Anda di halaman 1dari 3

Silahkan secara bebas menggandakan makalah ini --

1

Kelompok 3 : 1. Anggraini Widjanarti (1201000148)
2. Annisa Utami (1201000156)
3. Maria Gracia Deita (120100066Y)

Judul Artikel : Power, Politics, and MIS Implementation
Penulis Artikel : M. Lynne Markus
Diterbitkan Oleh : ACM, Vol. 26 No.6, Juni 1983, halaman 430-444

Kling mengidentifikasikan 6 teori dari perspektif yang berbeda, yaitu
Rasional,Struktural, Hubungan Manusia, Interactionist, Politik Organisasi, dan Politik
Kelas.Keenam perspektif ini berbeda dari berbagai sudut pandang, misalnya teknologi
dan sosial.Ketiga teori yang pertama dikategorikan pada Sistem Rationalism, dan tiga
teori terakhir dikategorikan pada Segmented Institutionalism. Meskipun artikel ini
ditulis berdasarkan teori Kling ini,namun artikel ini akan menggolongkan perspektif
Kling dengan cara berbeda.
Ada tiga teori faktor penyebab resistensi terhadap SI dalam organisasi. Yang
pertama adalah resistensi yang diakibatkan oleh faktor internal. Contohnya adalah
user yang memiliki sifat analiytic cognitive cenderung akan menerima sistem,
sedangkan user yang berpikir secara intuitif cenderung akan menolak sistem. Yang
kedua adalah resistensi yang diakibatkan oleh faktor warisan dari sistem aplikasi yang
sudah diimplementasikan sebelumnya. Contohnya adalah user cenderung akan
resisten terhadap sistem yang tidak dirancang secara ergonomic, dan sistem yang
tidak user friendly. Faktor ketiga adalah interaksi antara karakteristik user yang
menggunakan sistem tersebut dengan karakteristik sistem yang diimplementasikan.
Contohnya adalah sistem yang mengubah keseimbangan kekuatan dalam organisasi
akan ditolak oleh pihak yang kelihangan kekuatan tersebut, sedangkan pihak yang
menerima kekuatan tersebut akan menerimanya.
Ada beberapa variasi teori interaksi yang dapat diidentifikasi. Yang pertama
adalah varian sosioteknikal, yang menitikberatkan pada distribusi tanggung
jawab/tugas dalam organisasi yang biasanya mengubah distribusi pada sistem
sebelumnya. Yang kedua adalah varian political, yang menjelaskan bahwa resistensi
timbul dari hasil interaksi antara rancangan fitur sistem dengan distribusi kekuatan
dalam organisasi.
Penulis menyatakan bahwa membuktikan teori adalah suatu hal yang mustahil
dilakukan. Namun asumsi dasar dari teori-teori tersebut dapat dibandingkan dengan
faktanya di dunia nyata, prediksi yang didapat dari teori tesebut juga dapat diuji
melalui pengamatan,dan implikasi terhadap aksi yang didapat dari teori tesebut dapat
diuji manfaatnya bagi para implementator.
Dalam melakukan pengujian dengan asumsi dasar, ada tiga asumsi yang dapat
digunakan untuk membandingkan teori-teori yang dievaluasi, yaitu asumsi
lingkungan teknologi (Sistem Informasi),asumsi lingkungan organisasi dimana
teknologi tersebut diimplementasikan, dan asumsi kepercayaan terhadap resistensi.
Berikut penulis membahas mengenai teori resistansi yang mengacu pada suatu
contoh kasus FIS (Financial Information System). Berdasarkan teori system-
determined , resistansi dapat dilacak dari faktor manusia dengan rancangan teknis.
Contohnya adalah, sebagian alasan dari komplain yang diajukan oleh pengguna FIS
awal dapat ditemukan dalam bagian faktor teknis dan manusia yang bermasalah
dengan sistem. Sistem manajemen database yang dipilih untuk aplikasi tidak bekerja
dengan baik dengan sistem operasi komputer, dan penyimpanan utama yang tidak
Silahkan secara bebas menggandakan makalah ini --
2
mencukupi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan aplikasi. Hasilnya adalah sistem
