Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya didefinisikan sebagai hipertensi esensial. Beberapa penulis lebih memilih istilah hipertensi primer untuk membedakannya dengan hipertensi lain yang sekunder karena sebab-sebab yang diketahui. 1 Saat ini hipertensi adalah faktor risiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini, hipertensi berakibat terjadinya gagal jantung kongestif serta penyakit cerebrovasculer. Penyakit ini dipengaruhi oleh cara dan kebiasaan hidup seseorang, sering disebut sebagai silent killer disease. Hipertensi juga dikenal sebagai heterogeneouse group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur, sosial dan ekonomi.2 Peningkatan tekanan darah (hipertensi) yang tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan berbagai perubahan pada struktur myokardium, vaskularisasi koroner, dan sistem konduksi jantung. Perubahan ini dapat mengakibatkan pembesaran ventrikel kiri, penyakit jantung koroner, berbagai kelainan sistem konduksi, dan kelainan sistolik-diastolik dari myokard, yang akan bermanifestasi klnik sebagai angina atau myokard infark, aritmia (terutama fibrilasi atrium), dan penyakit jantung kongestif.2 Penyakit jantung hipertensi (hypertensive heart disease) adalah kelainan yang menunjukkan akumulasi dari adaptasi fungsional dan struktural dari peningkatan tekanan darah. Pembesaran ventrikel kiri, kekakuan vaskular dan ventrikel, dan disfungsi diastolik adalah manifestasi yang akan menyebabkan penyakit jantung iskemik dan dapat berkembang menjadi gagal jantung bila tidak ditangani dengan baik. Gejala penyakit jantung hipertensi dan gagal jantung dapat diperbaiki dengan obat-obatan antihipertensi.3

Penyakit jantung hipertensi adalah suatu penyakit yang berkaitan dengan dampak sekunder pada jantung karena hipertensi sistemik yang lama dan berkepanjangan. Sampai saat ini prevalensi hipertensi di Indonesia berkisar antara 510%. Sejumlah 85-90% hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut sebagai hipertensi primer (hipertensi esensial atau idiopatik). Hanya sebagian kecil hipertensi yang dapat ditetapkan penyebabnya (hipertensi sekunder). Hipertensi sering berhubungan dengan resiko penyakit kardiovaskular yang lain, dan resiko itu akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya faktor resiko yang lain. Meskipun terapi antihipertensi sudah terbukti dapat menurunkan resiko dari penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal, namun masih sangat banyak populasi dengan hipertensi yang tidak mendapatkan terapi atau mendapat terapi yang tidak adekuat.4 Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka penulis berkeinginan menyajikan masalah ini dalam bentuk sebuah laporan kasus Hypertensive Heart Disease agar dapat menjadi bahan masukan kepada diri penulis dan kita semua dalam menangani penyakit tersebut.