Anda di halaman 1dari 5

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pertumbuhan tanaman adalah proses terjadinya peningkatan jumlah danukuran daun dan batang.

Hasil pertumbuhan tanaman adalah produk yang dapatdikonsumsi atau dimanfaatkan menjadi produk lain, atau hanyabersifat estetis.Pengambilan hasil dinamakan pemanenan, yang dapat dilakukan oleh manusia,hewan atau peralatan mesin. Setiap proses pertumbuhan memerlukan energi. Tanaman mendapatkanenerginya dari matahari melalui proses fotosintesis, yang merupakan prosespenyerapan cahaya oleh pigmen hijau (klorofil) dalam daun. Energi cahaya, air danCO2 menghasilkan O2 dan gula sederhana. Pertumbuhan tanaman tidak hanya terjadi pada bagian atas (tajuk) tanaman,tetapi juga terjadi pada bagian bawah (akar) tanaman. Akar menentukan kemampuantanaman untuk menyerap nutrisi dan air, pertumbuhannya ditentukan oleh area daunyang aktif melakukan fotosintesis karena akar bergantung pada penangkapan energioleh daun. Pada saat suplai energi terbatas, maka energi yang ada digunakan oleh jaringan tanaman yang paling dekat dengan lokasi fotosintesis. Oleh karena itu akarmenerima energi hanya pada saat ada kelebihan energi yang diproduksi melaluifotosintesis yang tidak digunakan untuk pertumbuhan tajuk tanaman. 4Proses pertumbuhan tajuk dan akar merupakan proses yang saling berkaitansatu sama lain. Apabila terjadi gangguan pada salah satunya maka akan menyebabkangangguan pada bagian lainnya. Misalnya pada kondisi kekurangan air dan nitrogen,pertumbuhan tajuk lebih mengalami hambatan daripada bagian akar. Hal inidisebabkan akar bertugas lebih banyak untuk mencari air dan sumber N dari dalamtanah untuk didistribusikan ke bagian tajuk. Pada saat ketersediaan air memadai

makapertumbuhan tajuk kembali ke arah normal sehingga distribusi fotosintat ke akar jugakembali normal. B.TUJUAN DIKTAT

II.

TIPUS

Pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup berupa perubahan ukuran yang bersifat irreversible (tidak berubah kembali ke asal atau tidak dapat balik). Perkembangan adalah proses menuju pencapaian kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada makhluk hidup.(istiana,2008:28 ) Faktor lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Pengaruh faktor lingkungan hidup terhadap hidup dan tumbuhnya satu atau lebih jenis-jenis pohon dipelajari dari segi autekologi. Dengan pengetahuan ekologi (autekologi) dan fisiologi yang baik, dapat dilakukan tindakan silvikultur yang tepat sehingga produksi hutan dapat ditingkatkan dalam hal kualitas dan kuantitas (Soerianegara dan Indrawan, 65: 2002). Peranan tanah tergantung pada kondisi mineral organik, bahan organik tanah, organisme tanah, atmosfer tanah dan air tanah. Dalam hal ini tingkat kesuburan tanah (kimiawi, fisik, dan biologis) sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.(lingga dan marsono,2000:31 ). Sedangkan menurut Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu. Penyerapan hara oleh akar merupakan faktor penting yang menentukan efisiensi hara. Genotipe tanaman dapat berbeda dalam mengembangkan mekanismemorfologi perakaran untuk meningkatkan

penyerapan dan efisiensi hara jika ditanam pada tanah yang defisien hara. Adaptasi morfologi perakaran terhadap defisien hara di antaranya yaitu pemanjangan akar, peningkatan kerapatan perakaran, maupun peningkatan jumlah dan panjang rambut akar (Gerloff, 1987; Costa et al., 2002). Modifikasi morfologi perakaran tersebut dapat meningkatkan luas permukaan akar yang bersentuhan dengan tanah sehingga luas permukaan penyerapan hara meningkat. Efisiensi hara tidak hanya dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan akar saja, tetapi juga harus mempertimbangkan bagian tajuk tanaman. Kant dan Kafkafi (2004) menjelaskan bahwa efisiensi hara tidak hanya terkait dengan kapasitas penyerapan hara oleh akar teZuriat, tapi juga penggunaan hara tersebut oleh seluruh bagian tanaman. Rendahnya penyerapan dan pemanfaatan hara menyebabkan rendahnya hasil. Zat tumbuh atau hormon adalah zat kimia yang dibuat dalam suatu bagian tanaman tertentu, tetapi mempengaruhi bagian lain dari tanaman tersebut (Darmawan, 1983). Sedangkan menurut Salisbury dan Ross (1995), hormon tumbuhan adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain, dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis. Respon pada organ sasaran tidak perlu bersifat memacu, karena proses seperti pertumbuhan dan diferensiasi kadang malahan terhambat oleh hormon. Karena hormon harus disintesis oleh tumbuhan, maka ion anorganik seperti K+ atau Ca2+, yang dapat juga menimbulkan respon penting, dikatakan bukan hormon. Zat pengatur tumbuh organik yang disintesis oleh ahli kimia organik atau yang disintesis organisme selain tumbuhan juga bukan hormon. Batasan tersebut menyatakan pula

