Anda di halaman 1dari 12

Pendahuluan Tahapan pengisian saluran akar adalah tahapan yang dilakukan setelah preparasi saluran akar.

Pengisian saluran akar merupakan tindakan kunci prinsip perawatan triad endodontik (preparasi, sterilisasi, pengisian saluran akar). Dengan pengisian hermetis (kedap dan rapat) ini kuman tidak dapat hidup dalam saluran akar, hal ini dikarenakan hubungan saluran akar dengan jaringan periapeks herpetis. Kesembuhan jaringan periapeks dengan kuman yang masih tersisa di dalam saluran akar (Pribadi, 2 !2). "ebelum pengisian saluran akar, dilakukan preparasi saluran akar. Preparasi saluran akar biomekanikal dalam perawatan endodonti bertujuan untuk membersihkan dan membentuk saluran dalam mempersiapkan pengisian yang hermetis dengan bahan dan teknik pengisian yang sesuai. #ila preparasi saluran akar tidak dilakukan, maka perawatan endodontik akan gagal. $leh karena itu, preparasi saluran akar biomekanikal harus dilakukan sebaik mungkin, sesuai dengan bentuk saluran akar (%arty, !&&2). "aluran akar harus dikeringkan setelah irigasi yang terakhir, terutama sebelum pengisian saluran akar. 'airan dapat diaspirasi dengan meletakkan ujung spuit pada dinding saluran akar. pengeringan menyeluruh dapat dilakukan dengan menggunakan paper point yang tediri dari berbagai macam ukuran. "ecara klinis perlu disadari bahwa paper point bekerja seperti kertas penyerap dan harus diberi waktu dalam saluran akar agar dapat bekerja e(ekti(. Paper point dapat dipegang dengan pinset dan diukur sesuai dengan panjang kerja sehingga ujungnya tidak terdorong secara tidak sengaja melalui (oramen apikal. Paper point dimasukkan secara perlahan sehingga mengurangi terdorongnya cairan irigasi ke dalam jaringan apikal. Kecelakaan seperti ini dapat menyebabkan pasien merasa sakit pada terapi endodontik (%arty, !&&2). Syarat untuk melakukan pengisian saluran akar: Tidak ada keluhan penderita Tidak ada gejala klinik Tidak ada eksudat yang berlebihan (saluran akar kering) Tumpatan sementara baik %asil perbenihan negati( ("ubiwahjudi, 2 !!).

Tujuannya pengisian saluran akar untuk menutup jalan masuk antara jaringan periodonsium dan saluran akar agar tidak terjadi in(eksi ulang terutama dari daerah apikal. "elain itu agar saluran akar tidak menjadi, tempat kuman berkembang biak, sumber in(eksi, penyebab sakit hiperbarik yang disebut barodontolgia) aerodontalgia, dengan saluran akar yang tertutup rapat) hermetik akan menyebabkan, mikro(lora tidak dapat tumbuh, mencegah terjadinya penyakit hiperbarik, merangsang penyembuhan jaringan sekitar akar gigi (Pribadi, 2 !2). #ahan pengisi saluran akar yang digunakan harus menutup seluruh sistem saluran akar terutama di daerah apikal yang banyak terdapat saluran akar tambahan. #ahan pengisi saluran akar utama biasanya bahan padat atau semi padat (pasta atau bentuk yang dilunakkan). #ahan ini terdiri dari atas inti yang dapat mengisi saluran akar dan dapat disertai dengan semen saluran akar. *kan tetapi semen saluran akar mutlak digunakan untuk sebagian besar bahan pengisi. #ahan pengisi dimasukkan ke dalam saluran akar dalam berbagai bentuk dan teknik pengisian untuk mendapatkan pengisian saluran akar yang kedap cairan (Pribadi, 2 !2). Syarat bahan pengisi saluran akar +udah dimasukkan ke dalam saluran akar Dapat menutup saluran akar dengan rapat ke arah lateral dan apikal Tidak mengerut setelah dimasukkan ke dalam saluran akar Tahan kelembaban) tidak larut dalam cairan tubuh #ersi(at barterisid) menghambat pertumbuhan bakteri #ersi(at radiogra(ik Tidak menyebabkan perubahan warna pada gigi Tidak mengiritasi jaringan periapikal +udah dikeluarkan dari dalam saluran akar bila diperlukan (Pribadi, 2 !2). Bahan Pengisi Saluran Akar

