Anda di halaman 1dari 2

Penetapan di khromatografi a.

Waktu Developing : Molekul lemah terserap ikut bergerak oleh phase mobil Zat ikut bergerak naik cepat Lama tak bertambah karena : larutan jenuh Developing Phase Mobil Bergerak lagi terus-menerus terhadap zat-zat yang tertinggal. Akhirnya bila : Affinitas mol zat pada bahan penyerap lebih besar daripada kemampuan phase bergerak untuk membawa zat-zat tersebut zat tersebut akan tertinggal di phase tetap keadaan ini dikenal TAIL/EKOR

b. TAILING Faktor simetri disebut juga tailing factor (TF) yaitu terjadinya pengekoran pada kromatogram sehingga bentuk kromatogram menjadi tidak simetris. Untuk kromatogram yang memberikan harga TF = 1 berarti kromatogram tersebut betulbetul simetris. Harga TF > 1 berarti kromatogram tersebut mengekor (tailing), makin besar harga TF maka makin efisien kolom yang dipakai. Bila harga TF < 1 berarti kromatogram tersebut mengandung (fronting), dan dapat diatasi dengan mengurangi volume injeksi awal. Jadi harga TF dapat digunakan sebagai pedoman untuk melihat efisiensi kolom kromatografi. Salah satu penyebab

terjadinya pengekoran kromatogram adalah ketidakcocokan sampel dengan jenis yang dipakai. Menghindari TAILING : 1. Melarutkan kembali zat-zat yang terserap kuat di phase tetap dengan asam 2. Melakukan elusi bertahap dengan phase mobil yang makin polar

c. Retardation Factor (Rf) Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Harga ini merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan merupakan besaran karakteristik dan reprodusibel. Harga Rf didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak senyawa dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal.

Rf = Jarak titik tengah noda dari titik awal : Jarak tepi muka pelarut dari titik awal. Ada beberapa faktor yang menentukan harga Rf yaitu: 1. Pelarut, disebabkan pentingnya koefisien partisi, maka perubahan-perubahan yang sangat kecil dalam komposisi pelarut dapat menyebabkan perubahanperubahan harga Rf. 2. Suhu, perubahan dalam suhu merubah koefisien partisi dan juga kecepatan aliran. 3. Ukuran dari bejana, volume dari bejana mempengaruhi homogenitas dari atmosfer jadi mempengaruhi kecepatan penguapan dari komponen-komponen pelarut dari kertas. Jika bejana besar digunakan, ada tendensi perambatan lebih lama, seperti perubahan komposisi pelarut sepanjang kertas, maka koefisien partisi akan berubah juga. Dua faktor yaitu penguapan dan kompisisi mempengaruhi harga Rf. 4. Kertas, pengaruh utama kertas pada harga Rf timbul dari perubahan ion dan serapan, yang berbeda untuk macam-macam kertas. Kertas mempengaruhi kecepatan aliran juga mempengaruhi kesetimbangan partisi. 5. Sifat dari campuran, berbagai senyawa mengalami partisi diantara volumevolume yang sama dari fasa tetap dan bergerak. Mereka hampir selalu mempengaruhi karakteristik dari kelarutan satu terhadap lainnya hingga terhadap harga Rf mereka.