Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini tanpa suatu halangan yang berarti. Adapun tujuan dari penyusunan makalah yang berjudul Argentometri ini adalah sebagai pemenuhan tugas yang diberikan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Selain itu agar dapat mengetahui tentang argentometri baik pengertian argentometri metode yang digunakan dalam argentometri dan !aktor yang mempengaruhi pengendapan. "ami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi terciptanya makalah yang lebih baik selanjutnya. #an semoga dengan hadirnya makalah ini dapat memberi man!aat bagi pembaca sekalian.

Penyusun,

DAFTAR ISI
"ata Pengantar $$$$$$$$$$$....................................................................... % #a!tar &si $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ ' &. Pendahuluan a. (atar )elakang $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$.. b. +umusan Masalah $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$. c. Tujuan Penulisan $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$... &&. Pembahasan a. Pengertian Argentometri $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$... b. Metode Argentometri %. Metode Mohr $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ '. Metode -alhard $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$... *. Metode /ajans $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$.. c. /aktor 1 /aktor yang Mempengaruhi Pengendapan $$$$$$$$$$$ , . 0 2 , * * *

&&&. Penutup $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ %% +e!erensi $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$. %'

I.
a. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi berbagai bidang termasuk bidang !armasi. Semakin banyaknya industri3industri !armasi yang turut menerapkan kemajuan teknologi semakin meningkat pula jumlah produk3produk !armasi yang tersedia untuk masyarakat. &ndustri !armasi saat ini tidak hanya mem!okuskan perhatian pada bidang pembuatan dan penyediaan obat melainkan juga telah mencakup berbagai produk yang tersedia dalam masyarakat seperti makanan dan kosmetik. #alam penyediaan suatu produk !armasi dipergunakan berbagai senya4a3 senya4a yang dikombinasikan satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu senya4a baru yang sangat berman!aat. Pengkombinasian ini melibatkan berbagai senya4a baik yang mudah larut dalam air maupun yang tidak. "husus dalam penetapan kadar senya4a yang sukar larut diterapkan metode tertentu sebab si!at dari senya4a yang sukar larut memiliki si!at tertentu yang tidak dimiliki oleh senya4a yang larut. Salah satu metode tersebut adalah argentometri. Metode ini hanya ditekankan bagi senya4a yang diketahui sukar larut. Argentometri adalah suatu titrasi dengan menggunakan perak nitrat sebagai titran dimana akan terbentuk garam perak yang sukar larut.

b. Ru usan !asala"
%. Apa yang dimaksud dengan argentometri5 '. Metode apa saja yang ada dalam titrasi argentometri dan bagaimana prinsip dari masing3masing metode tersebut5 *. /aktor apa saja yang mempengaruhi pengendapan5

#. Tu$uan
Tujuan kami membuat makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas. Selain itu supaya kami dapat memahami tentang argentometri dan prinsip3prinsip dasar titrasi argentometri. 3

II. TIN%AUAN PUSTAKA


a. Te&r' U u
&stilah Argentometri diturunkan dari bahasa latin Argentum yang berarti perak. 6adi Argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar 7at dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag8. Salah satu cara untuk menentukan kadar asam 1 basa dalam suatu larutan adalah dengan 9olumetric :titrasi;. -olumetri :titrasi; merupakan cara penentuan kadar suatu 7at dalam larutannya didasarkan pada pengukuran 9olumenya. )erdasarkan reaksinya 9olumetri :titrasi; dibedakan menjadi beberapa bagian salah satunya adalah argentometri. -olumetri jenis ini berdarkan atas reaksi krespilasi :pengendapan dari ion Ag8;. Argentometri merupakan titrasi yang melibatkan reaksi antara ion halida :<l3 )r3 &3; atau anion lainnya :<=3 <=S3; dengan ion Ag8 :Argentum; dari perak nitrat :Ag=>*; dan membentuk endapan perak halida :Ag?; Ag8 8 ?3 Ag?

b. !et&(e Argent& etr'


