Anda di halaman 1dari 95
BiodiversitasBiodiversitas dandan KonservasiKonservasi Milik UI - Hanya untuk digunakan 1 1 di kalangan Universitas
BiodiversitasBiodiversitas dandan KonservasiKonservasi
Milik UI - Hanya untuk digunakan 1 1
di kalangan Universitas Indonesia

Tinjauan khusus:

Biodiversitas dan Konservasi di Indonesia

TOPIK HARI INI

• Definisi biodiversitas

• Komponen Biodiversitas

• Pola dan Proses biodiversitas

• Manfaat Biodiversitas

• Biodiversitas Indonesia

• Ancaman bagi Biodiversitas

• Pertumbuhan populasi manusia

• Kepunahan

• Perubahan Iklim

• Definisi konservasi

• Sains dan Kebijakan

• Pembangunan berkelanjutan

Mengapa kita mempelajari biodiversitas dan konservasi?

• Apa yang dimaksud dengan biodiversitas?

• Bagaimana kita mengelompokkan biodiversitas?

• Mengapa biodiversitas itu penting?

• Apa manfaat biodiversitas bagi kita?

• Apa yang dimaksud dengan krisis biodiversitas?

• Bagaimana melindungi biodiversitas?

Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati)

Definisi:

Keanekaragaman makhluk hidup dan kehidupan dengan berbagai variasi gen, bentuk, fisiologis, perilaku, hingga variasi interaksi diantara makhluk dengan makhluk hidup lainnya dan dengan lingkungannya yang membentuk berbagai ekosistem dan landscape.

4

Komponen Biodiversitas

Keanekaragaman hayati terdiri dari 3 komponen utama:

– Keanekaragaman

genetik

– Keanekaragaman

spesies

– Keanekaragaman

ekosistem

Genetic diversity in a vole population Species diversity in a coastal redwood ecosystem Community and
Genetic diversity in a vole population
Species diversity in a coastal redwood ecosystem
Community and ecosystem diversity
across the landscape of an entire region

Pola dan proses biodiversitas

• Berapa besar biodiversitas di dunia?

• Apakah biodiversitas di setiap negara sama?

• Bagaimana proses terbentuk biodiversitas?

Bagaimana mempelajari biodiversitas?

Bagaimana mempelajari biodiversitas? Keanekaragaman jenis makhluk hidup dikelompokan secara sistematik dalam
Bagaimana mempelajari biodiversitas? Keanekaragaman jenis makhluk hidup dikelompokan secara sistematik dalam
Keanekaragaman jenis makhluk hidup dikelompokan secara sistematik dalam takson-takson berdasarkan persamaan dan perbedaan
Keanekaragaman jenis makhluk hidup dikelompokan secara sistematik dalam
takson-takson berdasarkan persamaan dan perbedaan bentuk, fisiologis,
maupun genetik yang menunjukkan hubungan kekerabatan dalam proses
evolusi
7

Berapa jumlah jenis makhluk hidup?

8
8

Distribusi Biodiversitas

• Biodiversitas ditemukan di seluruh dunia

• Setiap benua memiliki keunikan habitat dan bentuk kehidupan

• Biodiversitas tertinggi ditemukan di daerah tropis

habitat dan bentuk kehidupan • Biodiversitas tertinggi ditemukan di daerah tropis Sumber:http://www.bgc-jena.mpg.de 9

Sumber:http://www.bgc-jena.mpg.de

Proses biodiversitas

Keunikan dan keanekaragaman hayati di suatu daerah dipengaruhi oleh:

- Keadaan iklim

- Bentuk pulau

- Proses spesiasi

- Sejarah geologi - Unit biogeografi - Evolusi

Mengapa Keanekaragaman Hayati Penting?

