Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS KASUS KEPERAWATAN PROFESIONAL PADA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MILITUS DAN CHRONIC

KIDNEY DISEASE DI INSTALASI RAWAT INAP RSPAU HARDJOLUKITO

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Profesional

Disusun oleh : 1. Khoirul Musthofa 2. Meilina Mur"i#ani ( P0712011206 ! ( P0712011206$!

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2014

BAB I PENDAHULUAN
%. &atar 'elakang Keperawatan a"alah suatu (entuk pela#anan profesional #ang merupakan (agian intregral "ari pela#anan kesehatan #ang "i"asarkan pa"a ilmu "an kiat keperawatan) (er(entuk pela#anan (io*psiko*sosio*spiritual #ang komprehensif serta "itu+ukan kepa"a in"i,i"u) keluarga "an mas#arakat (aik sakit maupun sehat #ang men-akup seluruh siklus kehi"upan manusia (&okakar#a Keperawatan .asional) 1/0 !. Menurut 1mogene King (1/71! keperawatan a"alah suatu profesi #ang mem(erikan (antuan pa"a in"i,i"u "an kelompok untuk men-apai) memelihara "an mempertahankan "era+at kesehatan "engan memperhatikan) memikirkan) menghu(ungkan) menentukan "an melakukan tin"akan perawatan sehingga in"i,i"u atau kelompok (erprilaku #ang sesuai "engan kon"isi keperawatan. Keperawatan (erhu(ungan langsung "engan lingkungan) tempat atau ruang "an waktu untuk mem(entuk suatu hu(ungan menanggulangi status kesehatan "alam proses interpersonal reaksi interaksi "an transaksi "imana perawat "an klien (er(agi informasi mengenai persepsin#a "alam keperawatan. 2alsafah Keperawatan "i 1n"onesia a"alah kegiatan "ilakukan "alam upa#a pen#em(uhan) pemulihan) serta pemeliharaan kesehatan "engan penekanan kepa"a upa#a pela#anan utama (P34! sesuai "engan wewenang) tanggung +awa( "an etika keperawatan (1(rahim) 1/00!. Manusia merupakan suatu (agian tersen"iri) suatu sistem energi) "imana ia +uga merupakan (agian aktif "ari suatu kelompok. Kelompok #ang paling "asar a"alah keluarga) "an keluarga ini "apat merupakan keluarga inti #ang ter"iri "ari i(u) a#ah) suami) istri) anak*anak5 keluarga (esar #ang +uga (eranggota teman*teman) kekasih) "an (inatang piaraan. 'ila ter+a"i suatu hal pa"a seseorang maka akan mempengaruhi unit atau tin"akan keluarga) atau se(alikn#a. Dengan "emikian) keluarga merupakan konsep penting (agi perawat "an interaksi perawat "engan klien se(agai manusia. 6eiring "engan tuntutan mo"ernisasi) perkem(angan rumah sakit se(agai organisasi peia#anan kesehatan mela+u "engan pesat. 7umah sakit saat kini "ipenuhi peraiatan me"is mutakhir untuk men"ukung pela#anan me"ik) sementara itu "i sisi a"ministrasi era "igital semakin kental terlihat pa"a setiap komponen pela#anan non me"ik "i rumah sakit. Di sisi lain) pengguna rumah sakit mulai menuntut stan"ar kualitas peia#anan #ang menge"epankan keselamatan "an efisiensi. Pelanggan rumah sakit men+a"i semakin kritis atas semua +asa #ang "iteriman#a. Perkem(angan #ang

