Anda di halaman 1dari 6

STRUKTUR ATOM A.

PENGERTIAN ATOM Atom adalah satuan terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya mengandung proton (muatan + ) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi muatan negatif yaitu elektron. Menurut Bohr, Atom adalah suatu struktur yang terdiri dari inti bermuatan positif yang di kelilingi oleh elektron-elektron yang mengorbit. B. PARTIKEL PENYUSUN ATOM 1. Elektron Berdasarkan hukum Faraday, G.J. Stoney (1891) mengusulkan bahwa muatan listrik terdapat dalam satuan diskrit disebut elektron. Sifat alamiah elektron diperjelas lebih lanjut oleh Thomson melalui percobaan tabung pengawa muatan listrik yang menghasilkan sinar katoda. Karakteristik sinar katoda, yaitu bergerak menurut garis lurus, memiliki massa yang lebih ringan dari atom, mengalami pembelokan oleh medan magnet atau medan listrik, serta tidak bergantung pada jenis gas pengisi tabung dan material logam katoda. Dari karakteristik tersebut, Thomson menyimpulkan bahwa sinar katoda pada hakekatnya adalah berkas partikel bermuatan negative yang disebut elektron dan merupakan partikel penyusun aton secara universal. 2. Inti atom (nuklida) a. Proton Proton adalah partikel penyusun atom yang bermuatan positif. Adanya partikel bermuatan positif dibuktikan dengan percobaan tabung pengawa muatan listrik dengan menggunakan katoda yang berlubang-lubang dan pada bagian belakang katoda tersebut terdapat lapisan yang dapat berluminisensi. Dari percobaan ini diidentifikasi adanya arus partikel bremuatan positif yang bergerak berlawanan arah dengan sinar katoda. Partikel tersebut dikenal dengan sinat anoda atau sinar terusan. Sifat-sifat sinar terusan adalah:

1) Terdiri dari partikel bermuatan positif yang bermassa hamper sama dengan massa atom relative gas pengisi tabung pengawa muatan listrik 2) Bergerak menurut garis lurus, dan dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet kea rah yang berlawanan arah dengan pembelokan sinar katoda. 3) Massa partikel bermuatan positif paling kecil terjadi jika pengisi tabung pungawa adalah gas hydrogen. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa partikel bermuatan positif yang bermassa hampir sama dengan massa atom hydrogen disebut proton b. Neutron Rutherford meramalkan bahwa dalam atom terdapat partikel netral yang bermassa sama dengan massa proton. Ramalan Rutherford dapat dibuktikan oleh J. Chadwick yang menembaki berilium dengan partikel dan menghasilkan partikel energetic tidak bermuatan dan memiliki massa sedikit lebih besar dari proton. Partikel tersebut kemudian disebut neutron. Neutron adalah partikel tidak bermuatan , bermassa 0,08% lebih berat dari massa atom hydrogen dan dalam keadaan bebas bersifat tidak stabil, meluruh menjadi proton dan elektron dalam waktu paruh sekitar 11 menit. Pada perkembangan lebih lanjut, dikenal partikel dasar lain yang pada umumnya memiliki waktu hidup sangat pendek atau hanya dilepaskan selama transformasi inti. Berdasarkan massanya, partikel dasar dapat digolongkan menjadi empat golongan. I. Foton, memiliki massa = 0, dengan symbol II. Lepton adalah kelompok partikel yang memiliki massa lebih kecil dari massa proton dan semua lepton memiliki spin 1/2 . anggota kelompok ini adalah: Neutrino, dikenal 2 jenis neutrino, yang satu merupakan anti partikel dari yang lainnya, dilambangkan dengan v dan . Elektron, negatron e- dan anti partikelnya positron e+ Muon. Simbolnya + atau - bergantung pada muatannya.

III. Meson, massa diam meson lebih besar dari massa lepton tetapi lebih kecil dari massa satu nucleon. Spin meson = 0, dikenal dengan istilah pion, kaon, dan dilambangkan dengan +, o, -, K+, Ko, K1, K2 IV. Baryon, kelompok ini adalah partikel- partikel berat, yang paling ringan adalah proton. Baryon memiliki spin , dapat dikelompokkan lebih lanjut, yaitu: Nucleon, mencakup proton dan neutron Hyperon, semua hyperon memiliki massa yang lebih besar dari neutron. Symbol untuk hyperon yang dikenal adalah: , E+, E-, , , dan
o

Ada tiga macam nuklida, yaitu: Isotop Nuklida yang mempunyai nomor atom sama tetapi massa atomnya berbeda atau jumlah proton sama tetapi jumlah netron berbeda. Contoh: Isobar Nuklida yang mempunyai nomor atom berbeda tetapi massa atomnya sama. Contoh: Isoton Nuklida yang mepunyai jumlah netron sama tetapi nomor atom dan massa atomnya berbeda. Contoh: dengan dengan , ,

Beberapa sifar dari partikel dasar penyusun atom dapat dilihat pada tabel di bawah ini partikel Proton Neutron elektron Massa Kg 1,67 x 10
-27

Muatan sma 1,007276 1,008665 Coulomb + 1,602 x 10


-19

Satuan muatan elektron +1 0

1,67 x 10-27 9,11 x 10-31

0,0005486

- 1,602 x 10-19

-1

C. TANDA ATOM Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom. Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop.

Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) B = Nomor Atom (Jumlah proton) D. Perkembangan model atom John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : 1. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. 2. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. 3. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar.

Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom. Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom, elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkattingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern, menurut model atom ini, elektron tidak dapat di pastikan tempatnya, hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut orbital.

DAFTAR PUSTAKA

Bundjali, Bunbun. 2002. Kimia Inti. Bandung: Penerbit ITB K. Adi. 2008. Kamus kimia. Jakarta: Pustaka Widyatama Walidain,Birrul. 2011. Struktur Atom dan Perkembangan Teori Atom. http://ucu.syarief.blogspot.com/2011/03/struktur-atom.html