Anda di halaman 1dari 29

Desain Penelitian & Pengukuran

Penelitian kualitatif lebih memperhatikan masalah kayanya data, tekstur, dan perasaan Menggunakan pendekatan induktif yang menekankan pengembangan insight dan generalisasi data yang dikumpulkan.

Perbedaan orientasi penelitian


Kuantitatif
Diawali dengan menguji hipotesis
Konsep dalam bentuk variabel yang beragam Pengukuran secara sistematis diciptakan sebelum data dikumpulkan; pengukuran standar Data dalam bentuk angka, bersumber dari pengukuran yang pasti

Kualitatif
Makna terungkap setelah peneliti terlibat dengan data Konsep berbentuk tema, motif, generalisasi, dan taksonomi Pengukuran diciptakan secara ad hoc dan spesifik untuk setting individual atau peneliti. Data berbentuk kata dan image, berasal dari dokumen, observasi, dan transkrip

Perbedaan orientasi penelitian


Kuantitatif
Teori umumnya causal dan deduktif
Prosedur standar dan dapat diulang

Kualitatif
Teori bisa causal atau noncausal, seringkali induktif Prosedur penelitian khusus, pengulangan sangat jarang bisa dilakukan Analisis dilakukan dengan mengekstrak tema atau generalisasi bukti-bukti; data diorganisasikan ke dalam gambaran yang koheren dan konsisten

Analisis dilakukan secara statistik, dengan tabel dan diagram, dan mendiskusikan bagaimana kaitannya dengan hipotesis

Orientasi penelitian kualitatif


Logic in practice: logika tentang bagaimana menyelenggarakan penelitian
Lebih membingungkan, terkait dengan kasus khusus dan berorientasi pada penyelesaian tugas praktis. Rangkaian aturan lebih sedikit Logika bergantung pada kebijakan informal yang telah dikembangkan berdasarkan pengalaman peneliti. Banyak peneliti muda belajar cara meneliti melalui membaca laporan penelitian, trial and error, dan dengan membantu peneliti senior.

Perspektif transendental
Cocok dengan pendekatan interpretif dan kritik Pertanyaan penelitian berawal dari sudut pandang orang yang diteliti, bukan dari pihak luar. Tujuan: menyingkirkan keyakinan yang keliru dan memperlakukan manusia sebagai makhluk yang kreatif dan berbelas kasihan Seringkali mempertanyakan kekuasaan atau ketidaksetaraan dan memandang hubungan sosial lebih sebagai tindakan bertujuan (bukan sekadar bagian dari hukum alam) Mencoba membantu individu untuk bertumbuh, bertanggung jawab dalam kehidupannya, dan terlibat dalam perubahan sosial (transenden kondisi sosial saat ini)

Non linear dan siklik


Penelitian tidak berjalan seperti garis lurus tetapi berputar, terkadang bergerak kembali ke belakang sebelum maju kembali Dengan siklus atau pengulangan ini, peneliti mengumpulkan data baru dan mendapatkan insight baru.

Triangulation (mengobservasi dari berbagai posisi)


Triangulation of measures (take multiple measures of the same phenomena) Triangulation of observers (multiple observers or researchers add alternative perspectives, backgrounds, and social characteristics and will reduce the limitation) Triangulation of theory (uses multiple theoretical perspectives early in the planning stages of research or when interpreting the data)

Triangulation of method (mixing qualitative and quantitative style of research and data)

Integrity
Menekankan faktor manusia dan akrab dengan pengetahuan tentang setting penelitian dari tangan pertama; menghindari jarak dengan orang atau kejadian yang diteliti Integritas peneliti sangat diutamakan

Qualitative Design Issues


The language of cases and contexts
Peneliti mendiskusikan kasus dalam konteks sosial dan mengembangkan teori yang menekankan pelacakan proses dan urutan kejadian dalam setting spesifik. Menjelaskan bagaimana seseorang terlibat dengan makna kejadian dan belajar untuk melihat situasi dari beragam perspektif.