11
11

Manfaat:

• Sebagai bahan makanan

• Sebagai bahan membangun rumah dan perkakas

• Sebagai bahan obat-obatan

• Sebagai sumber devisa

• Jasa lingkungan (penyedia air bersih oksigen pencegah banjir dll)

• Sumber inspirasi/spiritual/kebudayaan

• Rekreasi/Olahraga/Wisata

• Riset & Ilmu pengetahuan

• Fungsi lainnya

,

,

12
12

Biodiversity, ecosystem service and human welfare

Budaya: • Estetika • Spiritual • Edukasi • Rekreasi • dll 13
Budaya:
• Estetika
• Spiritual
• Edukasi
• Rekreasi
• dll
13

Nilai Biodiversitas

• Nilai penting yang terlihat (Direct Value)

– Medicinal Value

– Agricultural Value

Pertanian, kontrol hama penyakit secara biologi, polinator

– Nilai Pemanfaatan Konsumtif :

kayu, terpentin

– Rekreasi dan Ekoturisme

• Nilai penting yang tidak terlihat (Indirect Value)

– Siklus Biogeokimia

– Daur sampah dan limbah

– Menyediakan air bersih

– Mencegah erosi tanah

– Regulasi iklim

Direct Value (of Wildlife)

Direct Value (of Wildlife) Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 15
Direct Value (of Wildlife) Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 15
Direct Value (of Wildlife) Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 15
Direct Value (of Wildlife) Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 15

Indirect Value (of ecosystem)

Indirect Value (of ecosystem) Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 16

Jasa lingkungan

Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat jaringan pipa air minum dan instalasi pengolahan air bersih untuk penduduk --- jika fungsi hutan di Gn. Gede Pangrango sebagai kawasan penyerapan air hilang???

17
17

Tabel nilai manfaat biodiversitas

Tabel nilai manfaat biodiversitas Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 18

KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA

10 % dari tumbuhan berbunga di dunia,

15 % jumlah serangga di dunia

25% jumlah ikan di dunia

16% jumlah amfibia di dunia

17 % jumlah burung di dunia

12% mamalia didunia

19
19

Satwa khas Indonesia

20
20
The Coral Triangle – reef corals 21
The Coral Triangle – reef corals
21

Biogeografi

Keunikan dan tingginya keanekaragaman hayati Indonesia tidak terlepas dari latar belakang iklim, sejarah dan geologi, unit biogeografi, proses spesiasi, bentuk pulau dan jumlah ekosistem

Fakta

• Mengapa tidak terdapat kangguru di hutan-hutan Pulau Jawa?

• Mengapa tidak terdapat gajah dan badak di Papua?

• Mengapa flora fauna berbagai wilayah di bumi memiliki ciri yang khas?

• Mengapa dapat terbentuk wilayah biogeografi yang berbeda-beda?

Sejarah Bumi

• Letak daratan dan lautan

• Utk dapat memahami peristiwa perubahan

berubahdaratan dan lautan • Utk dapat memahami peristiwa perubahan tersebut struktur planet bumi Kerak bumi Mantel

tersebut

dan lautan • Utk dapat memahami peristiwa perubahan berubah tersebut struktur planet bumi Kerak bumi Mantel

struktur planet bumi

Kerak bumi Mantel bumi inti

Struktur Bumi • The Earth is made of many different and distinct layers. The deeper
Struktur Bumi • The Earth is made of many different and distinct layers. The deeper
Struktur Bumi
Struktur Bumi

• The Earth is made of many different and distinct layers. The deeper layers are composed of heavier materials; they are hotter, denser and under much greater pressure than the outer layers.

Core: The Earth has a iron-nickel core that is about 2,100 miles in radius. The inner core may have a temperature up to about 13,000°F (7,200°C = 7,500 K), which is hot ter than the surface of the Sun. The inner core (which has a radius of about 750 miles (1,228 km) is solid. The outer core is in a liquid state and is about 1,400 miles (2,260 km) thick.

Mantle: Under the crust is the rocky mantle, which is composed of silicon, oxygen, magnesium, iron, aluminum, and calcium. The upper mantle is rigid and is part of the lithosphere (together with the crust). The lower mantle flows slowly, at a rate of a few centimeters per year. The asthenosphere is a part of the upper mantle that exhibits plastic properties. It is located below the lithosphere (the crust and upper mantle), between about 100 and 250 kilometers deep.

