Anda di halaman 1dari 14

# Daftar Isi

Daftar Isi...................................................................................................................................... 1 Bab 1 Pendahuluan..................................................................................................................... 2 1.1Latar Belakang.................................................................................................................... 2 1.2Tujuan................................................................................................................................. 2 1.3Manfaat............................................................................................................................... 3 Bab 2 Dasar Teori........................................................................................................................ 3 2.1 Geodinamika...................................................................................................................... 3 2.2 Longsor dan Pen ebabn a.................................................................................................3 2.3 !ur"ei GP!......................................................................................................................... # 2.\$ Penentuan Ti%e Longsor Berdasarkan Pergerakann a......................................................& Bab 3 Pembahasan..................................................................................................................... ' 3.1 Lokasi !tudi........................................................................................................................ ' 3.2 Identifikasi Longsor ..........................................................................................................( Bab \$ )esim%ulan ..................................................................................................................... 13 Daftar Pustaka........................................................................................................................... 1\$

Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan
+ujuan dari makalah ini dibuat adalah , -. *ahasis%a mampu memahami jenis dan karakterisitik longsor .. *ahasis%a mampu memahami teknis penentuan jenis dan karakteristik longsor dengan metode G"S

1.3 Manfaat
*anfaat dari makalah ini dibuat adalah , -. *enambah %a%asan ilmiah mengenai fenomena longsor dan manajemennya untuk penulis dan pemba#a .. *emenuhi tugas perkuliahan Survei Geodinamika, +eknik Geomatika, I+S.

## Bab 2 Dasar Teori

2.1 Geodinamika
Survei Geodinamika adalah survei yang dilakukan untuk mengamati fenomena geodinamika. Geodinamika sendiri berarti fenomena pergerakan bumi yang terjadi akibat dari gaya yang berasal dari dalam bumi (endogen), Perkuliahan Geodinamika Pekan-1. Nantinya fenomena ini menyebabkan perubahan dari bentuk permukaan bumi. !dapun fenomena geodinamika yang disurvey adalah , a) "ergerakan /empeng +ektonik b) "ergerakan Sesar #) Sea 0loor Spreading d) \$eformasi e) /and Subsiden#e Kemudian selain itu dalam melakukan survey geodinamika terdapat aspek&aspek pengerjaan yang harus dilakukan yaitu , a) (aringan "emantau b) *etode dan teknik "engamatan #) Strategi dan *ekanisme "engamatan d) "engolahan data dan kontrol kualitas e) Interpretasi dan !nalisa 1asil

## 2.2 Longsor dan Pen ebabn a

+anah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material #ampuran tersebut, bergerak keba%ah atau keluar lereng. Ketika gaya gravitasi lebih besar dari resistensi lereng untuk bertahan, maka terjadilah longsor. Gaya penahan (resisting for#es) yang membantu mengontrol kestabilan lereng meliputi kekuatan (strength) dan kohesi (#ohession) material lereng, friksi antar butiran dan pendukung eksternal lereng lain. 0aktor&faktor kolektif ini disebut sebagai shear strength. )erla%anan dengan shear strength adalah gaya gravitasi. Gravitasi diberikan se#ara vertikal, namun memiliki komponen yang paralel terhadap lereng, dan inilah sesungguhnya yang membuat ketidakstabilan (lihat gambar.-). Sudut lereng yang besar memberikan komponen gravitasi yang bekerja menjadi lebih besar pula sehingga berbahaya dan dapat menyebabkan longsor. Sudut ke#uraman lereng yang mampu mengontrol dan meniadakan keruntuhan disebut
3

sebagai angle of repose. "ada sudut ini, gaya penahan mampu melakukan perla%anan terhadap gaya gravitasi. 2ntuk material yang tidak terkonsolidasi, angle of repose berkisar antara .3 4 5 674. 2ntuk lereng yang lebih #uram dari 674 biasanya pada batuan padat yang tidak mengalami pelapukan.

