Anda di halaman 1dari 18

ACARA III OKSIDI-REDUKTOMETRI A. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum Acara III Oksidi-Reduktometri adalah: 1.

Dapat melakukan titrasi iodometri secara langsung pada sampel. . Dapat menentukan kadar !itamin " secara langsung pada sampel. B. Tinjauan Pustaka 1. Tinjauan #ahan #e$erapa !itamin %ang terdapat pada $ahan panganmisaln%a karoten &pro!itamin A' dan asam askor$at &!itamin "' merupakan contoh $ahan %ang peka terhadap oksidasi. (itamin merupakan komponen penting di dalam $ahan pangan )alaupun terdapat dalam jumlah %ang sedikit. (itamin dapat dikelompokkan dalam golongan !itamin %ang larut dalam lemak* %aitu !itamin A* D* +* dan ,* dan !itamin %ang larut dalam air* %aitu !itamin " dan golongan !itamin # kompleks. -ada umumn%a* !itamin " $an%ak terdapat pada $ahan na$atiu. #ahan pangan %ang merupakan $ahan sum$er !itamin " adalah jeruk* tomat dan ca$e hijau. ,entang juga mengandung !itamin " )alaupun dalam jumlah %ang sedikit. .usu* $iji- $ijian sedikit sekali mengandung !itamin ". !itamin " mudah rusak karena oksidasi terutama pada suhu tinggi dan !itamin ini mudah hilang selama pengolahan dan pen%impanan &/inarno* et al. 1012'. (itamin " &asam askor$at' adalah turunan kar$ohidrat. 3at ini terdapat dalam jeruk* ca$e hijau* dan sa%uran segar* termasuk $a)ang merah* tetapi terhidrolisis $ila dimasak. (itamin " diperlukan untuk hidroksilasi prolina menjadi hidroksiprolina dengan mereduksi atom 4e untuk kolagen hidroksilase. 5idroksiprolina adalah asam amino utama dalam kolagen %ang ada pada semua jaringan $erserat* matriks dalam sel* dan dinding kapiler. (itamin " juga digunakan pada hidroksilasi steroid

dalam kelenjar adrenal* dan $e$erapa dalam meta$olisme tirosina &6ograd%* 100 '. 7arutan iodium standar dapat di$uat dengan menim$ang langsung iodium murni dan pengenceran dalam $otol !olumetrik. Iodium* dimurnikan dengan su$limasi dan ditam$ah pada suatu larutan ,I pekat* %ang ditim$ang dengna teliti se$elum dan setelah penam$ahan iodium. Akan tetapi $iasan%a digunakan larutan distandarisasikan terhadap suatu standar primer* As O8 %ang paling $iasa digunakan &Da%* 1011'. Tinggin%a kadar !itamin " pada perlakuan gelatin karena adan%a penarikan partikel-partikel koloid %ang le$ih $an%ak pada sari $uah dengan konsentrasi %ang semakin tinggi. Dengan adan%a penarikan partikel-partikel koloid ini maka le$ih sedikit oksigen $e$as %ang men%e$a$kan reaksi oksidasi terhadap sari $uah. .ementara itu* rendahn%a kadar !itamin " pada perlakuan kontrol dise$a$kan oleh $an%akn%a oksigen $e$as %ang terdapat pada sari $uah sehingga men%e$a$kan tinggin%a oksidasi %ang terjadi sehingga mampu menurunkan kadar !itamin ". (itamin " tergolong !itamin %ang mudah larut dalam air. .ta$ilitas asam askor$at akan meningkat dengan menurunn%a nilai p5. (itamin " $ersi9at sta$il dalam media asam* tetapi pada media netral dan $asa sangat mudah terdegradasi oleh panas. 7aju degradasi asam askor$at se$anding dengan konsentrasi oksigen terlarut dalam $ahan pangan &4arikha* et al. :18'. #uah-$uah mempun%ai peranan penting se$agai sum$er !itamin* mineral* dan nutrisi lain dalam menunjang kecukupan gi;i mas%arakat. #uah pisang misaln%a* merupakan salah satu $uah %ang $an%ak mengandung kar$ohidrat dan !itamin ". Demikian juga $uah jeruk dan salak merupakan sum$er !itamin dan mineral %ang cukup $aik. Akti!itas respirasi dapat pula mengaki$atkan menurunn%a kandungan !itamin " pada $uah karena asam askor$at sangat peka terhadap oksidasi. dengan $erat a)al $uah* dihitung dalam persen. ,adar !itamin " ditentukan