bahwa hormon harus dapat dipindahkan di dalam tubuh tumbuhan (Salisbury dan Ross, 1995). Hormon ini dihasilkan pada ujung pucuk yang sedang tumbuh, dan setelah bergerak ke bagian-bagian atau organ lain menghasilkan berbagai efek. Yang paling khas diantaranya adalah pengaturan pembelahan sel. Berbagai zat yang memiliki keaktifan auksin telah dapat diisolasi secara murni dari jaringan tumbuhan, tetapi yang paling umum dan paling penting ialah zat yang relatif sederhana, yaitu asam indol asetat (IAA). Selain auksin yang terjadi secara alami, banyak senyawa sintetik memiliki struktur kimia serupa dengan IAA dan sangat aktif sebagai zat perangsang tumbuhan. Zat-zat sintetik ini berbeda dengan auksin alami dalam hal sifatnya yang sangat beracun jika kelebihan sedikit saja dalam penggunaannya. Lebih lanjut diketahui bahwa ambang konsentrasi sebagai racun sangat bervariasi menurut jenis tumbuhan, jadi memungkinkan penggunaan zat-zat ini sebagai pemberantas gulma yang sangat efisien dan selektif (Loveless, 1991). Auksin bukan hanya terbentuk pada pucuk yang sedang tumbuh tetapi juga pada daerah lain termasuk beberapa yang terlibat pada tahap reproduksi, misalnya serbuk sari, buah, dan biji. Salah satu gejala yang terkenal yang diperantarai, setidak-tidaknya sebagianoleh auksin ialah dormansi ujung. Akar lateral seperti halnya kuncup lateral juga dipengaruhi oleh auksin dan pemakaian zat-zat ini dariluar sangat mendorong pembentukan akar lateral. Penggunaan praktis yang sangat penting gejala ini adalah dalam menggalakkan pembentukan akar pada perbanyakan tanaman dengan setek. Salah satu hasil utama penyerbukan bunga adalah peningkatan kandungan auksin dalam bakal buah. Pemberian auksin sintetik telah lama dikenal untuk mendorong

proses yang sama tanpa penyerbukan dan menghasilkan buah tanpa biji (Loveless, 1991).

Penyerapan air dan mineral terutama terjadi melalui ujung akar dan bulu akar,walaupun bagian akar yang lebih tua dan lebih tebal juga menyerap sebagian. Akaryang lebih tua memainkan fungsi yang diperlukan untuk transport dan penyimpananbahan, yang beranalogi dengan transport bahan dari dan ke daun melalui batang danpercabangan. Akar dikotil seringkali berfungsi sebagai organ utama penyimpancadangan makanan. Perakaran dari sejumlah spesies tanaman dapat digunakan untuk perbanyakankarena kemampuannya untuk membentuk pucuk tambahan dan menyimpan cadanganmakanan yang mendukung pertumbuhan pucuk baru tersebut. Selain itu akar dapatmenghasilkan PGR berupa giberellin dan sitokinin, yang mempengaruhipertumbuhan dan perkembangan secara keseluruhan.Panjang akar merupakan hasil perpanjangan sel-sel di belakang meristemujung; sedangkan lebar akar yang lebih daripada pembesaran sel-sel ujung merupakanhasil dari meristem lateral atau pembentukan kambium, yang memulai pertumbuhansekunder dari meristem kambium. Pertumbuhan panjang dan lingkar akar umumnyaberanalogi dengan pertumbuhan panjang dan lingkar pada tajuk, tetapi padapercabangan lateral tidak terdapat analogi antara bagian tajuk dengan akar.Percabangan akar muncul dari lingkaran tepi yang jauh di dalam jaringan tua atau jaringan yang berdiferensiasi, berbeda dengan percabangan tajuk yang muncul dariujung dan berasal dari permukaan.

