Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH PERBENGKELAN PERTANIAN GERGAJI

Oleh : Shift/Kelompok Fauzia Ramdhani Prayuda Surya L. Tirta Kurniawan : B1/Kelompok 1 240110100055 240110100058 240110100059

Muhammad Ichsan A. 240110100062 Siti Ulfah Az-Zahrah 240110100067

LABORATORIUM PERBENGKELAN PERTANIAN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKUTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

GERGAJI

I. Definisi dan Prinsip Kerja Gergaji Gergaji merupakan alat yang digunakan untuk memotong suatu benda kerja. Pada gergaji, terdapat logam pemotong yang keras atau kawat dengan tepi kasar untuk memotong bahan yang lebih lunak. Tepi logam pemotong terlihat bergerigi atau kasar. Mata gergaji berbentuk gerigi, dan bentuk gigi gergaji tergantung pada bahan yang dipotong, misalnya kayu atau logam. Gergaji dapat digunakan dengan tangan atau didukung listrik. Daun gergaji dibuat dari baja bermutu tinggi yang sangat keras, sehingga ketajaman gerigi tidak selalu diruncingkan kembali. Untuk mengetahui spesifikasi gergaji, dapat dilihat pada daun gergaji di dekat tangkai pegangan, yang menyebutkan jumlah gigi perkepanjangan 25 mm.

II. Fungsi Gergaji fungsi alat ini adalah untuk mempersiapkan bahan bakal yang akan dikerjakan atau dibuat benda kerja. Prinsip kerja dari gergaji tangan adalah langkah pemotongan ke arah depan, sedang langkah mundur mata gergaji tidak melakukan pemotongan.

III. Macam-Macam Gergaji Gergaji dapat digunakan dengan tangan atau didukung listrik. Gergaji yang digunakan dengan tangan biasa disebut gergaji tangan. Sedangkan gergaji dengan menggunakan tenaga listrik biasa disebut gergaji mesin. 3.1 Gergaji Tangan Gergaji tangan dikelompokkan sebagai berikut: a. Gergaji Pembelah Gergaji pembelah adalah gergaji dengan gerigi dirancang untuk membelah kayu. Gergaji pembelah digunakan untuk menggergaji kayu searah jaringan serat kayu dan mempunyai 31/2 hingga 4 pucuk gigi pada setiap panjang 25 mm. Panjang daun antara 500 mm hingga 70 mm.

Gambar 1. Gergaji pembelah b. Gergaji Pemotong Gergaji pemotong adalah gergaji dengan gerigi yang dirancang untuk memotong kayu. Jenis gergaji ini digunakan untuk menyayat/memotong melintang jaringan serat kayu dan tepi potongnya mempunyai 5 hingga 7 pucuk gigi pada setiap kepanjangan 25 mm. Panjang daun antara 550 mm hingga 700 mm. c. Gergaji Khusus Gergaji khusus adalah gergaji dengan gerigi yang dirancang khusus (tipe, bentuk dan fungsi). 1) Gergaji punggung Dinamakan gergaji punggung karena adanya punggung dari bahan baja yang dipasang pada daun gergaji. Jumlah pucuk gigi pada setiap kepanjangan 25 mm adalah 12 hingga 14. Gergaji punggung digunakan untuk pekerjaan kecil dan halus.

Gambar 2. Gergaji punggung 2) Gergaji ekor burung Jenis ini merupakan gergaji punggung berukuran kecil. Daun gergaji mempunyai 12 hingga 14 pucuk gigi setiap 25 panjang. Gergaji ini digunakan untuk membuat sambungan ekor burung pada pekerjaan mebel. 3) Gergaji kurva Gergaji kurva digunakan untuk menyayat lengkungan-lengkungan yang kecil dan tajam sehingga tidak mungkin dikerjakan dengan gergaji lain. Ukuran panjang daun berkisar 156 mm.