)erdasarkan pada indikator yang digunakan dibedakan atas beberapa metode antara lain @ ). !et&(e !&"r *+e bentukan en(a+an ber,arnaMetode Mohr dapat digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalam suasana netral dengan larutan standar Ag=> * dan penambahan "'<r>, sebagai indikator. Titrasi dengan cara ini harus dilakukan dalam suasana netral atau dengan sedikit alkalis pA 0 . 1 2 B. #alam suasana asam perak kromat larut karena terbentuk dikromat dan dalam suasana basa akan terbentuk endapan perak hidroksida. +eaksi yang terjadi adalah @ Asam )asa @ '<r>,'3 8 'A3 @ ' Ag8 8 ' >A3 'Ag>A <r>C'3 8 A'> 'Ag>A Ag'> 8 A'> 4 :"hopkar SM %22B; titrasi argentometri dapat

"onsentrasi ion klorida dalam suatu larutan dapat ditentukan dengan cara titrasi dengan larutan standar perak nitrat. Endapan putih perak klorida akan terbentuk selama proses titrasi berlangsung dan digunakan indikator larutan kalium kromat encer. Setelah semua ion klorida mengendap maka kelebihan ion Ag8 pada saat titik akhir titrasi dicapai akan bereaksi dengan indikator membentuk endapan coklat kemerahan Ag'<r>,. Prosedur ini disebut sebagai titrasi argentometri dengan metode Mohr. +eaksi yang terjadi adalah @ Ag8:aD; 8 <l3:aD; Ag8:aD; 8 <r>,'3:aD; Ag<l:s; :endapan putih; Ag'<r>,:s; :coklat kemerahan;

Penggunaan metode Mohr sangat terbatas jika dibandingkan dengan metode -olhard dan metode /ajans dimana dengan metode ini hanya dapat dipakai untuk menentukan konsentrasi <l3 <=3 dan )r3. Aplikasi titrasi argentometri dengan metode Mohr banyak digunakan untuk menentukan kandungan kadar klorida dalam berbagai contoh air misalnya air sungai air laut air sumur air hasil pengolahan industry sabun dan sebagainya. Titrasi dengan metode Mohr dilakukan dengan kondisi larutan berada pada pA kisaran 0 .3%B disebabkan karena ion kromat adalah basa konjugasi dari asam kromat. 6ika pA diba4ah 0 . maka ion kromat akan terprotonasi sehingga asam kromat akan mendominasi didalam larutan akibatnya dalam larutan yang bersi!at sangat asam konsentrasi ion kromat akan terlalu kecil untuk memungkinkan terjadinya endapan Ag'<r>, sehingga hal ini akan berakibat sulitnya pendeteksian titik akhir titrasi. Analit yang bersi!at asam dapat ditambahkan kalsium karbonat agar pA nya berada pada kisaran pA tersebut atau dapat juga dilakukan dengan menjenuhkan analit dengan menggunakan padatan natrium hidrogen karbonat :Anonim 'BB2; .. !et&(e /al"ar( *Penentu 0at ,arna yang Prinsip @ Pada metode ini sejumlah 9olume larutan standar Ag=>* ditambahkan secara berlebih ke dalam larutan yang mengandung ion halide :?3;. Sisa larutan yang tidak bereaksi dengan <l3 dititrasi dengan larutan standar tiosionat :"S<= atau =A, berikut 5 S<=; menggunakan indicator besi :&&&; :/e *8;. +eaksinya sebagai u(a" larut-

Ag8 :berlebih; 8 ?3 Ag8 :sisa; 8 S<=3 S<=3 8 /e*8

Ag?

8 sisa Ag8

AgS<= /e:S<=;'8

Metode ini digunakan dalam penentuan ion <l8 )r 3 dan &3 dengan penambahan larutan standar Ag=>*. &ndikator yang dipakai adalah /e*8dengan titran =A,<=S untuk menentralkan kadar garam perak dengan titrasi kembali setelah ditambah larutan standar berlebih. "elebihan Ag=>* dititrasi dengan larutan standar "<=S sedangkan indikator yang digunakan adalah ion /e*8 dimana kelebihan larutan "<=S akan diikat oleh ion /e*8 membentuk 4arna merah darah dari /eS<= :"hopkar %22B; "onsentrasi ion klorida iodide bromide dan yang lainnya dapat ditentukan dengan menggunakan larutan standar perak nitrat. (arutan perak nitrat ditambahkan secara berlebih kepada larutan analit dan kemudian kelebihan konsentrasi Ag8 dititrasi dengan menggunakan larutan standar :S<=3; dengan menggunakan indicator ion /e*8. &on besi :&&&; ini akan bereaksi dengan ion tiosianat membentuk kompleks yang ber4arna merah. +eaksi yang terjadi adalah @ Ag8:aD; 8 <l3:aD; Ag8:aD; 8 S<=3:aD; /e*8:aD; 8 S<=3:aD; Ag<l:s; :endapan putih; AgS<=:s; :endapan putih; /e:S<=;'8 :kompleks ber4arna merah;

