Anda di halaman 1dari 2

THARIQAT MU'TABARAH DAN GHAIRU MU'TABARAH

Pada dasarnya thariqat yang berada di seluruh dunia dapat di bagi menjadi dua kategori besar yakni: 1. Thariqat Mu'tabarah 2. Thariqat Ghairu Mu'tabarah Perbedaan Thariqat Mu'tabarah dan Ghairu Mu'tabarah Perbedaan antara thariqat Mu'tabarah dan Ghairu Mu'tabarah adalah silsilah (sanad) Syaikh mursyidnya. Pada awalnya thariqat itu adalah ajaran yang di turunkan oleh Allah S.W.T melalui malaikat-Nya kepada Nabi Muhammad S.A.W yang kemudian diajarkan lagi kepada sahabat hingga para Syaikh. Jika silsilah dari seorang Syaikh kepada Rasulullah S.A.W terputus dalam maka ini adalah thariqat ghairu mu'tabarah. Keterputusan silsilah ini ada dua makna yaitu: Silsilah Syaikh mursyid thariqat tidak bersambung kepada Rasulullulah S.A.W. Silsilah dari Syaikh mursyid thariqat terdapat Syaikh yang tidak menerima ijazah talqin dari Syaikh sebelumnya atau Syaikh musryid yang mengajarkan thariqat tidak mendapatkan ijazah (izin) talqin dari Syaikh sebelumnya. Selain keterputusan hubunga Syaikh sampai dengan Rasulullah S.A.W kecenderungan lain dari thariqat ghairu mu'tabarah adalah sering megindahkan syariat dan mengedepankan kebatinan seperti melihat alam gaib, kekebalan, dst yang tidak seiring dengan makna thariqat seperti yang di tegaskan oleh Syaikh Muhammad Amin Al Kurdi di dalam kita Tanwirul Qulub bahwa thariqat itu menjalankan syariat (tauhid, fiqih, dan tasauf) dibawah seorang Syaikh Mursyid hingga mencapai derajat kehambaan. Seorang murid yang mejalankan thariqat ghairu mu'tabarah dapat membahayakan akidahnya dan banyak membawa ke mudharatan. Thariqat Mu'tabarah Di seluruh dunia terdapat banyak thariqat-thariqat mu'tabarah tetapi dari sisi keutamaan ibadah thariqat mu'tabarah terdapat perbedaan yaitu: 1. Thariqat mu'tabarah dengan ibadah derajat (lebih utama) 2. Thariqat mu'tabarah dengan ibadah hasanah Pada dasarnya perbedaan dari dua thariqat mu'tabarah ini terdapat pada silsilah syaikh mursyidnya lagi yaitu thariqat mu'tabarah dengan ibadah derajat di pimpim atau di bimbing oleh Syaikh Mursyid yang mempunyai ijazah talqin zikir serta murid dan ijazah tarbiyah yang menyambung hingga Rasulullah S.A.W. Selain itu juga Syaikh Mursyid tersebut adalah orang yang dipilih atau pilihan (mustafa) oleh Allah S.W.T dan Rasulullah S.A.W sebagai Imam atau Khalifah Rasul atau Rasul Rasulullah dimana figur Syaikh ini diberikan wewenang oleh Allah S.W.T sebagai penjabar atau mejelaskan Al'Quran dan As-Sunnah kepada seluruh umat manusia. Syaikh Mursyid seperti ini di kenal dengan banyak nama yaitu Al-Imam, Khalifah Rasul, Rasul Rasulullah, Sulthan Auliya, Ghauts Al-'Azham, atau Asy-Syaikh Al-Akbar. Penunjukan beliau pun harus jelas dan dapat di saksikan oleh murid-murid thaqirat secara mukasyafah. Keutamaan

murid yang bertemu dengan Syaikh Mursyid seperti ini adalah seperti keutamaan sahabat dengan Rasulullah S.A.W dan ibadah yang dilakukan adalah mencapat derajat kewalian. Thariqat ghairu mu'tabarah dipimpin oleh seorang syaikh yang memiliki ijazah untuk taqin zikir dan murid dan silsilah sampai dengan Rasulullah S.A.W hanya saja beliau ini tidak sebagai orang pilihan Allah dan Rasulullah S.A.W sehingga Syaikh Mursyid seperti ini seharusnya tetap mencari Syaikh Mursyid yang mejadi orang pilihan Allah dan Rasulullah S.A.W dengan derajat Imam atau Khalifah Rasul