Anda di halaman 1dari 10

BERBAGI ITU INDAH ! ! !

Berlombal-lombalah dalam kebaikkan....

Beranda

Senin, 10 Mei 2010


Laporan kimia laju reaksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai besi yang berkarat dan bensin yang mudah terbakar dari pada kayu. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi yang berlangsung secara cepat. Contoh reaksi kimia yang lainnya baik yang cepat, sedang atau lambat seperti kembang api yang dinyatakan, proses proses perubahan beras menajdi nasi dan proses pembusukan makanan baik diluar atau didalam kulkas. Mengapa perkaratan besi berlangsung lama sedangkan serat baja yang direaksikan dengan oksigen cepat sekali terbakar? Mengapa minyak tanah yang dipilih sebagai bahan bakar untuk memasak bukan bensin atau solar? Cepat atau lambatnya suatu reaksi kimia yang berlangsung dengan keadaan tertentu dinamakan laju reaksi. Laju reaksi di pengaruhi oleh beberapa factor, yaitu konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh, suhu, dan katalis. Konsentrasi larutan merupakan kepekaan larutan-larutan yang mengandung zat terlarut relative sedikit disebut larutan encer. Oleh karena itu, dalam percobaan ini diharapkan kita dapat memahami tentang cara pengukuran laju reaksi. Laju reaksi juga dapat dinyatakan sebagai bahan perubahan konsentrasi p reaksi/ konsentrasi hasil reaksi dan laju reaksi hanya di peroleh melalui percobaan, salah satunya melalui percobaan ini. 1.2 Tujuan percobaan - Mengetahui pengertian laju reaksi - Mengetahui rumus laju reaksi - Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung disebut laju reaksi. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai bahan perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu. Konsentrasi biasanya dinyatakan dalam mol perliter, tetapi untuk fase gas, satuan konsentrasi dapat diganti dengan satuan tekanan seperti atmosfer (atm). Millimeter merkorium (mmHg) atau Pascal (Pa), satuan waktu dapat detik, menit, jam, hari, bulan, atau tahun. Bergantung pada reaksi itu berjalan cepat atau lambat; Persamaan Umum : laju reaksi = laju reaksi dapat di ikuti dengan mengamati perubahan yang menyertai reaksi tersebut.