dengan cara titrasi iodometri* menggunakan larutan iodin se$agai titrann%a &.uhaidi* ::1'. (itamin " atau 7-asam askor$at adalah sen%a)a $ersi9at asam dengan rumus empiris "<51O< &$erat molekul = 1><*1 g?mol'. @etode pengukuran konsentrasi larutan menggunakan metode titrasi %aitu suatu penam$ahan indikator )arna pada larutan %ang diuji* kemudian ditetesi dengan larutan %ang merupakan ke$alikan si9at larutan %ang diuji. -engukuran kadar (itamin " dengan reaksi redoks %aitu menggunakan larutan iodin &I ' se$agai titran dan larutan kanji se$agai indikator. -ada proses titrasi* setelah semua (itamin " $ereaksi dengan Iodin* maka kele$ihan iodin akan dideteksi oleh kanji %ang menjadikan larutan $er)arna $iru gelap. -engujian selanjutn%a dari proses terse$ut adalah menghitung !olume iodin $erle$ih pada sample &setelah semua (itamin " $ereaksi dengan iodin' hingga )arna sample menjadi $iru pekat dan keruh* %aitu dengan menghitung iodin %ang diteteskan hingga sample $eru$ah )arna menjadi $iru pekat untuk pertama kalin%a atau sampai setara dengan nilai titik akhir titrasi %ang ditetapkan pada pengujian &-ratama* et al. :18'. (itamin " atau dikenal se$agai asam askor$at dapat ditemukan di$er$agai $uah- $uahan dan sa%uran. ,arakteristik dari !itamin " adalh kristal putih organik dan dapat disintesis dari glukosa atau ekrtraksi dari sari $uah jeruk. (itamin " sangat mudah larut dalam air dan alkohol dan sangat mudah teroksidasi. Oksidasi !itamin " akan sangat cepat $erlangsung dalam kondisi suhu ruang %ang panas. -enentuan kadar !itamin " dalam $uah dan minuman kemasan menggunakan titrasi redoks. Titrasi ini ter$ialng sangat akurat untuk menentukan kadar !itamin ". @etode %ang digunakan adalah titrasi iodometrik $ipotensiometrik. 5alhal %ang $erpengaruh terhadap $esarn%a kadar !itamin " adalah e9ek pemanasan* !ariasi temperatur* kecepatan reaksi kinetik antara !itamin " dengan larutan iodin &Rahma)ati* et al. ::0'.