Sejarah Bumi

Plate Tectonics ↓ Continental Drift ↓ Pembentukan Benua ↓ Penyebaran Flora & Fauna
Plate Tectonics
Continental Drift
Pembentukan Benua
Penyebaran Flora & Fauna

Sejarah Bumi

• Pangea (all earth)

• Dikemukakan oleh Alfred Wegener (1914) dalam bukunya yang berjudul The Origin of Continents and Oceans.

• Pangea adalah sebuah super kontinen yang telah ada sebelum 200 juta tahun yang lalu

• Pangea terpecah menjadi daratan-daratan yang lebih kecil dan terus bergerak seiring dengan berjalannya waktu

• Seiring dengan pergerakan lempeng-lempeng daratan flora dan fauna terdistribusi dan beradaptasi dengan iklim daratan yang berbeda-beda sesuai dengan posisinya saat ini

EARTHEARTHEARTHEARTH Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 28
EARTHEARTHEARTHEARTH
EARTHEARTHEARTHEARTH
EARTHEARTHEARTHEARTH Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 28

Plate Tectonics

Plate Tectonics Lithosphere → rigid, consists of 20 segments called plates Milik UI - Hanya untuk
Lithosphere → rigid, consists of 20 segments called plates
Lithosphere → rigid, consists of 20 segments
called plates

Pergerakan lempeng benua (film)

Plate tectonics is the study of the lithosphere, the outer portion of the earth consisting of the crust and part of the upper mantle. The lithosphere is divided into about a dozen large plates which move and interact with one another to create earthquakes, mountain ranges, volcanic activity, ocean trenches and many other features. Continents and ocean basis are moved and changed in shape as a result of these plate movements.

COBA SAUDARA LIHAT DI http://www.ucmp.berkeley.edu/geology/tectonics.html

http://education.sdsc.edu/optiputer/flash/pangea_4.htm

Proses Plate Tectonics

Proses Plate Tectonics Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 31

Fosil dari berbagai lempeng benua

Fosil dari berbagai lempeng benua Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 32

Fosil Mesosaurus

Fosil Mesosaurus Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 33 33

Tinjauan khusus:

Biogeografi Indonesia

Kawasan Wallacea
Kawasan Wallacea

Keragaman hayati Indonesia

• Wilayah biogeografi Indonesia terdiri Paparan Sunda, Paparan Sahul, dan Kawasan Wallacea (Sulawesi, Maluku, dan kawasan Nusa Tenggara)

• Paparan Sunda pernah bergabung dengan Laurasia sedangkan Paparan Sahul dulunya adalah bagian dari Gondwana. Kawasan Wallacea berasal dari beberapa kepingan daratan yang berbeda

• Sejarah biogeografi Indonesia menyebabkan keragaman hayati yang tinggi

36

36

Kawasan Wallacea

Kawasan Wallacea Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 37

Keunikan Sulawesi

Keunikan Sulawesi Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 38
Keunikan Sulawesi Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 38

Fauna endemik sulawesi

Fauna endemik sulawesi Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 39
Fauna endemik sulawesi Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 39

Endemisitas

• Endemisme adalah suatu keadaan menjadi unik di suatu tempat, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor fisik, iklim dan biologi.

• Spesies yang Endemik secara alami tidak akan ditemukan di tempat lain

• Habitat spesies endemik biasanya berupa unit geografi yang terisolasi seperti pulau, tipe habitat tertentu, negara atau area lain yang unik.

Fauna Endemik Kawasan Wallacea

Mamalia Kawasan Wallacea 223 (126 endemik). Contoh babirusa, anoa, kera macaca, tarsius

Burung Kawasan Wallacea 650 (265 endemik). Contoh maleo, rangkong

Reptil & ampibi Kawasan Wallacea 222 (99 endemik). Contoh buaya indopasifik, komodo, ular buta

Ikan Kawasan Wallacea 310 (75 endemik). Contoh Telmatherinid

Kupu-kupu Kawasan Wallacea 82 (44 endemik)

Adaptasi & Endemisitas

• Adaptasi dan endemisitas berhubungan dengan distribusi suatu organisme. Distribusi dipengaruhi oleh kemampuan individu dan faktor lingkungan.