Misalnya laju reaksi logam magnesium dengan larutan asam klorida. Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2 (aq) + H2(aq) Dari reaksi diatas dapat kita mengamati kecepatan pembentukan gas hydrogen atau kecepatan melarutnya logam magnesium. Setiap jumlah magnesium dan hydrogen klorida berkurang. Pada setiap reaksi jumlah pereaksi berkuran, makin lama makin banyak. Sebelum pereaksi terlibat dalam suatu reaksi kimia mereka harus mengadakan kontak lebih dahulu satu sama lain. Terkadang kontak seperti ini cukup untuk memulai reaksi secara spontan. Meskipun demikian dalam banyak kasus di perlukan sumber energi dari luar untuk memenuhi terjadinya reaksi, yaitu untuk menyediakan energi aktivitas reaksi. Magnesium misalnya harus dipanaskan sampai temperaturenya naik terlebih dahulu sebelum bereaksi dengan oksigen dari udara. Sekali reaksi terjadi, reaksinya akan cepat sekali dan menghasilkan banyak panas (Krisbiyanto : 2008) Pada reaksi endoterm terjadi keadaan yang berlainan. Dimana reaksi ini, memerlukan energi tidak hanya untuk memulai reaksi, tetapi juga untuk melanjutkan reaksi. Sebagai contoh, reaksi yang mengubah air dan karbon diosida menjadi karbohidrat. Reaksi ini memerlukan energi cahaya secara terus menerus. Bila sinar dihalangi maka reaksi akan berhenti. Untuk mengukur laju reaksi kimia, perlulah menganalisa secara langsung maupun tak langsung banyak produk yang berbentuk atau banyak pereaksi yang tersisa setelah penggalpenggal waktu yang sesuai. Karena laju reaksi kimia terpengaruh oleh perubahan temperature, maka perlulah menjaga agar campuran reaksi dalam air atau minyaknya yang temperaturnya diatur secara termostatis (konstan). Metode untuk menentukan konsentrasi pereaksi atau produk bermacam-macam menurut jenis reaksi yang diselidiki dan keadaaan fisika dan komponen reaksi. Untuk reaksi fase gas, susunan campuran gas sering ditentukan dengan analisa meluas untuk reaksi-reaksi gas menyangkut pengukuran kenaikan atau penurunan tekanan, yang disebabkan oleh bertambahnya atau berkurangnya jumlah molekul dalam penguraian anomia menjadi nitrogen dan hydrogen. 2NH3 N2 + 3H2 Dalam suatu wadah yang volumenya konstan, tekanan akan naik bila reaksi berlangsung, sebab tekanan yang dilakukan oleh empat molekul produk. Secara ideal adalah dua kali dari tekanan yang dilakukan oleh dua molekul pereaksi. Sebaliknya, bila suatu wadah yang konstan volumenya, pembentukan anomia dari nitrogen dan hydrogen. N2 + 3H2 2NH3 Menyebabkan penurunan tekanan ketika berlangsungnya reaksi. Laju reaksi metal bromide dengan air, yang menghasilkan metal alcohol dan asam bromide. CH3Br +NOH CH3OH + Hbr Banyaknya mol NaOH yang diperlukan untuk menetralkan HBr sama dengan banyaknya mol HBr yang terbentuk ini juga sama dengan banyaknya mol CH3Br yang telah bereaksi. Banyaknya faktor yang berperan dalam penentuan bagaimana kecepatan reaksi akan berlangsung bila reaksi telah diawali dan seberapa jauh reaksi ini akan berlanjut sampai reaksi menjadi sempurna, yaitu pada saat semua pereaksi berubah menjadi produk. Struktur atom dari suatu unsur tertentu menentukan bagaimana kereaktifannya terhadap berbagai unsur lain. Demikian juga halnya dengan sekelompok unsur atau molekul. Kecepatan suatu reaksi juga meningkat oleh apapun yang menyebabkan pereaksi-pereaksi

