Anda di halaman 1dari 5

Definisi

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi terutama menyerang bagian saluran pencernaan

Etiologi
Penyebab dari demam tifoid adalah Salmonella typhii dan Salmonella paratyphii kedalam tubuh manusia terjadi makanan yang terkontaminasi

Epidemiologi
Kejadian demam tifoid di Indonesia pada tahun 199 sebesar 9,! dan pada tahun 199" terjadi peningkatan frekuensi menjadi 1#," per 1 $ !($( ( kasus$ Insidens demam tifoid ber&ariasi di tiap daerah terkait dengan sanitasi lingkungan di daerah rural +,a-a .arat/ 1#0 kasus per 1 per 1 $ $ penduduk, sedangkan di daerah urbah ditemukan 0( 1'1 penduduk$ Perbedaan insiden diperkotaan berhubungan erat dengan penyediaan air penduduk$ %ari sur&ei pada tahun 19'1 sampai 19'( memperlihatkan peningkatan jumlah penderita sekitar )#,'* yaitu dari 19$#9( menjadi

bersih yg belum memadai serta sanitasi lingkungan dengan pembuangan sampah yang kurang memenuhi syarat kesehatan lingkungan$

Patogenesis
Masuknya kuman Salmonella thypi ( S. thypi ) dan Salmonella parathypi ( S. parathypi ) ke dalam tubuh manusia terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman$ Sebagian kuman dimusnahkan di dalam lambung, sebagian lolos ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak$ .ila respon imunitas humoral mukosa + Ig2 / usus kurang baik maka kuman akan menembus sel 3 sel epitel + terutama sel 3 M / dan selanjutnya ke lamina propia$ %i lamina propia kuman berkembang biak dan difagosit oleh sel 3 sel fagosit terutama oleh makrofag$ Kuman dapat hidup dan berkembang biak didalam makrofag dan selanjutnya diba-a ke plague Peyeri ileum distal dan kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika$ Selanjutnya melalui duktus torasikus kuman yang terdapat didalam makrofag masuk ke sirkulasi darah + mengakibatkan bakteremia pertama yang asimtomatik / dan menyebar keseluruh organ retikuloendotelial tubuh terutama hati dan

limpa$ %i organ 3 organ ini kuman meninggalkan sel 3 sel fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel atau ruang sinusoid dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi mengakibatkan bakteremia yang kedua kalinya dengan disertai tanda 3 tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik$ %i dalam hati, kuman masuk ke dalam kantung empedu, berkembang biak, dan bersama cairan empedu dieksresikan secara 4 intermitten 4 ke dalam lumen usus$ Sebagian kuman dikeluarkan melalui feses dan sebagian masuk lagi ke dalam sirkulasi setelah menembus usus$ Proses yang sama terulang kembali, berhubung makrofag telah terakti&asi dan hiperaktif maka saat fagositosis kuman Salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi yang selanjutnya akan menimbulkan gejala reaksi inflamasi sistemik seperti demam, malaise, mialgia, sakit kepala, sakit perut, instabilisasi &ascular, gangguan mental, dan koagulasi$ %i dalam plague Peyeri makrofag hiperaktif menimbulkan reaksi hyperplasia jaringan + S. thypi intra makrofag menginduksi reaksi hipersensiti&itas tipe lambat, hyperplasia jaringan dan nekrosis organ /$ Perdarahan saluran cerna dapat terjadi akibat erosi pembuluh darah sekitar plague Peyeri yang sedang mengalami nekrosis dan hyperplasia akibat akumulasi sel 3 sel mononuclear di dinding usus$ Proses patologis jaringan limfoid ini dapat berkembang hingga ke lapisan otot, serosa usus, dan dapat mengakibatkan perforasi$ 5ndotoksin dapat menempel di reseptor endotel kapiler dengan akibat timbulnya komplikasi seperti gangguan neuropsikiatrik, kardio&askuler, pernafasan, dan gangguan organ lainnya$

Gambaran Klinis
Penegakan diagnosis sedini mungkin sangat bermanfaat agar bisa diberikan terapi yang tepat dan meminimalkan komplikasi$ Pengetahuan gambaran klinis penyakit ini sangat penting untuk membantu mendeteksi secara dini$ 6alaupun pada kasus tertentu dibutuhkan pemeriksaan tambahan untuk membantu menegakkan diagnosis$ Masa tunas demam tifoid berlangsung antara 1 11" hari$ 7ejala1gejala klinis yang timbul ber&ariasi dari ringan sampai berat , dari asimtomatiik hingga gambaran penyakit yang khas disertai komplikasi hingga kematian$ Pada minggu pertama ditemukan gejala klinis penyakit yang serupa dengan penyakit infeksi akut lainnya seperti demam ,nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak di perut, batuk dan epistaksis$ Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu

yang meningkat dan sifatnya meningkat perlahan1lahan dan terutama pada sore hingga malam hari$ %alam minggu kedua gejala menjadi lebih jelas berupa demam ,bradikardia relati&e+ peningkatan suhu 1 8 tidak diikuti dengan peningkatan denyut nadi ' kali permenit / , lidah yang berselaput + kotor ditengah,tepid an ujung merah serta tremor /, hepatomegali, splenomegali, meteorismus, gangguan mental berupa somnolen, stupor,koma, delirium, atau psikosis$ 9oseolae jarang ditemukan pada orang Indonesia$

