Anda di halaman 1dari 10

Failure Modes and Effect Analysis (FMEA

System : Material Transportation Subsystem : Belt Conveyor Part Number : BC Step 1, BC3, BC4 Page : 1 of 1 S E V

Proses Step/ Part Number 1. Rubber Belt

Potensial Failure Modes Potensial Failure Effect Belt putus Material yang sedang di transport tumpah. Belt conveyor stop , berhenti jalan.

Belt miring

Material tumpah, menyebabkan pengisiam storage berkurang

2.

Pulley

Pulley tidak jalan/macet Menyebabkan belt conveyor trip atau stop

3.

Idler

Macet, karatan/korosi/retak

Jalannya belt tidak maksimal, ada bunyi berdecit selama belt conveyor berjalan.

4.

Motor

coupling tidak center

Belt jadi tidak center dan cepat rusak 6

Motor bekerja lebih berat/overheat

Kerja motor jadi menurun performance nya. Kecepatan belt berkurang

5.

Skitboard

Seal karatan, terlalu kencang dan menekan ke belt

Menyebabkan belt sobek dan terkikis 6

Failure Modes and Effect Analysis (FMEA)


Revision :Prepared by : Planner MEA Date (orig) : 24 February 2014 Revision Date : O C C D E T R P N

Potensial Causes Belt beroperasi pada tegangan (kecepatan) yang tinggi, beban material yang dibawa penuh.

Current Control Langsung terhubung dengan CCP

Action Recomended Untuk sementara bisa disambung terlebih dahulu menggunakan fastener . Pada saat sistem shutdown , belt diganti dengan yang baru. Memasang pendeteksi tegangan belt.

36

Karena tegangan pada belt tinggi 6

None 6 108

Memasang misalignment switch pada sisi kanan dan kiri belt Keluarkan material yang tersangkut. Memasang scraper pada bagian bawah belt dekat tail pulley. Belt cleaner tidak mencakup daerah ini

Adanya material yang jatuh ke belt bagian bawah dan tersangkut diantara belt dan tail pulley 2

Belt cleaner

126

Bearing aus/retak Kurangnya pelumasan dan maintenance, keadaan cuaca sekitar yang lembab. None 5 6 60

Mengganti bearing yang lebih tahan lama Pelumasan pada idler dan pengecekan rutin pada idler

Biasanya karena getaran yang berlebihan pada belt atau motor. Beaing yang aus

None

108

Mengembalikan lagi coupling ke posisi semula secara manual. Memasang sensor yang bisa mengembalikan posisi center coupling secara otomatis

Belt kendor membuat kerja motor lebih berat, kecepatan putaran bisa menurun

None

120

Mengencangkan tegangan belt, meng-ajdust gravity take up. Memasang sensor untuk mendeteksi kekendoran belt Meng-adjust tekanan skitboard supaya aman, menggunakan skitboard yang aman dan lebih lunak

Skitboard terlalu menekan ke belt, skitboard menurun karena tergeser material saat tercurah ke belt

None

90

Resp. Mekanik Plant / Kontraktor

S E V

O C C

D E T

R P N

18

Patroller Divisi / Mekanik Plant 3 6 2 36

Patroller Divisi / Mekanik Plant

54

Mekanik Plant 2 5 5 50

Mekanik Plant

72

Mekanik Plant

80

Mekanik Plant / Kontraktor 6 3 5 90

RATING
Ranking Likely Failure Rates Production/ Severity Effect

10

Very Hard

Produksi stop total

Hard

Produksi terganggu, perbaikan mesin memakan waktu

Very High

Produksi stop untuk jangka waktu yang terkendali

7 High 6

Mesin stop tetapi produksi masih berjalan mengandalkan stock

Mengganggu kerja mesin atau komponen lain

5 Moderate 4 Penurunan performance pada mesin

Low

Ada gangguan kecil pada mesin atau komponen

Very Low

Ada bunyi yang berdecit pada mesin atatu komponen

Control

Tidak ada efek yg terjadi

RATING
Occurances Detectability kurang dari seminggu sekali

Sangat sering sekali terjadi (< 1 minggu sekali) Sangat sering terjadi (1 minggu sekali)

Tidak ada alat pendeteksi yang mampu mendeteksi kerusakan

Alat pendeteksi sulit mendeteksi seminggu kerusakan tingkat tinggi sekali Alat pendeteksi sulit mendeteksi kerusakan tingkat tinggi dan tidak dapat mencegah

1bulan sekali

Sering terjadi (1-2 bulan sekali) Alat pendeteksi sulit mendeteksi kerusakan tinggi tetapi dapat diatasi Alat pendeteksi sulit mendeteksi kerusakan sedang tetapi dapat diatasi Alat pendeteksi mampu mendeteksi kerusakan tingkat sedang 2 bulan sekali kurang dari 8 bulan sekali

Cukup sering terjadi (< 8 bulan sekali)

Jarang terjadi (4-8 bulan sekali)

Jarang sekali terjadi (> 8 bulan sekali)

lebih dari 4 bulan sekali kurang Alat pendeteksi mampu dari 8 mendeteksi kerusakan tingkat bulan rendah sekali lebih dari Potensi kerusakan terdeteksi dan 8 bulan dapat diatasi (terkendali) sekali Terdapat alat pendeteksi tetapi minim kerusakan lebih dari setahun sekali

Terkendali (lebih dari 1 tahun sekali)

Hampir tidak pernah terjadi

Tidak ada alat pendeteksi kerusakan

Pemberian pada grease tidak boleh memenuhi permukaan bearing karena dapat membendum panas. Panas yang terjadi pada bearing biasanya karena bola bola pada bearing menahan bentuk kebundaran bearing, pada bearing Poros selain mentransmisikan putaran dia jga mentransmisikan daya

ebundaran bearing, pada bearing terjadi defleksi yang menyebabkan bearing panas.