(itamin A* " dan +* %ang dikenal se$agai poli9enol %ang terkandung dalam $uah- $uahan mempun%ai kandungan antioksidan dan mempun%ai peran penting terhadap pencegahan terhadap $an%ak pen%akit. -enelitian mem$uktikan $ah)a antioksidan merupakan ;at antikanker dan antimutagenik %ang sangat $aik* dan menjaga laju kerja jantung. ,andungan antioksidan* !itamin " dan poli9enol mempun%ai hu$ungan korelasi %ang tinggi. #e$erapa $uah %ang digunakan dalam uji ini* stra)$err% mempun%ai kandungan antioksidan terendah di$andingkan dengan $uah lainn%a &R%s* ::0'. . Tinjauan Teori Oksidasi merupakan suatu proses di mana $ilangan oksidasi unsur $ertam$ah dan di mana elektron terlihat di sisi kanan dari setengahpersamaan oksidasi. Reduksi merupakan suatu proses di mana $ilangan oksidasi unsur menurun dan di mana elektron telihat di sisi kiri dari setengah-persamaan reduksi. #aik setengah-reaksi oksidasi maupun reduksi harus ada $ersama- sama. .elanjutn%a* jumlah keseluruhan elektron %ang men%angkut reaksi oksidasi harus sama dengan jumlah keseluruhan elektron %ang men%angkut proses reduksi &-etrucci* 1010'. Oksidasi ialah peru$ahan kimia di mana suatu atom atau kelompok atom melepaskan elektron* dan reduksi ialah peru$ahan kimia di mana suatu atom atau kelompok atom menerima elektron. 7e9inisi ini $erlaku secara sederhana dalam hal unsur- unsur atau ion- ion unsur. Trans9ormasi %ang mengu$ah atom netral menjadi ion positi9 $erlangsung dengan melepaskan elektron* dan karena itu proses itu merupakan suatu proses oksidasi. Oksidasi dan reduksi selalu $erlangsung secara serentak* dan jumlah elektron %ang di$erikan pada oksidasi harus sama dengan jumlah elektron %ang didapatkan pada reduksi &Rosen$erg* 100 '. Dalam proses analitik* iodium digunakan se$agai pereaksi oksidasi &iodometri' dan ion iodida digunakan se$agai pereaksi reduksi &iodometri'. Relati9 $e$erapa ;at merupakan pereaksi reduksi %ang cukup kuat untuk dititrasi secara langsung dengan iodium. @aka jumlah penentuan

iodometrik adalah sedikit. Akan tetapi* $an%ak pereaksi oksidasi cukup kuat untuk $ereaksi sempurna dengan ion iodida* dan ada $an%ak penggunaan proses iodometrik &Da%* 1011'. C. Metodolo i 1. Alat a. 6eraca analitik $. +rlenme%er c. 7a$u Takar d. #eker Alass e. -ipet 9. #uret . #ahan a. ABuades $. @inuman kemasan : 4ruitamin 6utrisari "ountr% "hoice Cou " 5app% Duice c. #uah- $uahan : Deruk Dam$u #elim$ing "a$e @erah "a$e Ra)it d. (itamin " ta$let : Eon " I-I

(italong " (itacimin (it " e. Iodium :*:1 6 9. Indikator amilum 1F 8. "ara ,erja a. -enetapan ,adar (itamin " dari $uah- $uahan #uah- $uahan dikupas dan dicuci $ersih

Ditim$ang se$an%ak : gram

Dihaluskan dengan mortar

Dipindahkan ke la$u takar 1:: ml

Ditam$ah aBuades hingga tanda tera

Dikocok homogen

Diam$il : ml sampel* dimasukkan ke dalam erlenme%er

Ditam$ah 1 ml amilum

Dititrasi dengan iodin :*:1 6

$. -enetapan kadar (itamin " dari Ta$let #e$erapa ta$let dilumatkan dengan mortar

Ditim$ang :* gram ser$uk ta$let

Dimasukkan ke dalam erlenme%er :: ml

Ditam$ahkanG: ml aBuades* dikocok homogen

Diam$il 1: ml sampel

Ditam$ahkan 1 ml amilum

Dititrasi dengan iodin :*:1 6

c. -enetapan (itamin " dalam minuman kemasan

8: gram sampel cair ditim$ang* dimasukkan ke dalam $eker glass

Dimasukkan ke dalam la$u takar 1:: ml

Ditam$ahkan aBuades sampai tanda tera* dikocok homogen

Dipipet G ml sampel* dimasukkan ke dalam erlenme%er G: ml

Ditam$ahkan

ml amilum

Dititrasi dengan iodin :*:1 6

D. Pem!a"asan Ta$el 8.1 5asil penentuan kadar !itamin " pada $e$erapa sampel $uah ,el .ampel #erat .ampel &gram' 1: Deruk 1G 1: 1: Dam$u 1< 1:*10> 2*G :*1G1< 2*1 G* :*1222 :*::1< (ol I &ml' ,adar &F' -eru$ahan /arna ,uning pucat H kuning sem$urat $iru ,uning H coklat $ening -ing H Ingu kehitaman @erah muda H ungu ,uning pekat H coklat ke$iruan ,unignterang H kecoklatan @erah H kecoklatan Orange kemerahan H keunguan @erah orange H orange kecoklatan Orange coklat keunguan H