• Penyebaran burung dari P. Jawa diketahui hanya sampai ke P. Bali tapi tidak pernah mencapai P. Lombok. Hal tersebut karena kemampuan burung untuk terbang terbatas.

• Berbeda dengan burung yang distribusinya dibatasi oleh kemampuan terbang, distribusi komodo justru dibatasi oleh faktor lingkungan. Komodo adalah perenang yang tangguh. Meskipun demikian ia tidak dapat pindah ke pulau-pulau sekitarnya karena arus laut yang kuat membatasi distribusinya.

Fauna endemik di Kawasan Wallacea

Fauna endemik di Kawasan Wallacea Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 43
Fauna endemik di Kawasan Wallacea Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 43

Krisis biodiversitas

• Kepunahan merupakan proses alami

• Sejak jaman Cambrian, telah tercatat 5 kali kepunahan massal makhluk hidup.

• Abad 20 merupakan awal kepunahan massal ke-6, yang sebagian besar, langsung atau tidak langsung, disebabkan oleh manusia.

• Laju kepunahan species secara global saat ini sangat luar biasa (1000 kali lebih cepat) dan dikenal sebagai kepunahan global ke enam (the Sixth Global Extinction)

Populasi manusia dan kepunahan spesies

Peningkatan populasi manusia yang diikuti peningkatan kebutuhan sumber daya hayati dan lahan untuk pemukiman, pertanian, dan industri merupakan faktor utama laju kepunahan spesies saat ini

daya hayati dan lahan untuk pemukiman, pertanian, dan industri merupakan faktor utama laju kepunahan spesies saat
Sumber: Millenneum Ecosystem Services 46

Sumber: Millenneum Ecosystem Services

Species extinction rates increase 47

Species extinction rates increase

47
47
48
48
Habitat Climate Invasive Over Polution Change Change Species Exploitation Boreal Forest Temperate Tropic
Habitat
Climate
Invasive
Over
Polution
Change
Change
Species
Exploitation
Boreal
Forest Temperate
Tropic
Tropical grassland
Dryland
Mediteranian
Tropical grassland
and savana
Desert
Inland water
Coastal
Marine
Island
Mountains
Polar
Driver’s impact on biodiversity
in the last century
Current trend
Decreasing
Low
Confining
Moderate
Increasing
High
Very high
Rapid increasing
49

Dampak peningkatan populasi manusia terhadap lingkungan dan biodiversitas

Dampak peningkatan populasi manusia terhadap lingkungan dan biodiversitas 50 Photo: rgblogcast planetgreen.discovery.com

50

Photo: rgblogcast

planetgreen.discovery.com

Ancaman terhadap biodiversitas • Degradasi dan kehilangan habitat (hutan) • Fragmentasi habitat • Eksploitasi

Ancaman terhadap biodiversitas

Ancaman terhadap biodiversitas • Degradasi dan kehilangan habitat (hutan) • Fragmentasi habitat • Eksploitasi

Degradasi dan kehilangan habitat (hutan)

Fragmentasi habitat

Eksploitasi berlebih

Invasi spesies asing

Hama dan penyakit

Perubahan iklim global

habitat • Eksploitasi berlebih • Invasi spesies asing • Hama dan penyakit • Perubahan iklim global

Dampak fragmentasi terhadap biodiversitas

Dampak fragmentasi terhadap biodiversitas 52

Kerusakan habitat

Efek tepi (edge effect)

Kerusakan habitat Efek tepi (edge effect) Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia

Kerusakan habitat

Efek tepi (edge effect)
Efek tepi (edge effect)

Kepunahan

Kepunahan Beberapa hewan telah punah dapat saudara lihat di: news.bbc.co.uk Milik UI - Hanya untuk digunakan