#ahan pengisi saluran akar utama biasanya bahan padat atau semi padat (pasta atau bentuk padat yang dilunakkan) dan disertai dengan semen saluran akar (sealer) ("ubiwahjudi, 2 !!). A. Bahan Padat 1. Gutta-percha / gutta-point Kandungan utama merupakan bahan anorganik ,- . yaitu oksida seng, bahan organik 2 . yaitu gutta/percha dan tambahan wa0, resin atau garam /garam metal, memberikan si(at plastis, bahan tambahan -. yaitu bahan pengikat, opaker, dan pewarna. #erbentuk kon ada tipe standar dengan ukuran (1!- / 12 , 12- / 13 ), maupun bentuk kon tipe kon4ensional dimana ukurannya berbeda antara ujung kon maupun badannya, misalkan ukurannya (ine medium, ujungnya runcing, badannya medium ("ubiwahjudi, 2 !!). Keuntungan : #ersi(at plastis 5arut dalam kloro(orm ) ekaliptol. Dapat beradaptasi dengan baik terhadap dinding saluran akar +anipulasinya sederhana Dapat dikeluarkan dari saluran akar bila diperlukan Toksisitasnya rendah ("ubiwahjudi, 2 !!). Kekurangan "ulit untuk saluran akar yang sempit dan bengkok Penyimpanan yang tidak baik ) terlalu lama akan mudah patah ("ubiwahjudi, 2 !!). B. Bahan Semi Padat / Pasta #iasanya merupakan bahan campuran yang akan mem adat setelah dimasukkan ke dalam saluran akar. Dapat sebagai bahan pengisi utama maupun sebagai semen ("ubiwahjudi, 2 !!).

Contoh :"emen 6rossman, Tubli seal Kerr, "emen 7achs, "ealape0 (semen kalsium hidroksida), *% 28 (resin epoksi), Diaket (resin poli4inil)poliketon) ("ubiwahjudi, 2 !!). Syarat : +emberikan hasil penutupan yang baik bila mengeras *daptasi yang baik terhadap dinding saluran akar maupun bahan pengisi utama 9adiopak Tidak menyebabkan perubahan warna "tabil +udah dicampur dan dimasukkan ke dalam saluran akar +udah dikeluarkan Tidak mudah larut dalam cairan jaringan #akterisidal Tidak iritasi, 5ambat pengerasannya ("ubiwahjudi, 2 !!). Teknik pengisian saluran akar. Pada dasarnya, semua cara menggunakan ciri (isis gutta/percha yang disebut sebagai si(at plastisitas atau aliran. Plastisitas berhubungan terbalik dengan 4iskositas dan dapat di de(inisikan sebagai kemampuan untuk berubah bentuk dan mengalir menjauhi kekuatan yang diarahkan pada masanya. Tiap teknik didesain untuk memaksa bahan pengisi gutta/percha mengalir ke dalam saluran akar, menekan dindingnya mengisi saluran berluku/liku halus, menutup berbagai (enomena yang menuju ke periodonsium dan akhirnya ditekan menjadi suatu bahan pengisi yang padat (Pribadi, 2 !2). a) Teknik single cone Teknik ini dilakukan dengan memasukkan kon gutta point tunggal ke dalam saluran akar dengan ukuran sesuai dengan diameter preparasinya. :ntuk menambah adaptasi gutta point

dan kerapatannya terhadap dinding saluran akar ditambahkan semen saluran akar (sealer) (Pribadi, 2 !2). b) Teknik kondensasi Teknik ini dilakukan dengan memasukkan guttap point ke dalam saluran akar, kemudian dilakukan kondensasi atau penekanan kearah lateral maupun kearah 4ertikal. ;ndikasi teknik ini jika bentuk saluran akarnya o4al atau tidak teratur (Pribadi, 2 !2). a. Teknik kondensasi lateral +enggunakan kerucut utama (master cone) yang dipaskan pada saluran yang telah dipreparasi. +aster cone dimasukkan ke dalam saluran akar pada panjang kerja yang telah ditetapkan. %arus pas sekali dan terasa sulit jika ditarik (Tug/back). </ray (oto dibuat untuk menentukan penyesuaian ((it) diapikal dan lateral master cone. Kerucut gutta/percha disesuaikan, jika menonjol keluar melalui (oramen apikal, ujungnya dapat dipotong sehingga kerucut yang dimasukkan kembali pas (Tug/back) dan dapat menutup saluran apikal = ! mm kurang dari pertemuan pulpo periapikal saluran akar jika master cone telah terletak tepat dalam saluran akar, maka master cone dikeluarkan terlebih dahulu (sebaga trial). Kemudian saluran akar di keringkan dan dinding/dinding saluran akar dilapisi dengan selapis tipis pasta saluran akar. "eparuh apikal master cone dilapisi dengan sealer dengan hati/hati ditempatkan kembali ke dalam saluran. "ebuah spreader dimasukkan disisi master cone dan ditekan ke arah apikal pada gutta percha tambahkan, tindakan ini dilakukan dengan meletakkan gutta percha tambahan (sekunder lateral) sejajar dengan spreader dan segera memasukkannya ke dalam lubang yang tercipta setelah spreader dikeluarkan. Pelapisan sealer tidak diperlukan untuk kerucut/kerucut sekunder. Proses ini diulangi sampai seluruh saluran terisi dan padat. "etelah ketepatan pengisian diperiksa dengan 0/ray (oto, kelebihan