ter+a"i pa"a organisasi rumah sakit mem(awa konsekuensi pa"a sistem rnana+emen. 6istem mana+emen rumah sakit saat ini ti"ak "apat lagi (ertumpu pa"a para"igma "an konsep mana+emen "i masa lampau. Diperlukan (er(agai ma-am pengetahuan "an keterarnpilan mana+emen terkini untuk mengelola rumah sakit) sehingga mem(erikan manfaat #ang (esar (agi penggunan#a) termasuk (agi pengelolan#a sen"iri. Pa"a kasus ini "engan +u"ul 8Pela#anan %suhan Keperawatan Klien Dengan Diagnosa Me"is Dia(etes Militus "an 4hroni- Ki"ne# Disease "i 'angsal 4amar9. Ketika pasien masuk ke (angsal terse(ut) perawat (angsal ti"ak memperhatikan keselamatan pasienn#a. Pa"ahal pasien terse(ut (eresiko +atuh karena kon"isin#a lemah "an se(entar*se(entar minta untuk (erganti posisi. Perawat (engsal men#uruh praktikan untuk mem(entu pasien (erganti posisi) se"angkan perawat (angsal terse(ut +ustru makan "an nonton t, tanpa menghiraukan kon"isi pasien saat itu. 6ampai pa"a akhirn#a pasien terse(ut (enar*(enar +atuh "an akhirn#a meninggal "unia.

BAB II KRONOLOGI KASUS


A. Iden ! "# K$!en .ama Klien ;mur %lamat .o 7M Diagnosa Tgl. Masuk =aktu W"% & : Tn. 8 : 9 : <0 Th : 6leman : 07 0<1 : "ia(etes militus "an -hroni- ki"ne# "isease : / Desem(er 201 : 1 .00 =1' K'(n($()! *e'!# !+" Klien a"alah pasien ru+ukan "ari Panti 7ini "an "iru+uk ke 76P%; 3ar"+olukito #ang men+alani rawat inap karena pa"a kaki kiri ter"apat ulkus DM "an pasien +uga akan men+alani 3D rutin "i rumah sakit terse(ut. 1,.00 J")" P")! Pasien "atang "ari ;>D ke (angsal 4amar "engan kon"isi umum lemah) kesa"aran -omposmentis) ter"apat ulkus DM pa"a kaki se(elah kiri. Pasien terpasang infus 7& 20 tpm pa"a tangan se(elah 1,.10 kiri. Pasien pegal*pegal "an ingin (erganti posisi "ari (er(aring "i tempat ti"ur ke "u"uk "i kursi ro"a. 6uami pasien meminta perawat untuk mem(antun#a memin"ahkan pasien ke tempat ti"ur. Tetapi perawat % tii"ak mau "engan alasan se"ang si(uk "an +ustru men#uruh praktikan untuk mem(antun#a. Di nurse station perawat % "an perawat M (erkata (ahwa "ia ti"ak mau mem(antu memin"ahkan .# : karena (a"ann#a sangat (erat. Ke"ua perawat terse(ut +uga ti"ak melihat kea"aan "ari .# :) mereka (er"ua +ustru asik (ermain 1,.,0 hp "an nonton t, "i ruang perawat. Pasien .# : men"apatkan terapi o(at in+eksi -eftria?on "an furosemi". Perawat % men#uruh praktikan untuk melakukan in+eksi "an +uga (erkata (ahwa spuitn#a +angan "i(uang) tetapi "itaruh "i 14.00 loker pasien. 6uami pasien (erpamitan kalau "ia ingin pulang se(entar "an menitipkan .# : kepa"a perawat #ang (er+aga. 6uami pasien mengatakan (ahwa kalau tolong "i(antu +ika sewaktu*waktu .# :

