Anda di halaman 1dari 13

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dalam tubuh manusia, sukar disembuhkan dan bersifat fatal. Secara global angka kejadian kanker 520 % dan sebagai penyebab kematian utama termasuk stroke dan penyakit jantung. Pengobatan kanker memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga keluarga maupun pemerintah sangat berat memikul beban tersebut. Penyebab terjadinya kanker belum diketahui pasti, namun yang pasti adanya faktor genetik dan dicetuskan oleh faktor lingkungan. Banyak faktor lingkungan yang di duga kuat sebagai faktor pencetus kanker seperti rokok, alkohol, radiasi, bahan kimia, pola makan dan banyak lagi. Bila faktor pencetus tersebut dapat dikendalikan maka kanker dapat dicegah, setidaknya dapat menurunkan angka kejadian kanker. Tidak ada pengobatan kanker yang memuaskan, pengobatan kanker bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan atau mematikan sel kanker tanpa menganggu kelangsungan hidup dan fungsi sel sehat lainnya. Jenis pengobatan kanker yang digunakan sampai sekarang ini adalah pembedahan, penyinaran ( radioterapi ), obat-obatan pembunuh sel kanker ( kemoterapi ), obat yang meningkat daya tahan tubuh ( imunoterapi ), pengobatan dengan hormon dan pengobatan dengan tumbuhan. Namun angka kematian masih sangat tinggi. Dari data WHO diketahui, setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah menjadi 6,25 juta orang. Di negara maju, kanker merupakan penyebab kematian nomer 2 setelah penyakit-penyakit kardiovaskuler. Sepuluh mendatang, diperkirakan 9 juta orang diseluruh dunia akan meninggal karena kanker setiap tahunnya ( familys doctor, 2006 ).

Gumawan achmad seorang Ginekologi ( Kompas, 2001 ) menyatakan bahwa dua pertiga dari dari penderita kanker di dunia berada di negara-negara berkembang seperti indonesia. Hal inin sejalan dengan pernyataan mentri Kesehatan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Siti Fadilah Suparti ( 2005 ), menyatakan bahwa kanker telah menajdi ancaman serius bagi masyarakat indonesia. Begitu pula dalam sambutannya ketika membuka tema ilmiah Dokter Bedah Onkologi Indonesia ke 1, beliau menyatakan bahwa jumlah pasien kanker indonesia mencapai 6 % dari 208 juta lebih penduduk indonesia ( Media Indonesia, 2005 ). Bahkan telah diperkirakan bahwa menjelang permulaan abad ke-21 peta penyakit di indonesia akan mendekati peta penyakit di negara maju dimana penyakit kanker berada pada urutan ke tiga penyebab terjadinya kematian setelah penyakit kardiovaskuler dan kecelakaan ( Tambunan, 1995 ).

B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Diketahuinya hubungan antara faktor pencetus seperti rokok, alkohol, radiasi, bahan kimia, dan pola makan kanker. 2. Tujuan Khusus a. Diketahuinya hubungan antara rokok dengan kanker b. Diketahinya hubungan antara alkohol dengan kanker c. Diketahuinya hubungan antara radiasi dengan kanker d. Diketahuinya hubungan antara bahan kima dengan kanker e. Diketahuinya hubungan antara pola makan dengan kanker

3. Pertanyaan a. Adakah hubungan antara rokok dengan kanker b. Adakah hubungan antara alcohol dengan kanker c. Adakah hubungan antara radiasi dengan kanker d. Adakah hubungan antara bahan kimia dengan kanker e. Adakah hubungan antara pola makan dengan kanker

BAB II TINJAUAN TEORI


A. Pengertian Kanker secara umum adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel jaringan yang tidak terkendali. Sel-sel bagian tubuh yang terserang penyakit ini mengalami perubahan material bentuk asam deoksiritonukleat ( DNA ) yang merupakan ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda-beda setiap sel. Istilah tumor di ilmu kedokteran digunakan pada setiap pembengkakan atau benjolan yang abnormal dari jaringan tubuh. Apapun penyebabnya, tumor dapat terlihat jelas dipermukaan tubuh / tersembunyi di dalam tubuh, tumor / neoplasma atau masa jaringan abnormal akibat neoplasma yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang abnormal. Hingga saat ini para ilmuwan diseluruh dunia belum ada yang bisa memberi suatu kepastian penyebab timbulnya penyakit kanker pada diri seseorang memang untuk saat ini sudah dilakukan berbagai macam penelitian dengan binatang percobaan untuk mengetahui penyebab tumbuhnya kanker, tetapi tetap saja belum bisa menjadi ukuran yang pasti. Secara garis besar jenis-jenis tumor ada 3 yaitu : 1. Menurut sifat biologisnya, neoplasma atau tumor dibedakan menjadi : a. Tumor jinak atau benigna mislanya tumor jinak fibroma berasal dari jaringan fibroma khondorma berasal dari jaringan tulang rawan adenoma berasal dari kelenjar. b. Tumor ganas atau maligna misalnya dengan tumor ganas hodakin yang menyerang kelenjar limfe wilm yaitu tumor yang menyerang ginjal.