gutta percha dipotong dengan instrument panas, kemudian ditumpat sementara (Pribadi, 2 !2).

b. Teknik kondensasi ertikal !gutta percha panas) Teknik ini diperkenalkan dengan tujuan untuk mengisi saluran akar baik lateral maupun saluran aksesori yang tentunya tidak ketinggalan saluran akar utama. +etode ini digunakan pada teknik preparasi step/back, menggunakan pluger yang dipanaskan, dilakukan penekanan pada gutta percha yang telah dilunakkan dengan panas ke arah 4ertikal sehingga gutta percha mengalir dan mengisi seluruh lumen saluran akar. Dasar teknik kondensasi 4ertikal adalah> !) bentuk saluran akar harus meruncing seperti corong secara kontinyu dari ori(is hingga apeks. 2) %asil preparasi yang dicapai harus sesuai dengan bentuk asli saluran akar. ?) #entuk (oramen apikal tidak boleh diubah (mengalami trans(ormasi). 2) @oramen apikal harus kecil agar kelebihan gutta percha tidak terdorong melalui (oramen saat kondensasi 4ertikal. "dapun langkah-langkah kondensasi ertikal sebagai berikut (Pribadi, 2 !2): +aster cone dipaskan terlebih dahulu sesuai dengan instrumentasi terakhir Dinding saluran akar dilapisi dengan sealer 6utta percha diberi sealer :jung koronal master cone dipotong dengan instrument panas Pluger dipanasi hingga merah dan segera didorong ke dalam sepertiga koronal gutta percha. "ebagian gutta percha koronal terbakar oleh pluger bila diambil dari aluran

"ebuah kondensasi 4ertikal dengan ukuran yang sesuai dimasukkan dan tekanan 4ertikal dikenakan pada gutta/ percha yang telah dipanasi untuk mendorongnya ke arah apikal *plikasi panas berganti/ganti oleh pluger dan kondensasi diulangi sampai gutta percha plastis menutup saluran aksesoris dan saluran akar besar hingga ke apek +enurut 6oodman dkk., bahwa temperatur regional maksimum yang mengenai gutta percha selama metode kondensasi 4ertikal adalah 3 ' dan temperatur pada daerah apikal 2 /22 '. Keuntungan teknik ini adalah penutupan saluran akar bagus sekali, ke arah apikal dan lateral. Kerugian teknik ini adalah memerlukan waktu yang lama, ada resiko (raktur 4ertikal akar akibat kekuatan yang tidak semestinya, dan kadang pengisian yang berlebih dengan gutta percha dan sealer tidak dapat dikeluarkan kembali dari jaringan apikal (Pribadi, 2 !2). c) Teknik kloropercha / eucapercha Teknik ini dilakukan dengan melunakkan ujung guttap point utama dengan kloro(orm atau eucalyptol dan dimasukkan ke dalam saluran akar hingga guttap point akan berubah bentuk sesuai dengan saluran akarnya terutama daerah apikal. Kon dikeluarkan lagi untuk menguapkan bahan pelarutnya. "etelah saluran akar diulasi semen guttap point dimasukkan ke dalam saluran akar dan ditekan hingga seluruh saluran akar terisi sempurna (Pribadi, 2 !2). d) Teknik Termokompaksi Teknik ini dilakukan dengan menggunakan alat +c"padden 'ompactor atau Angine Plugger yaitu alat yang mirip (ile tipe % (%edstrom). *kibat putaran dan gesekan dengan dinding saluran