Beberapa hewan telah punah dapat saudara lihat di: news.bbc.co.uk

Kehilangan biodiversitas merupakan proses yang irreversible

• Setiap spesies merupakan suatu ‘produk unik’ dari proses evolusi

• Butuh waktu jutaan tahun evolusi untuk membentuk keanekaragaman hayati baru dari masa kepunahan massal

• Keanekaragaman hayati yang muncul akan berbeda dengan yang sudah punah

• Kehilangan biodiversitas merupakan kerugian besar bagi manusia karena manusia kehilangan sumber daya untuk bertahan hidup

56
56

Extinction Vortex

Extinction Vortex Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 57
58
58

Ancaman terhadap Biodiversitas

– Kehilangan habitat akibat deforestasi, perubahan habitat, dan fragmentasi

– Perburuan dan pemanenan berlebih

• Harimau

• Paus

• Hiu

• Penyu

• Burung Dodo

– Polusi

– Spesies asing

– Perubahan iklim

Sumber: http://legalplanet.files.wordpress.com 59 http://www.whalenation.org/images/whaling.jpg
Sumber: http://legalplanet.files.wordpress.com
59
http://www.whalenation.org/images/whaling.jpg
The Dodo, shown here in a 1651 illustration by Jan Savery, is an often-cited example

The Dodo, shown here in a 1651 illustration by Jan Savery, is an often-cited example of modern extinction

Kepunahan adalah akhir dari suatu spesies atau kelompok taxa

Suatu spesies dikatakan punah jika tidak ada lagi individu anggota spesies tersebut di alam.

Suatu spesies dapat dikatakan punah secara fungsional ketika individu- individu yang survive di alam adalah individu-individu yang tidak mampu bereproduksi disebabkan cacat reproduksi, sudah terlalu tua, distribusinya sangat terfragmentasi, atau sebab-sebab lainnya.

Hutan tersisa dan deforestasi di Indonesia

Remaining Forest

Deforestation

2.5% 0 8% . 2.47% 0.89% 1.87% 1.01% 0.75%
2.5%
0 8%
.
2.47%
0.89%
1.87%
1.01%
0.75%

(Million Hektars)

0 8% . 2.47% 0.89% 1.87% 1.01% 0.75% (Million Hektars) Perkiraan laju deforestasi mencapai 2,8 juta

Perkiraan laju deforestasi mencapai 2,8 juta Ha/tahun

61

SekitarSekitar 50005000 lapanganlapangan bolabola perper tahun……tahun……

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada periode 1986-1998, laju kerusakan hutan sekitar 5552 hektar per tahun. Atau sekitar 5000 lapangan bola per tahun……

periode 1986-1998, laju kerusakan hutan sekitar 5552 hektar per tahun. Atau sekitar 5000 lapangan bola per
62
62
63 6363
63 6363

Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia

Eksploitasi berlebihan

Eksploitasi berlebihan P e n g g u n a a n j a r i

Penggunaan jaring pukat harimau

Kerusakan dasaran laut dan terumbu karang akibat penggunaan pukat harimau

Introduksi spesies asing

Invasi tanaman introduksi
Invasi tanaman introduksi

Efek multi target dari introduksi hewan

Polusi dan pemanasan global

Polusi dan pemanasan global Coral Bleaching Milik UI - Hanya untuk digunakan66 di kalangan Universitas Indonesia

