Anda di halaman 1dari 34

Nama NPM Kelompok

1.

: Mia Indah Sari : 1102011162 : B-12

Memahami dan Menjelaskan tentang Retardasi Mental

1.1 Definisi retardasi mental The american Association Deficiency (AAMD) dan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat (DSM-IV) mendefinisikan retardasi mental sebagai fungsi intelektual keseluruhan yang secara bermakna di bawah rata-rata yang menyebabkan atau berhubungan dengan gangguan pada perilaku adaktif dan bermanifestasi selama periode perkembangan yaitu sebelum usia 18 tahun.(Kaplan, 2008) Retardasi mental adalah kelainan atau kelemahan jiwa dengan inteligensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak).Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala yang utama ialah inteligensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo: kurang atau sedikit dan fren: jiwa) atau tuna mental. Gangguan dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan psikososial.Selama dekade terakhir, semakin dikenali faktor biologis yang samar-samar, termasuk kelainan kromosom kecil, sindrom genetika, dan intoksikasi timbul subklinis, dan berbagai pemaparan toksin pranatal. (Soetjiningsih, 1995) Menurut World Health Organization (WHO) retardasi mental adalah kemampuan mental yang tidak mencukupi. Fungsi intelektual dapat diketahui dengan test fungsi kecerdasan yang dinyatakan sebagai IQ ( Intelengence Quitient)

IQ adalah MA/ CA x 100%


M.A C.A = Mental age, umur mental yang didapat dari hasil test. = Chronologist age, umur berdasarkan perhitungan tanggal lahir.

Yang dimaksud fungsi intelektual dibawah normal apabila IQ dibawah 70. Anak ini tidak dapat mengikuti pendidikan sekolah biasa, karena cara berpikirnya yang terlalu sederhana, daya tangkap dan daya ingatnya lemah, demikian pula dengan pengertian bahasa dan berhitungnya juga sangat lemah. Pada retardasi mental gangguan perilaku adaptif yang paling menonjol adalah kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya.Biasanya tingkah lakunya kekanak-kanakan tidak sesuai dengan umurnya. (http://www.nlm.nih.gov) Terdapat berbagai macam definisi mengenai retardasi mental,menurut: WHO Retardasi mental yaitu kemampuan mental yang tidak mencukupi. Carter CH Retardasi mental yaitu suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensi yang rendah yang menyebabkan ketidak mampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang di anggap normal. Crocker AC Retardasi mental yaitu apabila jelas terdapat fungsi intelegensi yang rendah,yang di sertai adanya kendala dalam penyesuaian perilaku,dan gejalanya timbul pada masa perkembangan. Melly Budhiman Seseorang di katakan retardasi mental bila memenuhi criteria sebagai berikut:

a. b. c.

Fungsi intelektual umum di bawah normal Terdapat kendala dalam perilaku adaptif social Gejalanya timbul dalam masa perkembangan yaitu di bawah usia 18 tahun.

Fungsi intelektual dapat diketahui dengan test fungsi kecerdasan atau IQ(Intelegence Quotient). IQ adalah MA/CA x 100% M.A =Mental Age,umur mental yang di dapat dari hasil tets C.A =Chronological Age,umur berdasarkan perhitungan tanggal lahir. Yang dimaksud dengan intulektual di bawah normal,yaitu apabila IQ dibawah 70.Anak ini tidak dapat mengikuti pendidikan sekolah biasa, karena cara berpikirnya yang terlalu sederhana,daya tangkap dan daya ingatnya lemah,demikian pula dengan pengertian bahasa dan berhitungnya juga sangat lemah. Sedangkan yang dimaksud dengan perilaku adaptif sosial adalah kemampuan seseorang untuk mandiri,menyesuaikan diri dan mempunyai tanggung jawab sosial yang sesuai dengan kelompok umur dan budayanya.Pada penderita retardasi mental gangguan perilaku adaptif yang paling menonjol adalah kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya. Biasanya tingkah lakunya kekanak-kanakan tidak sesuia denagn umurnya. Gejala harus tersebut harus timbul pada masa perkembangan, yaitu dibawah umur 18 tahun. Karena kalau gejala tersebut timbul setelah umur 18 tahun,bukan lagi disebut retardasi mental tetapi penyakit lain sesuai dengan gejala klinisnya. 1.2 Epidemiologi retardasi mental

Prevalensi retardasi mental sekitar 1% dalam satu populasi. Di indonesia 1-3% penduduknya menderita kelainan ini. Insidennya sulit di ketahui karena retardasi mental kadang-kadang tidak dikenali sampai anak-anak usia pertengahan dimana retardasinya masih dalam taraf ringan. Insiden tertinggi pada masa sekolah dengan puncak umur 10 sampai 14 tahun. Retardasi mental mengenai 1,5 kali lebih banyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Pada lanjut usia, prevalensi lebih sedikit, karena pada retardasi mental yang berat atau sangat berat memiliki angka mortalitas yang tinggi disebabkan dari penyulit gangguan fisik yang menyertai . 1.3 Etiologi retardasi mental Adanya disfungsi otak merupakan dasar dari retardasi mental. Penyebab dari retardasi mental sangat kompleks dan multifaktorial. Walaupun begitu terdapat beberapa faktor yang potensial berperanan dalam terjadinya retardasi mental seperti yang dinyatakan oleh Taft LT (1983) dan Shonkoff JP (1992) dibawah ini. Faktor-faktor yang potensial sebagai penyebab retardasi mental 1. Non- organik Kemiskinan dan keluarga yang tidak harmonis Faktor sosiokultural Interaksi anak-pengasuh yang tidak baik Penelantaran anak Organik 2.1. Faktor prakonsepsi Abnormalitas single gene (penyakit-penyakit metabolik, kelainan neurocutaneos,dll) Kelainan kromosom (X-linked, translokasi, fragile-X) sindrom polygenic familial 2.2. Faktor pranatal Ganguan pertumbuhan otak trimester I Kelainan kromosom (trisomi, mosaik,dll) Infeksi intrauterin, misalnya TORCH, HIV (Human Immunodeficiency Virus) Zat-zat teratogen (alkohol, radiasi,dll) Disfungsi plasenta Kelainan kongenital dari otak (idiopatik) Ganguan pertumbuhan otak trimester II dan III

2.

Infeksi intrauterin, misalnya TORCH, HIV Zat-zat teratogen (alkohol, kokain, logam berat, dll) Ibu : diabetes melitus, PKU (phenylketonuria) Toksemia gravidarum Ibu malnutrisi 2.3. Faktor perinatal Sangat prematur Asfiksia neonatorum Trauma lahir : perdarahan intra kranial Meningitis Kelainan metabolik: hipoglikemia, hiperbilirubinemia 2.4. Faktor post natal Trauma berat pada kepala/susunan saraf pusat Neuro toksin, misalnya logam berat CVA (Cerebrovascular accident) Anoksia, misalnya tenggelam Metabolik Gizi buruk Kelainan hormonal, misalnya hipotiroid, pseudohipoparatiroid Kelainan metabolisme karbohidrat, galaktosemia, dll. Polisakaridosis, misalnya sindrom Hurler Cerebral lipidosis (Tay Sachs), dengan hepatomegali (Gaucher) Penyakit degeneratif/metabolik lainnya. Infeksi Meningitis, ensefalitis, dll Subakut sklerosing, panesefalitis (sumber : Soetjiningsih.(1995) Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC 1.4 Klasifikasi retardasi mental Menurut nilai IQ-nya (dikutip dari Swaiman 1989) :

Nilai IQ Sangat superior Superior Diatas rata-rata Rata-rata Dibawah rata-rata Retardasi mental borderline Retardasi mental ringan (mampu didik) Retardasi mental sedang (mampu latih) Retardasi mental berat Retardasi mental sangat berat 130 atau lebih 120-129 110-119 90-110 80-89 70-79 52-69 36-51 20-35 Dibawah 20

Yang disebut retardasi mental apabila IQ dibawah 70, retardasi mental tipe ringan masih mampu didik, retardasi mental sedang mampu latih, sedangkan retardasi mental tipe berat dan sangat berat memerlukan pengawasan dan bimbingan seumur hidupnya. Ditinjau dari gejalanya, maka Melly Budhiman membagi : a) Tipe klinik Tipe ini mudah dideteksi sejak dini, karena kelainan fisis maupun mentalnya cukup berat. Penyebab sering kelainan organik. Kebanyakan anak ini perlu perawatan yang terus menerus da kelainan ini dapat terjadi pada kelas sosial tinggi ataupun rendah. Orang tua dar si anak yang menderiita retardasi mental tipe ini cepat mencari pertolongan karena mereka melihat sendiri kelainan pada anaknya.

b) Tipe sosialbudaya Biasanya baru diketahui setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti pelajaran. Penampilannya seperti anak normal, sehingga disebut juga retardasi enam jam. Karena begitu mereka keluar sekolah, mereka dapat bermain seperti anak-anak yang normal lainnya. Tipe ini kebanyakan berasal dari golongan sosial ekonomi rendah. Orang tua dari anak tipe ini tidak melihat adanya kelainan pada anaknya, mereka mengetahui kalau anaknya retardasi dari gurunya atau dari psikolog, karena anaknya gagal beberapa kali tidak naik kelas. Pada umumnya anak tipe ini mempunyai taraf IQ golongan borderline dan retardasi mental ringan. (sumber : Soetjiningsih.(1995) Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC) Tingkat Ringan Kisaran IQ 52-68 Kemampuan Usia Prasekolah (sejak lahir-5 tahun) Bisa membangun kemampuan sosial & komunikasi Koordinasi otot sedikit terganggu Seringkali tidak terdiagnosis Bisa berbicara & belajar berkomunikasi Kesadaran sosial kurang Koordinasi otot cukup Kemampuan Usia Sekolah (6-20 tahun) Bisa mempelajari pelajaran kelas 6 pada akhir usia belasan tahun Bisa dibimbing ke arah pergaulan sosial Bisa dididik Kemampuan Masa Dewasa (21 tahun keatas) Biasanya bisa mencapai kemampuan kerja & bersosialisasi yg cukup, tetapi ketika mengalami stres sosial ataupun ekonomi, memerlukan bantuan Bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan melakukan pekerjaan yg tidak terlatih atau semi terlatih dibawah pengawasan Memerlukan pengawasan & bimbingan ketika mengalami stres sosial maupun ekonomi yg ringan Bisa memelihara diri sendiri dibawah pengawasan Dapat melakukan beberapa kemampuan perlindungan diri dalam lingkungan

Moderat

36-51

Bisa mempelajari beberapa kemampuan sosial & pekerjaan Bisa belajar bepergian sendiri di tempattempat yg dikenalnya dengan baik

Berat

20-35

Bisa mengucapkan beberapa kata Mampu mempelajari kemampuan untuk menolong diri sendiri Tidak memiliki kemampuan ekspresif atau hanya sedikit Koordinasi otot jelek

Bisa berbicara atau belajar berkomunikasi Bisa mempelajari kebiasaan hidup sehat yg sederhana

Sangat berat

19 atau kurang

Sangat terbelakang Koordinasi ototnya sedikit sekali Mungkin memerlukan perawatan khusus

Memiliki beberapa koordinasi otot Kemungkinan tidak dapat berjalan atau berbicara

yg terkendali Memiliki beberapa koordinasi otot & berbicara Bisa merawat diri tetapi sangat terbatas Memerlukan perawatan khusus

1.5 Patofisiologi Retardasi Mental Retardasi Mental termasuk kelemahan atau ketidakmampuan kognitif yang muncul pada masa kanak-kanak (sebelum usia 18 tahun) yang ditandai dengan fungsi kecerdasan di bawah normal (IQ 70-75 atau kurang) dan disertai keterbatasan-keterbatasan sedikitnya dua area fungsi adaptif yaitu berbicara dan berbahasa, ketrampilan merawat diri, ketrampilan sosial, penggunaan sarana prasarana komunitas, bekerja. Pada Retardasi Mental terjadi kerusakan muskuloskeletal. Kerusakan neurologis meliputi kerusakan otak, kelainan kongenital dan mikrosefal. Sedangkan kerusakan muskuloskeletal meliputi anomali ekstremitas konganital, masukan kalori/nutrisi tidak mencukupi, distorsi muskular. Kerusakan neurologis dan kerusakan muskuloskeletal akan menyebabkan terjadinya kurang kesadaran tentang bahaya dan kerusakan fungsi motorik dari otot sehingga akan muncul berbagai masalah dalam keperawatan.( Depkes, 2005)

1.6 Manifestasi Klinis Retardasi Mental Dibawah ini beberapa kelaianan fisik dan gejala yang sering disertai retardasi mental, yaitu : 1. Kelainan pada mata : a. Katarak Sindrom Cockayne Sindrom Lowe Galactosemia Sindrom Down

Kretin Rubella Pranatal, dll. b. Bintik cherry-merah pada daerah macula Mukolipidosis Penyakit Niemann-Pick Penyakit Tay-Sachs c. Korioretinitis Lues congenital Penyakit Sitomegalovirus Rubella Pranatal d. Kornea keruh Lues Congenital Sindrom Hunter Sindrom Hurler Sindrom Lowe 2. Kejang a. Kejang umum tonik klonik Defisiensi glikogen sinthesa Hipersilinemia Hipoglikemia, terutama yang disertai glikogen storage disease I, III, IV, dan VI Phenyl ketonuria Sindrom malabsobrsi methionin, dll. b. Kejang pada masa neonatal Arginosuccinic asiduria Hiperammonemia I dan II Laktik asidosis, dll. Kelainan kulit a. Bintik caf-au-lait Atakasia-telengiektasia Sindrom bloom Neurofibromatosis Tuberous selerosis Kelainan rambut a. Rambut rontok Familial laktik asidosis dengan Necrotizing ensefalopati b. Rambut cepat memutih Atrofi progresif serebral hemisfer Ataksia telangiektasia Sindrom malabsorbsi methionin c. Rambut halus Hipotiroid Malnutrisi Kepala a. Mikrosefali b. Makrosefali Hidrosefalus Neuropolisakaridase Efusi subdural Perawakan pendek a. Kretin b. Sindrom Prader-Willi Distonia

3.