semakin besar hubungannya antara satu sama lain, ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu menaikkan suhu untuk reaksi endoterm, memperluas permukaan bidang sentuh pereaksi, meningkat konsentrasi pereaksi gas dan penambahan katalis (Purba : 2002). Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi : - Suhu Dari percobaan setiap kenaikan 10oc menyebabkan laju reaksi menjadi dua kali. Kenaikan laju reaksi ini disebabkan dengan kenaikan suhu akan menyebabkan makin cepatnya molekul-molekul pereaksi bergerak sehingga memperbesar kemungkinan terjadi tabrakan yang efektif antar molekul. Semua partikel kimia ada dalam keadaan bergerak sampai pada batas tertentu, kecuali pada suhu yang sangat rendah yang disebut sebagai nol mutlak, -4600 F (-2730c). pada waktu suhu suatu campuran kimia demikian, pereaksi bergerak lebih cepat, sebagai akibatnya pertikel pereaksi ini akan bertumbukan dengan kuat dan lebih sering, yang akan mengakibatkan putusnya ikatan-ikatan dan ikatan baru akan terbentuk. Penambahan panas mengakibatkan/ menyebabkan kecendeungan reaksi endoterm atau reaksi menyerap energi dan mengalahkan reaksi eksoterm, atau reaksi melepas energi. Misalnya batubara eras berwarna abu-abu (c) bereaksi dengan karbon dioksida (CO2) di udara dan menghasilkan gas beracun karbon monoksida (CO). C(s) + CO2(g) + panas 2CO() Jika ada karbon monoksida dalam jumlah sedikit akan terbentuk pada suhu kamar,sebab reaksi kebalikannya akan berlangsung dengan cepat. 2CO(g) Cc + CO2 + panas - Konsentrasi Laju suatu reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi zat yang bereaksi, walaupun pengaruh itu selalu tidak sama untuk setiap zat dan untuk setiap reaksi, laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurang konsentrasi suatu pereaksi atau sebagai laju bertambahnya konsentrasi suatu produk. Contohnya pada reaksi umum, AB+C Konsentrasi A pada waktu t1 dinyatakan sebagai [A1] dan konsentrasi pada t2 sebagai [A2], laju rata-rata berkurangnya konsentrasi A dinyatakan sebagai : Laju rata-rata berkurangnya [A] = = Laju rata-rata berkurangnya konsentrasi B dan C adalah : Laju rata-rata berkurangnya [B] = = Laju rata-rata berkurangnya [C] = = Hubungan satu sama lain ketiga rumus itu adalah : == Hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi zat dapat bermacam-macam, ada reaksi berlangsung dua kali lebih cepat jika konsentrasi pereaksinya dinaikkan dua kali dari konsentrasi sebelumnya. Dengan kata lain, laju reaksi sebanding dengan harga (zat)1. Ada juga zat jika konsentrasinya dinaikkan dua kali, maka laju reaksi akan bertambah empat kali, sehingga laju sebanding dengan harga (zat)2. Dan ada pula reaksi yang lajunya sebanding dengan harga (zat)3. untuk beberapa reaksi, laju reaksi dapat dinyatakan dengan persamaan matematika yang dikenal dengan hukum laju reaksi atau persamaan laju reaksi. Contohnya pada reaksi : aA + bB cC + dD

a,b,c dan d merupakan koefisien reaksi. Laju reaksi disimbulkan dengan v yang dirumuskan dengan : v = k (A)m(B)n Lamban (A) dan (B) merupakan konsentrasi moral, pangkat m dan n merupakan angka-angka bulat dan kecil, dapat pula pecahan. Pangkat m dan n ditentukan melalui percobaan . pangkatpangkat di dalam laju reaksi dinamakan dengan orde reaksi. Total jumlah pangkat m + n merupakan orde total, sedangkan k dalam persamaan v = k (A)m(B)n disebut tetapan laju reaksi. Menentukan tingkat reaksi/orde reaksi dari suatu reaksi kimia pada prinsipnya menentukan seberapa besar pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi terhadap laju reaksinya. Dalam mencari orde reaksi dapat dilakukan dengan cara membandingkan persamaan laju reaksi : = Harga k1 + k2 dan konsentrasi yang sama dapat di coret. Maka perbandingan konsentrasi zat yang berubah (pangkat orde reaksi) sama dengan perbandingan laju reaksi. - Permukaan Bidang Sentuh. Tingkat persentuhan antara molekul-molekul yang bereaksi mempengaruhi kecepatan reaksi. Jadi kecepatan reaksi dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan permukaan bidang sentuh pereaksi. Cara yang termudah adalah dengan menumbuk halus partikel-partikel besar. Pembakaran batubara adalah reaksi kimia yang menggambarkan reaksi diatas. Batubara terbakar sebab mengandung banyak atom karbon yang akan bereaksi kuat dengan oksigen di udara pada suhu tinggi. Bila batubara berbentuk bongkah maka waktu yang diperlukan untuk membuat api akan lama sekali. Sebab permukaan bidang sentuh terbatas. Bila bongkah batubara tersebut di tembak, maka permukaan bidang sentuhnya akan luas sekali. Oleh karena itu, dinyatakannya bila serbuk batubara ini disemprotkan melalui pipa, maka pertikel-partikelnya akan terbakar hampir secepat bensin bila terkena api. Mengapa debu batubara. Serbuk gergaji dan kulit gandum menimbulkan bahaya di tambangtambang batubara. Pabrik pengolahan kayu dan alat pemanen gandum. Jumlah permukaan yang terbuka terhadap oksigen di udara sangatlah besar sehingga dapat menimbulkan gerakan yang akan memicu ledakan. Reaksi yang berlangsung dalam system homogen sangat berbeda dengan reaksi yang berlangsung dengan system heterogen. Pada reaksi homogen, campuran zatnya bercampur seluruhnya. Hal ini dapat mempercepat berlangsung jika molekul-molekul , atom-atom, ionion, dan zat-zat yang bereaksi terlebih dahulu bertumbukan. Makin halus suatu zat maka semakin luas permukaannya, semakin besar kemungkinan bereaksi dan makin cepat reaksi itu berlangsung. - Katalis Beberapa reaksi berlangsung lambat sekali meskipun suhu cukup tinggi dan zat-zat pereaksi berada cukup dekat. Dalam kasus ini perlu ditambahkan bahan lain, yang tidak terlihat langsung dalam reaksi, yang kadang kala akan mempercepat perubahan kimia. Bahan-bahan ini di sebut katalis. Katalis-katalis mengubah kecepatan reaksi tanpa ikut berubah secara permanent. Dengan perkataan lain. Suatu jumlah katalis sebelum dan sesudah reaksi akan tetap sama. Suatu katalis menurunkan energi aktivitas untuk reaksi tertutup, yaitu dengan memperlemah atau memutuskan ikatan molekul pereaksi. Katalis yang berbeda memodifikasi kecepatan reaksi yang berbeda. Semua sel-sel hidup terdiri dari katalis alami yang disebut enzim, yang memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi biokimia yang penting. Zat yang bertindak sebagai katalis disebut katalisator. Senyawa katalis diduga mempengaruhi kecepatan reaksi dengan salah satu jalan, yaitu dengan pembentukan senyawa antara (katalis homogen) atau dengan adsorbsi (katalis heterogen) katalisator menyediakan suatu jalan yang