Qualitative Design Issues


Melibatkan pendokumentasian real events, merekam yang dikatakan orang (dengan kata, gestures, dan tone), mengobservasi tingkah laku tertentu, mempelajari dokumen tertulis, atau memeriksa visual images. Peneliti meminjam ide dari orang yang diteliti atau mengembangkan ide baru setelah memeriksa kasus spesifik dalam konteksnya atau dalam setting natural tertentu.

Grounded Theory
Peneliti mengawali penelitiannya dengan sedikit pertanyaan penelitian
Teori berkembang selama proses pengumpulan data, teori dibangun dari data Operasionalisasi dan konseptualisasi muncul secara simultan dengan pengumpulan data dan analisis data awal. Banyak peneliti menggunakan grounded theory: penelitian jadi fleksibel, serta memungkinkan teori dan data berinteraksi.

The context is critical


Penelitian kualitatif menekankan pentingnya konteks sosial untuk memahami lingkungan.
Pemaknaan tindakan sosial atau pernyataan sosial bergantung pada konteks timbulnya hal tersebut.

Perhatian terhadap konteks sosial berarti bahwa peneliti kualitatif mencatat apa yang terjadi sebelum atau di sekitar fokus penelitian.

Bricolage (working with ones hands and being pragmatic at using an assortment of odds and ends in an inventive manner to accomplish a specific task)
Peneliti harus belajar untuk mahir melakukan banyak hal, terlibat dengan berbagai sumber, dan melakukan sesuatu dengan apa yang ada padanya.

Fokus pada kasus dan proses


Peneliti menganalisis berbagai aspek dari satu atau sejumlah kecil kasus. Penjelasan atau interpretasi kompleks dan bisa berbentuk cerita naratif tentang seseorang atau kejadian spesifik. Penggalan waktu dan urutan kejadian penting diperhatikan untuk mendeteksi proses dan hubungan sebab akibat (kausal).

Interpretasi Data diinterpretasikan dengan memberikan makna, mentranslasinya, atau membuatnya dapat dipahami. Pemaknaan diawali dengan sudut pandang orang yang diteliti: bagaimana mereka melihat lingkungan, mendefinisikan situasi, atau apa maknanya buat mereka.
First order interpretation: learn about its meaning for the people being studied. Second order interpretation: researchers discovery and reconstruction of the first-order interpretation Third order interpretation: researcher assign general theoretical significance.

Measurement
Kita biasa menggunakan pengukuran dalam kehidupan kita sehari-hari Kita juga mengukur dunia non fisik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi biasanya tidak terlalu eksak. Pengukuran membantu orang mengobservasi apa yang tidak terlihat Sebelum melakukan pengkuran, perlu memperjelas ide tentang hal yang diminati.

Beberapa hal yang diminati peneliti sosial untuk diteliti mudah dilihat (contoh: usia, jenis kelamin, warna kulit) tetapi beberapa tidak mudah diamati (contoh, sikap, angka perceraian, ideologi, peran jenis kelamin) Peneliti sosial, menggunakan pengukuran untuk menghadapi aspek dunia sosial yang sulit untuk diobservasi.

Persamaan pengukuran dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif:


Sama-sama menggunakan metode sistematis dan berhati-hati untuk mengumpulkan data berkualitas tinggi

Dalam penelitian kualitatif:


Merancang cara yang tepat untuk mengukur variabel adalah langkah penting dalam perencanaan. Peneliti menggunakan teknik yang lebih beragam untuk mengukur dan menciptakan pengukuran baru dalam mengumpulkan data.

Perbedaan di antara kedua pendekatan tersebut:


Masalah waktu: pengukuran kualitatif muncul dalam proses pengumpulan data, secara terintegrasi, dan jarang muncul pada tahap perencanaan. Masalah data itu sendiri: data jarang berbentuk angka, kebanyakan berupa kata-kata lisan maupun tulisan, tindakan, suara, simbol, objek fisik, atau image visual (contoh, peta, foto, video, dll.)