Coral Bleaching

Milik UI - Hanya untuk digunakan66 di kalangan Universitas Indonesia

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Kadar Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer menyebabkan panas dari
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Kadar Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer menyebabkan panas dari radiasi
matahari terjebak di dalam atsmofer sehingga suhu bumi semakin meningkat
Dampak alami Gas Rumah Kaca
Sebagian energi
dipantulkan kembali
ke ruang angkasa
Sebagian energi
matahari
diteruskan oleh
atmosfir ke
permukaan bumi
GRK menjebak sebagian
energi matahari untuk
menghangatkan bumi
GRK
Bumi menjadi hangat karena sebagian panas
matahari diteruskan ke permukaan bumi
sedangkan sebagian lagi dipantulkan dan
dilepaskan kembali keangkasa
67
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Pelepasan gas karbon dari industri, kebakaran hutan, dan emisi buangan
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Pelepasan gas karbon dari industri, kebakaran hutan, dan emisi buangan
kendaraan bermotor merupakan penyebab meningkatnya kadar GRK di atmosfir
Radiasi infra merah
(panas) yang lepas
ke luar angkasa
semakin sedikit
Kadar GRK yang tinggi
di atmosfir menjebak
panas di dalam atmosfir
sehingga suhu bumi
menin kat
g
GRK
GRK
GRK
GRK
68
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Perubahan iklim berdampak pada biodiversitas dan secara langsung maupun tidak
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Perubahan iklim berdampak pada biodiversitas dan secara
langsung maupun tidak langsung pada kehidupan manusia
69
Dampak perubahan iklim pada kehidupan dan kesejahteraan manusia • Ekosistem kehilangan fungsi ekologisnya dan
Dampak perubahan iklim pada
kehidupan dan kesejahteraan
manusia
• Ekosistem kehilangan fungsi ekologisnya dan
menjadi labil sehingga manusia menjadi rentan
terhadap bencana alam seperti longsor, banjir
dan angin topan
• Sebaran penyakit menular semakin
meningkat. Peningkatan suhu dan perubahan
habitat berpotensi mendukung penyebaran
hewan vektor (terutama serangga) penyakit
menular
• Pemukiman penduduk di daerah pesisir
sangat rentan terhadap kenaikan permukaan
air laut
• Produktivitas pertanian dan perkebunan
menurun drastis sehingga terjadi krisis pangan
70
• Krisis air bersih
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Dua strategi kunci menghadapi perubahan iklim • Mitigasi = mengurangi
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Dua strategi kunci menghadapi perubahan
iklim
• Mitigasi = mengurangi laju perubahan iklim
dengan cara mengurangi emisi GRK
DAN
• Adaptasi = membantu alam dan komunitas
manusia beradaptasi terhadap perubahan iklim
yang sudah terjadi
71
• Mitigasi di bidang pertanian dan kehutanan: Mengurangi emisi GRK melalui: Peningkatan penyerapan gas CO2
• Mitigasi di bidang pertanian dan kehutanan:
Mengurangi emisi GRK melalui:
Peningkatan penyerapan
gas CO2 melalui:

72

Sumber: Conservation International

Apa yang dapat kita lakukan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim Adaptasi manusia: • Air: meningkatkan
Apa yang dapat kita lakukan untuk beradaptasi dengan
perubahan iklim
Adaptasi manusia:
• Air: meningkatkan penyerapan air tanah dengan membangun
situ, biopori dan sumur resapan hingga efisiensi penggunaan air
• Pertanian: diversifikasi dan intensifikasi daripada
ekstensifikasi, menyesuaikan perubahan jadwal tanam dan
panen, memperbaiki sistem irigasi
• Pemukiman: relokasi pemukiman rawan tenggelam akibat
peningkatan permukaan air laut, membangun tanggul
pembatas, mengelola lahan basah dan mangrove sebagai
daerah penyangga dll.
• Kesehatan: memperbaiki sanitasi, meningkatkan kesiapan
penanganan dan penanggulangan penyakit menular
•Transportasi: merelokasi jalan yang berada di pesisir, inovasi
kendaraan hemat energi dan bahan bakar biofuel
73

Adaptasi Ekosistem: mengkonservasi seluruh ekosistem, menghindari fragmentasi habitat, membangun koridor hijau, mengurangi tekanan perburuan

Sumber: Conservation International

Contoh bagaimana hubungan biodiversitas, perubahan iklim dan manusia

hubungan biodiversitas, perubahan iklim dan manusia Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas

AdaptationAdaptasi

75
75

Sumber: Conservation International

Biologi Konservasi

to conserve biodiversity and promote its sustainable use

Istilah keanekaragaman hayati dan konservasi mulai mengemuka di kongres keanekaragaman hayati PBB (United Nations Convention on Biodiversity) atau Rio Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil pada tahun 1992.