4.

5.

6.

7.

a.

Sindrom Hallervorden-Spaz

Sedangkan gejala dari retardasi mental tergantung dari tipenya, adalah sebagai berikut: 1. Retardasi mental ringan Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari retardasi mental. Kebanyakan dari mereka ini termasuk dari tipe social-budaya dan diagnosis dibuat setelah anak beberapa kali tidak naik kelas. Golongan ini termasuk mampu didik, artinya selain dapat diajar baca tulis bahkan bias bisa sampai kelas 4-6 SD, juga bisa dilatih keterampilan tertentu sebagai bekal hidupnya kelak dan mampu mandiri seperti orang dewasa yang normal. Tetapi pada umumnya mereka ini kurang mampu menghadapi stress sehingga tetap membutuhkan bimbingan dari keluarganya. 2. Retardasi mental sedang Kelompok ini kira-kira 12% dari seluruh penderita retardasi mental, mereka ini mampu latih tetapi tidak mampu didik. Taraf kemampuan intelektualnya hanya dapat sampai kelas dua SD saja, tetapi dapat dilatih menguasai suatu keterampilan tertentu, misalnya pertukangan, pertanian, dll. Apabila bekerja nanti mereka ini perlu pengawasan. Mereka juga perlu dilatih bagaimana mengurus diri sendiri. Kelompok ini juga kurang kurang mampu menghadapi stress dan kurang mandiri sehingga perlu bimbingan dan pengawasan.

3. Retardasi mental berat Sekitar 7% dari seluruh penderita retardasi mental masuk kelompok ini. Diagnosis mudah ditegakkan secara dini karena selain adanya gejala fisik yang menyertai juga berdasarkan keluhan dari orang tua dimana anak sejak awal sudah terdapat keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa. Kelompok ini termasuk tipe klinik. Mereka dapat dilatih hygiene dasar saja dan kemampuan berbicara yang sederhana, tidak dapat dilatih keterampilan kerja, dan memerlukan pengawasan dan bimbingan sepanjang hidupnya. 4. Retardasi mental sangat berat Kelompok ini sekitar 1% dan termasuk dalam tipe klinik. Diagnosis dini mudah dibuat karena gejala baik mental dan fisik sangat jelas. Kemampuan berbahasanya sangat minimal. Mereka ini seluruh hidupnya tergantung orang disekitarnya.

Tingkatan Retardasi Mental Tingkat Kisaran IQ KemampuanUsia Prasekolah (sejak lahir-5 thn) *Bisamembangun kemampuan sosial & komunikasi. *Koordinasi otot sedikit terganggu. *Sering tidakterdiagnosis. *Bisa berbicara, belajar,berkomunikasi. *Kesadaran sosialkurang. *Koordinasi ototcukup. Kemampuan Usia Sekolah (6-20 thn) *Bisamempelajari pelajaran kelas 6 pada akhir usia belasan tahun *Bisa dibimbing ke arah pergaulan sosial. *Bisa dididik. *Bisa mempelajari kemampuan sosial & pekerjaan. *Bisa bepergian sendiri di tempat yg dikenalnya dengan baik. *Bisa berbicara/belajar berkomunikasi *Bisa mempelajari kebiasaan hidup sehat yg sederhana. Kemampuan Dewasa (21 thn keatas) *Bisakerja & bersosialisasi, tetapi ketika mengalami stresmemerlukan bantuan. *Bisa memenuhi kebutuhansendiri. *Memerlukan pengawasan & bimbingan ketika stres. *Bisa merawat diri sendiri dibawah pengawasan.

Ringan

52-68

Moderat

36 51

Berat

20 35

*Bisa mengucapkan beberapa kata. *Mampu menolong diri sendiri. *Tidak memiliki kemampuan ekspresif/hanya sedikit.

*Koordinasi otot jelek Sangat berat 19 / kurang *Sangat terbelakang *Koordinasi ototnya sedikit sekali. *Memerlukan perawatan khusus. *Memiliki koordinasi otot *Tidak dapat berjalan/berbicara *Memiliki beberapa koordinasi otot & berbicara. *Bisa merawat diri tapi terbatas. *Perlu perawatan khusus

(Kaplan, 2008) Diagnosis Retardasi Mental Pedoman Diagnosis Tingkat kecerdasan (inteligensia) bukan satu-satunya karakteristik, melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan spesifik yang berbeda. Meskipun ada kecenderungan umum bahwa semua keterampilan ini akan berkembang ketingkat yang sama pada setiap individu, namun dapat terjadi suatu ketimpangan yang besar, khususnya pada penyandang retardasi mental. Orang tersebut mungkin memperlihatkan hendaya berat dalam satu bidang tertentu (misalnya bahasa), atau mungkin mempunyai suatu area keterampilan tertentu yang lebih tinggi yang berlawanan dengan latar belakang adanya retardasi mental berat. Keadaan ini menimbulkan kesulitan pada saat menentukan kategori diagnosis. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi yang tersedia, termasuk temuan klinis, perilaku adaptif (yang dinilai dalam kaitan dengan latar belakang budayanya) dan hasil tes psikometrik. Untuk diagnosis yang pasti, harus ada penurunan tingkat kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap tuntutan dari lingkungan social biasa sehari-hari. Gangguan jiwa dan fisik yang menyerta retardasi mental, mempunyai pengaruh besar pada gambaran klinis dan penggunaan dari semua keterampilannya. Penilaian diagnostik adalah terhadap kemampuan umum (global ability) bukan terhadap suatu area tertentu yang spesifik dari hendaya atau keterampilan. Retardasi Mental Ringan Bila menggunakan tes IQ baku yang tepat, maka IQ berkisar antara 50-69. Pemahaman dan penggunaan bahasa cenderung terlambat pada berbagai tingkat, dan masalah kemampuan berbicara yang mempengaruhi perkembangan kemandirian dapat menetap sampai dewasa. Walaupun mengalami keterlambatan dalam kemampuan berbicara untuk keperluan sehari-hari. Kebanyakan juga dapat mandiri penuh dalam merawat diri sendiri dan mencapai keterampilan praktis dan keterampilan rumah tangga, walaupun tingkat perkembangannya agak lambat daripada normal. Kesulitan utama biasanya tampak dalam pekerjaan sekolah yang bersifat akademik, dan banyak masalah khusus dalam membaca dan menulis. Etiologi organik hanya dapat diidentifikasi pada sebagian kecil penderita. Keadaan lain yang menyerta seperti autism, gangguan perkembangan lain, epilepsy, gangguan tingkah laku atau disabilitas fisik dapat ditemukan dalam berbagai proporsi. Bila terdapat gangguan demikian, maka harus diberi kode diagnosis tersendiri. Retardasi Mental Sedang IQ biasanya berada dalam rentang 35-49. Umumnya ada profil kesenjangan (discrepancy) dari kempuan, beberapa dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam keterampilan visuo-spasial daripada tugastugas yang tergantung pada bahasa, sedangkan yang lainnya sangat canggung namun dapat mengadakan interaksi social dan percakapan sederhana. Tingkat perkembangan bahasa bervariasi : ada yang dapat mengikuti percakapan sederhana, sedangkan yang lain hanya dapat berkomunikasi seadanya untuk kebutuhan dasar mereka. Suatu etiologi organic dapat diidentifikasi pada kebanyakan penyandang retardasi mental sedang. Autisme masa kanaka tau gangguan perkembangan pervasive lainnya terdapat pada sebagian kecil kasus, dan mempunyai pengaruh besar pada

gambaran klinis dan tipe penatalaksanaan yang dibutuhkan. Epilepsy, disabilitas neurologic dan fisik juga lazim ditemukan meskipun kebanyakan penyandang retardasi mental sedang mampu berjalan tanpa bantuan. Kadangkadang didapatkan gangguan jiwa lain, tetapi karena tingkat perkembangan bahasanya yang terbatas sehingga sulit menegakan diagnosis dan harus tergantung dari informasi yang diperoleh dari orang lain yang mengenalnya. Setiap gangguan penyerta harus diberi kode diagnosis tersendiri. Retardasi Mental Berat IQ biasanya berada dalam rentang 20 sampai 34. Pada umumnya mirip dengan retardasi mental sedang dalam hal : gambaran klinis, terdapatnya etiologi organic, kondisi yang menyertai dan tingkat prestasi ysng rendah. Kebanyakan penyandang retardasi mental berat menderita gangguan motorik yang mencolok atau deficit lain yang menyertainya, menunjukkan adanya kerusakan atau penyimpangan perkembangan yang bermakna secara klinis dari sususan saraf pusat. Retardasi Mental Sangat Berat IQ biasanya dibawah 20. Pemahaman dan pengguanaan bahasa terbatas, hanya mengerti perintah dasar dan mengajukan permohonan sederhana. Keterampilan visio-spasial yang paling dasar dan sederhana tentang memilih dan mencocokan mungkin dapat dicapainya, dan dengan pengawasan dan petunjuk yang tepat penderita mungkin dapat sedikit ikut melakukan tugas praktis danrumah tangga. Suatu etiologi organik dapat diidentifikasikan pada sebagian besar kasus. Biasanya ada diabilitas yang mempengaruhi mobilitas, seperti epilepsy dan hendaya daya lihat dan daya dengar. Sering ada gangguan perkembangan pervasive dalam bentuk sangat berat khususnya autism yang tidak khas (atypical autism) terutama pada penderita yang dapat bergerak. Retardasi Mental Lainnya Kategori ini hanya digunakan bila penilaiandari tinggat retardasi mental dengan memakai prosedur biasa sangat sulit atau tidak mungkin dilakukan karena adanya gangguan sensorik atau fisik, misalnya buta, bisu tuli, dan penderita yang perilakunya terganggu berat atau fisiknya tidak mampu. Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu : 1) Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. IQ kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ. 2) Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi, kemampuan menolong diri sendiri, berumah tangga, sosial, pekerjaan, kesehatan dan keamanan. 3) Onsetnya sebelum berusia 18 tahun Ciri-ciri Perkembangan penderita retardasi mental.