lebih menguntungkan yaitu dengan jalan energi pengaktifan yang lebih rendah. Fungsi katalis yaitu menurunkan sejumlah energi aktivitas yang dibutuhkan agar suatu reaksi dapat berlangsung (Tamran dan J. Abdul ;) BAB 3 METODE PERCOBAAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat - gelas kimia 3 buah - gelas ukur - pipet ukur - pipet gondok - stopwatch - hot plate - thermometer 3.1.2 Bahan - larutan Na2S2O3 0,05 M - larutan Na2S2O3 0,03 M - larutan HCl 1 M - larutan HCl 2 M - larutan HCl 3 M - kertas yang di beri tanda silang, seukuran gelas kimia. 3.2 Prosedur Percobaan 3.2.1 Pengaruh Konsentrasi a. Percobaan 1 - Dimasukkan larutan na2s2o3 dengan volume 50 mL dengan konsentrasi 0,05 M kedalam gelas kimia - Dimasukkan HCl 5 mL dengan konsentrasi 1M kedalam gelas kimia - Diletakkan kertas yang telah di beri tanda silang di bawah gelas kimia - Dicampurkan larutan Na2S2O3 dan larutan HCl tersebut dan diukur waktunya hingga tanda silang hilang b. Percobaan II - Dimasukkan larutan Na2S2O3 50 mL dengan konsentrasi 0,05 M kedalam gelas kimia - Dimasukkan HCl 5 mL dengan konsentrasi 2 M kedalam gelas kimia - Diletakkan kertas yang telah di beri tanda silang dibawah gelas kimia - Dicampurkan larutan Na2S2O3 dan larutan HCl tersebut dan diukur waktunya hingga tanda silang hilang. c. Percobaan III - Dimasukkan larutan Na2S2O3 50 mL dengan konsentrasi 0,05 M kedalam gelas kimia - Dimasukkan HCl 5 mL dengan konsentrasi 3 M kedalam gelas kimia - Diletakkan kertas yang telah diberi tanda silang dibawah gelas kimia. - Dicampurkan larutan Na2S2O3 dan larutan HCl tersebut dan diukur waktunya hingga tanda silang hilang. d. Percobaan IV - Dimsukkan larutan Na2S2O3 50 mL dengan konsentrasi 0,03 M kedalam gelas kimia. - Dimasukkan larutan HCl 5 mL dengan konsentrasi 1 M kedalam gelas kimia. - Diletakkan kertas yang telah diberi tanda silang dibawah gelas kimia. - Dicampuran larutan Na2S2O3 dengan larutan HCl tersebut dan diukur waktunya hingga tanda silang hilang, e. Percobaan V