Gambar 3. Gergaji kurva 4) Gergaji gerek Gergaji gerek digunakan untuk menyayat bentuk lengkungan yang sukar dilakukan dengan gergaji biasa. Gergaji gerek dilengkapi dengan tiga lembar daun yang dapat dipasang bergantian. Ukuran panjang daun antara 300 mm hingga 450 mm.

Gambar 4. Gergaji gerek 5) Gergaji vinir Gergaji vinir mempunyai 2 baris (kanan dan kiri) lengkung gigi-gigi. Pegangan terpasang pada sisi daun. Gergaji vinir digunakan untuk memotong tempat-tempat yang sulit, dan untuk menggergaji vinir.

Gambar 5. Gergaji gerek. d. Gergaji Besi Gergaji besi adalah gergaji yang digunakan untuk memeotong batang besi.

III. Pengkiran Gergaji Gergaji tangan perlu ditajamkan kembali agar kinerja gergaji tangan dapat optimal. Cara-cara menajamkan gergaji, diantaranya: a. Pengikiran Rata Berikut ini langkah-langkah pengikiran rata untuk menajamkan gergaji. 1) Menjepit daun gergaji pada ragum khusus penjepit daun gergaji. 2) Meratakan mata gergaji menggunakan kikir, dengan bantuan blok dari kayu. 3) Jika semua pucuk gigi sudah berada dalam satu garis lurus maka setiap gigi akan menunjukkan permukaan rata pada puncaknya.

Gambar 6. Pengikiran rata b. Pengikiran Rapi 1) Menggunakan kikir gergaji tirus untuk merapikan gigi gergaji.

Gambar 7. Kikir dan Gergaji 2) Melakukan pengikiran rapi, tangan kiri memegang ujung kikir dan tangan kanan memegang tangkai kikir. Kikir pada posisi daun gergaji tegak lurus.

Gambar 8. Pengikiran Rapi c. Penguakan 1) Menggunakan alat penguak gergaji (tang).

Gambar 9. Penguakan 2) Menjepit daun gergaji pada klam gergaji. 3) Melakukan penguakan secara selang-seling (artinya satu dikuak ke kiri satu dikuak ke kanan) deret gerigi telah dikuak, gergaji dibalik, kemudian deret lainnya dibengkokkan.

Gambar 10. Penguakan secara selang-seling 4) Penguakan harus dilakukan sedemikian hingga lebar total kira-kira satu setengah kali lebar daunnya. d. Pengasahan/Penajaman Gigi Gergaji 1) Menjepit daun gergaji pada klam khusus. 2) Mengikir gigi gergaji secara berselang-seling hingga mempunyai sudut yang tepat, diukur dari sisi daun gergaji. Untuk gergaji pemotong sudut asah 45 dan untuk gergaji pembelah 90. 3) Melakukan pengasahan dari tangkai pegangan menuju ujung daun gergaji.

Gambar 11. Pengasahan 4) Apabila setiap gigi yang berselangan sudah ditajamkan, daun gergaji dibalik dalam ragum, dan menajamkan gigi gergaji yang belum ditajamkan dengan cara yang sama seperti pada awal pengasahan.