Pemeriksaan Retardasi mental Untuk mengenal anak kecil dengan kemungkinan retardasi mental melalui pengawasan perkembangan rutin dalam perawatan pediatri perlu adanya laporan orangtua mengenai kemampuan dan perilaku khas anak dalam hubungannya dengan prosedur skrining merupakan sumber informasi yang penting dan saling melengkapi. Diagnosis retardasi mental memerlukan konfirmasi fungsi intelektual umum secara bermakna ada dibawah rata-rata yaitu skor standar 70-75 atau kurang). Suatu riwayat penyakit dan wawancara psikiatrik adalah berguna untuk mendapatkan gambaran longitudinal perkembangan dan fungsi anak dan pemeriksaan stigma fisik, kelainan neurologis, dan tes laboratorium dapat untuk memastikan penyebab dan prognosis. Memiliki gangguan atau kekurangan untuk anak seusianya setidaknya 2 dari area-area berikut: Komunikasi Perawatan diri Kehidupan rumah

Kemampuan social Penggunaan fasilitas umum Pengarahan diri Kesehatan dan keamanan Fungsi akademis Rekreasi Kerja

Setelah diagnosis psikometri retardasi mental dikonfirmasikan, diperlukan evaluasi medis yang menyuluruh untuk melengkapi proses penilaian. Riwayat Penyakit Riwayat penyakit paling sering didapatkan dari orangtua atau pengasuh, dengan perhatian khusus pada kehamilan ibu, persalinan dan kelahiran, adanya riwayat keluarga retardasi mental, hubungan darah pada orangtua, dan gangguan herediter. Sebagai bagian riwayat penyakit, klinisi menilai latar belakang sosiokultural pasien, iklim emosional dirumah dan fungsi intelektual pasien. Wawancara Psikiatrik Dua faktor memiliki kepentingan yang sangat tinggi jika mewawancarai pasien, sikap pewawancara dan cara berkomunikasi dengan pasien. Pewawancara tidak boleh diatur oleh usia mental pasien, seakan akan tidak dapat sepenuhnya mengkarakterisasi orang. Orang dewasa yang mengalami retardasi ringan dengan usia mental 10 bukan merupakan seorang anak dengan usia 10 tahun. Jika diperlakukan seakan akan mereka adalah seorang anak , beberapa orang merasa terhina, marah dan tidak mau bekerja sama . sebaliknya orang yang pasif dan tergantung mungkin mempertahankan peranan anak yang mereka kira diharapkan dari mereka. Pada kedua kasus tidak ada data diagnostik sah yang diperoleh. Kemampuan verbal pasien, termasuk bahasa reseptif dan ekspresif harus dinilai sesegera mungkin dengan mengobservasi komunikasi verbal dan nonverbal antara pengasuh dan pasien dan dari riwayat penyakit. Jika psien menggunakan bahasa isyarat, pengasuh harus tetap tinggal selama wawancara selama penterjemah. Orang teretardasi memiliki pengalaman kegagalan seumur hidup dalam berbagai bidang dan mereka mungkin memiliki kecemasan sebelum menjumpai pewawancara. Pewawancadan pengasuh harus berusaha untuk memberikan pasien tersebut suatu penjelasan yang jelas suportif dan konkret tentang proses diagnostic. Dukungan dan pujian harus diberikan dalam bahasa yang sesuai dengan usia dan pengertian paisen. Pada umumnya, pemeriksaan psikiatrik pasien yang teretrardasiharus mengungkapakan bagaimana paisen mengatasi stadium perkembangan. Pemeriksaan Fisik Berbagai bagian tubuh mungkin memiliki karakterikstik tertentu yang sering ditemukan pada orang retardasi mental dan memiliki penyebab prenatal. Sebagai contoh, konfigurasi dan ukuran kepala meberikan petunjuk terhadap berbagai kondisi seperti mikrosefali, hidrosefalus dan sindrom down. Wajah pasien mungkin memiliki beberapa stigmata retardasi mental yang sangat mempermudah diagnosis. Pemeriksaan fisik dan evaluasi laboratorium seringkali mengarah pada identifikasi faktor-faktor tertentu yang turut menimbulkan retardasi mental. Formula diagnostic menyeluruh menonjolkan faktor-faktor yang turut menyebabkan dan bertanggung jawab dalam penanganan tertentu (misalnya hipotiroidisme atau beban timah hitam berlebihan), menunjukan masalah terkait yang memerlukan intervensi atau pengawasan terus menerus (misalnya gangguan kejang-kejang atau sensoris) dan memberikan data yang komperhensif yang dapat menginformasikan keputusan manajemen terus menerus. Pada kasus kasus yang tidak ditemukan bukti gangguan sistem saraf pusat tertentu , riwayat kecacatan atau masalah lingkungan yang tidak dapat diidentifikasi, retardasi mental tersebut dianggap sebagai akibat pengaruh congenital yang belum diketahui terhadap perkembangan otak.

Tanda-tanda fisik atipik yang dapat dihubungkan dengan bertambahnya insidensi retardasi mental : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Rambut : Keriting ganda Halus, mudah putus, cepat memutih Jarang atau tanpa rambut Mata Mikroftalmia Hipertelorisme Hipotelorisme Lipatan epikantus sebelah dalam dan luar Kolobmia iris atau retina Bintik-bintik brushfield Pupil terletak eksentris Nismagmus Telinga Pinna letak rendah Pembentukan heliks sederhana atau abnormal Hidung Jembatan hidung rata Ukuran hidung kecil Lubang hidung menghadap keatas Wajah Panjang filtrum bertambah Hipoplasia maksila atau mandibula Mulut Bentuk bibir atas V terbalik Lengkungan palatum lebar atau tinggo Kepala Mikrokranium Makrokranium Tangan Metacarpal ke-4 atau ke-5 pendek

9. 10. 11. 12.

Jari-jari tangan pendek gemuk Jari-jari tangan panjang tipis, meruncing Ibu jari tangan lebar Klinodaktili Kelainan dermatoglifik (misalnya : triradius distal) Garis kulit telapak tangan melintang Kelainan kuku Kaki Metatarsal ke-4 atau ke-5 pendek Jari kaki tumpang tindih Jari kaki pendek gemuk Ibu jari kaki besar dan lebar Garis kulit mengarah dari sudut jari kaki pertama dan kedua, terlihat dalam kelainan dermatoglifik Genitalia Genitalia yang tidak jelas Mikropenis Testis besar Kulit Bintik-bintik caf-au-lait Nervus depigmentasi Gigi Adanya kelainan email (enamelogenesis) Kelainan odontogenesis

Pemeriksaan Neurologis Gangguan sensorik sering terjadi pada orang retardasi mental. Sampai 10% mengalami gangguan pendengaran pada suatu tingkat yang 4x lebih tinggi dibandingkan populasi normal. Gangguan kejang terjadi pada kira-kira 10% dari semua orang retardasi mental dan pada sepertiga orang dengan retardasi mental berat. Jika ditemukan abnormalitas neurologis, insidensi dan keparahannya biasanya meningkat dalam proporsi dengan derajat retardasi. Tetapi banyak anak teretardasi parah tidak memiliki kelainan neurologis. Sebaliknya kira-kira 25% dari semua anak dengan palsi serebral memiliki kecerdasan normal. Gangguan dalam bidang motorik dimanifestasikan oleh kelainan pada tonus otot (spastisitas atau hipotonia), hiperefleksia, dan gerakan involunter. Derajan kecacatan yang lebih kecil ditemukan dalam kelambanan dan koordinasi yang buruk. Pemeriksaan sinar X tengkorak biasanya dilakukan secara betahap tetapi pemeriksaan iluminasi hanya pada kondisi relative jarang, seperti kraniosinostosi, hidrosefalus dan gangguan lain yang menyebabkan

klasifikasi intracranial. Pemeriksaan tomografi computer (CT) dan pencitraan resonansi magnetic (MRI) telah menjadi alat yang penting untuk mengetahui patologi ssp yang berhubungan dengan retardasi mental. Sebuah EEG (elektroensefalogram) sebaiknya diinterpretasikan dengan berhati-hati pada kasus retardasi mental. Kekecualian adalah paisen dengan hipsaritmia dan kejang grand mal, dimana EEG mungkin menegakkan diagnosis dan meyarankan terapi. Tes Laboraturium Tes laboratorium yang digunakan adalah pemeriksaan urin dan darah untuk mencari gangguan metabolik. Kelainan enzim pada gangguan kromosom, terutama sindrom down menjadi alat diagnosis yag berguna. Penentuan karyotip dalam lab genetic diindikasikan bilamana dicurigai adanya gangguan kromosom. Amnionsentesis, dimana sejumlah kecil cairan amnion diambil secara transabdominal antara usia kehamilan 14 dan16 minggu telah berguna dalam mendiagnosis berbagai kelainan kromosom bayi terutama sindrom down. Pengambilan vili korialis (CVS) adalah teknik skrining yang baru untuk menentukan kelainan janin. Cara ini dilakukan pada usia kehamilan 8 dan 10 minggu, yang 6 minggu lebih awal dibandingkan amniosentesis. Pemeriksaan Pendengaran Pemeriksaan pendengaran dan pembicaraan dilakukan secara rutin. Perkembangan bicara mungkin merupakan criteria yang paling dapat dipercaya dalam memeriksa retardasi mntal. Berbagai gangguan pendengaran sering kali ditemukan. Pemeriksaan Psikologis Tes psikologis silakukan oleh ahli psikologi yang berpengalaman, adalah bagian standar dari pemeriksaan retardasi mental. Tes Gesell, bayley dan Cattell adalah tes yang paling sering digunakan untuk bayi. Untuk anak-anak Stanford Binet dan Wechsler intelegence Scale for children Resvised adalah tes yang paling sering digunakan dinegara ini. Diagnosis Banding Retardasi Mental 1. Kelainan sensorik terutama buta dan tuli

2. Gangguan perkembangan spesifik (kelambatan satu aspek perkembangan): gangguan perkembangan bicara, aleksia, agrafia, afasia 3. Gangguan perkembangan pervasif (penyimpangan perkembangan): autisme infantil, skizofrenia yang timbul pada masa anak. 4. Penyakit fisik yang kronisKesulitan belajar (diagnosis banding untuk retardasi mental yang ringan)

(Depkes, 2009) Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik digunakan untuk mengungkapkan penyebab lain dari gangguan bahasa dan bicara. Perlu diperhatikan ada tidaknya mikrosefali, anomali telinga luar, otitis media yang berulang, sindrom William (facies Elfin, perawakan pendek, kelainan jantung, langkah yang tidak mantap), celah palatum, dan lain-lain. Gangguan oromotor dapat diperiksa dengan menyuruh anak menirukan gerakan mengunyah, menjulurkan lidah, dan mengulang suku kata pa, ta, pata, pataka. (Depkes, 2007)

Cara Pengukuran Pertumbuhan Parameter yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pertumbuhan, maka dilakukan pengukuran tertentu yang hasilnya kemudian dibandingkan dengan parameter yang sudah terstandardisasikan, yaitu meliputi: *Tinggi badan *Berat badan *Lingkar lengan

*Lingkar kepala *Lingkar dada *Lingkar abdomen a. Pengukuran Tinggi Badan Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan sambil berbaring atau dalam posisi tubuh berdiri. Pengukuran pada posisi tubuh berbaring lebih tepat untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Panjang badan berbaring diukur ketika anak berbaring di atas sebuah meja yang kokoh yang memiliki tongkat pengukur. Telapak kaki dipegang kuat-kuat pada sebilah papan vertikal yang dipasang pada tanda nol. Kemudian anak diukur panjang padannya baik dengan tongkat pengukur ataupun menggunakan meteran untuk menjahit. Pengukuran panjang/tinggi badan sambil berdiri dilakukan saat berdiri tegak lurus, dengan tumit, bokong, bagian atas punggung dan oksiput (belakang kepala) pada suatu bidang vertikal (misal dinding tembok). Saat melakukan pengukuran, kedua tumit harus dirapatkan. Kemudian ukurlah tinggi/panjang badan dengan alat ukur meteran. Memprediksikan tinggi akhir anak sesuai potensi genetikberdasarkan tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai potensinya. Rumus yang digunakan:

TB anak perempuan = ( TB ayah 13 cm ) + TB ibu 8,5 cm 2 TB anak laki-laki = ( TB ibu +13 cm ) + TB ayah 8,5 cm 2
b.Pengukuran Berat Badan Berat badan diukur dengan menggunakan timbangan. Banyak timbangan yang dapat digunakan untuk menimbang berat badan. Yang penting harus menggunakan alat timbang yang standar.

c. Pengukuran Lingkar Kepala Cara melakukan pengukuran lingkar kepala dapat menggunakan pita meteran yang tidak mudah berubah panjangnya, seperti pita meteran yang dipakai untuk menjahit baju. Pita dilingkarkan pada kepala anak, menutupi alis mata dan melewati oksipital. Tabel 1. Lingkaran Kepala Anak Umur Anak Ketika Angka normal anak Diperiksa Laki-laki (cm) 0 bulan 32 - 37.5 1 Bulan 34.5 - 40.5 2 Bulan 36.5 42 3 Bulan 38 - 43.5 4 Bulan 39 - 44.5 5 Bulan 40.5 45 6 Bulan 41 46 7 Bulan 42 47 8 Bulan 43 48 9 Bulan 43.5 - 48.5 10 Bulan 44 49 11 Bulan 44.5 - 49.5 12 bulan 45 - 49.75 13 Bulan 45 - 49.75 14 Bulan 45.5 - 50.5 15 Bulan 45.5 - 50.5 16 Bulan 46.25 51