akar mampu melunakkan guttap point dan mendorong ke arah apikal (Pribadi, 2 !2). e) Teknik termoplastis Teknik ini dilakukan dengan menggunakan alat :ltra(il atau $btura, yaitu alat yang bentuknya mirip pistol dan mampu melunakkan guttap point serta mendorong ke dalam sakuran akar ke arah apikal (Pribadi, 2 !2). 2. Ag-point (Kerucut perak) +erupakan bahan pengisi yang padat #ndikasi "aluran akar gigi dewasa "aluran akar yang sempit "aluran akar bengkok Diameter harus bulat ("ubiwahjudi, 2 !!). Kontra-indikasi 6igi belum tumbuh sempurna "aluran akar lebar Diameter saluran akar o4al ) tak teratur #ila akan dilakukan apeks/reseksi ("ubiwahjudi, 2 !!). Kebaikan Dapat digunakan pada saluran akar yang sempit dan bengkok 9adiopak, bakteiostatik +udah disterilkan > termis ) kimia ("ubiwahjudi, 2 !!). Kekurangan *daptasi dengan dinding saluran akar kurang baik Korosi, menyebabkan Blow grade painC *pikal seal kurang baik "ulit dikeluarkan bila diperlukan ("ubiwahjudi, 2 !!).

A. Pasta Saluran Akar "iller atau pasta saluran akar, sebagai bahan perekat guttap point pada dinding saluran akar, agar kedap terhadap cairan maupun udara. "iller ini harus dapat menyatu dengan jaringan gigi dan tidak merangsang jaringan apeks. "iller yang mnengandung resin dapat mengeras sehingga kebocoran periapeks dapat dicegah. Konsistensi bentuk cair seperti dempul. Dua metode yang populer untuk memasukkan ke dalam saluran akar adalah dengan metode penyuntikan dan penggunaan jarum lentulo. +etode penyuntikan dilakukan dengan semprit dan jarum khusus. Pasta dicampur dan dimasukkan ke dalam tabung, tangkai yang disekrup dipasang dan diputar sehingga pasta keluar melalui jarum khusus. Darum dimasukkan sejauh mungkin ke dalam saluran akar. Pasta disuntikkan sambil jarum ditarik perlahan/lahan. +etode dapat dilakukan dengan cara menggunakan lentulo. Denis bahan yang dipakai misalnya oksida seng adan egenol yang dicampur membentuk campuran murni (tanpa aditi() yang kental. Denis lain adalah (ormula campuran dengan aditi(. +isalnya > *D seal, endomethason, *% plus. Konsep pemakaian pasta saluran akar bersama/ sama bahan utama adalah untuk mendapatkan pengisian yang hermetis dan apeksi(ikasiannya dapat setipis mungkin (Pribadi, 2 !2). Cara peletakkan pasta saluran akar : Teknik sederhana yang e(ekti( adalah mengoleskan pasta saluran akar pada cone gutta/percha Dapat juga dikombinasikan dengan pengulasan pasta pada dinding saluran akar dengan menggunakan jarum lentulo yang digeserkan sepanjang panjang kerjanya (Pribadi, 2 !2). Syarat $asta saluran akar memberikan penutupan yang sangat baik bila mengeras menghasilkan cukup adhesi diantara dinding/dinding saluran akar dan bahan pengisi

bersi(at radiopak dan tidak menodai secara dimensional stabil dan mudah dicampurkan dan dimasukkan ke dalam saluran akar mudah dikeluarkan jika perlu tidak dapat dilarutkan dalam cairan jaringan bersi(at bakterisidal dan tidak mengiritasi jaringan periapikal lambat mengeras waktu kerja cukup lama (Pribadi, 2 !2).

