Anda di halaman 1dari 2

Teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan merupakan hasil frustasi akibat berbagai hal yang mempengaruhi individu dalam

mencapai tujuan yang diinginkan misalnya seorang pasien yang ingin sembuh dari penyakit dengan menjalani operasi, maka dari hal tersebut akan memicu timbulnya kecemasan (Stuart, 2007). Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Kusmarjathi (2009) yang membuktikan kecemasan pre operasi dalam kategori kecemasan sedang Penelitian juga mempunyai perbedaan hasil dengan Sawitri & Sudaryanto (2006) yang memaparkan hasil kecemasan pre operasi pada kategori kecem asan ringan. Mekanisme koping individu dalam menghadapi tindakan operasi juga dapat memengaruhi kecemasan responden, koping yang tidak baik ditunjukkan beberapa responden yang merasa gelisah menghadapi operasi dan konsentras inya menurun. Kondisi fisik pasien yang tidak diobservasi secara mendalam dalam penelitian ini dapat pula memengaruhi kecemasan pre operasi SC, kondisi fisik yang terganggu menjadikan responden mudah mengalami kecemasan. Kondisi fisik ini juga terkait pros es sebelum tindakan operasi SC yang ditunggu pelaksanaannya (Tomb, 2004). Kusmarjathi, N.K. (2009). Tingkat kecemasan pasien pra operasi apendektomi di Ruang Bima RSUD Sanjiwangi Gianyar. Jurnal ilmiah Keperawatan 20 (1).72-76. Sawitri, E. & Sudaryanto, A.. (2008). Pengaruh pemberian informasi prabedah terhadap tingkat kecemasan pada pasien prabedah mayor di bangsal orthopedi RSUI Kustati Surakarta. Naskah Publikasi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tomb, D. A. (2004). Buku saku psikiatri. Jakarta: EGC. Videbeck, S. L. (2008). Buku ajar keperawatan jiwa. Jakarta: EGC

Hal ini sesuai dengan pendapat Atkinson (1992) yang mengatakan bahwa kemampuan seseorang berbeda dalam mengadapi situasi krisis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor budaya, agama, dan sosial ekonomi. akinson, L. J. (1992). Berry & Kohns Operating Room Technique (7th edition). Mosby: St. Louis

menurut freud (dalam pratiwi 2012) mengatakan bahwa kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Kecemasan berfungsi sebagai mekanisme yang melindungi ego karena kecemasan memberi sinyal kepada kita bahwa ada bahaya dan kalau tidak di lakukan tindakan yang tepat maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan