Anda di halaman 1dari 3

A. Pengertian Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan ialah suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi.

Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu. Psikologi Perkembangan merupakan cabang dari psikologi. Psikologi (Psychology dari bahasa yunani dari kata psycho yang berarti roh, jiwa (daya hidup) dan logos berarti ilmu, secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Psikologi perkembangan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari perkembangan dan perubahan aspek kejiwaan manusia sejak dilahirkan sampai dengan mati. Terapan dari ilmu psikologi perkembangan digunakan di bidang berbagai bidang seperti pendidikan dan pengasuhan, pengoptimalan kualitas hidup dewasa tua, penanganan remaja. B. Beberapa definisi psikologi perkembangan menurut para ahli : Menurut Monks, Knoers dan Haditono bahwa psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang lebih mempersolankan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan (perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan menitik beratkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan. Menurut Kartono bahwa Psikologi perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan periode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja sampai periode adolesense menjelang dewasa.

C. Sejarah psikologi perkembangan Perhatian dan pengamatan terhadap anak anak dimulai oleh para filsuf. Sebenarnya sudah sejak abad ke 5 sebelum masehi. Contohnya Aristoteles, orang yang menghendaki pendidikan agar menciptakan kehidupan nasional sehingga ia menitikberatkan perkembanganb individu. Ini berarti perhatian mengenai perkembangan anak sudah ada sejak abad para filusuf. Oleh karenanya pemikiran ini ada pada zaman filusuf, maka masih bercampur dengan ilmu filsafat (induk dari segala ilmu), belum menjadi disiplin ilmu sendiri seperti sekarang ini. Pada akhir abad ke 18 psikologi perkembangan menyusul sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Diawali dengan munculnya aliran philantopinisme, adalah suatu paham yang mencintai sesama manusia terutama terhdap anak anak. Aliran ini didirikan oleh Johan Bernhard Basedow,[4] ilmuan Jerman. Dengan diawali oleh Bernard Baesedow ini lah maka muncul ilmuan ilmuan lain didunia yang giat mengadakan penulisan tentang gejala pekembangan anak. Contohnya di Indonesia, yang kita kenal adalah bapak Ki. Hajar Dewantara, buah karya yang kita kenal lewat sejarah adalah mendirikan Sekolah Taman Siswa. Yang menampung banyak anak anak dari semua kalangan agar menuntut ilmu disana. Hal ini menunjukan bahwa Ki. Hajar Dewantara , memperhatikan anak anak. Agar anak anak yang sedang berkembang dapat cerdas. Atau dengan kata lain untuk mencerdaskan anak bangsa, leawat pendidikan sejak kecil.

Saat ini Psikologi perkembangan telah sampai kepada kita. Ilmu ini tidak hanya di pelajari oleh mahasiswa/I jurusan Psikologi saja tetapi juga dipelajari oleh selain pada jurusan psikologi, contohnya kita saat ini di Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dan ilmu ini sekarang sudah menjadi ilmu yang mandiri. Sedangkan di negara Negara lain ilmuan yang meneliti tentang perkembangan individu adalah: a. Jerman : Pasangan suami istri Wiliam Stern dan Clara Stern dalam bukunyaPsychologi der Pruchen Khindeit (Psikologi anak pada usia sangat muda) 1914 Charlotre Buhler dan suaminya Karl Buhler dengan bukunya Kindheit und Jugend ( Masa anak anak muda) 1928 b. Inggris : Herbert Spencer dengan bukunya The Principles of Psikology (Prinsip prinsip Psikologi).[5] c. Dll D. Metodologi psikologi perkembangan anak Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dalam mengumpulkan data dan informasinya telah menggunakan metode-metode ilmiah. Adapun metode-metode yang digunakan dalam psikologi perkembangan antara lain adalah : 1) Metode eksperimen (experimen method); metode ini merupakan metode yang paling teliti dalam mengumpulkan data/informasi, karena eksperimen merupakan pengamatan yang terkontrol dan biasanya dilaksanakan dalam labolatorium. 2) Metode perkembangan (developmental or genetic method); yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan terhadap gejala-gejala yang dilakukan secara terus menerus sepanjang pertumbuhan dan perkembangan yang terbagi : a. The longitudinal approach b. The cross-sectional approach 3) Metode Observasi ; a. Observasi sekilas (incidental observation) disebut juga introspeksi pengamatan diri atau pengamatan subjektif (instropection or self observation or subjective observation) yaitu pengamatan yang dilakukan seorang individu terhadap tingkah lakunya sendiri. b. Observasi yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis. 4) Metode riwayat hidup atau klinis (the case history or clinical); yaitu suatu studi melalui riwayat hidup yang penerapannya terbatas untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi individu. Tujuan metode ini adalah diagnosis dan treatment. 5) Metode tes (test method); merupakan instrumen penelitian yan gpenting dlaamsikologi, tes digunakan untuk mengukur semua jenis kemampuan seperti minat, bakat, prestasi sikap dan ciri kepribadian. E. Prinsip prinsip perkembangan anak Dr. H. Syamsul Yusuf dalam bukunya Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja menjelaskan adanya 6 prinsip dalam perkembangan yaitu:

1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process) Perkembangan berlangsung secara terus-menerus yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya sampai mencapai kematangan atau masa tua. 2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi maupun sosial, satu sama lainnya saling mempengaruhi. 3. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu. Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya. 4. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan. Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat). 5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas Para ahli telah banyak mengadakan penelitian dan menetapkan fase-fase perkembangan yang sesuai dengan umur masingmasing pada umumnya untuk dijadikan pedoman dalam mempelajari perkembangan individu. 6. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembangan Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan: bayi, kanak-kanak, anak, remaja,dewasa dan masa tua.