Anda di halaman 1dari 2

http://www.satuharapan.com/life/santan-pada-masakan-padang-tidak-berbahaya-asalSATUHARAPAN.COM/LIFE - Santan kelapa memang gurih.

Tetapi, hati-hati jangan terlalu banyak mengonsumsi santan, agar kadar kolesterol tidak tinggi. Kolesterol yang tinggi, akan memicu sejumlah penyakit. Bagi kita orang Indonesia, santan adalah bumbu dapur sehari-hari. Aneka masakan lezat tercipta berkat campuran santan. Bahkan, tumisan yang tadinya biasa-biasa saja rasanya, tiba-tiba menjadi gurih dan nikmat berkat santan. Masalahnya adalah, bagaimana meminimalkan pengaruh buruk santan bagi tubuh? Professor Mark Wahlqvist, Direktur Asia Pacific Health and Nutrition Centre di Universitas Monash Australia telah meriset masakan Padang di Sumatera Barat selama 25 tahun menyatakan bahwa santan akan aman bila dimasak bersama sayur, ayam, ikan dan tahu. Dia melihat kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi pada Masakan Padang yang menggunakan daging, telur dan jeroan. "Ini karena jumlah lemak yang ada pada telur, daging dan jeroan. Sedangkan pada masakan santan yang menggunakan campuran sayur, ayam dan tahu, tidak ditemukan kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi," katanya. Bila begitu, maka menyantap sayur godog ala betawi, yang disajikan bersama potongan ketupat, akan aman? Menurut Wahlqvist, semua masakan santan akan aman dikonsumsi bila sekali habis. Namun bila direbus ulang terus menerus sehingga menimbulkan lapisan minyak, masakan santan menjadi tidak aman. Sebab, lapisan minyak tersebut akan memicu tingginya kadar kolesterol dari dalam tubuh. Santan kelapa sebetulnya mengandung asam lemak dan trigliserid yang mudah dibakar tubuh, selain itu mengandung sedikit fruktosa. Santan selama ini selalu diperdebatkan, apakah baik untuk tubuh atau tidak? Perdebatan itu dikarenakan penggunaan santan kelapa untuk masakan dan santan kelapa yang diolah menjadi minyak goreng. Namun, keduanya dinyatakan oleh American Heart Association dan National Heart Foundation sebagai bahan yang sebaiknya dihindari. Santan kelapa bisa dikatakan, ada pada semua masakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pulau Sumatera memang mayoritas masakannya menggunakan santan. Pada Masakan Padang, risiko meningkatkan potensi terkena penyakit jantung dan semua penyakit yang diakibatkan kolesterol adalah karena masakan bersantan yang diolah bersama daging, jeroan dan telur itu, dimakan bersama nasi yang mengandung karbohidrat dan gula. Bila dikonsumsi terus menerus, tentu saja tidak baik bagi tubuh. Sudah begitu, biasanya masakan bersantan pada masakan Padang, kuah santannya sudah

membuat lapisan minyak yang berkilau-kilau tebal. Daun singkong dan sambal yang diklaim akan menetralisir lemak pada masakan Padang, tugasnya menjadi berat karena mereka harus melawan minyak santan sekaligus lemak pada daging dan jeroan yang disantap. Bagaimana dengan masakan Jawa Tengah seperti gudeg komplet yang meliputi, opor ayam, sambal goreng dan telur, dan kuah areh yang terbuat dari santan kental? Bahaya hampir sama dengan masakan Padang, karena nangka muda yang diolah menjadi gudeg, dibubuhi gula dan santan yang direbus hingga larut sehingga meresep ke dalam nangka muda. Sudah begitu, hampir semua masakan Jawa Tengah ini, menggunakan tambahan gula dalam jumlah yang lumayan. Tidak saja pada gudeg, opor ayam dan sambal goreng, bahkan sambal pun dibubuhi gula cukup banyak. Jadi, berdasarkan uraian di atas, sudah saatnya kita mengonsumsi makanan bersantan dengan bijak. Aman dengan santan, bisa kita lakukan.

KEBUDAYAAN

POSITIF

NEGATIF

PENGARUH TERHADAP KESEHATAN

masakan padang di sumatera barat

mengonsumsi santan, agar kadar kolesterol tidak tinggi. Kolesterol yang tinggi, akan memicu sejumlah penyakit.

Beri Nilai