Hasil pengukuran Perempuan (cm) 32 - 36.5 34 39 36 41 37 42 38.5 - 43.5 39 - 45 40 - 46 41 - 47 41.5 - 47.5 42 - 48 42.75 - 48.5 43.5 - 48.75 43.75 - 49 43.75 - 49 44.5 - 49.5 44.5 - 49.5 45 - 50

17 Bulan 18 Bulan 19 bulan 20 Bulan 21 Bulan 22 Bulan 23 Bulan 24 Bulan 2.5 Tahun 3 Tahun 3.5 Tahun 4 Tahun 4.5 Tahun 5 Tahun 5.5 Tahun 6 Tahun

46.25 51 46.25 51 46.25 - 51.5 46.5 - 51.5 46.5 - 51.5 46.5 - 51.5 46.5 - 51.5 47 52 47 52 48 53 48 53 48.5 - 53.5 48.5 - 53.5 48.75 - 53.75 48.75 - 53.75 49 54

45 - 50 45 - 50 45 - 50 45.5 - 50.75 45.5 - 50.75 45.5 - 50.75 45.5 - 50.75 45.75 - 51 45.75 - 51 46.5 - 52 46.5 - 52 47 - 53 47 - 53 48 - 53 48 - 53 48 - 53

Berbagai bagian tubuh mungkin memiliki karakteristik tertentu yang sering ditemukan pada pasien retardasi mental dan memiliki penyebab pranatal. *Kepala : Mikro/makrosepali, plagiosepali (bentuk kepala tidak simetris). *Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/tidak ada, halus, mudah putus dan cepat berubah. *Mata : mikroftalmia, juling, nistagmus. *Hidung : jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung ke atas. *Mulut : bentuk V yang terbalik dari bibir atas, langit -langit lebar/melengkung tinggi. *Geligi : odontogenesis yang tidak normal. *Telinga : keduanya letak rendah atau bentuknya aneh. *Muka : panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia. *Leher : pendek; tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna. *Tangan : jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibu jari gemuk dan lebar, klinodaktil. *Dada dan Abdomen : terdapat beberapa putting, buncit. *Genitalia : mikropenis, testis tidak turun. *Kaki : jari kaki saling tumpang tindih, panjang dan tegap/panjang kecil meruncing diujungnya, lebar, besar, gemuk. (Kaplan, 2008) Pemeriksaan Penunjang 1. BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) merupakan cara pengukuran evoked potensial (aktivitas listrik yang dihasilkan saraf VIII, pusat-pusatneural dan traktus di dalam batang otak)sebagai respon terhadap stimulus auditorik. Gangguan neurologis sering terjadi pada retardasi mental seperti gangguan kejang terjadi pada 10 % dari semua orang retardasi mental.Gangguan pada motorik dimanifestasikan oleh kelainan pada tonus (spastisitas atau hipotonia), refleks (hiperrefleksia), dan gerakan involunter (koreoatetosis).Derajat kecacatan yang lbih kecil ditemukan dalam kelambanan dan koordinasi yang buruk. Gangguan sensorik dapat berupa gangguan pendengaran yang ringan.Gangguan visual dapat terentang dari kebutaan sampai gangguan konsep ruang, pengenalan rancangan, dan konsep citra tubuh.Dilakukan pemeriksaan sinar-x tengkorak, pemeriksaan tomografi computer (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk menghubungkan patologi sistem saraf pusat dengan retardasi mental, pembesaran kepala, dicurigai adanya kelainan otak yang luas, dicurigai adanya tumor intra kranial, kejang local. Elektroensefalogram (EEG) digunakan untuk menentukan adanya gejala kejang yang dicurigai, kesulitan mengerti bahasa yang berat. (Kaplan, 2008) 2. Pemeriksaan audiometric Pemeriksaan audiometri diindikasikan untuk anak-anak yang sangat kecil dan untuk anak-anak yang ketajaman pendengarannya tampak terganggu. Ada 4 kategori pengukuran dengan audiometri : *Audiometri tingkah laku, merupakan pemeriksaan pada anak yang dilakukan dengan melihat respon dari anak jika diberi stimulus bunyi. Respon yang diberikan dapat berupa menoleh ke arah sumber bunyi atau mencari sumber bunyi. Pemeriksaan dilakukan di ruangan yang tenang atau kedap suara dan menggunakan mainan yang berfrekuensi tinggi. Penilaian dilakukan terhadap respon yang diperlihatkan anak.

*Audiometri bermain, merupakan pemeriksaan pada anak yang dilakukan sambil bermain, misalnya anak diajarkan untuk meletakkan suatu objek pada tempat tertentu bila dia mendengar bunyi. *Audiometri bicara. Pada tes ini dipakai kata-kata yang sudah disusun dalam silabus dalam daftar yang disebut : phonetically balance word LBT (PB List). Anak diminta untuk mengulangi kata-kata yang didengar melalui kaset tape recorder. Pada tes ini dilihat apakah anak dapat membedakan bunyi s, r, n, c, h, ch. Guna pemeriksaan ini adalah untuk menilai kemampuan anak dalam pembicaraan seharihari dan untuk menilai pemberian alat bantu dengar (hearing aid). d. Audiometri objektif, biasanya memerlukan teknologi khusus. (Toback, 2003) 3. CT scan kepala untuk mengetahui struktur jaringan otak, sehingga didapatkan gambaran area otak yang abnormal. 4. Timpanometri, digunakan untuk mengukur kelenturan membrana timpani dan system osikular. Selain tes audiometri, bisa juga digunakan tes intelegensi. Paling dikenal yaitu skala Wechsler, yang menyajikan 3 skor intelegen, yaitu IQ verbal, IQ performance, dan IQ gabungan. *Skala intelegensi Wechsler untuk anakII:penyelesaian susunan gambar. Tes ini terdiri dari satu set gambargambar objek yang umum,seperti gambar pemandangan. Salah satu bagian yang penting dihilangkan dan anak diminta untuk mengidentifikasi. Respon dinilai sebagai benar atau salah. *Skala intelegensi Wechsler untuk anakIII:mendesain balok. Anak diberikan pola bangunan dua dimensi dan kemudian diminta untuk membuat replikanya menggunakan kubus dua warna. Respon dinilai sebagai benar atau salah. (Depkes, 2005) 5. Tes Laboratorium Pada tes laboratorium retardasi mental yang digunakan adalah pemeriksaan urin dan darah untuk mencari gangguan 16actor16ti. Kelainan enzim pada gangguan kromosom, terutama sindrom down. Amniosentesis yaitu pengambilan cairan 16actor16t dari ruang amnion secara trans-abdominal antara usia kehamilan 14 dan 16 minggu, digunakan untuk kelainan kromosom bayi terutama sindrom Down. Sel cairan amnion, yang terbanyak berasal dari janin, dibiakkan untuk pemeriksaan sitogenetik dan biokimiawi. Amniosentesis dianjurkan untuk semua wanita hamil di atas usia 35 tahun. Pengambilan sampel vili korionik (CVS;chorionic villi sampling) adalah tehnik skrining yang baru untuk menentukan kelainan janin. Cara ini dilakukakn pada usia kehamilan 8 dan 10 minggu, yang 6 minggu lebih awal dibandingkan amniosentesis. Hasilnya tersedia dalam waktu yang singkat (beberapa jam/hari), jika kehamilan abnormal, keputusan untuk mengakhiri kehamilan dapat dilakukakan dalam trimester pertama. (Soetjiningsih, 1995)

6.Pemeriksaan Psikologis Dilakukan oleh ahli psikologi yang berpengalaman. Tes Gesell, Bayley, dan Cattell adalah tes yang sering digunakan untuk bayi. Tes Bender Gestalt dan Benton Visual Retention test juga digunakan untuk anak retardasi mental. Disamping itu, pemeriksaan psikologi harus menilai kemampuan 16actor16tic, motorik, 16actor16tic, dan kognitif. Informasi tentang 16actor motivasional, emosional, dan interpersonal juga penting. Diagnosis banding retardasi mental *Attention Deficit Hyoperactivity Disorder (ADHD) Kelainan perkembangan yang diturunkan secara genetik akibat adanya gangguan pada gen transporter dopamin dan gen reseptor dopamin D4. Gangguan tersebut terjadi pada sistem dopaminergik dan nor-adrenergik yang menyebabkan adanya disfungsi pre-frontal dan sirkuit fronto-striatal. Manifestasi Klinis: Anak dengan ADHD dapat memperlihatkan gejala inatensi, hiperaktifitas dan implusivitas. Inatensi dapat berupa keluhan susah konsentrasi, mudah sekali teralih perhatiannya, sering lupa akan barang-barang pribadinya dan bahkan lupa pada tugas-tugas yang harus dikerjakannya. Bila sedang berjalan anak sering menabrak bendabenda di sekitarnya sehingga seringkali, dengan perilakunya yang seperti itu, akan menyebabkan barang-barang yang berada di dekat anak berjatuhan. Hal tersebut penting karena sebagian besar penderita ADHD memiliki IQ normal, bahkan diantaranya ada yang diatas rerata.Dampak bagi individu ADHD itu sendiri yaitu adanya gangguan emosi, rasa rendah diri, dan pada saat dewasa akan tampak memiliki kepribadian yang sulit. (Depkes, 2009)

*Anak-anak dari keluarga yang sangat melarat dengan deprivasi rangsangan yang berat (retardasi mental ini reversibel bila diberi rangsangan yang baik secara dini). Kadang-kadang anak dengan gangguan pendengaran atau penglihatan dikira menderita retardasi mental. Mun gkin juga gangguan bicara dan cerebral palsy membuat anak kelihatan terbelakang, biarpun intelegensianya normal. Gangguan emosi dapat menghambat kemampuan belajar sehingga dikira anak itu bodoh. early infantile dan skizofrenia anak juga sering menunjukkan gejala yang mirip retardasi mental. (Soetjiningsih, 1995) Penatalaksanaan Retardasi Mental Tujuan pengobatan yang utama adalah mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin, sedini mungkin diberikan pendidikan dan pelatihan khusus, yang meliputi pendidikan dan pelatihan kemampuan sosial untuk membantu anak berfungsi senormal mungkin. Pendekatan perilaku sangat penting dalam memahami dan bekerja sama dengan anak retardasi mental. *Perlu melibatkan psikolog untuk menilai perkembangan mental anak terutama kemampuan kognitifnya, dokter anak untuk memeriksa perkembangan fisiknya, menganalisis penyebab dan mengobati penyakit atau kelainan yang mungkin ada. Juga kehadiran dari pekerja sosial kadang diperlukan untuk menilai situasi keluarganya. Atas dasar itu maka dibuatlah strategi terapi. *Psikiater bila anak menunjukkan kelainan tingkah laku atau bila orang tuanya membutuhkan dukungan terapi keluarga. Ahli rehabilitasi medis bila diperlukan untuk merangsang perkembangan motorik dan sensoriknya. Ahli terapi wicara untuk memperbaiki gangguan bicaranya atau untuk merangsang perkembangan bicaranya. Serta diperlukan guru pendidikan luar biasa untuk anak-anak yang retardasi mental ini. *Pada orang tuanya perlu diberikan penerangan yang jelas mengenai keadaan anaknya dan apayang dapat diharapkan dari terapi yang diberikan. Kadang-kadang diperlukan waktu yang lama untuk meyakinkan orang tua mengenai keadaan anaknya maka perlu konsultasi pula dengan psikolog atau psikiater. Disamping itu diperlukan kerja sama yang baik antara guru dan orangtuanya, agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam strategi penanganan anak disekolah dan dirumah. Anggota keluarga lainnya juga harus diberi pengertian agar anak tidak diejek atau dikucilkan. Disamping itu, masyarakat perlu diberikan penerangan tentang retardasi mental agar mereka dapat menerima anak tersebut dengan wajar. *Anak dengan retardasi mental memerlukan pendidikan khusus yang sesuaikan dengan taraf IQ-nya. Mereka digolongkan yang mampu didik untuk golongan retardasi mental ringan dan yang mampu latih untuk anak dengan retardasi mental sedang. Sekolah khusus untuk anak retardasi mental ini adalah SLB-C. Di sekolah ini diajarkan juga keterampilan-keterampilan dengan harapan mereka dapat mandiri di kemudian hari. Di ajarkan pula tentang baik-buruknya suatu tindakan tertentu sehingga mereka diharapkan tidak memerlukan tindakan yang tidak terpuji, seperti mencuri, merampas, kejahatan seksual dan lain-lain. *Semua anak retardasi mental memerlukan perawatan seperti pemeriksaan kesehatan yang rutin, imunisasi dan monitoring terhadap tumbuh kembangnya. Anak-anak ini juga disertai dengan kelainan fisik yang memerlukan penangan khusus. Misalnya pada anak yang mengalami infeksi prenatal dengan cytomegalovirus akan mengalami gangguan pendengaran yang progresif walaupun lambat, demikian pula anak dengan sindrom Down dapat timbul gejala hipotiroid. Masalah nutrisi juga perlu mendapat perhatian. (Depkes, 2009) Berikut ini adalah obat-obat yang dapat digunakan : *Obat-obat psikotropika (tioridazin, Mellaril untuk remaja dengan perilaku yang membahayakan diri sendiri. *Psikostimulan untuk remaja yang menunjukkan tanda-tanda gangguan konsentrasi/gangguan hyperaktif. *Antidepresan ( imipramin, tofranil) *Karbamazepin ( tegrevetol) dan propanolol (Inderal)

Komplikasi Menurut Betz, Cecily R (2002) komplikasi retardasi mental adalah : 1. Serebral palsi 2. Gangguan kejang 3. Gangguan kejiwaan 4. Gangguan konsentrasi/hiperaktif 5. Defisit komunikasi 6. Konstipasi (karena penurunan motilitas usus akibat obat-obatan, kurang mengkonsumsi makanan berserat dan cairan).