B. Tanda dan gejala penyakit kanker : a. Tanda dan gejala penyakit kanker sangat tergantung dari organ tubuh yang terserang. b. Kanker yang terdapat di permukaan tubuh ditandai dengan adanya benjolan, meskipun demikian tidak semua benjolan merupakan kanker selain itu tidak semua kanker menimbulkan benjolan yang jelas. c. Kanker payudara diawali dengan adanya benjolan kecil mskin lama makin besar dan akhirnya dapat menimbulkan koreng atau borok yang tidak sembuh. d. Andeng-andeng atau tahi lalat dapat berubah semakin besar terasa gatal dan akhirnya menjadi kanker kulit yang sangat ganas. e. Kanker prostat, usus, dan alat lain yang terdapat dalam tubuh menyebabkan benjolan yang tidak tampak dari luar, penderita kanker prostat sering ditandai dengan gangguan saat buang air kecil. f. Kanker usus ditandai dengan perubahan kebiasaan atau gangguan saat buang air besar. g. Kanker tenggorokan ditandai dengan gangguan saat menekan yaitu penderita merasa seperti ada duri yang menyangkut di tenggorokan, dapat pula terjadi perubahan suara mulai serak sampai batuk yang tidak sembuh. h. Kanker yang menyerang reproduksi organ wanita seperti indung telur, rahim, dan leher rahim ditandai dengan gangguan pada siklus haid. Panjang siklus sering menjadi lebih pendek dan lama perdarahan makin panjang. Pada umunya dinding leher rahim disertai dengan keputihan ( pengeluaran lendir ) yang berlebih dan berbau busuk. Gejala awal indung telur sering tidak jelas, tetapi penderita mendapat sakit perut yang sangat hebat dan sakit ditemukan tumor memang benar benar telah mengganas.

Penderita kanker sering terlambat mengetahui tanda-tanda dan gejala tumbuhnya sel kanker. Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan atau penderita tidak merasakan sakit sama sekali. Apalagi bila kanker tumbuh dibagian tubuh yang tersembunyi, misalnya di otak, paru-paru, hati, ginjal, usus. Karena itu hal-hal berikut ini perlu di waspadai : 1. Luka koreng atau bengkak yang tidak sembuh-sembuh 2. Ada benjolan atau jaringan liar dibagian tubuh manapun 3. Keluar cairan lendir, atau darah dari puting susu, liang dubur, atau lubang tubuh lainnya 4. Perdarahan yang sangat banyak baik ketika haid maupun sedang tidak haid 5. Perubahan warna bentuk atau rasa gatal pada kulit dan tahi lalat 6. Buang air besar atau kecil tidak normal atau mengalami gangguan 7. Suara serak terus menerus atau batuk yang tidak kunjung sembuh 8. Mengalami kesulitan menelan dalam jangka waktu lama dan tidak hilang 9. Berat badan semakin hari semakin menurun tanpa diketahui penyebabnya 10. Mengalami sakit kepala yang terus menerus 11. Badan selalu lemah, tidak bertenaga, demam, mudah pucat