Biologi konservasi merupakan ilmu yang menjembatani ilmu-ilmu dasar dan ilmu aplikasi

ilmu yang menjembatani ilmu-ilmu dasar dan ilmu aplikasi Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan

Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia

77

BIOLOGI KONSERVASI
BIOLOGI KONSERVASI
BIOLOGI KONSERVASI Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia 78

Kategori konservasi spesies

Extinct (Punah): spesies (dan taksa lain) yg tdk ditemukan lagi di alam

Endangered (Genting): spesies yg mempunyai kemungkinan tinggi utk punah dlm waktu dekat

Vulnerable (Rentan): spesies yg genting dlm waktu

dekat krn

menyusut

o ulasin a menurun dan sebarann a

p

p

y

y

Rare (Langka): spesies yg mempunyai jumlah individu sedikit

Insufficiently known (Belum cukup dikenal): spesies yg mungkin utk dimasukkan ke salah satu kategori konservasi tp tdk cukup banyak diketahui informasinya

Melindungi Biodiversitas

Melindungi Biodiversitas Sumber: Conservation International 2005 80 • Biodiversity “hotspots”, melindungi kawasan

Sumber: Conservation International 2005

80

• Biodiversity “hotspots”, melindungi kawasan yang kaya akan biodiversitas

Melindungi Biodiveritas

• Biogeografi Kepulauan

– Setiap kawasan dapat dianggap sebagai pulau

– Fragmentasi membuat habitat terpecah menjadi fragmen atau pulau-pulau kecil. Setiap fragmen memiliki jumlah spesies yang lebih sedikit

– Konektivitas antar kawasan konservasi dapat dihubungkan dengan koridor hijau

jumlah spesies yang lebih sedikit – Konektivitas antar kawasan konservasi dapat dihubungkan dengan koridor hijau 81
Perdagangan karbon dalam skema REDD (Reduction of Emission from Deforestation and forest Degradation) selain
Perdagangan karbon dalam skema REDD (Reduction of
Emission from Deforestation and forest Degradation) selain
menguntungkan secara ekonomi terutama bagi negara-negara
berkembang di daerah tropis juga sekaligus menguntungkan
dalam hal melindungi biodiversitas
82

Melindungi biodiversitas

• Bagaimana kita melindungi biodiveritas?

– Hentikan praktik perburuan dan pemanenan berlebih

• Pemanfaatan berkelanjutan

• Penegakan hukum

– Membentuk kawasan konservasi

– Melindungi habitat dan populasi spesies terancam punah

Membentuk kawasan konservasi – Melindungi habitat dan populasi spesies terancam punah Sumber: http://rlv.zcache.com 83

Sumber: http://rlv.zcache.com

Melindungi Biodiveritas

• Bagaimana kita melindungi spesies terancam punah?

Endangered Species Act (1973)

– Membuat daftar spesies terancam punah

– Membatasi pembangunan yang merusak habitat

– Program rehabilitasi, relokasi, penangkaran, pelepasliaran

• Program pelepasliaran dapat membantu peningkatan populasi liar

pelepasliaran • Program pelepasliaran dapat membantu peningkatan populasi liar 84 Sumber: http://jgcowajawa.blogspot.com

84

Sumber: http://jgcowajawa.blogspot.com

Melindungi biodiversitas

• Kawasan konservasi

– Seberapa besar kawasan konservasi yang diperlukan?

– Dimana?

– Berapa banyak?

– Besar atau kecil?

Siapa dan Apa yang dipertahankan?

Siapa dan Apa yang dipertahankan? Ada tiga kriteria yang dipertimbangkan untuk menentukan status konservasi: 1. Kekhasan

Ada tiga kriteria yang dipertimbangkan untuk menentukan status konservasi:

1. Kekhasan suatu wilayah

2. Keterancaman dan endemisme

3. Kegunaan

UsahaUsaha KonservasiKonservasi KomodoKomodo

Komodo hanya ditemukan di Pulau Komodo dan beberapa pulau- pulau kecil di sekitarnya. Komodo perenang yang baik dan diketahui mampu berburu ikan dan burung di perairan pantai. Ancaman utama komodo adalah perburuan ilegal dan kehilangan habitat. Beberapa aksi konservasi untuk melindungi Komodo: Regulasi Perdagangan dan Perlindungan Habitat dan Populasi, serta upaya Ekowisata.