Gambar -. Kestabilan lereng sangat tergantung pada shear strength lereng yang meliputi kekuatan dan kohesivitas material lereng, friksi internal antarbutiran dan daya dukung eksternal lereng (*onroe 8 9i#ander, -::;)

Gambar .. "emotongan oleh erosi sungai. (!) pemototongan bagian dasar lereng akan meningkatnya sudut lereng. ()) menyebabkan kehilangan kestabilan lereng.

*

## 2.3 !ur"ei GP!

Global Positioning System (G"S) adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit. Nama formalnya adalah N!?S+!@ G"S ( Navigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System). G"S didesain untuk memberikan informasi posisi, ke#epatan, dan %aktu. "ada dasarnya G"S terdiri atas A segmen utama, yaitu, a) Segmen angkasa (space segment) +erdiri dari .6 satelit yang terbagi dalam B orbit dengan inklinasi 33C dengan ketinggian .7..77 km dan periode orbit -- jam 3D menit. b) Segmen sistem kontrol (control system segment) *empunyai tanggung ja%ab untuk memantau satelit G"S agar satelit dapat tetap berfungsi dengan tepat. *isalnya untuk sinkronisasi %aktu, prediksi orbit, dan monitoring EkesehatanF satelit. #) Segmen pemakai (user segment) Segmen pemakai merupakan pengguna, baik di darat, laut, maupun udara, yang menggunakan re#eiver G"S untuk mendapatkan sinyal G"S sehingga dapat menghitung posisi, ke#epatan, %aktu, dan parameter lainnya.

Gambar A. Segmen G"S (!bidin 1. G., .777) "ada dasarnya konsep penentuan posisi dengan G"S adalah reseksi (pengikatan ke belakang) dengan jarak, yaitu dengan pengukuran jarak se#ara simultan ke beberapa satelit G"S yang koordinatnya telah diketahui. "osisi yang diberikan oleh G"S adalah posisi A dimensi (H, y, > atauI, J, h) yang dinyatakan dalam datum 9GS (World Geodetic System) -:D6, sedangkan tinggi yang diperoleh adalah tinggi ellipsoid. Se#ara garis besar penentuan posisi G"S dibagi menjadi dua metode, yaitu,

a.) *etode absolut \$ikenal dengan point positioning, menentukan posisi hanya berdasarkan pada - pesa%at penerima saja. Ketelitian posisi dalam beberapa meter dan umumnya hanya digunakan untuk navigasi saja. b.) *etode diferensial Ketelitian posisi se#ara absolut yang hanya mengggunakan satu re#eiver G"S, dapat ditingkatkan dengan menggunakan penentuan posisi se#ara diferensial (relatif). "ada penentuan posisi diferensial posisi suatu titik ditentukan relative terhadap titik lainnya yang telah diketahui koordinatnya (titik referensi).

## 2.# Penentuan Ti\$e Longsor Berdasarkan Pergerakann a

\$alam memantau longsor, pengukuran geodetik dapat lebih murah, praktis dan mampu men#akup area yang lebih luas. +etapi pemanfaatan metode geodetik belum dikembangkan hingga mampu berperan untuk mengetahui perilaku material penyusun lereng atau karakteristik dari suatu fenomena longsor sehingga dapat memberikan kontribusi dalam rangka mitigasi ben#ana longsor. "erilaku material penyusun lereng dapat diketahui melalui status vektor perpindahan posisi titik pantau geodesi, ke#epatan dan per#epatan. !rah dan besar perpindahan titik pantau geodesi, ke#epatan dan per#epatan dapat dijadikan masukan bagi penentuan strategi mitigasi ben#ana longsor. Karakteristik longsor, yang dinyatakan melalui perilaku material penyusun lereng, dapat memberikan petunjuk tentang tipe longsor yang dimiliki sebuah lereng. )ila ditinjau dari tipe gerak lun#urnya, longsor dapat dibedakan menjadi longsor rotasionalK rotational slides dengan bentuk bidang gelin#ir sirkular dan longsor translasionalKtranslational slides dengan bentuk bidang gelin#ir planar. )erdasarkan jumlah bidang gelin#ir yang dimiliki oleh >ona longsor sebuah lereng maka tipe longsor dibedakan menjadi longsor dengan bidang gelin#ir tunggalKsingle slide dan longsor dengan bidang gelin#ir lebih dari satu. /ongsor dengan bidang gelin#ir lebih dari satu terbagi menjadi dua, yaitu longsor dengan bidang gelin#ir berurutKsuccessive slide dan longsor dengan bidang gelin#ir bersusunKmultiple slide (\$ikau @. dkk, -::B).Skempton dan 1ut#hinson (-:B:) mendefinisikan tipe lain yang disebut sebagai longsor retrogresifKretrogressive slide. (!bramson dkk, -::B).

