disubtitusikan akan didapat rumus penguat di erensiator

3!<" 6 - <RC Dari hubungan ini terlihat sistem akan meloloskan rekuensi tinggi !high pass filter", dimana besar penguatan berbanding lurus dengan rekuensi. %amun demikian, sistem seperti ini akan menguatkan noise yang umumnya ber rekuensi tinggi. $ntuk praktisnya, rangkain ini dibuat dengan penguatan dc sebesar . !unity gain". 5iasanya kapasitor diseri dengan sebuah resistor yang nilainya sama dengan R. Dengan cara ini akan diperoleh penguatan . !unity gain" pada nilai rekuensi cutoff tertentu. (plikasi untuk ini, selain mewakili kalkulus turunan ungsi dalam komputer analog, termasuk tingkat-o -perubahan indikator untuk instrumentasi proses. Salah satu seperti rate-o -mengubah aplikasi sinyal mungkin untuk pemantauan !atau mengontrol" tingkat perubahan suhu dalam tungku, dimana terlalu tinggi atau terlalu rendah dari tingkat kenaikan suhu bisa merugikan. #egangan DC yang dihasilkan oleh sirkuit di erensiator dapat digunakan untuk dri*e komparator, yang akan sinyal alarm atau mengakti kan kontrol jika tingkat perubahan melebihi tingkat yang telah ditetapkan.

Sumber , http,::skemarangkaian.blogspot.com:0/./:./:rangkaian-di erensiator-opamp.html http,::pradityabudi.blogspot.com:0/..:/1:rangkaian-di erensiator-op-amp.html http,::elkakom.blogspot.com:0/./:/2:rangkaian-di erensiator.html

Anda mungkin juga menyukai