8* G

:*:112

8 #elim$ing 1> 2 "a$e @erah

1:*1

:*1

:*: 1

1: 1:

*G 2*1

:*:1> :*::1>

11

1:

1*>

:*:G0<

G "a$e Ra)it 10
.um$er : 7aporan .ementara

1:

2*8

:*12:0

1:

18*

:*2<G<

Ta$el 8. 5asil penentuan kadar !itamin " pada $e$erapa sampel ta$let

,el

.ampel

#erat .ampel &gram'

(ol I &ml'

,adar &F'

-eru$ahan /arna ,uning transparan H $iru kehitaman ,uning $ening ungu H

< I-I :

:*

G*0

1:*80

:*

1*G

8>*1<G

> Eon " 1

:*

G1*:> G

,uning transparan H $iru kehitaman ,uning $ening H $iru keunguan #ening H Ingu transparan ,uning muda ungu H

:*

1*1

20*21>G

1 (italong "

:*

1<

1*11

:*

1G*2G

1G:*20G

(it "

:*

1*<

G:*8>

#ening transparan H $iru tua transparan ,uning $ening H merah ke$iruan

(itacimin

:*

2*<

28*8 GG

.um$er : 7aporan .ementara

Ta$el 8.8 5asil penentuan kadar !itamin " pada sampel minuman kemasan

,el

.ampel

#erat .ampel &gram' 8:

(ol I &ml'

,adar &F'

-eru$ahan /arna ,uning H kehitaman ,uning H keunguan ,uning H ,uning semi $iru ,uning H $iru keunguan ,uning ungu H

1: 4ruitamin 2

:*2 :*1G

:*::2> :*::01

8:

11 Cou " G

8:*

18*8G

:*::0>

8:

:*:::

1 6utrisari <

8: 8:

>*G2 <*8

:*:11G :*:>21

,uning H $iru $ening ,uning keruh H $iru keunguan ,uning H $iru $ening ,uning H keunguan ,uning H $iru keunguan

18

5app% Duice

8:

1*G

:*:1><

> 12 "ountr% choice

8: 8:

1* 1>*G>

:*:121 :* :<8

8:

:* G18

.um$er : 7aporan .ementara

Dalam praktikum oksidi-reduktometri penentuan kadar !itamin " ini* digunakan metode titrasi iodometri. -rinsip titrasi iodometri adalah terjadin%a peru$ahan )arna setelah sampel dititrasi menggunakan larutan iod. .tandar %ang

digunakan se$agai sum$er iodium adalah kalium iodat. Iodometri digunakan untuk menganalisis iodium dalam $entuk iodat saja &.aksono* :: '. Dalam praktikum ini digunakan larutan kanji se$agai indikator. /arna $iru tua dari kompleks kanji-iodium dipakai untuk suatu uji sangat peka terhadap iodium. /arna $iru ini digunakan untuk mengetahui titik akhir dari titrasi sampel dengan menggunakan larutan iodium :*:1 6 &Da%* 1011'. Reaksi (itamin " dengan iodin adalah se$agai $erikut : "<51O< J I " "<5<O< J I- J 5J &-ratama* et al. :18'. (itamin " dengan iod akan mem$entuk ikatan dengan atom " nomor dan 8sehingga ikatan rangkap hilang.