- Dimasukkan larutan Na2S2O3 50 mL dengan konsentrasi 0,03 M kedalam gelas kimia. - Dimasukkan larutan HCl 5 mL dengan konsentrasi 0,03 M kedalam gelas kimia - Diletakkan kertas yang telah diberi tanda silang dibawah gelas kimia - Dicampurkan larutan Na2S2O3 dengan larutan HCl tersebut dan diukur waktunya hingga tanda silang hilang. BAB 4 HASIL DAN PENGAMATAN 4.1 Data Pengamatan 4.1.1 Pengaruh Konsentrasi HCl Na2S2O3 t v 1M 2M 3M 1M 2 M 0,05 M 0,05 M 0,05 M 0,03 M 0,03 M 61 52 50 124 114 0,016 0,019 0,02 0,008 0,009 4.1.2 Pengaruh Suhu HCl Na2S2O3 t v 3 M 0,05 M 12 0,083 4.2 Perhitungan Persamaan reaksi v = k [HCl]x [Na2S2O3]y Persamaan 1 dan 4 = = 2 = [1,67]y Log 2 = Log [1,67]y 0,3 = y . 0,22 Y = 1,36 Persamaan 2 dan 3 = = 0,95 = [0,67]x Log 0,95 = log [0,67]x -0,02 = x. (-0,174) X = 0,11 Menghitung nilai k