1-.00

ingin (erganti posisi J")" #('e Pasien "iukur tan"a*tan"a ,ital) hasiln#a a"alah TD : 1<0@100 mm3g . : 0/ kali@menit 7 : 22 kali@menit 6 : 7 04 .# : (erteriak*teriak memanggil perawat) tetepi perawat +aga sore ti"ak menghiraukann#a "an men#uruh praktikan untuk melihat kea"aan .# :. .# : kem(ali (erteriak*teriak meminta perawat untuk "atang) tetapi perawat #ang +aga +ustru men#uruh praktikan. 6aat intu .# : ingin (erpin"ah posisi "ari kursi ro"a ke tempat ti"ur) tetapi karena praktikan merasa ti"ak kuat akhirn#a "ia lapor perawat #ang +aga. Perawat +ustru men#uruh praktikan lain untuk mem(antu memin"ahkan .# :) "an perawat terse(ut sama sekali ti"ak melihat kea"aan "ari .# : #ang su"ah semakin lemah. Karena (a"an "ari .# : #ang (erat "an praktikan ti"ak kuat mengangkat akhirn#a .# : +atuh ke lantai) "an (aru pa"a saat itulah perawat "atang ke kamar .#. : "an mem(antu memin"ahkan .# : ke tempat ti"ur. 6uami pasien #ang (aru sa+a "atang melapor ke nurse station) "ia mengatakan (ahwa .# : merasa sesak setelah ter+atuh ta"i. Perawat 6 langsung melaporkan kea"aan .# : pa"a "okter :. Dokter : menginstruksikan untuk mem(erikan terapi oksigen kanul (inasal liter@menit pa"a .# :. Perawat 6 langsung melaksanakan instruksi "ari "okter : 6uami pasien melapor (ahwa kon"isi .# : semakin lemah. Perawat 6 "an perawat & langsung melihat kon"isi .# :. Kemu"ian mereka menge-ek na"i "an respirasi .# : "an kemu"ian langsung melaporkan kea"aan .# : pa"a "okter +aga. Dokter +aga menge-ek kon"isi pasien se-ara lengkap) "an "okter mengatakan (ahwa .# : su"ah meninggal

1-.,0

1..00

1..1/

10.00

10.1/

Iden !1!%"#! 2"#"$"3 1. Menga(aikan pasien #ang (eresiko +atuh 2. Penggunaan alat in+eksi #ang ti"ak sekali pakai

BAB III PEMBAHASAN


A. Men)"4"!%"n *"#!en 5"n) 4e'e#!%( 6" &3 1. An"$!#" %"#&# Aatuh a"alah suatu ke+a"ian #ang "i laporkan pen"erita atau saksi mata )#ang meli(atkan seseorang men"a"ak ter(aring@ter"u"uk "i lantai @tempat #ang le(ih ren"ah atau tanpa kehilangan kesa"aran atau luka (7eu(en! Aatuh sering ter+a"i atau "ialami oleh usia lan+ut .'an#ak faktor (erperan "i "alamn#a )kelemahan otot ekstremitas (awah kekakuan sen"i )sinkope "an "iBBines )serta faktor ekstrinsik sertai lantai #ang li-in "an ti"ak rata tersan"ung (en"a*(en"a )pengelihatan kurang terang "an se(again#a. Ti"ak menge+utkan (ahwa +atuh merupakan ke+a"ian #ang memper-epat patah tulang pa"a orang "engan kepa"atan mineral tulang C'one Mineral Densit#('MD!D ren"ah. Aatuh "apat "i-egah sehingga akan mengurangi risiko patah tulang. Aatuh a"alah pen#e(a( ter(esar untuk patah tulang pinggul "an (erkaitan "engan meningkatn#a risiko #ang (erarti terha"ap (er(agai patah tulang meliputi punggung) pergelangan tangan) pinggul) lengan (agian atas.Aatuh "apat "ise(a(kan oleh (an#ak faktor) sehingga strategi pen-egahan harus meliputi (er(agai komponen agar sukses. %kti,itas fisik meliputi pola gerakan #ang (eragam seperti latihan kekuatan atau kelas aero(ik "apat meningkatkan massa tulang sehingga tulang le(ih pa"at "an "apat menurunkan risiko +atuh. Mengurangi 7isiko Aatuh'an#ak hal #ang "apat "ilakukan untuk mengurangi risiko +atuh "an meminimalisir "ampak "ari +atuh #ang ter+a"i. Pe"oman #ang "ikeluarkan oleh %meri-an >eriatri-s 6o-iet#) 'ritish >eriatri-s 6o-iet#) "an %meri-an %-a"em# of Erthope"i 6urgeons pa"a pen-egahan +atuh meliputi (e(erapa rekomen"asi untuk orang tua (%>6 et al.2001! Pen-egahan terha"ap pasien #ang (eresiko +atuh a"alah "ilakukan (er"asar atas faktor resiko apa #ang "apat men#e(a(kan +atuh seperti faktor neuromuskular) muskuloskeletal) pen#akit #ang se"ang "i"erita) pengo(atan #ang se"ang "i+alani) gangguan keseim(angan "an ga#a (er+alan) gangguan ,isual) ataupun faktor lingkungan."i(awah ini akan "i uraikan (e(erapa meto"e pen-egahan +atuh : a. &atihan fisik &atihan fisik "iharapkan mengurangi resiko +atuh "engan meningkatkan kekuatan tungkai "an tangan) memper(aiki keseim(angan) koor"inasi) "an meningkatkan reaksi terha"ap (aha#a lingkungan) latihan fisik +uga (isa