sering kali down dan pelaporan yang dihasilkan sering sekali terlambat.
Berdasarkan teori interaksi, resistansi dapat menjadi atribut dalam interaksi
antara fitur rancangan dari sistem dan fitur organisasi dan konteks sosial penggunaan.
Salah satu aspek dari konteks ini adalah adalah politik intraorganisasi dan dinamika
kekuatan antara akuntan perusahaan dan akuntan divisi.
Teori people-determinded mengacu terhadap prediksi yang menggantikan
individual resistor atau mengurung mereka dengan memperbolehkan mereka untuk
mengajukan usulan perkembangan terhadap sistem akan mengurangi atau
mengeliminasi resistansi yang terjadi. Teori system-determinded memprediksikan
bahwa jika fitur teknis dan faktor manusia dari dari sistem yang resistan, maka
resistansi akan menghilang. Teori interaksi memprediksikan bahwa meskipun
merubah manusia (dengan memindahkan, memberikan pendidikan / training, atau
melakukan pemaksaan), ataupun merubah fitur teknis dari sistem akan mengurangi
resistansi selama kondisi yang memicu tetap berlangsung. Variasi politik dari teori
interaksi berargumen bahwa selain dari perubahan akan memberikan banyak efek dari
intensitas resistansi jika resistansi dihasilkan dengan interaksi yang berpola antara
grup-grup yang berkompetisi. (rangkuman Table II)
Pengujian yang sebenarnya dari suatu teori adalah pada saat implementasinya.
Implikasi perwujudan teori interaksi jelas berbeda dari pandangan resistansi people-
determined, system-determined, dan people-plus-system-determined. Masing-masing
teori resistansi tersebut ditindaklanjuti secara berbeda oleh pelaksananya. Untuk
menghindari penolakan, teori resistansi yang people-determined merekomendasikan
pelatihan untuk pengguna sistem dan melibatkan pengguna dalam rangka meraih
komitmen penggunanya. Teori yang system-determined merekomendasikan pelatihan
terhadap sisi designer system dan melibatkan pengguna untuk memperoleh hasil
rancangan sistem yang lebih dapat ditermima pengguna. Sedangkan teori resistansi
yang people-plus-system-determined merekomendasikan perbaikan masalah pada
organisasi sebelum system yang dibuat digunakan, memperbaiki hubungan antara
perancang sistem dengan penggunanya, dan tidak mengharuskan keterlibatan
pengguna.
Implikasi utama dari teori interaksi adalah sistem berbasis komputer saja tidak
dapat mengubah organisasi secara radikal, perlu analisis mendalam mengenai situasi
yang terjadi untuk menentukan faktor pembantu perubahan. Selain itu perubahan
harus dilakukan sebelum sistem diimplementasikan, dengan sistem itu sendiri harus
konsisten dengan prosedur yang baru. Implikasi lainnya adalah rancangan tertentu
dari sistem adalah bagian dari hasil hubungan antara perancang dengan pengguna
sistem. Menurut teori interaksi, tidak ada perancang yang posisinya netral, sehingga
hubungan antara perancang, pengguna sistem, dan proses pengembangan sistem perlu
diatur sedemikian rupa. Implikasi yang paling penting yakni cara terbaik untuk
strategi implementasi dan perancangan sistem akan menyesuaikan dengan hasil
diagnosis mendalam dari situasi organisasi calon pengguna sistem.
Evaluasi terakhir untuk teori interaksi yaitu dengan menunjukkan apa gunanya
bagi pelaksana sistem. Teori tersebut menghasilkan model analisis dan diagnosis
organisasi yang dapat digunakan untuk merancang sistem yang tidak mendapat
resistansi atau berstrategi untuk menghadapi resistansi yang telah ada.
Teori interaksi memiliki kerugian yang cukup jelas,yaitu tidak memberi masukan