V1 = k [HCl]x [Na2S2O3]y 0,016 = k [1]0,11[0,05]1,36 0,016 = k.1. 0,017 0,016 = 0,017 k K = 0,94 Jadi persamaan reaksinya : V = k1[HCl]x[Na2S2O3]y V = 0,94[HCl]0,11[Na2S2O3]1,36 4.3 Pembahasan Prinsip-prinsip percobaan kali ini adalah untuk memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimi, dan factor-faktor yang mempengaruhi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Menganalisis pengaruh konsentrasi, tekanan, suhu, dan luas permukaan bidang sentuh berdasarkan teori tumbukan dan membuktikannya melalui percobaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah : - Luas Permukaan Sentuh Semakin luas permukaan bidang sentuhnya maka laju reaksi juga semakin bertambah, luas permukaan bidang sentuh berbanding lurus dengan reaksi. - Konsentrasi Pereaksi Semakin besar konsentrasi, semakin cepat reaksi berlangsung sehingga konsentrasi berbanding lurus dengan laju reaksi. - Tekanan Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas, kelajuan dari reaksi seperti ini juga dipengaruhi tekanan. Penambahan tekanan dengan memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi, dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi. - Suhu Laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Suhu juga berbanding lurus dengan laju reaksi karena bila suhu reaksi dinaikkan maka laju reaksi juga semakin besar. - Katalisator Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak mengalami perubahan yang kekal (tidak dikonsumsi atau tidak dihabiskan) energi aktivitas adalah energi minimum yang harus di miliki oleh partikel atau zat pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif. Orde reaksi atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam hukum laju, sebagai contoh: V = K (A)m(B)n , bila m = 1 dikatakan bahwa reaksi tersebut adalah orde pertama terhadap A. jika n = 3 reaksi tersebut orde ketiga terhadap B. Orde nol, reaksi dikatakan berorde nol terhadap salah satu pereaksinya apabila perubahan konsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Artinya, asalkan terdapat dalam jumlah tertentu perubahan konsentrasi itu tidak mempengaruhi laju reaksi. Orde satu, suatu reaksi dikatakan berorde satu terhadap salah satu pereaksinya jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi itu. Misalkan, konsentrasi pereaksi itu dilipattigakan maka laju reaksi akan menjadi 31 atau 3 kali lebih besar. Orde dua, suatu reaksi dikatakan berorde dua terhadap salah satu pereaksi jika laju reaksi merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksi itu. Apabila konsentrasi zat itu dilipattigakan, maka laju reaksi akan menjadi 32 atau 9 kali lebih besar. Orde negatif, apabila laju reaksi berbanding terbalik terhadap konsentrasi reaktan. BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan - Laju reaksi adalah cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi reaksi atau hasi reakasi persatuan waktu. - Laju reaksi = - Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah a. Konsentrasi Jika konsentrasi suatu semakin besar maka laju reaksinya semakin besar pula dan sebaliknya jika konsentasinya semakin kecil maka laju reaksiya semakin kecil pula. b. Luas permukaan Jika semakin luas permukaan suatu periode maka semakin besar laju reaksinya dan sebaliknya jika semakin kecil luas permukaan suatu benda maka semakin kecil laju reaksinya. c. Temperature Jika semakin tinggi suhu suatu zat maka semakin cepat laju reaksinya dan sebaliknya jika semakin rendah suhu suatu zat maka semakin lambat laju reaksinya. d. Katalis Katalis dapat mempercepat laju reaksi dengan jalan menurunkan energi pengaktifan suatu reaksi. 5.2 Saran - Penuangan HCl kedalam Na2S2O3 agar dilakukan sesingkat-singkatnya - Dalam memanaskan larutan Na2S2O3 harap diukur pada suhu yang di tentukan - Agar digunakan konsentrasi berbeda sehingga dapat dibandingkan antara data satu dengan yang lain. DAFTAR PUSTAKA Krisbiyanto. Adi. 2008, Panduan Kimia Praktis SMA. Pustaka Widyautama; Jakarta Purba. Michel.2002.Kimia Untuk SMA 2A. Erlangga : Jakarta Tamrin dan J. Abdul. 2008. Rahasia Penerapan Rumus-Rumus Kimia. Gita Media Pres : Jakarta Diposkan oleh wahyu si perajut harapan di 11:05 3 komentar:

hiu lathief mengatakan... cipz.. makasih ni..biza jd referensi:-D 11 Februari 2011 21:07 SisiE_RaNs mengatakan... thx 12 Maret 2011 17:36

wahyu si bintang kecil mengatakan... ok.. 20 Agustus 2011 14:47 Poskan Komentar jangan hanya baca yyaa....plese komenx...agar tau salahnya dimana dan agar dapat lebih baik lagi... :) Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom)

Followers Entri Populer

Laporan kimia laju reaksi BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai besi yang berkarat dan bensin yang mudah terbakar dar...

Blog Archive

praktikum kimia BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai besi yang berkarat dan bensin yang mudah te...

2010 (4) o November 2010 (1) o Oktober 2010 (1) o Mei 2010 (1) Laporan kimia laju reaksi o Maret 2010 (1)

About Me

(tanpa judul) ingatlah pada kematian. sesungguhnya kematian itu dekat.... :D wahyu si perajut harapan selalu semangat di setiap do'a Lihat profil lengkapku

(tanpa judul) "surat untuk kekasihQ" Dear :

kekasihku.. ku tau ku hanya orang yang kesekian dari banyak orang yang menyayangimu.. tapi ku ingin menjadi ...

PENGUNJUNG... :)
985 Template Picture Window. Gambar template oleh Zemdega. Diberdayakan oleh Blogger.