mengurangi ke(utuhan o(at*o(atan se"atif. &atihan fisik #ang "ian+urkan #ang melatih kekuatan tungkai) ti"ak terlalu (erat "an semampun#a) salah satun#a a"alah (er+alan kaki.(1)<)$)6! b. Managemen o(at*o(atan >unakan "osis terke-il #ang efektif "an spesifik "i antara: 1! Perhatikan terha"ap efek samping "an interaksi o(at 2! >unakan alat (antu (er+alan +ika memang "i perlukan selama pengo(atan ! Kurangi pem(erian o(at*o(atan #ang sifatn#a untuk waktu lama terutama se"atif "an tranFuilisers <! 3in"ari pem(erian o(at multiple (le(ih "ari empat ma-am! ke-uali atas in"ikasi klinis kuat $! Menghentikan o(at #ang ti"ak terlalu "iperlukan c. Mo"ifikasi lingkungan %tur suhu ruangan supa#a ti"ak terlalu panas atau "ingin untuk menghin"ari pusing aki(at suhu "i antara: 1! Taruhlah (arang*(arang #ang memang seringkali "iperlukan (era"a "alam +angkauan tanpa harus (er+alan "ulu 2! >unakan karpet antislip "i kamar man"i. ! Perhatikan kualitas penerangan "i rumah. <! Aangan sampai a"a ka(el listrik pa"a lantai #ang (iasa untuk melintas. $! Pasang pegangan tangan pa"a tangga) (ila perlu pasang lampu tam(ahan untuk "aerah tangga. 6! 6ingkirkan (arang*(arang #ang (isa mem(uat terpeleset "ari +alan #ang (iasa untuk melintas. 7! >unakan lantai #ang ti"ak li-in. 0! %tur letak furnitur supa#a +alan untuk melintas mu"ah) menghin"ari tersan"ung. /! Pasang pegangan tangan "itempat #ang "i perlukan seperti misaln#a "i kamar man"i. 10! Pasang pengaman "i samping tempat ti"ur pasien P"d" %"#&# !n!7 *e'"+" 5"n) 6")" *")! " "&*&n *e'"+" 5"n) 6")" #!"n) #"2"8 #"2" !d"% 2e2*e'3" !%"n %(nd!#! d"'! N5 E. H"$ !n! d"*" d!$!3" d"'! %e !d"%2"&"n *e'"+" &n &% 2e24"n & 2e2!nd"3%"n N5 E d"n 6&)" #"" N5 E 4e' e'!"%8 e'!"% 2!n " ($(n)7 *e'"+" 5"n) 6")" 6&# '& 2en)"4"!%"nn5" d"n