%acam-macam pasta saluran akar a. Eink $kside Augenol "alah satu jenis dari material berbentuk pasta adalah $ksida "eng dan eugenol (En$Au). $ksida seng dapat dicampur dengan eugenol membentuk campuran murni (tanpa aditi() yang kental. @ormula lain berupa campuran oksida seng eugenol ($"A) dengan berbagai aditi(. Tipe yang umum dikenal adalah F2 atau 9'2# (Foname, 2 !!). Pasta En$A adalah bahan yang paling sering dipakai sebagai bahan pengisi saluran akar pada gigi sulung. Penelitian klinis pada hewan dan manusia menunjukkan keberhasilan penggunaan pasta En$A sebagai bahan pengisi saluran akar berkisar antara 8-/&-.. :ntuk meningkatkan angka keberhasilan tersebut, En$A dikombinasikan dengan bahan yang berbeda seperti (ormokresol, (ormaldehyde, para(ormaldehide, dan cresol yang sudah diuji coba, tetapi penambahan bahan/bahan ini belum bisa meningkatkan kualitas bahan tersebut maupun membuat bahan/bahan tersebut lebih dapat teresorpsi dibandingkan En$A tunggal. "elebihnya, penggunaan phenolic tidak disarankan karena kealamiannya yang meragukan. Phenolic telah terbukti sitotoksik, mutagenic dan berpotensi karsinogenik (Foname, 2 !!). b. Kalsium/hidroksida Kompoun ini juga telah digunakan sebagai medikamen tidak intrasaluran. "tudi singkat pada gigi/gigi kucing oleh "te4ens dan 6rossman menemukan kalsium hidroksida kalsium hidroksida

see(ekti(

kloro(enol berkam(er. Pengaruh antiseptiknya mungkin

berhubungan dengan p%/nya yang tinggi dan pengaruh melumerkan jaringan pulpa nekrotik. Tronsad dkk., menunjukkan bahwa kalsium hidroksida mennyebabkan kenaikan signi(ikan p% dentin sirkumpulpa bila kompoun diletakkan pada saluran akar. Pasta kalsium hidroksida paling banyak digunakan sebagai suatu medikamen intrasaluran bila ada penundaan yang terlalu lama antar kunjungan karna bahan ini tetap manjur selama berada didalam saluran akar. #ystrom. Dalam suatu studi klinis terhadap lebih dari ! (6rosman, et al. !&&-). 'alcium %ydro0ide adalah obat yang digunakan secara luas dalam kedokteran gigi, pada gigi permanen digunakan untuk pup capping dan apeksi(ikasi tetapi penggunaannya untuk pulpotomi pada gigi sulung dibatasi dikarenakan adanya resiko resorpsi internal. Penggunaan calcium hydro0ide sebagai bahan pengisi saluran akar pada gigi sulung hanya dilaporkan oleh sedikit peneliti. "uatu penelitian yang diprakarsai oleh +ani dkk, menyatakan bahwa resorpsi calcium hydro0ide lebih cepat daripada resorpsi (isiologis akar dan bahan tersebut tampak sudah kosong dari saluran sebelum resorpsi (isiologis akar gigi sulung (Foname, 2 !!). Kegagalan pengisian saluran akar Kegagalan menempatkan master gutta percha sesuai panjang kerja $enyebab "erpihan dentin pada !)? apikal, irigasi kurang Kesalahan pemilihan teknik preparasi Penggunaan alat preparasi yang kurang tepat G ledging %asil preparasi ".*. kurang halus :kuran bahan pengisi (master cone) terlalu besar (Pribadi, 2 !2). Cara mengatasi Pemilihan teknik preparasi yang tepat Pemilihan alat preparasi yang tepat gigi dengan kerusakan periapikal, melaporkan bahwa kalsium hidroksida adalah disin(ektan intrasaluran yang e(ekti(.

"elama preparasi dilakukan rekapitulasi dan irigasi saluran akar (Pribadi, 2 !2). +astercone patah pada waktu trial gutta point, untuk itu dapat dilakukan pencegahan > H Penyimpanan gutta point di lemari es H Dilakukan test dengan ditarik) direnggangkan H 6utta percha yang rapuh dilenturkan kembali (proses reju4enation) H "uhu 8 celcius selama 8 detik dan direndam dalam air es

Pribadi Firawati. 2 !2. $engisian Saluran "kar. "urabaya> Departemen ;lmu Konser4asi 6igi @akultas Kedokteran 6igi :ni4ersitas *irlangga 6rossman et al., !&&2. ;lmu Andodontik dalam Praktek. Dakarta > A6'. %arty. @D. alih bahasa 5ilian Iuono. !&&2. Andodontik Klinis. Dakarta > %ipokrates. Foname. 2 !!. Campuran Kalsium &ydrokside' (inc )*ide +ugenol ,an Sodium -luoride Sebagai .ahan $engisi Saluran "kar pada Gigi Sulung. Iogyakarta> :ni4ersitas 6adjah +ada "ubiwahjudi. 2 !!. $engisian Saluran "kar. "urabaya> Departemen ;lmu Konser4asi 6igi @akultas Kedokteran 6igi :ni4ersitas *irlangga