Menurut anda peningkatan ekowisata di Pulau Komodo berdampak positif atau negatif bagi kelestarian Komodo? Kira-kira apa dampak negatif ekowisata terhadap populasi dan habitat Komodo?

• Salah satu contoh kegiatan yang menerapkan ilmu biologi konservasi adalah:

– kegiatan-kegiatan reintroduksi hewan penangkaran di hutan Kalimantan

– Kegiatan rehabilitasi owa jawa yang terancam punah di Pusat Rehabilitasi Owa Jawa (Javan Gibbon Center) di Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

– penentuan luas suatu kawasan suaka

Usaha-usaha Konservasi

– Kampanye global seperti Tahun 2008 sebagai Tahun Kodokuntuk melestarikan kodok endemik

– Menutup tempat penjualan produk hewan dilindungi

– Menggunakan tradisi kearifan lokal dalam kegiatan sehari- hari

Membuat suatu zona kawasan konservasi

89 89
89 89

Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia

Jenis kawasan yang dilindingi beserta kriterianya dapat dijabarkan sebagai berikut:

90 90
90 90

Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas Indonesia

Manusia bagian dari ekosistem

Paham anthropogenik seringkali menyesatkan karena membuat manusia menjadi selfish dengan beranggapan segala sesuatu yang ada di bumi ini diperuntukkan bagi manusia saja, padahal sebenarnya manusia adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem

manusia adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem Milik UI - Hanya untuk digunakan di kalangan Universitas

Peranan manusia dalam pengelolaan sumber daya hayati dan menghadapi perubahan iklim

1. Pengelolaan kawasan yang dilindungi

2. Penyusunan Undang-undang Lingkungan Hidup

3. Membuat penilaian (valuasi) ekonomi terhadap potensi suatu kawasan konservasi

4. Perencanaan pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan berkelanjutan

5. Implementasi program Man and Biosfir dari UNESCO (lihat

http://www.georgewright.org/mab.html)

6. Membuat konsensus internasional (dari Protokol Kyoto hingga COP 15 Copenhagen Summit 2009

(http://en.wikipedia.org/wiki/2009_United_Nations_Climate_Change_Conference)

International Year of Biodiversity

PBB mengproklamirkan tahun 2010 sebagai International Year of Biodiversity, dan semua orang di seluruh dunia bekerja bersama-sama melindungi alam dengan kekayaan hayati yang tidak tergantikan ini dan mengurangi laju kehilangan biodiversitas.

International Year of Biodiversity memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk meningkatkan pemahaman akan peranan penting biodiversitas dalam mendukung kehidupan di muka bumi, dan bagaimana menghentikan kehilangan biodiversitas.

Momen ini sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia di masa kini maupun di masa yang akan datang

http://www.cbd.int/2010/welcome/

93

Daftar Acuan

• Jeffries, M.J. 1997. Biodiversity and conservation. Redwood Books, Great Britain: xiv + 208 hlm.

• Indrawan.M., R.B. Primack & J. Supriatna. 2007. Biologi Konservasi. Ed.Rev. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta: xvii + 625 hlm.

Conservation Internationss Diversity Hotspots:

http://www.biodiversityhotspots.org/xp/Hotspots

The World Conservation Union's "Red List" of threatened species:

http://www.redlist.org/

• The American Museum of Natural History's biodiversity site:

http://www.amnh.org/nationalcenter/it_takes_all_kinds/index.html

• http://evolution.berkeley.edu/evosite/history/historyslice3.shtml

• Global Forest Watch http://www.globalforestwatch.org/english/indonesia/forests.html

Links

Link:s:

http://www.globalissues.org/issue/169/biod

iversity

http://www.cbd.int

http://plato.stanford.edu/entries/biodiversit

y/