yang universal bagi system analysts dan pelaksana manajemen sistem. Sedangkan
pengamatan terhadap dua manfaat dari teori interaksi menghasilkan: kunci
keberhasilan teori interaksi adalah pengembangnya bertindak sebagai suatu pihak
Silahkan secara bebas menggandakan makalah ini --
3
dalam proses analisis; dan sang analyst harus mengetahui bahwa tujuannya bukanlah
mengatasi resistansi, melainkan menghindarinya jika mungkin, atau menghadapinya
secara konstruktif.
Ada beberapa variasi dari teori interaksi, demikian pula konsep keorganisasian
yang digunakan. Makalah ini menggunakan konsep politik dan kekuasaan dalam
organisasi. Ada juga beberapa konsep lain yang relevan seperti konsep perubahan dan
pembelajaran keorganisasian.
Varian politik dari teori interaksi mengasumsikan SI seringkali mewujudkan
distribusi kekuasaan dalam organisasi antar pihak yang terlibat dalam perancangannya.
Pfeffer mendeskripsikan penetu utama kekuasaan, yakni: ketergantungan terhadap
pemegangn kekuasaan; kemampuan pemegangn kekuasaan untuk menyediakan
sumber daya dan menghadapi ketidakpastian; serta kemampuan untuk memperngaruhi
proses pengambilan keputusan. Kesemuanya relevan terhadap pemahaman
implementasi SI Manajemen (SIM).
Banyak SIM dirancang untuk mendistribusikan informasi yang diperlukan untuk
menghadapi ketidakpastian, dengan demikian SIM dapat mengubah basis kekuasaan.
Pengenalan suatu system baru mungkin mengakibatkan pengaturan kembali
penyebaran kekuasaan dalam organisasi secara permanen, kecuali ada resistansi dari
pihak yang dirugikan.
Varian politik membuat beberapa prediksi tepat mengenai di mana resistansi
dapat terjadi dalam kaitan dengan implementasi SI. Pihak yang tidak diuntungkan
akan memunculkan resistansi, sedangkan yang diuntungkan tidak akan menolak.
Kekuatan resistansi terkait dengan ukuran kehilangan dan kepentingan yang
diimplikasikan. Contohnya pada sentralisasi dan desentralisasi kontrol data dan
distribusi data, yang memperoleh kontrol data tidak akan protes, tetapi yang
kehilangan kontrol sebaliknya. Kekuatan resistansi juga dipengaruhi oleh posisi pihak
yang kehilangan kekuasaan dalam organisasi.
Resistansi tidak dapat dipastikan baik-buruknya. Resistansi dikatakan penting,
bahkan baik ketika SI mengubah keseimbangan kekuasaan, yang akhirnya
menyebabkan disfungsi organisasi. Varian politis mengasumsikan bahwa dampak
terhadap organisasi dipengaruhi oleh cara penggunaan sistem pada organisasi tersebut.
Varian politis memandang derajat penolakan SI terkomputerisasi sebagai suatu
variabel di antara derajat pegeseran kekuasaan yang dirancang ke dalam sistem
dengan yang sebenarnya terjadi pada organisasi. Lebih penting lagi adalah derajat
motivasi pihak yang berkuasa di organisasi (baikyang memaksudkan hilangnya
kekuasaan maupun yang hanya diuntungkan karenanya) untuk mengatasi resistansi.
Menurut Pfeffer, proses perancangan SI berbeda dengan pengambilang kekuasaan di
organisasi. Mintzberg menunjukkan bahwa varian politis paling tepat ketika untuk
pengambilan keputusan diperoleh keadaan: tidak ada kesepakatan mengenai tujuan
dan nilai-nilai organisasi; ada ketidakpastian tentang cara mencapai tujuan yang
diinginkan; dan ketika keputusan itu penting. Keadaan tersebut kemungkinan ditemui
ketika SI langsung menyeberangi beberapa subunit organisasi yang bervariasi dan tipe
penggunanya juga berbeda-beda. Varian politis meningkatkan kemampuan untuk
menjelaskan dan memprediksi kejadian di sekitar pengenalan SIM ke dalam suatu
organisasi yang kompleks secara signifikan.