2e'e%" $e4!3 2e2en !n)%"n 4e'2"!n 3* d"n n(n (n 9 d"'! *"d" %e#e$"2" "n N5 E 5"n) 4e'e#!%( 6" &3. Ke !d"%*e'3" !"n *e'"+" e2*" e'3"d"* %(nd!#! N5 E 2en)"%!4" %"n *"#!en e'6" &3 d"'! %&'#! '(d" #"" "%"n d!*!nd"3%"n %e !d&'. H"$ !n! 2en)"%!4" %"n *"#!en 2en)"$"2! #e#"% n"1"# d"n !d"% $"2" %e2&d!"n *"#!en 2en!n))"$ d&n!". 2. Re%(2end"#! Dalam men+alankan tugasn#a) perawat se(aikn#a memperhatikan keselamatan pasien karena keselamatan pasien merupakan "asar pela#anan keperawatan "i rumah sakit. Perawat se(aikn#a +uga mem(erikan perhatian #ang le(ih kepa"a pasien*pasien #ang memiliki resiko +atuh) sehingga ke+a"ian #ang "ialami oleh .# : ti"ak terulang lagi. 6elain itu pemasangan gelang khusus pa"a pasien #ang (eresiko +atuh harus "ilakukan agar semua perawat "apat mem(erikan perhatian #ang le(ih terha"ap pasien terse(ut. Aika gelang khusus untuk pasien (eresiko +atuh ti"ak "ipasang) maka perawat #ang lain menganggap (ahwa pasien terse(ut kea"aan "an kon"isin#a sama "engan pasien*pasien #ang lain) sehingga ti"ak memerlukan Gperhatian #ang le(ih. Dan #ang terakhir alangkah le(ih (aik apa(ila pa"a saat (ertugas perawat ti"ak memprioritaskan peker+aan ataupun kegiatan #ang (ukan merupakan kegiatan penting "ari seorang perawat) -ontohn#a (ermain hp "an nonton t,.

B. Pen))&n""n "$" !n6e%#! 5"n) !d"% #e%"$! *"%"! 1. An"$!#" %"#&# 1n+eksi a"alah se"iaan steril (erupa larutan) emulsi atau suspensi atau ser(uk #ang harus "ilarutkan atau "isuspensikan le(ih "ahulu se(elum "igunakan) #ang "isuntikkan se-ara mero(ek +aringan ke "alam kulit atau melalui kulit atau selaput len"ir. Pem(erian in+eksi merupakan prose"ur in,asif #ang harus "ilakukan "engan menggunakan teknik steril.Pa"a umumn#a 1n+eksi "ilakukan "engan tu+uan untuk memper-epat proses pen#erapan (a(sor(si! o(at untuk men"apatkan efek o(at #ang -epat. 1n+eksi (iasan#a "ilakukan pa"a pasien #ang ti"ak sa"ar "an ti"ak mau (eker+a sama karena ti"ak memungkinkan untuk "i(erikan o(at se-ara oral. %pa(ila klien ti"ak sa"ar atau (ingung) sehingga klien ti"ak mampu menelan atau mempertahankan o(at "i(awah li"ah. Eleh karena itu) untuk memenuhi ke(utuhan o(at klien "ilakukan "enganpem(erian o(at se-ara in+eksi)

6elain itu) in"ikasi pem(erian o(at se-ara in+eksi +uga "ise(a(kan karena a"a (e(erapa o(at #ang merangsang atau "irusak getah lam(ung (hormon!) atau ti"ak "irear(sor(si oleh usus. Pem(erian in+eksi (isa +uga "ilakukan untuk anastesi lokal. %lat #ang "igunakan untuk in+eksi ter"iri "ari spuit "an +arum. %"a (er(agai spuit "an +arum #ang terse"ia "an masing*masing "i "esain untuk men#alurkan ,olume o(at tertentu ke tipe +aringan tertentu. Perawat (erlatih mem(eri penilaian ketika menentukan spuit "a( +arum mana #ang paling efektif. a. 6puit 6puit ter"iri "ari ta(ung ((arrel! (er(entuk silin"er "engan (agian u+ung (tip! "i "esain tepat (erpasangan "engan +arum h#po"ermis "an alat pengisap (plunger! #ang tepat menempati rongga spuit. 6puit) se-ara umum) "iklasifikasikan se(agai &uer aelok atau non&uer*lok. .omenklatur ini "i"asarkan pa"a "esain u+ung spuit. %"apun tipe*tipe spuit #aitu: 1! 6puit &uer*lok #ang "itan"ai "engan 0)1 persepuluh 2! 6puit tu(erkulin #ang "itan"ai "engan 0)01 (seperseratus! untuk "osis kurang "ari 1 ml ! 6puit insulin #ang "itan"ai "alam unit (100! <! 6puit insulin #ang "itan"ai "engan unit ($0! Perawat mengisi spuit "engan melakukan aspirasi) menarik pengisap keluar sementara u+ung +arum tetap teren"am "alam larutan #ang "ise"iakan. Perawat "apat memegang (agian luar (a"an spuit "an pegangan pengisap. ;ntuk mempertahankan sterilitas) perawat menghin"ari o(+ek #ang ti"ak steril men#entuh u+ung spuit atau (agian "alam ta(ung) hu() (a"an pengisap) atau +arum. (. Aarum 6upa#a in"i,i"u fleksi(el "alam memilih +arum #ang tepat) +arum "i(ingkus se-ara in"i,i"ual. 'e(erapa +arum tu"ak "ipasang pa"a spuit ukuran stan"ar. Kle(an#akan +arum ter(uat sari stainless steel "an han#a "igunakan satu kali Aarum memiliki tiga (agian: hu() #ang tepat terpasang pa"a u+ung se(uah spuit5 (atang +arum (shaft!) #ang terhu(ung "engan (agian pusat5 "an (e,el) #akni (agian u+ung #ang miring. 6etiap Aarum memiliki tiga karaktreisrik utama: kemiringan (e,el) pan+ang (atang +arum) "an ukuran atau "iameter +arum. 'e,el #ang pan+ang "an le(ih ta+am) sehingga meminimalkan rasa ri"ak n#aman aki(at in+eksi 64 "an 1M. Pan+ang +arum (er,ariasi "ari 1@< sampai $ in-i. Perawat memilih pan+ang