Penyebab terjadinya kanker belum diketehui pasti, namun banyak faktor lingkungan sebagai faktor pencetus kanker, seperti : 1. Rokok Meroko merupaka faktor risiko tumor ganas yang merupakan paling banyak diteliti dan meyakinkan. Penelitian di dalam dan di luar negeri merokok berhubungan dengan timbulnya tumor ganas di rongga mulut, faring, laring, paru, esofagus, kandung kemihm pankreas, hati, ginjal, dan lain-lain. Tingkat bahaya merokok berkaitan erat pula dengan

usia memulai kebiasaan merokok lamanya merokok, lamanya berlangsung dosisnya. Para ilmuwan telah menemukan 4000 senyawa yang terdapat dalam rokok. Senyawa-senyawa tersebut sebagian besar yang membentuk kanker mereka bersifat karsiogenik asap tembakau terdiri dari : a. Nikotin sifatnya tidak karsiogenik, namun sangat adiktif. Perokok akan merasa sangat sulit untuk berhenti merokok, karena sudah kecanduan nikotin. Nikotin merupakan obat yang sangat cepat bertindak. Paparan jumlah nikotin yang cukup banyak dapat menyebabkan muntah, kejang dan depresi serta keterbelakangannya pertumbuhan. Hal ini juga dapat merusak perkmbangan janin pada wanita hamil. b. Karbonmonoksida, gas ini bersifat gas beracun. Gas ini tidak memiliki rasa ataupun bau. Karbonmonoksida dapat menurunkan fungsi otot dan jantung anda, menyebabkan kelelahan, pusing dan sangat beresiko pada kesehatan bayi dalam rahim. c. Tar, terdiri dari beberapa bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker. Ketika seorang perokok menghirup rokok 70 % dari tar menetap di dalam paru-paru.

2. Alkohol Cukup banyak penelitian menunjukan minuman keras berkaitan dengan tumor ganas di rongga mulut, faring, laring, esofagus, usus besar khususnya rektum. Hubungan tersebut juga berkaitan dosisnya. Mengkonsumsi alkohol merupakan alasan utama awal tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Salah satu zat-zat yang dibetuk dalam perusakan itu adalah asetaldehida, zat dengan rantai kimia menyerupai formaldehida. Asetaldehida melekat pada DNA manusia di material genetik yang membuat gen dapat menghasilkan formasi DNA aduksi. Asetaldehida yang melekat pada DNA menganggu aktivitas DNA itu meningkatkan risiko kanker.

3. Radiasi Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon, bisa menyebabkan kanker. Keterpaparan terus-menerus terhadap radiasi ultraviolet dari matahari bisa menyebabkan melanoma dan beberapa penyakit kulit yang berbahaya. Diperkirakan 2 % dari poenyakit kanker di masa yang akan datang dikarenakan CT Scan saat ini. Radiasi dari frekuensi radio, tak berion dari telpon seluler dan sumber-sumber radio frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, tetapi saat ini sangat sedikit bukti kuat yang mendukung keterkaitan ini. 4. Bahan kimia Bahan kimia yang menyebabkan kanker yang pertama styrene adalah biasa terkandung dalam gelas plastik. Styrene adalah salah satu jenis bahan bakar kimia yang harus gigunakan seminimal mungkin dalam kehidupan anda, sebab zat ini memiliki sifat karsinogenetik dan menyebabkan penyakit kanker. Yang kedua formaldehyde biasanya terkandung dalam digunakan sebagai bahan pengawet produk-produk tekstil dan plastik. Didalam tubuh, formaldeyde biasanya menimbulkan terikatnya DNA oleh protein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang muncul. 5. Pola Makan taraf kehidupan kebiasaan diet dan timbulnyua tumot ganas berkaitan etrat. Sekitar 35% tumor ganas berkaitan dengan faktor diet tinggi lemak tinggi kalori dapat menimbulkan kanker mamae, kalorektal, pankreas dan prostat, meningkatnya resiko terjadinya kandungkemuh tirod dan ovarium. Dari bahan makanan jenis ikan dan daging panggang berhasil ditemukan 19 jenis zat terosiklikomin yang berefek mutagenik. Selain itu, baha

makanan yang diasap, diasin megandung banyak jenis karsinogen, dapat memicu timbulnya kanker lambung, esofagus. Beta karoten yang terdapat pada buah dan sayuran berefek menghambat dan mencegah timbulnya berbagai jenis kanker. Faktor faktor yang menjadi penyebab timbulnya kanker : 1. Faktor keturunan = baik dari orangtua langsung maupun dari nenek moyangnya. 2. Jenis ultraviolet dan sinar radioaktif (berjemur diterik sinar matahari) 3. Bahan-bahan karsinogen (misalnya makanan yang dibakar dan mengandung bahan pengawet serta pewarna) 4. Infeksi menahun / perangsang / iritasi. 5. Pencemaran lingkungan (polusi udara, air tercemar) 6. Obat-obatan tertentu seperti hormon. 7. Minuman berakohol dan minuman keras. 8. Asap rokok berlaku pada perokok pasif dan aktif. 9. Diet yang salah dalam waktu lama. 10. Daya tahan tubuh yang buruk (sering sakit-sakitan) 11. Makanan yang berlemak, baik dalam daging sapi, daging kambing, daging babi, maupun daging ayam. 12. Berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan kanker L = lemak dan minyak penggunaannya diturunka sehari-hari tidak lebih dari 30% dari jumlah kalori yang kita makan. E = energi yang terkontaminasi sesuao dengan kebutuhan agar berat badan tetao ideal, hal ini diganti dengan olahraga teratur.