PNP

Resiko Cedera

Defisit perawatan diri

Agresifitas

Redartasi Mental

Ganggaun interaksi sosial Gangguan tumbang Gangguan komunikasi

Kelainan kognitif
Pencegahan Retardasi Mental Pencegahan primer Pencegahan primer merupakan tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan atau menurunkan kondisi yang menyebabkan perkembangan gangguan yang disertai dengan retardasi mental. Tindakan tersebut termasuk (1) pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat umum tentang retardasi mental, (2) usaha terus menerus dari profesional bidang kesehatan untuk menjaga dan memperbaharui kebijaksanaan kesehatan masyarakat (3) aturan yang memberikan pelayanan kesehatan maternal dan anak yang optimal 4) eradikasi gangguan yang diketahui disertai dengan kerusakan system saraf pusat. Konseling keluarga dan genetik membantu menurunkan insidensi retardasi mental dalam keluarga dengan riwayat gangguan genetik retardasi mental. (Kaplan, 2008) Pencegahan sekunder Meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak,perdarahan subdural, kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu cepat, dapatdibuka dengan kraniotomi; pada mikrosefali yang kogenital, operasi tidak menolong).Penyakit metabolik dan endokrin yang menurun sepertiPhenil Keton Uria (PKU), hipertiroidisme bisa diobati secara efektif pada stadium dini.

Pencegahan tersier Meliputi pendidikan pasien atau latihan khusus, disalurkan ke Sekolah Luar Biasa(SLB) yang sesuai. Bagi yang gelisah, hiperaktif atau destruktif dapat diberi: Methylphenidatediberi pagi hari dengan dosis tergantung berat badan dan dimulai dengan dosis yang rendah sampai mencapai dosis maksimum 20mg/hari(1x per hari). Bila ada gejala kejang, diberi obat anti kejang. Konseling untuk orang tua. (Soetjiningsih, 1995) Konseling kepada orang tua dilakukan secara fleksibel dan pragmatis dengantujuan antara lain membantu mereka dalam mengatasi frustrasi oleh karena mempunyaianak dengan retardasi mental. Orang tua sering menghendaki anak diberi obat, olehkarena itu dapat diberi penerangan bahwa sampai sekarang belum ada obat yang dapatmembuat anak menjadi pandai, hanya ada obat yang dapat membantu pertukaran zat(metabolisme) sel-sel otak.

Konsultasi 19ias19ic akan memberikan pengetahuan dan pengertian kepada orang tua dari anak retardasi mental mengenai penyebab terjadinya retardasi mental. Vaksinasi MMR secara dramatis telah menurunkan angka kejadian rubella sebagai salah satu penyebab retardasi mental. Setiap wanita hamil yang berumur >35 tahun dianjurkan untuk menjalankan amniosentesis dan pemeriksaan vili korion, karena mereka memiliki risiko melahirkan bayi yang menderita Sindrom Down. USG juga dapat membantu menemukan adanya kelainan otak. Untuk mendeteksi Sindrom Down dan spina bifida juga 19ias dilakukan pengukuran kadar alfa-protein serum. Adapun tindakan lain yang bisa dilakukan adalah : *Meningkatkan perkembangan otak yang sehat dan penyediaan pengasuhan dan lingkungan yang merangsang pertumbuhan. *Harus memfokuskan pada kesehatan biologis dan pengalaman kehidupan awal anak yang hidup dalam kemiskinan dalam hal ini:perawatan prenatal, pengawasan kesehatan reguler, pelayanan dukungan keluarga. (Depkes, 1995) Prognosis Retardasi Mental Retardasi mental yang diketahui penyakit dasarnya, biasanya prognosisnya lebih baik. Tetapi pada umumnya sukar untuk menemukan penyakit dasarnya. Anak dengan retardasi mental ringan dengan kesehatan yang baik tanpa penyakit kardiorespirasi, pada umumnya umur harapan hidupnya sama dengan orang yang normal. Tetapi sebaliknya pada retardasi mental yangberat dengan masalah kesehatan dan gizi, sering meninggal pada usia muda. 2. Memahami dan Menjelaskan Kurva Denver Denver Developmental Screening Test (DDST) adalah sebuah upaya melakukan penilaian yang umum digunakan untuk memeriksa anak-anak usia 0-6 tahun dalam mendeteksi kemajuan perkembangan mereka. Nama Denver diambil, karena tes pemeriksaan ini diciptakan di University of Colorado Medical Center di Denver. Keterlambatan perkembangan ataupun masalah-masalah dalam dalam perkembangan, diperkirakan mencapai hingga 15% dari jumlah anak-anak dibawah diantara usia 0 hingga 5 tahun. (survey di denver) Ini termasuk keterlambatan dalam bicara dan perkembangan bahasa, perkembangan motorik, perkembangan sosial-emosional dan perkembangan kognitif. Dan hanya setengahnya yang dapat terdeteksi. Kebanyakan, pada awalnya, justru orang tuanya sendiri yang melihat adanya ketidak sempurnaan perkembangan dalam tubuh putra/inya. Sayangnya dari sekian banyak orang tua yang telah menyadari, hanya sedikit dari mereka yang mengambil langkah penanganan secara serius. Oleh karena itu DDSC merupakan sebuah alat pendeteksi yang sangat tepat dan rinci untuk mengetahui perubahan hal yang paling kecil dalam perkembangan anak. Melibatkan orang tua dalam proses pengamatannya, dapat bersifat fleksibel dan secara berkesinambungan. DDST , yang digunakan untuk menguji perkembangan bayi dan balita, ini meliputi beberapa jenis tes yaitu: I. The Neonatal Behavioral Assessment Scale (NBAS) yang disusun oleh dokter anak Harvard T. Berry Brazleton dan lebih dikenal sebagai Brazleton; , Digunakan untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan bayi pada usia 0 hingga 2 bulan. II. The ELM (Early Language Milestone) untuk batita usia 0 hingga 3 tahun III. The CAT (Clinical Adaptive Test) and CLAMS (Clinical Linguistic and Auditory Milestone Scale) Untuk batita usia 0 hingga 3 tahun IV. The Infant Monitoring System untuk anak usia 4 hingga 36 bulan V. The Early Screening Inventory , untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. VI. The Peabody Picture Vocabulary Test (the Peabody) untuk anak-anak usia 2 1/2 hingga 4 tahun. Dalam pelaksanaannya, Denver Development Screening Test, menguji sampai dengan 125 hal. Yang dibagi menjadi empat bagian: 1. Aspek Sosial / pribadi: aspek sosialisasi di dalam dan di luar rumah, misalnya tersenyum kepada orang lain 2. Pengembangan dari Motorik Halus : misalnya tentang mata dan atau bersama tangan berkoordinasi, dan manipulasi benda kecil, misalnyamenggenggam dan menggambar

3. Aspek Bahasa: produksi suara, kemampuan untuk mengenali, memahami, dan penggunaan bahasa, misalnya kemampuan untuk menggabungkan kata-kata 4. Pengembangan Motorik kasar, fungsi: kontrol motor, duduk, berjalan, melompat, dan gerakan lainnya Semua penelitian mencakup perkembangan dan pertumbuhan bayi dari lahir hingga berumur 6 tahun.Apa yang Yang terisitimewa dari Denver Test adalah : Perbandingan perkembangan dan pertumbuhan Denver Test, menggunakan lebih dari 2.000 anak-anak yang berada di populasi standar, seperti kurva pertumbuhan. Menggunakan sub-sampel (ras, orang tua kurang berpendidikan, jenis kelamin dan tempat tinggal), yang bervariasi jumlah klinisnya. Yang signifikan dari sampel komposit dan diidentifikasi dgn kebiasaan hidup mereka (dapat dilihat dalam petunjuk manual) Digunakan berbagai macam item standar untuk memberikan gambaran singkat tentang perkembangan anak. Hal ini juga berisi skala penilaian perilaku. Pengujian ini terutama didasarkan pada pengamatan langsung suatu pemeriksaan. Bukan berdasarkan asumsi orangtua semata. Pengaplikasian DDST dalam pemeriksaan sangatlah mudah karena Tidak ada pelatihan khusus yang diperlukan. Tes ini hanya memakan waktu sekitar 20 menit untuk mengelola dan menafsirkan. Mungkin ada beberapa variasi dalam waktu yang diambil, tergantung pada usia dan kerjasama anak. Wawancara dapat dilakukan oleh hampir siapa saja yang dapat bekerjasama dengan anak-anak hingga profesional medis. Item dicatat melalui pengamatan langsung dari anak. Ditambah, untuk beberapa hal penting, laporan dari sang ibu tentang sampai sejauh mana kemampuan anak melakukan tugas yang diberikan. Balita dan bayi, dapat duduk di pangkuan ibu mereka, ketika menjalani pemeriksaan. Pengujian diberikan secara perlahan-lahan. Tujuan penilaian dengan menggunakan berbagaimacam metoda adalah untuk lebih berfokus pada usia anak. Untuk bayi yang baru lahir, pengujian digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah neurologis, seperti cerebral palsy. Untuk bayi, pengujian sering berfungsi untuk meyakinkan orang tua tentang kondisi anak. Atau untuk mengidentifikasi dini. Dengan demikian akan dapat dilakukan pendekatan dan penanganan lebih awal pada setiap masalah. Kemudian pada masa kanak-kanak, pengujian dapat membantu masalah-masalah akademik dan sosial. Kesemuanya itu jika dirangkumkan dapat menggambarkan sifat-sifat anak, kelemahan dan kekuatannya. Diharapkan setelah menjalani test DDST akan makin besar kesempatan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sumber : medicinet.com Pertumbuhan Umur 0 3 bulan Mengangkat kepala setinggi 45 derajat Menggerakan kepala dari kiri/kanan ke tengah Melihat dan menatap wajah anda Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Suka tertawa keras Bereaksi terkejut terhadap suara keras Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak Umur 3 6 bulan Berbalik dari telungkup ke telentang Mengangkat kepala setinggi 90 derajat Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil Menggenggam pensil Meraih benda yang ada dalam jangkauannya Memegang tangannya sendiri Berusaha memperluas pandangan

Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik Tersenyum ketika melihat mainan/gambar menarik saat bermain sendiri Umur 6 9 bulan Duduk (sikap tripoid sendiri) Belajar berdidir, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan Merangkak meraih mainan atau mendekatai seseorang Memindahkan benda sari satu tangan ke tangan lainnya Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang bersamaan Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatata Mencari mainan/benda yang dijatuhkan Bermain tepung tangan/ciluk ba Bergembira dengan melempar benda Makan kue sendiri Umur 9 12 bulan Mengangkat badannnya ke posisi sendiri Belajar berdiri selama 30 detik atau berpengangan di kursi Dapat berjalan dengan dituntun Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan Menggenggam erat pensil Memasukan benda ke mulut Mengulang menirukan bunyi yang didengar Menyebut 2 3 suku kata yang sama tanpa arti Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja Bereaksi terhadap suara yang perlaha atau bisikan Senang diajak bermain ciluk ba Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum kenal

Umur 12 18 bulan Berdiri sendiri tanpa berpegangan Membungkuk memungut mainan kemudian beridiri kembali Berjalan mundur 5 langkah Memanggil ayah dengan kata papa, memanggil ibu dengan kata mama Menumpuk dua kubus Memasukan kubus di kotak Menunjuk apa yang diiinginkan tapa menangis/merengek. Anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing Umur 18 24 bulan Berdri sendiri tanpa berpegangan 30 detik Berjalan tanpa terhuyung-huyung Bertepuk tangan, melambai-lambai Menumpuk 4 buah kubus Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk Mengggelindinkan bola ke arah sasaran Menyebut 3 6 kata yang mempunyai arti Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga Memegang cangkir sendiri, belakar makan- minum sendiri Umur 24 36 bulan Jalan naik tangga sendiri Dapat bermain dean menendang bola kecil

Mencoret-coret pensil pada kertas Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih Membantu memungut mainannya sendiri atau tampa membantu Mengangkat piring jika diminta Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah Melepas pakaiannya sendiri Umur 36-48 bulan Berdiri 1 kaki dua detik Melompat kedua kaki diangkat Mengayuh sepeda roda tiga Menggambar garis lurus Menumpuk 8 buah kubus Mengenal 2-4 warna Menyebut nama, umur , tempat Mengerti kata diatas, di bawah, didepan Mendengarkan cerita Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan Mengenakan sepatu sendiri Mengenakan celana penjang, kemeja, baju Umur 48-60 bulan Berdiri 1 kaki 6 detik Melompat-lompat 1 kaki Menari Menggambar tanda silang Menggambar lingkaran Menggambar orang dengan 3 bag tubuh Mengancing baju atau pakaian boneka Bicaranya mudah dimengerti Menyebut nama nama hari Berpakaian sendiri tanpa dibantu Menggosok gigi tanpa dibantu Umur 60-72 bulan Berjalan lurus Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap Menggambar segi empat Mengerti arti lawan kata Mengenal warna-warni Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih 3. Memahami dan Menjelaskan Gizi Anak dan Remaja

2.1 Periode pertumbuhan anak dan remaja Kecepatan pertumbuhan anak melambat setelah tahun pertama kehidupan. Pada umur setahun berat badan anak menjadi 3 kali BB lahir, tetapi pada umur 2 tahun BB anak hanya 4 kali BB lahir. Panjang badan anak bertambah 50% pada umur setahun, namun panjang badan lahir baru tercapai pada umur 4 tahun. Pada anak yang baru sembuh dari suatu penyakit atau anak mengalami kekurangan gizi akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Anak membutuhkan nutrien yang lebih banyak untuk pertumbuhan tulang, gigi, otot dan darah. Anak mempunyai risiko mengalami malnutrisi apabila anak terlalu lama nafsu makannya buruk, asupan makanan yang terbatas atau makanan yang terlalu encer. Energi dibutuhkan oleh anak untuk keperluan metabolisme

basal, pertumbuhan dan aktifitas. Komposisi makanan pada masa ini dianjurkan terdiri dari 60-70% karbohidrat, 10-15% protein dan 25-30% lemak. Dalam menghitung kebutuhan energi pada anak normal lebih baik berdasarkan kebutuhan energi per kg BB dan jenis kelamin anak.Anak umur 1 3 tahun mempunyai risiko mengalami anemia defisiensi besi. Keadaan ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan, dan akibat dari diet anak yang tidak cukup mengandung energi. Kalsium dibutuhkan untuk mineralisasi tulang dan mempertahankan pertumbuhan tulang. Kebutuhan kalsium tergantung pada kemampuan absorpsi dan faktor diet seperti jumlah protein, vitamin D dan fosfor. Vitamin D diperlukan untuk absorpsi kalsium dan deposisi kalsium di tulang. Seng sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan. Defisiensi seng dapat mengakibatkan gagal tumbuh, penurunan nafsu makan atau pengecapan, dan penyembuhan luka yang lambat. Kebutuhan seng adalah 10 mg/hari. (Moersintowati, 2008) a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. Faktor faktor yang mempengaruhi asupan makanan adalah : Keluarga Media Teman sebaya Penyakit Masalah makanan yang sering terjadi pada masa anak adalah : Obesitas Kurang gizi Defisiensi besi Defisiensi vitamin A Karies gigi Alergi makanan Gizi pada masa prasekolah

Ada beberapa cara melakukan penilaian status gizi pada kelompok masyarakat. Salah satunya adalah dengan pengukuran tubuh manusia yang dikenal dengan Antropometri. Dalam pemakaian untuk penilaian status gizi, antropometri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain. Variabel tersebut adalah sebagai berikut : a. Umur Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi, kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat. Kesalahan yang sering muncul adalah adanya kecenderungan untuk memilih angka yang mudah seperti 1 tahun; 1,5 tahun; 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan umur anak perlu dihitung dengan cermat. Ketentuannya adalah 1 tahun adalah 12 bulan, 1 bulan adalah 30 hari. Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan penuh, artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan (Depkes, 2008).

b.

Berat Badan Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. Berat badan ini dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U ( Berat Badan menurut Umur) atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan, yang dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran, hanya saja tergantung pada ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu (Depkes, 2007). c. Tinggi Badan Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil pendek. Tinggi badansangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U (tinggi badan menurut umur), atau juga indeks BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan karena perubahan tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya dilakukan setahun sekali. Keadaan indeks ini pada umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik, kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes, 2009). Berat badan dan tinggi badan adalah salah satu parameter penting untuk menentukan status kesehatan manusia, khususnya yang berhubungan dengan status gizi. Penggunaan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB

merupakan indikator status gizi untuk melihat adanya gangguan fungsi pertumbuhan dan komposisi tubuh (Soekirman, 2000). Prinsip Gizi Pada Remaja Dan Dewasa Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat ( Growth Spurt) baik tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh. Growth Spurt : - Anak perempuan : antara 10 dan 12 tahun - Anak laki-laki : umur 12 sampai 14 tahun. Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.Penelitian membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsur-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskanmendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya. (Phyllis, 2000) 2.2 Jenis gizi anak dan remaja Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak dalam kandungan, bayi, anak-anak, masa remaja, hingga usia lanjut. Zat besi merupakan salah satu komponen gizi mikro yang memiliki peranan penting dalam proses tumbuh kembang khususnya pada anak. (Soekirman, 2000) Fungsi zat-zat gizi Jenis-jenis zat gizi penunjang perkembangan otak dan kecerdasan anak adalah: *Karbohidrat, dalam bentuk gula sederhana dan gula kompleks, dibutuhkan sebagai sumber energi untuk membentuk sel-sel otak baru. *Protein, baik hewani maupun nabati, terdiri daru 25 jenis asam amino yang berperan penting bagi terbentuknya neutrotransmitter, yaitu senyawa pengantar pesan dari sel otak satu ke sel otak yang lain. *Lemak, terutama dalam bentuk asam lemak, sebagai bahan baku pembentuk sel-sel otak baru. Sebanyak 60% dari otak terbentuk dari lemak. Jenis asam lemak yang paling utama adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang, contohnya omega-3, EPA, dan DHA. Asam lemak omega-3 ini paling banyak ditemukan dalam ikan laut, seperti ikan kod. *Vitamin dan mineral, sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi kerja otak, menunjang kerja sistem imun dan sistem saraf pusat. Vitamin A meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin D menjaga kesehatan tulang dan gigi. DHA 224 mg/5 ml membantu perkembangan sel-sel otak. Kecerdasan, keterampilan, dan perkembangan mental balita tidak lepas dari pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Agar otak anak berkembang optimal, harus memenuhi aneka zat gizi yang diperlukan. Apalagi, ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa otak terus tumbuh hingga anak berusia dua tahun. Artinya, pada masa emas itulah, balita harus mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, terutama untuk perkembangan otaknya. Aneka zat gizi yang berperan penting bagi perkembangan otak, diantaranya adalah kelompok asam lemak tak jenuh, kalori dan protein, zat besi, kelompok vitamin B, dan seng (Zn). 1. Asam lemak tak jenuh Asam lemak tak jenuh sangat dominan dalam susunan sel-sel saraf di otak anak. Bahkan diketahui bahwa 60% otak manusia terdiri dari aneka jenis lemak itu. Yang termasuk asam lemak tak jenuh itu adalah:

*DHA (asam dokosaheksaenoat) atau omega-3. Berperan besar dalam perkembangan sel saraf, otak, dan penglihatan. Kekurangan omega-3 dapat mengganggu perkembangan sistem saraf. Akibatnya, terjadi gangguan pada sistem daya tahan tubuh, daya ingat, mental, dan penglihatan. *AA (asam arakidonat) atau omega-6. Asam lemak ini berfungsi membantu pembentukan senyawa yang bersifat seperti hormon, yaitu sebagai pengantar perintah dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya dalam tubuh, termasuk ke otak. Kedua asam lemak ini terdapat dalam ASI. Setelah mendapat asupan makanan, asam lemak ini bisa diperoleh dari ikan tenggiri atau tuna, bayam, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. (Moersintowati, 2008) 2. Kalori dan protein Kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan otak anak tidak tumbuh optimal dan akan mengakibatkan gangguan motorik dan kecerdasan. Kalori dibutuhkan dalam proses metabolisme otak, sementara protein berperan dalam pembentukan sel-sel saraf baru, termasuk otak. Sumber-sumber kedua zat gizi ini adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, susu dan produk olahannya, minyak ikan, tempe, tahu, dan kedelai. 3. Zat besi Zat besi berperan besar dalam pembentukan sel-sel baru, termasuk otak, di mana mengangkut dan mendistribusikan O2 paru-paru ke seluruh tubuh. Serta berperan dalam pembentukan eritrosit di dalam sumsum tulang belakang. Sistem imun yang berfungsi dengan baik adalah tanda cukupnya zat besi dalam tubuh. Sumbersumbernya adalah hati, daging merah, ikan, telur, serealia, dan sayuran berwarna hijau tua. 4. Kelompok vitamin B Berbagai jenis vitamin B sangat besar peranannya dalam perkembangan otak anak, yaitu B1, B3, B6, dan B12. Vitamin B1 melindungi sel-sel saraf dalam jaringan sel pusat, B3 menjaga keseimbangan kerja sel-sel saraf, B6 berperan dalam proses pembentukan eritrosit, serta membantu tubuh dalam proses penyerapan karbohidrat, protein, dan lemak; B12 berperan dalam membentuk senyawa kimia yang mendukung pertumbuhan dan fungsi sel saraf dan pertumbuhan tulang belakang, serta mencegah kerusakan saraf dan meningkatkan daya ingat. Bersama zat besi, vitamin B12 jga membantu pembentukan eritrosit. Sumber vitamin B adalah serealia, kacangkacangan, biji-bijian, ikan, ayam, daging tanpa lemak, produk olahan susu, dan sayuran berwarna hijau. 5. Seng (Zn) Seng berfungsi membantu otak dalam mengantar informasi genetik dalam sel. Selain itu, seng juga bertugas membantu proses pembentukan sel-sel tubuh, termasuk otak. Kekurangan seng dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecedasan anak dan gangguan fungsi otak. Seng banyak terdapat dalam daging, hati, ayam, seafood, susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. (Hurlock, 2007) Jenis Nutrisi Air Fungsi Pelarut untuk pertukaran seluler Transportasi nutrien dan produk buangan tubuh Mengatur suhu tubuh Menyediakan asam amino untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan Menjaga keseimbangan osmotik Membentuk hemoglobin, nukleoprotein, glikoprotein, lipoprotein, enzim, dan antibodi Sebagai sumber energi Membentuk glikogen dan lemak Membantu pembentukan asam amino Sebagai sumber cadangan energi Melindungi pembuluh darah, saraf, dan organ-organ tubuh Melindungi tubuh dari perubahan suhu luar Membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K Memperlambat proses pengosongan lambung Sumber Air, makanan

Protein

Susu, telur, daging, kacangkacangan, padi-padian

Karbohidrat

Susu, padi-padian, buah, sirup, tepung, sayuran Susu, mentega, telur, daging, ikan, minyak sayur

Lemak

(Nelson, 1999) Jenis Vitamin Vitamin A Fungsi Penglihatan Sumber Susu, telur, buah, sayur,

Perkembangan dan pemeliharaan jaringan epitel Diferensiasi sel-sel epitel Vitamin B Thiamine Riboflavin Sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat Konduksi membran dan saraf Sebagai komponen dalam koenzim FAD dan FMN Berperan sebagai kofaktor enzim, seperti NAD dehidrogenase Merupakan komponen dari hampir semua zat-zat pembawa elektron dalam sel hidup Berperan dalam berbagai proses metabolisme Sebagai bagian dari koenzim A dan protein pembawa asil Sebagai koenzim piridoksal fosfat dan piridiksamine fosfat Koenzim dalam mitokondria dan sitosol dalam metabolisme asam amino, purin, dan nukleat Kofaktor enzim sintesis DNA dan RNA

cod & halibut liver oil

Padi-padian, ragi, jeroan Susu, telur, daging, kacangkacangan

Niasin

Ikan tuna dan halibut, daging, sereal gandum Kuning telur, susu, kacangkacangan Daging, ikan, tepung kedelai, ragi Sayuran hijau, kacangkacangan, telur, ikan Telur, susu Kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan

Asam Pantothenat Piridoksin Asam Folat Kobalamin

Vitamin C

Vitamin D Vitamin E Vitamin K

Sebagai antioksidan yang mempengaruhi redoks potensial tubuh Integritas epitel melalui kesehatan kolagen Mekanisme imunitas Mempercepat absorbsi besi Sintesis hormon norepinefrin dan reseptor neurotransmitter asetilkolin Homeostasis kalsium dalam plasma Mengatur sintesis protein yang mengatur transpor Ca Pembentukan garam Ca di jaringan yang membutuhkan Sebagai antioksidan alam paling kuat Berperan dalam metabolisme selenium Sintesis protrombin, faktor VII, IX, dan X Sebagai kofaktor enzim yang mempercepat reaksi karboksilase pada hati

Minyak ikan laut, kuning telur Minyak biji-bijian, buah, sayur, lemak Sayuran hijau, sereal, susu, telur

(Nelson, 1999)

Jenis Mineral Kalsium

Fungsi Membentuk struktur tulang dan gigi Membantu proses kontraksi otot dan kerja jantung Membantu koagulasi darah Membantu keseimbangan asam basa Membentuk HCl lambung Pengaturan glikemia dan metabolisme insulin Merupakan komponen pembentuk molekul vitamin B12 dan eritropoietin Penting untuk produksi sel darah merah, transferin, dan hemoglobin Membantu penyerapan besi Membentuk struktur gigi dan tulang Merupakan komponen pembentuk hormon T3 dan T4

Sumber Susu, sayur hijau, salmon, kerang Garam, daging, susu, telur

Klorida Khromium Kobalt Tembaga

Ragi Tersebar luas Hati, tiram, daging, ikan, butir padi, kacang Air, makanan laut Garam, makanan laut

Fluorin Iodium

Besi Magnesium

Mangan Molibdenum Fosfor Kalium

Selenium Sulfur Natrium Seng (Nelson, 1999)

Membentuk struktur hemoglobin, enzim oksidatif, sitokrom C, dan katalase Membentuk struktur tulang dan gigi Iritabilitas otot dan saraf Kation intraseluler Berperan dalam aktivasi enzim Metabolisme karbohidrat Komponen enzim santin oksidase Mobilisasi feritin dalam hati Membantu pembentukan tulang dan gigi Struktur nukleus dan sitoplasma sel Berperan dalam kontraksi otot Hantaran impuls saraf Keseimbangan cairan dalam tubuh Kofaktor glutation peroksidase Unsur pokok protein seluler Berperan dalam pembentukan melanin Berperan dalam menjaga tekanan osmotik Menjaga keseimbangan asam basa Unsur pokok enzim

Hati, daging, kuning telur, sayuran hijau Biji-bijian, kacang, daging, susu Sayuran hijau, biji-bijian Sayuran Susu, kuning telur, kacangkacangan Tersebar luas

Sayuran, daging Makanan berprotein Garam, susu, telur Daging, susu, kacang

Makanan yang Mempengaruhi Kecerdasan Mempunyai anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi merupakan dambaan setiap orang tua. Untuk mendapatkan kecerdasan anak yang optimal sebaiknya orangtua memperhatikan beberapa hal, yang pertama yaitu pemberian Asi eksklusif, kemudian kecukupan zat gizi, lingkungan yang sehat dan nyaman serta suasana keluarga yang harmonis. Berikut ini adalah 7 makanan yang baik untuk kecerdasan anak : *Ikan salmon yaitu sumber asam lemak omega-3-DHA and EPA- yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak. *Telur, kuning telur padat kandungan kolin yaitu zat yang membantu perkembangan daya ingat. *Kacang tanah, merupakan sumber vitamin E. Vitamin ini membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi. *Susu dan yoghurt, protein dan vitamin B tinggi yang terkandung di dalamnya sangat penting untuk pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. *Daging sapi tanpa lemak, selain mengandung zat besi daging sapi juga dapat memelihara daya ingat dan kecerdasan anak. *Gandum murni, serat pada gandum, dapat membantu mengatur pelepasam glukosa dalam tubuh, selain itu juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf. Gandum juga mempunyai kemampuan untuk mendukung kebutuhan sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. *Strawberry, cherry, blueberry. Buah-buahan ini kaya antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C. Biji dari buah berry kaya asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk kecerdasan otak. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutrisinya. (Hurlock, 2007) Peranan dan Pengaruh Gizi dalam Perkembangan Inteligensi Periode emas. Proses perkembangan otak anak terdiri dari serangkaian tahapan yang telah dimulai sejak di dalam kandungan. Tepatnya, ketika kehamilan memasuki trimester ke-3. Tahapan itu berlanjut setelah anak lahir dan perkembangan yang berlangsung hingga usia 2 tahun merupakan periode emas atau periode pacu tumbuh otak. *Pada usia 6 bulan, perkembangan otak anak mencapai 50%. *Pada umur 2 tahun melonjak hingga 75%. *Pada umur 5 tahun perkembangan otak mencapai 90%. *Pada umur 10 mencapai 99%. Faktor genetik hanya berperan 30-40% dalam menentukan perkembangan otak dan tingkat kecerdasan anak. Selebihnya, yang berperan adalah faktor lingkungan, pemenuhan kebutuhan berbagai zat gizi yang diperlukan untuk menunjang proses perkembangan otak anak.

DHA merupakan bahan baku pembentuk 60% asam lemak esensial otak, yang memiliki fungsi penting, yaitu membentuk sel-sel saraf otak, melindungi serabut saraf otak, dan memelihara fungsi otak serta indera penglihatan (terutama retina). Dari berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan serta sel otak. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lalai dan cepat capai. Akibatnya dapat menurunkan prestasi belajar, olahraga dan produktifitas kerja serta menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. (Moersintowati, 2008) 2.3 Kebutuhan gizi anak remaja Masa remaja menurut WHO adalah antara 10 24 tahun, sedangkan menurut Monks (1992) masa remaja berlangsung pada umur 12-21 tahun dengan pembagian masa remaja awal (12-15 tahun), masa remaja pertengahan (15-18 tahun) dan masa remaja akhir (18-21 tahun). Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah aktivitas fisik. Remaja yang aktif dan banyak melakukan olahraga memerlukan asupan energi yang lebih besar dibandingkan yang kurang aktif. Angka kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 2000-2200 kkal, sedangkan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. AKG energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat adalah: beras, terigu dan hasil olahannya (mie, spagetti, macaroni), umbi-umbian (ubi jalar, singkong), jagung, gula, dan lain-lain. *Protein Kebutuhan protein meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan yang sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan yang lebih cepat. Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein bagi remaja 1,5-2,0gr/kgBB/hari. AKG protein remaja dan dewasa muda adalah 48-62 gr per hari untuk perempuan dan 55-66 gr per hari untuk laki-laki. *Kalsium Kebutuhan kalsium pada masa remaja relatif tinggi karena akselerasi muscular, skeletal/kerangka dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak dan dewasa. Lebih dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang dewasa dicapai pada masa remaja. AKG kalsium untuk remaja dan dewasa muda adalah 600-700 mg per hari untuk perempuan dan 500-700 mg untuk laki-laki. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber kalsium lainnya ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan lain-lain. *Za t B e s i Kebutuhan zat besi pada remaja meningkat karena terjadinya pertumbuhan cepat. Kebutuhan besi pada remaja laki-laki meningkat karena ekspansi volume darah dan peningkatan konsentrasi haemoglobin (Hb). Setelah dewasa, kebutuhan besi menurun. Pada perempuan, kebutuhan yang tinggi akan besi terutama disebabkan kehilangan zat besi selama menstruasi. Hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan terhadap anemia besi dibandingkan laki-laki. Perempuan dengan konsumsi besi yang kurang atau dengan kehilangan besi yang meningkat, akan mengalami anemia defisiensi besi. *S e n g ( Zi n k) Seng diperlukan untuk pertumbuhan serta kematangan seksual remaja, terutama untuk remaja laki-laki. AKG seng adalah 15 mg per hari untuk remaja dan dewasa muda perempuan serta laki-laki. *V i ta mi n Kebutuhan vitamin juga meningkat selama masa remaja karena pertumbuhan dan perkembangan cepat yang terjadi. Karena kebutuhan energi meningkat, maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat, antara lain yang berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti vitamin B1, B2 dan Niacin. Untuk sintesa DNA dan RNA diperlukan vitamin B6, asam folat dan vitamin B12, sedangkan untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup. Dan vitamin A, C dan E untuk pembentukan dan penggantian sel. Kebutuhan Gizi Bayi *Kalori

100-120 per kilogram berat badan. Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya: 8 x 100 /120 = 800/960 kkal. *Protein 1,5-2 gram per kilogram berat badan. Bila beratbadanbayi 8 kilogram maka kebutuhannya 8 x 1,5/2 = 12/16 : 4 = 3/4 gram. *Karbohidrat 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari. Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 50%-nya = 400 : 4 = 100 gram. *Lemak 20 persen dari total kalori. Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 20%-nya = 160 : 40 = 40 gram. (Soekirman, 2000) Kebutuhan gizi pada balita : Beda orang dewasa dengan balita *Gula & Garam Jika anak sudah berusia di atas 1 tahun, batasi penggunaannya. Konsumsi garam untuk balita tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum orang dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Porsi makan anak juga berbeda dengan orang dewasa. Anak membutuhkan makanan sumber energi yang lengkap gizi dalam jumlah lebih kecil namun sering. *Kebutuhan Energi & Nutrisi Bahan makanan sumber energi seperti karbohidrat, protein, lemak serta vitamin, mineral dan serat wajib dikonsumsi anak setiap hari. *Susu Pertumbuhan Susu sebagai salah satu sumber kalsium, juga penting dikonsumsi balita. Sedikitnya balita butuh 350 ml/12 oz per hari. *Asupan makanan sehari untuk anak harus mengandung 10-15% kalori, 20-35% lemak, dan sisanya karbohidrat. Setiap kg berat badan anak memerlukan asupan energi sebanyak 100 kkal. *Asupan lemak juga perlu ditingkatkan karena struktur utama pembentuk otak adalah lemak. Lemak tersebut dapat diperoleh antara lain dari minyak dan margarin. (Moersintowati, 2008) Status gizi adalah keadaan kesehatan tubuh seseorang yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan dan penggunaan zat gizi makanan. Status ini merupakan tanda-tanda atau penampilan seseorang akibat keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran zat gizi yang berasal dari pangan yang dikonsumsi (Sunarti, 2004). Menurut Supariasa, dkk (2001) menyatakan bahwa status gizi yaitu ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi 1. Penyebab Langsung Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. 2. Penyebab tidak Langsung Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu : *Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. *Pola pengasuhan anak kurang memadai. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial. *Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Sistem pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan. Penilaian Status Gizi Anak Sekolah Dasar 1. Penilaian Status Gizi Secara Antropometri Supariasa, dkk (2002), mendefenisikan antropometri adalah ukuran tubuh. Jika dilihat dari tujuannya antropometri dapat dibagi menjadi dua yaitu : *Untuk ukuran massa jaringan : Pengukuran berat badan, tebal lemak dibawah kulit, lingkar lengan atas. Ukuran massa jaringan ini sifanya sensitif, cepat berubah, mudah turun naik dan menggambarkan keadaan sekarang.