&

Bab 3 Pembahasan
3.1 Lokasi !tudi

'

## Gambar 3. Sebaran +itik "antau G"S

Survei G"S yang dilakukan menggunakan metode statik differensial dengan alat re#eiver geodetik frekuensi ganda (dual fre<uen#y), lama survei berkisar antara 6&B jam dengan interval perekaman data per A7 detik dan sudut elevasi -3C sehingga terhindar dari multipathKsinyal pantulan (lihat tabel -). Survei G"S terhadap titik&titik pantau dilakukan se#ara periodik sebanyak 3 (lima) kala. Kala dilakukan tanggal .-&.. (anuari .77., yang merupakan musim penghujan pengukuran dilakukan terhadap -3 titik pantau dengan . titik referensi, kala . dilakukan tanggal 6&3 !pril .77. yang merupakan musim kemarau terhadap -3 titik pantau G"S yang diamati -3 buah, kala A dilakukan tanggal -7 *ei .77A, yang merupakan musim kemarau terhadap -. titik pantau (A titik pantau tidak diamati karena mempunyai obstruksi yang kurang bagus) dan - titik referensi, kala 6 dilakukan tanggal -6&-3 *ei .776, yang merupakan musim kemarau terhadap -. titik pantau,
(

dan terakhir kala 3 dilakukan tanggal A&6 (uli .773, yang merupakan musim kemarau terhadap -. buah dan - titik referensi.
+abel -. *etode "engamatan G"S yang dilakukan

"erpindahan posisi titik pantau terestris diperoleh dengan menghitung selisih dua koordinat dari dua kala yang berurutan sehingga dihasilkan vektor perpindahan posisi titik pantau dalam arah easting, northing dan beda tinggi, yang disebut sebagai model statik. d j O H(j-) P H(j.) QQQQQQQQQQQ(-) 2ntuk memperoleh nilai ke#epatan dan per#epatan perpindahan material lereng digunakan model kinematik yang diaplikasikan terhadap data survei G"S. *odel kinematik merupakan fungsi dari perpindahan posisi, ke#epatan dan per#epatan titik pantau. !pabila disajikan dalam bentuk persamaan, dapat dilihat pada persamaan berikut ini (Ral#inkaya dan )ayrak, .776) ,

a !i O a

aN!i O aN! ah!i O ah! ..............................................(A) \$ari hasil prediksi di atas, dihitung perpindahan posisi horisontal kumulatif untuk mengetahui titik pantau yang aktif. +itik pantau G"S yang aktif se#ara horisontal adalah G"S; dan G"--. +itik pantau G"-7 mengalami perpindahan posisi yang besar %alaupun hanya kala - dan ., dapat dilihat pada gambar 6. !da beberapa titik yang memiliki perubahan horisontal (easting dan
1+

northing) ke#il tetapi perubahan vertikal besar, seperti titik pantau G"S-, G"S., G"S6, G"S;, G"SD, G"S:, G"-7 dan G"-- (lihat gambar A dan gambar 6). +itik pantau G"S, yang memiliki perpindahan horisontal ke#il tetapi perpindahan vertikal besar adalah G"S-, G"S., G"S6, G"S3, G"SD dan G"S:, dapat diasumsikan sebagai posisi s#arp atau a%al retakan longsor, dapat dilihat pada gambar 3. "ada perpindahan posisi se#ara vertikal terdapat nilai negatif dan positif dimana negatif menandakan lokasi titik pantau yang bersangkutan mengalami penurunanKambles dan positif mengalami kenaikanKtonjolan. \$alam %aktu yang lama, tonjolan&tonjolan yang terbentuk akan mengalami pelapukan dan akan dihasilkan permukaan bergelombang yang tidak beraturan atau berbukit (\$ikau, -::B).

## Gambar ;. "erpindahan ?ertikal Kumulatif +itik "antau G"S

11

Gejala umum yang terdapat pada suatu >ona longsor dengan satu bidang gelin#ir adalah pada bagian atas perpindahan vertikal negatif lebih dominan dibandingkan perpindahan horisontal, pada bagian tengah perpindahan vertikal besarnya hamper sama dengan perpindahan horisontal dan pada bagian ba%ah perpindahan vertikal positif lebih dominan dibandingkan perpindahan horisontal. Keadaan ini dapat dijadikan sebagai a#uan perkiraan a%al bah%a se#ara umum, >ona longsor 'iloto memiliki tipe longsor rotasional dan memiliki beberapa unit longsor minor. !pabila profil vertikal lereng >ona longsor dengan posisi s#arp pada titik pantau G"S-, G"S., G"S6, G"S3, G"SD dan G"S: maka dapat diestimasi bah%a lereng >ona longsor 'iloto memiliki satu bidang gelin#ir major dan empat bidang gelin#ir minor, lihat gambar D.

## Gambar D. "osisi Scarp pada "enampang ?ertikal +itik "antai

Gona longsor 'iloto terjadi pada lereng, yang memiliki jenis material batuan sedimen (breksi, lempung, lanau, pasir) di bagian ba%ah dan batuan volkanik di bagian atas akan mempunyai potensi besar untuk mengalami longsor. !danya infiltrasi air dari permukaan atau rembesan air ke dalam tanah membuat susunan material tersebut mudah menjadi bidang gelin#ir (\$ikau, -::B). (enis material longsor di 'iloto dikategorikan sebagai kerakal #ampuran atau debris.

12

Bab # %esim\$ulan
)erdasarkan hasil studi pengamatan karakterisitik penyebab tanah longsor pada ka%asan 'iloto, "un#ak, (a%a )arat dengan metode pengamatan G"S geodeti#, didapatkan bah%a longsor yang terjadi disana lebih diakibatkan karena perpindahan pada sumbu verti#al. Ini artinya se#ara umum tipe longsornya adalah rotational. Kemudian jika dilihat dari posisi geografis dan hodrologisnya, ka%asan 'iloto, "un#ak, (a%a )arat ini terletak pada ka%asan dimana aliran air tanah dari daerah yang lebih tinggi itu mengalir. !rtinya 'iloto berada pada >ona lintasan air tanah sehingga menyebabkan kondisi pori tanah bersifat lembab dan mudah sekali mengalami longsor. +ipe longsor yang disebabkan oleh fa#tor air ini disebut dengan "ebris #lo\$.

13

Daftar Pustaka
http,KKpoetrafi#.%ordpress.#omK.7-7K7DK.AKfaktor&penyebab&longsorK (\$iakses pada tanggal .6& *aret&.7-6 pukul .7.77 9I)) %era S.& dkk. "emanfaatan *etode Geodetik 2ntuk Identifikasi Karakteristik \$an +ipe /ongsor."ekan Ilmiah +ahunan III. Surabaya. .77B

1\$

### Dapatkan aplikasi gratis kami

Hak cipta © 2022 Scribd Inc.

### Dapatkan aplikasi gratis kami

Hak cipta © 2022 Scribd Inc.