Bagaimana kedua gaya membuat keterkaitan:


peneliti merefleksikan ide sebelum pengumpulan data, tetapi mereka mengembangkan banyak konsep selama aktivitas pengumpulan data; Peneliti memeriksa kembali dan merefleksikan data serta konsep secara simultan dan interaktif.

Proses pengukuran:
Peneliti mengambil konsep, ide, atau konstruk dan mengembangkan pengukuran (yaitu: teknik, proses, prosedur, dll.) yang dengannya ia dapat mengobservasi ide secara empiris. Peneliti terutama mengikuti rute induktif; mulai dengan data empiris, ide abstrak, proses terkait dengan ide dan data, dan berakhir dengan memadukan ide dan data. Peneliti menggunakan ide yang telah ada sebelumnya untuk membantu pengumpulan data, dan kemudian akan memadukan ide lama dan baru yang dikembangkan dari data.

Baik peneliti kualitatif maupun kuantitatif menggunakan dua proses:


Konseptualisasi
Proses menggunakan konstruk dan memperhalusnya dengan definisi konseptual atau teoretis

Operasionalisasi
Proses mengaitkan definisi konseptual ke dalam serangkaian teknik atau prosedur pengukuran khusus.

Conceptual definition: definisi abstrak, menggunakan istilah teoretis.


Peneliti harus berpikir secara hati-hati, mengobservasi langsung, berkonsultasi dengan orang lain, membaca tulisan orang lain, dan mencoba definisi yang memungkinkan. Definisi yang baik harus memiliki satu makna yang jelas, eksplisit, dan spesifik. Definisi konseptual terkait dengan kerangka teoretis dan posisi nilai seseorang.

Operational definition: definisi dalam bentuk tindakan spesifik yang dilakukan peneliti.
Bisa berupa kuesioner survei, metode mengobservasi kejadian dalam setting lingkungan, cara mengukur content dalam media massa, atau proses lain yang dilakukan oleh peneliti yang merefleksikan, mendokumentasikan atau mewakili konstruk abstrak yang dipaparkan dalam definisi konseptual.

Operasionalisasi menghubungkan bahasa teori dengan bahasa pengukuran empiris. Teori penuh dengan konsep, asumsi, hubungan, definisi, dan sebab akibat yang abstrak. Pengukuran empiris menggambarkan bagaimana orang secara konkret mengukur variabel tertentu.
Cara spesifik atau hal-hal spesifik yang digunakan individu untuk mengindikasikan keberadaan konstruk yang muncul dalam realitas yang dapat diamati.

Konseptualisasi dan operasionalisasi kualitatif


Peneliti membentuk konsep baru atau memperhalus konsep yang bersumber dari data. Pembentukan konsep adalah bagian integral dari analisis data dan diawali selama pengumpulan data. Dengan demikian konseptualisasi adalah bagaimana peneliti mengorganisasikan dan memaknai data Operasionalisasi adalah deskripsi detail tentang bagaimana seorang peneliti mengumpulkan dan berpikir tentang data spesifik yang menjadi dasar konsep. (after-the-fact description)

Reliabilitas dan validitas


Reliabilitas: dependabilitas atau konsistensi.
Suatu hal yang sama diulangi atau muncul kembali dalam kondisi identik atau sangat serupa.

Validitas: truthfulness
Mengacu pada kesesuaian antar konstruk, atau cara peneliti mengkonseptualisasikan ide dalam definisi konseptual, dan pengukuran. Seberapa baik ide tentang realitas sesuai dengan realitas aktual

Dalam penelitian kualitatif:


Reliabilitas sulit diterapkan, karena proses yang dipelajari tidak stabil dari waktu ke waktu. Lebih menekankan nilai perubahan atau perkembangan interaksi antar peneliti dan apa yang dipelajarinya. Peneliti menggunakan beragam teknik (interview, partisipasi, foto, studi dokumenter) untuk mencatat data secara konsisten.