3.2 Gergaji Mesin Ada dua jenis gergaji dengan tenaga listrik yang sering kita jumpai yaitu Gergaji Jigsaw dan Gergaji Circular. Dari prinsip kerja, kedua mesin ini berbeda di mana mata gergaji jigsaw bergerak naik turun saat memotong sedangkan gergaji circular menggunakan mata berupa piringan yang berputar ketika memotong. a. Jig Saw Jig Saw seringkali disebut gergaji ukir, karena jig saw merupakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk memotong atau menggergaji (kebanyakan kayu) dengan bentuk apa saja mulai dari bentuk kurva yang melengkung-lengkung hingga yang lurus-lurus. Jadi, kelebihan Jig saw adalah dapat memotong dengan pola yang tidak lurus karena gergaji lain rata-rata hanya dapat memotong luruslurus saja. Bentuknya kecil dan dapat dipegang dengan satu tangan. Mata gergajinya bergerak bolak-balik (naik-turun). Mesin gergaji ini umumnya memiliki pisau gergaji dengan panjang antara 300 mm sampai 900 mm dengan ketebalan 1,25 mm sampai 3 mm dengan jumlah gigi rata-rata antara 1 sampai 6 gigi iper inchi dengan material HSS. Karena gerakkan yang bolak-balik, maka waktu yang digunakan untuk memotong adalah 50%. Kelebihan dari Jig Saw ini diantaranya: 1) Dapat bergerak ke kiri-kanan atau zigzag dan melingkar. 2) Daya listrik mesin umumnya lebih kecil dibandingkan gergaji circular. 3) Selain untuk kayu dapat juga digunakan untuk memotong material lain seperti : besi, PVC, akrilik, dan lain-lain, tergantung dari jenis mata pisau yang digunakan. 4) Umumnya memiliki berat yang relatif lebih ringan dibandingkan gergaji circular.

5) Posisi benda kerja tidak harus hanya di meja kerja yang datar saja, sehingga masih memungkin digunakan untuk memotong benda di tempat atau posisi yang lain. Kelemahan dari Jig saw ini diantaranya: 1) Bila digunakan untuk memotong secara lurus dan cukup panjang, dan berulang-ulang maka penggunaan mesin ini memakan waktu yang lebih lama di bandingkan circular. 2) Mata pisau lebih cepat mudah patah, sehingga frekuensi penggantian mata lebih cepat dibandingkan dengan gergaji circular.

b. Circular Saw Circular Saw merupakan salah satu jenis mesin perkakas yang kadang disebut Arm Saw. Pada mesin gergaji jenis ini, proses pemotongan dilakukan dengan kondisi benda kerja tetap, blade atau alat potongnya berputar pada sumbu horizontal dengan kecepatan tertentu untuk menghasilkan kecepatan pemotongan, kecepatan pemakanan juga dihasilkan dari gerakan mendatar dari perkakas potong, ini dihasilkan dengan mendorong handle pemakanan yang terikat pada rumah spindle. Diameter piringan gergaji dapat mencapai 200 sampai 400 mm dengan ketebalan 0,5 mm dengan ketelitian gerigi pada keliling piringan memiliki ketinggian antara 0,25 mm sampai 0,50 mm. pada proses penggergajian ini selalu digunakan cairan pendingin. Toleransi yang dapat dicapai antara kurang lebih 0,5 mm sampai kurang lebih 1,5 mm. Kelebihan Gergaji Circular ini diantaranya: 1) Biasanya hanya digunakan dan tentunya lebih nyaman digunakan untuk memotong secara lurus dan panjang. 2) Mata pisau circular relatif lebih lama pergantiannya dibandingkan mata pisau jigsaw. Kelemahan Gergaji Circular ini diantaranya: 1) Tidak dapat bergerak ke kiri kanan atau zigzag dan melingkar. 2) Daya listrik mesin umumnya lebih besar dibandingkan gergaji jigsaw

3) Selain untuk kayu, mesin ini hanya dapat digunakan untuk memotong material alumunium, dengan menggunakan mata pisau yang sesuai. 4) Umumnya memiliki berat yang relatif lebih berat dibandingkan gergaji jigsaw.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Gergaji Tangan pada Kerja Bangku. available at http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Alat%20Kerja%20Bangku%20Keraji nan%20Kayu.pdf (accessed 30/03/2012 [06:27am]) Anonim. 2011. Pengertian Gergaji. available at http://id.shvoong.com/exactsciences/architecture/2244430-pengertian-gergaji/ (accessed 30/03/2012 [10:31pm]) Dewanto, Rudi. 2008. Gergaji Mesin. http://www.rudydewanto.com/2009/11/kosongan11.html 30/03/2012 [10:26pm]) available at (accessed