Aam$ar 8.1 Reaksi !itamin " dengan iod

#erdasarkan praktikum %ang dilakukan* didapatkan kadar !itamin " pada masing- masing sampel: -ada minuman kemasan* 6utrisariK 5app% DuiceK "ountr% "hoice* se$esar :*:11GFK :*:1><FK :* :<8F. -ada sampel $uah- $uahan* jerukK jam$uK ca$e merahK ca$e ra)itK $elim$ing* se$esar :*1222FK :*1G1<FK :*:G0<FK :*2<G<FK :*:1> F. -ada sampel ta$let* I-IK Eon "K (italong "* se$esar 8>*1<GFK 20*21>GFK 1G:*20GF. #erdasarkan data %ang didapatkan* pada sampel minuman kemasan %ang terdiri dari nutrisari* happ% juice dan countr% choice* kandungan !itamin " ter$esar terdapat pada "ountr% choice %aitu se$esar :* :<8F* dan terendah

terdapat pada sampel happ% juice %aitu se$esar :*:1><F. -ada sampel $uah$uahan %ang terdiri dari jeruk* jam$u* ca$e merah* ca$e ra)it dan $elim$ing. ,andungan !itamin " ter$esar terkandung dalam ca$e ra)it %akni se$esar :*2<G<F* sedangkan !itamin " terendah terdapat pada sampel $elim$ing* dengan kandungan !itamin " han%a :*:1> F. -ada sampel ta$let* menggunakan sampel ta$let I-I* Eon " dan (italong ". ,andungan !itamin " ter$esar terdapat pada sampel (italong " %ang mempu%ai kadar !itamin " se$esar 1G:*20GF dalam :* gram sampel* sedangkan %ang terendah terdapat pada sampel I-I* %akni se$esar 8>*1<GF. Dari semua sampel %ang digunakan* %ang terdiri dari sampel minuman kemasan: nutrisari* happ% juice dan countr% choice* sampel $uah- $uahan: jeruk* jam$u* $elim$ing* ca$e merah dan ca$e ra)it* sampel ta$let: I-I* Eon "* dan (italong ". Dapat diketahui $ah)a dari $an%ak sampel di atas* kandungan !itamin " %ang paling tinggi terdapat pada sampel ta$let* %akni pada sampel (italong "* %ang mempun%ai kandungan !itamin " se$esar 1G:*20GF dalam :* gram sampeln%a. Dalam praktikum penentuan kadar !itamin "* ini digunakan larutan iod se$agai titrann%a. (olume iod disini digunakan untuk mereduksi !itamin " %ang terdapat dalam sampel. .emakin $an%ak !olume iod %ang digunakan untuk titrasi menunjukkan $ah)a kadar !itamin " %ang terkandung juga semakin $an%ak. 5al ini dapat di lihat dari sampel (italong "* jumlah larutan iod %anh digunakan sampai sampel terse$ut $eru$ah )arna dari kuning $ening menjadi ungu se$an%ak 1G*2G ml* dan didapatkan kandungan !itamin " n%a se$esar 1G:*20GF* pada sampel I-I !olume iod %ang digunakan untuk meru$ah sampel I-I dari )arna kuning muda menjadi ungu se$an%ak 1*G ml dan kandungan !itamin " n%a han%a se$esar 8>*1<GF. 4aktor- 9aktor %ang mempengaruhi $esarn%a kandungan !itamin " dalam praktikum ini adalah $erat sampel* !olume iod* suhu ruang* dan lama pen%impanan. .emakin $an%ak !olume iod %ang diperlukan untuk titrasi* kadar !itamin " dari sampel akan semakin tinggi. .uhu ruang mempengaruhi kadar !itamin " dalam sampel* jika suhu ruang semakin tinggi* asam askor$at %ang ada