Pembahasan

fotosintesis yang tidak digunakan untuk pertumbuhan tajuk tanaman. Proses pertumbuhan tajuk dan akar merupakan proses yang saling berkaitan satu sama lain. Apabila terjadi gangguan pada salah satunya maka akan menyebabkan gangguan pada bagian lainnya. Misalnya pada kondisi kekurangan air dan nitrogen, pertumbuhan tajuk lebih mengalami hambatan daripada bagian akar. Hal ini disebabkan akar bertugas lebih banyak untuk mencari air dan sumber N dari dalam tanah untuk didistribusikan ke bagian tajuk. Pada saat ketersediaan air memadai maka pertumbuhan tajuk kembali ke arah normal sehingga distribusi fotosintat ke akar juga kembali normal. Tanaman membutuhkan sedikitnya 13 unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya. pertumbuhan dan perkembangan tanamanadalah substansi kimia yang konsentrasinya sangat rendah, yang disebut substansipertumbuhan tanaman, hormon pertumbuhan tanaman (fitohormon), atau pengatur pertumbuhan tanaman (plant growth regulator / PGR) (Gardner dkk., 1991). Auksin adalah zat tumbuhan yang di temukan pada ujung batang, akar, dan pembentukan bunga yang berfungsi untuk sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Auksin berperan penting dalam pertumbuhan tumbuhan. Auksin salah satu hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (growth and development) suatu tanaman. Auksin, hormon tanaman seperti indolasetat yang berfungsi untuk merangsang pembesaran sel, sintesis DNA kromosom, serta pertumbuhan aksis longitudinal tanaman., gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar pada stekan atau cangkokan.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor fisiologis, sedangkan faktor eksternal atau faktor lingkungan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantarnya volume, massa, dan tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan auksanometer. Pertumbuhan terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat meristematik. Contoh, pertambahan tinggi batang dan jumlah daun. Pertumbuhan tanaman tidak hanya terjadi pada bagian atas (tajuk) tanaman, tetapi juga terjadi pada bagian bawah (akar) tanaman. Akar menentukan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan air, pertumbuhannya ditentukan oleh area daun yang aktif melakukan fotosintesis karena akar bergantung pada penangkapan energi oleh daun. Pada saat suplai energi terbatas, maka energi yang ada digunakan oleh jaringan tanaman yang paling dekat dengan lokasi fotosintesis. Oleh karena itu akar menerima energi hanya pada saat ada kelebihan energi yang diproduksi melalui

Sitokinin merupakan senyawa yang berasal dari suatu senyawa yang mengandung nitrogen, yaitu adenin. Sitokinin diproduksi dari akar dan diangkut ke tajuk, sedangkan auksin dihasilkan di kuncup terminal kemudian diangkut ke bagian bawah tumbuhan. Hormon sitokinin ditemukan oleh Overbeek di dalam air kelapa. Dalam penelitiannya, hormon ini berperan dalam memacu pembelahan sel (sitokinesis). Hormon ini terdapat pada organ yang muda, disintesis di akar, dan diangkut ke atas melalui xilem. Sitokinin berfungsi dalam: 1) 2) 3) 4) memacu perkembangan kloroplas dan sintesis klorofil membantu pembesaran sel- sel kotiledon dan daun dikotil memacu perkembangan kuncup samping, dan memacu pembelahan sel dan pembentukan tunas pucuk

dari banyak peristiwa pada tahap yang berbeda yaitu tahap biofisika dan biokimia menuju tahap organisme yang utuh (Anonim. 2009)

kurva sigmoid sangat berguna di dalam melakukan penelitian lebih lajut tentang tumbuh dan perkembangan tumbuhan karena dapat menunjukkan tahapan-tahapan perkembangan yang melalui fase logaritmik yaitu fase dimana terjadi peningkatan kecepatan pertumbuhan yang selalu mengalami peningkatan pertumbuhan yang dipicu oleh hormon tumbuh yaitu auksin, giberalin, dan sitokinin serta didukung oleh kondisi lingkungan. Fase linear yaitu fase dimana proses tumbuh berjalan secara konstan dimana pada percobaan ini belum terjadi karena meristem primernya masih aktif membelah karena tumbuhannya masih muda. Kurva sigmoid ini menggambarkan bahwa setiap kemajuan itu hukumnya akan selalu di mulai dari bawah dan menuju puncak tertentu dan kemudian akan menurun atau melandai. Artinya, setiap peningkatan berarti suatu saat akan mencapai titik tertentu dan akan menurun. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu koordinasi yang baik