+arum (er"asarkan ukuran "an (erat klien serta tipe +aringan tu(uh #ang akan "iin+eksi o(at. 6emakin ke-il ukuran +arum) semakin (esar ukuran "iametern#a. 6eleksi ukuran +arum (ergantung pa"a ,iskositas -airan #ang akan "isuntikkan atau "iinfuskan. -. Proses in+eksi #ang sering "ilakukan a"alah se(agai (erikut : Mem(erikan in+eksi merupaka prose"ur in,asif #ang harus "ilakukan"engan menggunakan teknik steril. 6etelah +arum menem(us kulit) mun-ul resiko infeksi. Perawat mem(eri o(at se-ara parenteral melalui rute 64) 1M) 14) "an 1H. 6etiap tipe in+eksi mem(utuhkan keterampilan #ang tertentu untuk men+amin o(at men-apai lokasi #ang tepat. :fek o(at #ang "i(erikan se-ara parenteral "apat (erkem(ang "engan -epat) (ergantung pa"a ke-epatan a(sor(si o(at. Perawat mengo(ser,asi respons klien "engan ketat. 6etiap rute in+eksi unik (er"asarkan tipe +aringan #ang akan "iin+eksi o(at. Karakteristik +aringan mempengaruhi a(sor(si o(at "an awitan ker+a o(at. 6e(elum men#untikkan se(uah o(at) perawat harus mengetahui ,olume o(at #ang "i(erikan) karaktersitik "an ,iskositas o(at) "an lokasi struktur anatomi tu(uh #ang (era"a "i (awah tempat in+eksi. Konsekuensi #ang serius "apat ter+a"i) +ika in+eksi ti"ak "i(erikan se-ara tepat. Kegagalan "alam memilih tempat un+eksi #ang tepat) sehu(ungan "engan penan"a anatomis tu(uh) "apat men#e(a(kan tim(uln#a kerusakan saraf atau tulang selama insersi +arum. %pa(ila perawat gagal mengaspirasi spuit se(elum mengin+eksi se(iah o(at) o(at "apat tanpa senga+a langsung "i in+kesi ke "alam arteri atau ,ena. Mengin+eksi o(at "alam ,olume #ang terlalu (esar "i tempat #ang "ipilih "apat menim(ulkan n#eri he(at "an "apat mengaki(atkan +aringan setempat rusak. 'an#ak klien) khususn#a anak*anak takut terha"ap in+eksi. Klien #ang men"erita pen#akit serius atau kronik seringkali "i(eri (an#ak in+eksi setiap hari. Perawat "apat (erupa#a meminimalkan rasa n#eri atau ti"ak n#aman "engan -ara: 1! >unakan +arum #ang ta+am "an memiliki (e,el "an pan+ang serta ukurann#a paling ke-il) tetapi sesuai. 2! 'eri klien posisi #ang n#aman untuk mengurangi ketegangan otot ! Pilih tempat in+kesi #ang tepat "engan menggunakan penan"a aanatomis tu(uh <! Kompres "engan es tempat in+eksi untuk men-iptakan anastesia lokal se(elum +arum "iinsersi