dalam sampel akan mudah rusak sehingga mengurangi ka9dar !itamin " dalam sampel. .ama haln%a dengan lama pen%impanan* semakin lama sampel terse$ut disimpan* kadar asam askor$at n%a akan menurun. E. Kesim#ulan Dalam praktikum dan analisis data %ang telah dilakukan* dapat diam$il $e$erapa kesimpulan* diantaran%a: 1. Titrasi iodometri digunakan untuk mengetahui kadar !itamin " pada sampel. . Indikator kanji digunakan untuk mengetahui titik akhir titrasi. 8. -ada sampel $uah* kadar !itamin " tertinggi terdapat pada sampel ca$e ra)it* dengan kadar se$esar :*2<G<F. 2. -ada sampel !itamin " ta$let* kadar !itamin " tertinggi terdapat pada sampel (italong "* dengan kadar se$esar 1G:*20GF. G. -ada sampel minuman kemasan* kadar !itamin " tertinggi terdapat pada sampel "ountr% choice* dengan kadar se$esar :* :<8F. <. Dari semua sampel* kadar tertinggi dimiliki oleh sampel (italong ". >. Dari semua sampel %ang digunakan* sampel ta$let mempun%ai rata- rata kadar !itamin " tertinggi. 1. 4aktor %ang mempengaruhi kadar !itamin " adalah $erat sampel* !olume iod* suhu ruang serta lama pen%impanan. 0. (olume iod %ang di$utuhkan untuk titrasi $er$anding lurus dengan kadar !itamin " %ang diperoleh. 1:. .uhu ruang %ang panas akan merusak asam askor$at dan menurunkan kadar !itamin " n%a.

DA$TAR PUSTAKA

Da%* Dr* R. A. dan A. 7. Inder)ood. 1011. Analisa Kimia Kuantitatif Edisi Keempat. +rlangga. Dakarta 4arikha* Ita 6oor* et al. :18. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Penstabil Alami Terhadap Karakteristik Fisikokimia Sari Buah Naga Merah !"lo#ereus pol"rhi$us% Selama Pen"impanan. Durnal Teknosains -angan (ol 6o 1 januari :18. 6ograd%* Thomas. 100 . Kimia Medisial Pendekatan Se#ara Biokimia. IT#. #andung. -etrucci* Ralph 5. 1010. Kimia &asar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat Jilid '. +rlangga. Dakarta -ratama* Anggi* et al. :18. Aplikasi (ab)ie* Sebagai Pengukur Kadar )itamin + dalam (arutan Menggunakan Metode Titrasi ,odometri. 4akultas Tehnik Ini!ersitas Diponegoro. Rahma)ati* .itti* et al. ::0. Kineti#s of The -.idation of )itamin +. -rosiding .eminar ,imia #ersama I,@-IT# (III 0-11 Dun ::0. Rosen$erg* Derome R. 100 . Teori dan Soal/ Soal Kimia &asar Edisi Keenam. +rlangga. Dakarta. R%s* +)a Da$lonska* et al. ::0. Antio.idant +apa#it"0 As#orbi# A#id and Phenoli#s +ontent in 1ild Edible Fruits. Dournal o9 4ruit and Ornamental -lant Research* (ol. 1>?& ' ::0: 11G- 1 :. .aksono* 6elson. :: . Analisis ,odat dalam Bumbu &apur dengan Metode ,odometri dan 2/3a" Fluoros#en#e. @akara* Teknologi* (ol. <* 6o. 8* Desem$er :: . .uhaidi* Ismed. ::1. Pelapisan (ilin (ebah untuk Mempertahankan Mutu Buah Selama Pen"impanan. Durnal -enelitian Reka%asa (ol 1 6o 1 Duni ::1. /inarno* 4.A* et al. 1012. Pengantar Teknologi Pangan. Aramedia. Dakarta.

%AMPIRA&

-erhitungan Rumus : F (itamin " = ,et L 1::F

: 9p = 9aktor pengenceran &G: ml sampel cair diam$il 1 *G ml

dimasukkan ke dalam erlenme%er untuk dititrasi #@ (itamin " "<51O< = 1><*1 gram? mol

=2

6utrisari

L 1::F = :*:11GF

5app% Duice

L 1::F = :*:1><F

"ountr% "hoice

L 1::F = :* :<8F

Deruk

L 1::F = :*1222F

Dam$u

L 1::F = :*1G1<F

#elim$ing

L 1::F = :*:1> F

"a$e @erah

L 1::F = :*:G0<F

"a$e Ra)it

L 1::F = :*2<G<F

I-I

L 1::F = 8>*1<GF

Eon "

L 1::F = 20*21>GF

(italong "

L 1::F = 1G:*20GF