Aplikasi dari argentometri dengan metode -olhard ini adalah penentuan konsentrasi ion halida. "ondisi titrasi dengan dengan metode -olhard harus dijaga dalam kondisi asam karena jika larutan analit bersi!at basa maka akan terbentuk endapan /e:>A;*. 6ika kondisi analit adalah basa atau netral maka sebaliknya titrasi dilakukan dengan metode Mohr atau metode /ajans :Anonim 'BB2;. 1. !et&(e Fa$ans *In('kat&r abs&rbs'Prinsip @ Pada titrasi Argentometri dengan metode /ajans ada dua tahap untuk menerangkan titik akhir titrasi dengan indicator absorpsi :!luorescein;. Selama titrasi berlangsung :sebelum TE; ion halide :?3; dalam keadaan berlebih dan diabsorbsi pada permukaan endapan Ag? sebagai permukaan primer. Setelah titik 6

eki9alen tercapai dan pada saat pertama ada kelebihan Ag=>* yang ditambahkan Ag8 akan berada pada permukaan primer yang bermuatan positi! menggantikan kedudukan ion halide :?3; . )ila hal ini terjadi maka ion indicator yang bermuatan negati9e akan diabsorpsi oleh Ag8 :atau oleh permukaan absorpsi;. 6adi titik akhir titrasi tercapai bila 4arna merah telah terbentuk. Titrasi argenometri dengan cara !ajans adalah sama seperti pada cara Mohr hanya terdapat perbedaan pada jenis indikator yang digunakan. &ndikator yang digunakan dalam cara ini adalah indikator adsorbsi seperti eosine atau !luonescein menurut macam anion yang diendapkan oleh Ag8. Titrannya adalah Ag=>* hingga suspensi 9iolet menjadi merah. pA tergantung pada macam anion dan indikator yang dipakai. &ndikator adsorbsi adalah 7at yang dapat diserap oleh permukaan endapan dan menyebabkan timbulnya 4arna. &ndikator yang sering digunakan adalah !luorescein dan eosin. Pengendapan ini dapat diatur agar terjadi pada titik ekui9alen antara lain dengan memilih macam indikator yang dipakai dan pA. Sebelum titik ekui9alen tercapai ion <l3 berada dalam lapisan primer dan setelah tercapai ekui9alen maka kelebihan sedikit Ag=>* menyebabkan ion <l3 akan digantikan oleh Ag8 sehingga ion <l3 akan berada pada lapisan sekunder :Eandjar 'BBC;. &ndikator adsorbsi merupakan pe4arna seperti dikloro!luorescein yang berada dalam keadaan bermuatan negati9e dalam larutan titrasi akan teradsorbsi sebagai counter ion pada permukaan endapan yang bermuatan positi!. #engan terserapnya ini maka 4arna indicator akan berubah dimana 4arna dikloro!luorescein menjadi ber4arna merah muda. Mekanisme teradsorbsinya indicator ini ditunjukkan oleh gambar berikut ini@

&ndikator absorbsi dapat digunakan untuk titrasi argentometri titrasi argentometri yang menggunakan indicator adsorbsi dikenal dengan sebuah titrasi argentometi metode /ajans. <ontohnya pada penggunaan titrasi ion klorida dengan larutan standar Ag8. #imana hasil reaksi dari kedua 7at tersebut adalah @ Ag8:aD; 8 <l3:aD; Ag<l:s; :endapan putih; Endapan perak klorida membentuk endapan yang bersi!at koloid. Sebelum titik ekui9alen dicapai maka endapan akan bemuatan negati!. #isebabkan terabsorbsinya <l3 diseluruh permukaan endapan. #an terdapat counter ion bermuatan positi! dari Ag8 yang terabsorbsi dengan gaya elektrostatis pada endapan. Setelah titik ekui9alen dicapai makan tidak terdapat lagi ion <l 3yang terabsorbsi pada endapan sehingga endapan sekarang bersi!at netral. "elebihan inon Ag8 yang diberikan untuk mencapai titik akhir titrasi menyebabkan ion3ion Ag8 ini terabsorbsi pada endapan sehingga endapan bermuatan positi! dan beberapa ion negati! terabsorbsi dengan gaya elektrostatis. "esulitan dalam menggunakan indicator absorbsi ialah banyak diantara 7at 4arna tersebut membuat endapan perak menjadi peka terhadap cahaya :!otosensiti!itas; dan menyebabkan endapan terurai. Titrasi menggunakan indicator absorbs biasanya cepat akurat dan terpercaya. Sebaliknya penerapannya agak terbatas karena memerlukan endapan berbentuk koloid yang juga harus dengan cepat :Aarjadi %22B;. 8