S = sayuran buah-buahan umbi-umbian dan kacang-kacangan konsumsi setiap hari karena bahan ini mengandung sejumlah oksigen dan sumber serat. A = asap dan alcohol harus dihindari karena dapat mempertinggi resoko kanker. N = natrium klorida atau garam dapur, nutrid, nitrosamida, dan karsinogen lain penggunaannya harus diturunkan seminimal mungkin. C. Penanggulangan Kanker dibagi menadi 3 bagian yaitu kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. 1. Kanker payudara Adalah kanker pada jaringan payudara.ini adalah jenis kanker paling umum yang dideruta kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang janker payudara, walaupin kemungkinan lebih kecil 1 perbanding 1000. Pengobatan paling lazim yaitu dengan pembedahan. Dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi. Benjolan pada payudara umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar. Lalu melekat pada kulit atai menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau putting susu. Cici-ciri kanker payudara : Perdarahan pada putting susu. Rasa sakit atau nyeri pada umumya baru timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang. Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening diketiak, bengkak (edema) pada kengan dan penyebara kanker keseluruh tubuh.

Factor factor penytebab dari factor resiko yaitu : Factor reproduksi : karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan resiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua dan kehamilan pertama pada umur tua. Penggunaan homon : hormone estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Suatu metaanolisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat resiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral. Obesitas : terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Radiasi : eksposur dengan rasiasi lonisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya resiko kanker payudara. Riwayat keluarga atau genetic : riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrinning untuk kanker payudara. Resiko terbesar usia 75 tahun.

2. Kanker serviks Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99.7% disebabkan oleh kiman papiloma virus (HPV) onkogenik uang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki setadium yang lebih jauh yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan mengguanakan smear. Gejala kanker rahim pada stadium awal tidak menunjukan gejala yang khas, bahkan bias tanpa gejala. Pada stadium lanjut, gelala kanker serviks antara lain : Perdarahan post coitus Keputihan abnormal

Perdarahan sesudah menopause Serta keluar cairan abnormal(kunig-kekuningan, berbau dan bercampur darah).

3. Kanker paru-paru Adalah penyakit dengan cirri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar keluar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya. Penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama terhadap asap tembakau, yang menyebabkan 80-90 % kanker paru. Kanker paru dapat dilihat melalui foto rontgen dada dan tomografi computer ( CT Scan ). Diagnosis dapat dipastikan dengan biopsy yang biasanya dilakukan melalui prosedur bronkoskopi atau dipandu dengan CT. Tanda dan gejala pada kanker paru adalah : a. Gejala pada saluran nafas : batuk darah, bengek atau nafas pendek. b. Gejala sistemik : berat badan turun, demam atau kelelahan. c. Gejala karena tekanan di daerah local : nyeri dada, nyeri tulang, obstruksi rena cava superior,kesulitan menelan. Kebanyakan gejala kanker paru ( hilang nafsu makan, berat badan menurun, dema, kelelahan ) tidak spesifik. Pada kebanyakan orang, kanker telah menyebar dari loaksi awalnya saat timbul gejala dan dating ke dokter. Lokasi umum penyebarannya termasuk otak, tulang, kelenjar adrenal, paru sebelahnya, hati, pericardium, dan ginjal.

Kerangka teori Rokok Alcohol Radiasi Bahan kimia Pola makan KANKER

Kerangka konsep Rokok Alcohol Pola makan KANKER

Hipotesa Hipotesa mayor Ada hubungan antara rokok, alcohol, radiasi, bahan kimia, dan pola makan. Hipotesa minor Ada hubungan antara rokok akibat kanker Ada hubungan antara alcohol akibat kanker Ada hubungan antara pola makan akibat kanker