*Untuk ukuran linier : pengukuran tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar dada. Ukuran linier sifatnya spesifik, perubahan relatif lambat, ukuranya tetap atau naik, dapat menggambarkan riwayat masa lalu. Parameter dan indeks antropometri yang umum digunakan untuk menilai status gizi anak adalah indikator Berat Badan Menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U), Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) (Depkes RI, 2006). a. Indeks Berat Badan Menurut Umur (BB/U) Berat badan merupakan salah satu ukuran antropometri yang memberikan gambaran tentang massa tubuh (otot dan lemak), karena massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan yang mendadak misalnya karena penyakit infeksi, menurunnya nafsu makan atau menurunya makanan yang dikonsumsi maka berat badan merupakan ukuran antropometri yang sangat labil. Berdasarkan sifat-sifat ini, maka indeks berat badan menurut umur (BB/U) digunakan sebagai salah satu indikator status gizi. Oleh karena sifat berat badan yang stabil maka indeks BB/U lebih menggambarkan status gizi seseorang pada saat kini ( current nutritional status). Penggunaan indeks BB/U sebagai indikator status gizi memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu mendapat perhatian. Kelebihan indeks BB/U yaitu : *Dapat lebih mudah dan lebih cepat dimengerti oleh masyarakat umum. *Sensitif untuk melihat perubahan status gizi jangka pendek. *Dapat mendeteksi kegemukan (Over weight). Kelemahan dari indek BB/U adalah : *Dapat mengakibatkan interpretasi status gizi yang keliru bila terdapat udema. *Memerlukan data umur yang akurat. *Sering terjadi kesalahan pengukuran misalnya pengaruh pakaian, atau gerakan anak pada saat penimbangan. *Secara operasional sering mengalami hambatan karena masalah sosial budaya setempat. Dalam hal ini masih ada orang tua yang tidak mau menimbangkan anaknya karena seperti barang dagangan (Supariasa, 2002). b. Indeks Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U) Tinggi badan merupakan ukuran antropometri yang menggambarkan pertumbuhan skeletal. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan baru akan tampak pada saat yang cukup lama. Kelemahan penggunaan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) yaitu : *Tidak dapat memberi gambaran keadaan pertumbuhan secara jelas. *Dari segi operasional, sering dialami kesulitan dalam pengukuran terutama bila anak mengalami keadaan takut dan tegang (Jahari, 2002). c. Indeks Massa Tubuh Menurut (IMT/U) Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan pelaksanaan perbaikan gizi adalah dengan menentukan atau melihat. Komposisi tubuh mencakup komponen lemak tubuh ( fat mass) dan bukan lemak tubuh (non-fat mass) (Riyadi, 2004). Pengukuran status gizi anak sekolah dapat dilakukan dengan indeks antropometri dan menggunakan Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U) anak sekolah. Rumus IMT :

IMT = BB (kg) : (TB (m) x TB (m))


(Soekirman, 2000) Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan Antropometri Dalam penelitian status gizi, khususnya untuk keperluan klasifikasi diperlukan ukuran baku ( reference). Pada tahun 2009, Standar Antropometri WHO 2007 diperkenalkan oleh WHO sebagai standar antopometri untuk anak dan remaja di dunia.

Indeks BB/U a. Normal : -2 SD s/d 2 SD b. Kurang : -3 SD s/d < -2 SD c. Sangat Kurang : < -3 SD

Indeks TB/U a. Normal : -2 SD s/d 2 SD b. Pendek : -3 SD s/d < -2 SD c. Sangat pendek : < -3 SD

Indeks IMT/U a. Sangat gemuk : > 3 SD b. Gemuk : > 2 SD s/d 3 SD c. Normal : -2 SD s/d 2 SD

d. Kurus : -3 SD s/d < -2 SD e. Sangat kurus : < -3 SD

AKG Remaja Uraian Energi (kcal) Protein (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Vit. A (RE) Vit. E (mg) Vit B1 (mg) Vit C (mg) Folat (mg) Perempuan 13- 15 th 2100 62 700 19 500 8 1,0 60 130 16 19 th 2000 51 600 25 500 8 1,0 60 150 Laki laki 13 - 15 th 2400 64 700 17 600 10 1,0 60 125

20 - 45 th 2200 48 600 26 500 8 1,0 60 150

16 - 19 th 2500 66 600 23 700 10 1,0 60 165

20 - 45 th 2800 55 500 13 700 10 1,2 60 170

(Hurlock, 2007) 4. Memahami dan Menjelaskan Kewajiban Orang Tua Kepada Anak Menurut Ajaran Agama Islam

Menurut ajaran Islam, anak adalah amanah Allah dan tidak bisa dianggap sebagai harta benda yang bisa diperlakukan sekehendak hati oleh orang tua. Sebagai amanah anak harus dijaga sebaik mungkin oleh yang memegangnya, yaitu orang tua. Anak adalah manusia yang memiliki nilai kemanusiaan yang tidak bisa dihilangkan dengan alasan apa pun. 1. Anak Allah berfirman: mempunyai hak untuk hidup.

Janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka. ( QS. Al-Anam: 151) Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa orang tua mempunyai kewajiban agar anak tetap bisa hidup betapapun susahnya kondisi ekonomi orang tua. Ayat itu juga memberi jaminan kepada kita bahwa Allah saw pasti akan memberikan rizqi baik kepada orang tua maupun sang anak, asalkan berusaha. 2. Menyusui Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah (QS AI Baqarah: 233) }322{ Artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Bayi yang memperoleh ASI akan mempunyai daya kekebalan tubuh yang lebih baik. Seorang ibu diwajibkan untuk menyusui anaknya sampai 2 tahun penuh, kecuali ada alasan yang dapat diterima oleh hukum Islam. Menyusui anak sampai dua tahun ini akan menumbuhkan pengaruh positif terhadap sang anak baik secara fisik maupun secara jiwani. 3. Memberi Nama yang Baik Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Quran dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.

Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian. (HR.Abu Dawud) Islam mengajarkan bahwa nama bagi seorang anak adalah sebuah doa. Dengan memberi nama yang baik, diharapkan anak kita berperilaku baik sesuai dengan namanya. 5. Mengaqiqahkan Anak Menurut keterangan A. Hasaan aqiqah adalah; menyembelih kambing untuk (bayi ) yang baru lahir, dicukur dan diberi nama anak itu, pada hari ketujuhnya. Rasulullah s.a.w. bersabda; Tiap-tiap seorang anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelih (aqiqah) itu buat dia pada hari yang ketujuhnya dan di cukur serta diberi nama dia. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam yang empat dan dishahihkan oleh At Tirmidzy, hadits dari Samurah ). 6. Mendidik anak Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu sifat seorang ibu muslimah. Dia senantiasa mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para sahabatnya yang mulia. Mendidik anak bukanlah (sekedar) kemurahan hati seorang ibu kepada anak-anaknya, akan tetapi merupakan kewajiban dan fitrah yang diberikan Allah kepada seorang ibu. Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya, seperti mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja. Bahkan mendidik anak itu mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakan generasi penerus yang akan menggantikan kita yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan. Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yang sedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang bersegera menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadap agama ini kepada anak-anaknya. 7. Memberi makan dan keperluan lainnya Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warisan pun berkewajiban demikian. Rasulullah s.a.w. bersabda; Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan (tanggung jawab) memberi makan keluarganya. ( HR Abu Daud) 8. Memberi rizqi yang thayyib Rasulullah s.a.w. bersabda; Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik. HR Al Hakim. 9. Mendidik anak tentang agama Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan dia asuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga. ( HR Al Bukhary ). Mengenai kekhassan kaum wanita, antara lain Rasulullah s.a.w. bersabda; Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Apabila anda biarkan begitu saja, dia akan tetap bengkok. Namun apabila anda luruskan sekaligus, dia akan patah.

10. Mendidik anak untuk sholat Rasulullah s.a.w. bersabda; Suruhlah anak anakmu sholat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putra putri). Maksudnya, kewajiban mendidik anak untuk mengerjakan sholat dimulai setelah anak berumur tujuh tahun. Bila telah berusia sepuluh tahun anak belum juga mau mengerjakan sholat, boleh dipukul dengan pukulan ringan, yang mendidik, bukan pukulan yang membekas atau menyakitkan. 10. Mendidik anak tentang adab yang baik Islam mengutamakan pendidikan mental. Taqwa itu ada disini, kata Rasulullah seraya menunj ukkan kearah dadanya. Artinya hati manusia adalah sumber yang menentukan baik buruknya perilaku seseorang. 11. Memberi pengajaran dengan pelajaran yang baik

Berkata shahabat Aly r.a.; Ajarilah anak anakmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zaman yan g berbeda dengan zamanmu. 12. Memberi pengajaran Al Quraan Rasulullah s.a.w. bersabda;Sebaik baik kalian adalah barang siapa yang belajar Al Qur aan dan mengajarkannya. Nabi s.a.w. bersabda; Ilmu itu ada tiga macam. Selainnya adalah sekedar tambahan. Adapun yang tiga macam itu ialah; Ilmu tentang ayat ayat ( Al Quraan) yang muhkamat, ilmu tentang Sunnah Nabi, dan ilmu tentang pembagian warits. ( HR Ibnu Majah ). 13. Memberikan pendidikan dan pengajaran baca tulis Rasulullah s.a.w. bersabda; Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik. HR Al Hakim. 14. Memberikan perawatan dan pendidikan kesehatan Rasulullah s.a.w. bersabda; Jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah SAW menegakkan Islam diatas prinsip kebersihan. Dan tak akan masuk sorga kecuali orang yang memelihara kebersihan. ( HR At Thabarany ). 15. Memberikan pengajaran ketrampilan Rasulullah s.a.w. bersabda; Sebaik baik makanan adalah hasil usaha tangannya sendiri . Dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan; Mengapa tidak kau ajarkan padanya (anak itu) menenun sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca? (HR An- Nasai). 16. Memberikan kepada anak tempat yang baik dalam hati orang tua Hilangkanlah rasa benci pada anak apa pun yang mereka lakukan, doakan dia selalu, agar menjadi anak yang sholeh, santunilah dengan lemah lembut, sabarlah menghadapi perilakunya yang tidak baik, hadapi segalanya dengan penuh kearifan, jangan mudah membentak apalagi memukul tanpa alasan, tempatkan dia dengan ikhlas pada hati, belailah dengan penuh kasih sayang nasehati dengan santun. Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan bertanya; Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini? Nabi s.a.w. menjawab; Kau memberinya nama yang baik, memberi adab yang baik dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu). ( HR At Tuusy ) 17. Memberi kasih sayang Kecintaan orang tua kepada anak tidak cukup dengan hanya memberinya materi baik berupa pakaian, makanan atau mainan dan sebagainya. Tapi yang lebih dari pada itu adalah adanya perhatian dan rasa kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua. Rasulullah s.a.w. bersabda; Bukanlah dari golongan kami yang tidak menyayangi yang lebih muda dan (bukan dari golongan kami) orang yang tidak menghormati yang lebih tua. (HR At Tirmidzi). 18. Menikahkannya Bila anak telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah. Jangan biarkan mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Doakan dan dorong mereka untuk hidup berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja. Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat kelurga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya, sebagaimana firman-Nya, Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya. (QS. An-Nur:32) 19. Mengarahkan anak Orang tua wajib mengarahkan anak-anak, serta menekankan mereka untuk memilih kawan, teman duduk maupun teman dekat yang baik. Hendaknya orang tua menjelaskan kepada anak tentang manfaat di dunia dan di akhirat apabila duduk dan bergaul dengan orang-orang sholeh, dan bahaya duduk dengan orang-orang yang suka melakukan kejelekan ataupun teman yang jelek. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencari tahu setiap keadaan anak, menanyakan tentang temantemannya. Betapa banyak terjadi seorang anak yang jelek mengajak teman-temannya untuk berbuat kemungkaran dan kerusakan, serta menghiasi perbuatan jelek dan dosa di hadapan teman-temannya. Bila suatu ketika orang tua mendapati anaknya berbuat kejelekan dan kerusakan, tidak mengapa orang tua berusaha mencari tahu tentang keadaan anaknya. Walaupun dengan hal itu mereka terpaksa melakukan salah

satu bentuk perbuatan tajassus (mata-mata). Ini tentu saja dengan tujuan mencegah kejelekan dan kerusakan yang terjadi, karena sesungguhnya Allah k tidak menyukai kerusakan. Inilah kiranya sebuah kewajiban yang tak boleh dilupakan oleh setiap orang tua. Hendaknya orang tua mengingat sebuah ucapan yang dituturkan oleh Amr bin Qais Al -Mala`I: Sesungguhnya pemuda itu sedang tumbuh. Maka apabila dia lebih mengutamakan untuk duduk bersama orang-orang yang berilmu, hampir-hampir bisa dikata dia akan selamat. Namun bila dia cenderung pada selain mereka, hampir-hampir dia rusak binasa. (Dinukil dari Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma`tsur, bab Hukmus Salaf alal Mar`i bi Qarinihi wa Mamsyahu). (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, 2000)

Anda mungkin juga menyukai