Pemeriksaan
1$ Pemeriksaan 9utin 6alaupun pada pemeriksaan darah perifer lengkap sering ditemukan leukopenia, dapat pula terjadi kadar leukosit normal atau leukositosis$ %apat ditemukan anemia ringan dan trombositopenia$ Pada pemeriksaan hitung jenis leukosit dapat terjadi aneosifilia maupun limfopenia$ :5% pada demam tifoid juga dapat meningkat$ S7;T dan S7PT seringkali meningkat$ !$ <ji 6idal <ntuk mendeteksi antibodi terhadap kuman S. typhi$ Maksud uji 6idal adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum penderita tersangka demam tifoid yaitu = a$ 2glutinin ; +dari tubuh kuman/ b$ 2glutinin > +flagela kuman/ c$ 2glutinin ?i +simpai kuman/ %ari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin ; dan > yang digunakan untuk diagnosis demam tifoid$ Pembentukan aglutinin mulai terjadi pada akhir minggu pertama demam, kemudian meningkat secara cepat dan mencapai pada minggu ke empat dan tetap tinggi selama beberapa tahun$ )$ <ji T<.5@A Merupakan uji semi1kuantitatif kolometrik yang cepat dan mudah dikerjakan$ <ji ini mendeteksi antibodi anti-S.typhi ;9 pada serum pasien, dengan cara menghambat ikatan antar IgM anti ;9 yang terkonjugasi pada partikel lateB yang ber-arna dengan lipopolisakarida S.Typhi yang terkonjugasi pada partikel magnetik lateB$ >asil positif uji TubeB ini menunjukan terdapat

infeksi Salmonella serogroup D -alau tidak secara spesifik menunjuk pada S$thypii$ Infeksi oleh S.paratyphi akan memberikan hasil negatif$ "$ <ji Typhidot <ji Typhidot mendeteksi antibodi IgM dan Ig7 yang terdapat pada membran luar Salmonella typhi$ >asil positif didapatkan !1) hari setelah infeksi dan dapat mengidentifikasi secara spesifik antibodi IgM dan Ig7 terhadap antigen S$typhii seberat # k%, yang terdapat pada strip nitroselulosa$ #$ <ji IgM %ipstick <ji ini secara khusus mendeteksi antibodi IgM spesifik terhadap S$typhi pada spesimen serum atau -hole blood$ ($ Kultur %arah >asil biakan darah yang positif memastikan demam tifoid, akan tetapi hasil negatif tidak menyingkirkan demam tifoid, karena mungkin disebabkan beberapa hal yaitu, 1/ Telah mendapat antibiotik , !/$ ?olume darah yang kuran, )/$ 9i-ayat &aksinansi$ "/$ Saat pengambilan darah setelah minggu pertama, saat1saat aglutinin semakin meningkat$ $

Diagnosa anding
%iagnosis banding dari demam typhoid yang memiliki gejala hampir sama yaitu leptospirosis, malaria, 8M?, limfoma, miliary T., hepatitis &irus, infeksi mononucleosis, tulanemia, brucellosis

Komplikasi
1$ Komplikasi Intestinal Perdarahan intestinal, perforasi usus$, pankreatitis, ileus paralitik !$ Komplikasi ektra1intestinal Komplikasi hematologi, miokarditis, pneumonia, pleuritis, perinefritis, hepatitis tifosa, miokaditis, manifesta neuropsikiatrikCtifoid toksik, artitris$

Pen!egahan Demam Tifoid Pre&entif dan Kontrol Penularan


Secara garis besar ada ) strategi pokok untuk memutuskan transmisi tifoid yaitu= 1$ Identifikasi dan eradikasi S$ Typhi pada pasien tifoid asimtomatik, karier, dan akut$ 8ara pelaksanaannya dengan pengelolaan sarana makanan1minuman baik tingkat rumah tangga, restoran, hotel sampai pabrik beserta distributornya$ !$ Pencegahan transmisi langsung dari penderita terinfeksi S$ Typhi akut maupun karier$ Kegiatan ini dilakukan di ruamh sakit, klinik maupun di rumah dan lingkungan sekitar orang yang telah diketahui pengidap kuman S$ Typhi )$ Proteksi pada orang yang beresiko tinggi tertular dan terinfeksi$ Sarana proteksi pada populasi ini dilakukan dengan cara &aksinasi tifoid di daerah endemik maupun hiperendemik$ Sasaran &aksinasi tergantung daerahnya endemis atau nonendemis, tingkat risiko tertularnya yaitu berdasarkan tingkat hubungan perorangan dan jumlah frekuensinya, serta golongan indi&idu beresiko, yaitu golongan imunokompromais maupun golongan rentan$

"aksinasi
?aksinasi tifoid belum dianjurkan secara rutin di <S2, demikian juga di daerah lain$ Indikasi &aksinasi adalah bila hendak mengunjungi daerah endemik, risiko terserang demam tifoid semakin tinggi untuk daerah berkembang$ ;rang yang terpapar dengan penderita karier tifoid, dan petugas laboratoriu keshetan$ ,enis &aksin =
Vaksin oral: -Ty21a (belum beredar di indonesia) Vaksin parenteral: -ViCPS, vaksin kapsul polisakarida