#. Fakt&r 2 Fakt&r yang !e +engaru"' Pengen(a+an


Pengendapan adalah metode yang paling baik pada analisis gra9imetri. =amun harus memperhatikan juga !aktor yang mempengaruhi pengendapan antara lain @ ). Te +eratur "elarutan semakin meningkat dengan naiknya suhu jadi dengan meningkatnya suhu maka pembentukan endapan akan berkurang disebabkan banyak endapan yang berada pada larutannya. .. S'3at ala ' +elarut Earam anorganik mudah larut dalam air dibandingkan dengan pelarut organik seperti alkohol atau asam asetat. Perbedaan kelarutan suatu 7at dalam pelarut organik dapat dipergunakan untuk memisahkan campuran antara dua 7at. Setiap pelarut memiliki kapasitas yang berbeda dalam melarutkan suatau 7at begitu juga dengan 7at yang berbeda memiliki kelarutan yang berbeda pada pelarut tertentu. 1. Pengaru" '&n se$en's "elarutan endapan akan berkurang jika dilarutkan dalam larutan yang mengandung ion sejenis dibandingkan dalam air saja. Sebagai contoh kelarutan /e:>A;* akan menjadi kecil jika kita larutkan dalam larutan =A,>A dibanding dengan kita melarutkannya dalam air hal ini disebabkan dalam larutan =A,>A sudah terdapat ion sejenis yaitu >A3 sehingga akan mengurangi konsentrasi /e:>A;* yang akan terlarut. E!ek ini biasanya dipakai untuk mencuci endapan dalam metode gra9imetri. 4. Pengaru" +H "elarutan endapan garam yang mengandung anion dari asam lemah dipengaruhi oleh pA hal ini disebabkan karena penggabungan proton dengan anion endapannya. Misalnya endapan Ag& akan semakin larut dengan adanya kenaikan pA disebabkan A8 akan bergabung dengan &3 membentuk A&. 5. Pengaru" "'(r&l's's 6ika garam dari asam lemah dilarutkan dalam air maka akan dihasilkan perubahan konsentrasi A8 dimana hal ini akan menyebabkan kation garam tersebut mengalami hidrolisis dan hal ini akan meningkatkan kelarutan garam tersebut. 0. Pengaru" '&n k& +leks 9

"elarutan garam yang tidak mudah larut akan semakin meningkat dengan adanya pembentukan kompleks antara ligan dengan kation garam tersebut. Sebagai contoh Ag<l akan naik kelarutannya jika ditambahkan larutan =A * hal ini disebabkan karena terbentuknya kompleks Ag:=A*;'<l.

10

III. PENUTUP
Kes' +ulan 6
Argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar 7at dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag8. )erdasarkan pada indikator yang digunakan argentometri dapat dibedakan atas beberapa metode antara lain @ %. Metode Mohr '. Metode -alhard *. Metode /ajans /aktor 1 !aktor yang mempengaruhi pengendapan antara lain @ %. Temperatur '. Si!at pelarut alami *. Pengaruh ion sejenis ,. Pengaruh pA .. Pengaruh hidrolisis 0. Pengaruh ion kompleks

11

REFERENSI
http://sutriaddina.wordpress.com/2013/02/16/argentometri/ http://ellavioletta. logspot.com/2012/12/laporan!resmi!argentometri!"imia#9550.html http://ww"husnul. logspot.com/2012/06/argentometri.html http://arullati$.wordpress.com/2012/05/25/laporan!argentometri/

12