$! %lihkan perhatian klien "ari in+eksi "engan menga+ak klien (er-akap* -akap 6! 1nsersi +arum "engan perlahan "an -epat untuk meminimalkan menarik +aringan 7! Pegang spuit "engan mantap selama +arum (era"a "alam +aringan 0! Pi+at*pi+at tempat in+eksi "engan lem(ut selama (e(erapa "etik) ke-uali "ikontrain"ikasikan P"d" %"#&# !n!7 *e'"+" 4"n)#"$ !d"% $"n)#&n) 2e24&"n) "$" !n6e%#! 5"n) #&d"3 d!*"%"!7 *"d"3"$ " &'"nn5" "d"$"3 "$" !n6e%#! 3"n5" 4($e3 d!)&n"%"n #e%"$! *"%"! d"n 3"'&# $"n)#&n) d!4&"n). D!#"n"7 "$" !n6e%#! 5"n) #&d"3 d!)&n"%"n !d"% $"n)#&n) d!4&"n) e "*! 6&# '& d!2"#&%%"n %e $(%e' *"#!en 2"#!n)82"#!n) d"n d!)&n"%"n &n &% !n6e%#! 4e'!%& n5". P"d" #"" "%"n 2e$"%&%"n !n6e%#!7 6"'&2n5" *&n !d"% d!)"n !7 #e3!n))" 6"'&2n5" &2*&$ d"n #&$! &n &% 2en&#&% "'e" %"'e !n6e%#!. A$" !n6e%#! 4"'& d!4&"n) "*"4!$" *"#!en #&d"3 *&$"n). H"$ !n! !d"% 3"n5" e'6"d! *"d" *"#!en N5 E7 e "*! e'6"d! d! #e2&" *"#!en d! #e2&" 4"n)#"$ d! '&2"3 #"%! e'#e4& . 2. Re%(2end"#! %langkah le(ih (aik apa(ila alat in+eksi han#a "igunakan sekali pakai "an kemu"ian "i(uang) karena pa"a "asarn#a prose"urn#a memang seperti itu. 'an#ak aki(at #ang "apat "itim(ulkan "ari penggunaan alat in+eksi #ang ti"ak sekali pakai) "iantaran#a a"alah "apat men#e(a(kan infeksi "an +arum su"ah ti"ak ta+am lagi. Dan se(agai seorang perawat alangkah le(ih (aik untuk ti"ak melakukan hal*hal #ang "apat mem(aha#akan keselamatan pasien) -ontohn#a a"alah penggunaan alat in+eksi #ang ti"ak sekali pakai.

BAB I: KESIMPULAN

'er"asarkan

hasil

i"entifikasi)

analisa

masalah

"an

pem(ahasan

"engan

menggunakan teori) norma) etika ) hukum) stan"ar "an nilai esensial keperawatan maka agar klien #ang se"ang "irawat "i rumah sakit "apat menerima hak sesuai ke(utuhan kesehatann#a kami "apat men#impulkan (ahwa : 1. Karena han#a perawat #ang selalu (ersama pasien selama 2< +am) seharusn#a perawat "alam men+alankan tugasn#a memperhatikan keselamatan pasien) terutama pa"a pasien*pasien #ang (eresiko +atuh. 2. 6eharusn#a perawat ti"ak melakukan hal*hal #ang mem(aha#akan keselamatan pasien) sehingga hari perawatan pasien ti"ak (ertam(ah lama.

DAFTAR PUSTAKA
Du"le# 3%2) :-kersle# A7T) Paterson*'rown 6) Pe"oman Tin"akan Me"ik "an 'e"ah) :>4 Aakarta 2000. Potter) P.% I Perr#) %.>. (1// ) Fundamental of Nursing Concepts, Process and Practice. Thr" e"ition. 6t.&ouis: Mos(# Jear 'ook

Anda mungkin juga menyukai