Anda di halaman 1dari 61

PETUNJUK TEKNIS

Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya

DASAR PELAKSANAAN (1)


1) KEPMENPAN NO.37/KEP/M.PAN/4/2003 tanggal 7 April 2003 tentang Jabatan Statistisi dan Angka Kreditnya 2) Keputusan Bersama Kepala BPS dan Kepala BKN No

003/KS/2003 Dan No 25 Tahun 2003 Tanggal 30 Juni 2003


tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya

DASAR PELAKSANAAN (2)


Keputusan Kepala BPS No. 146 Tahun 2003 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Pengangkatan/Kenaikan Pangkat/Jabatan, Pembebasan Sementara, Pengangkatan Kembali dan Pemberhentian dalam/dari Jabatan Fungsional Statistisi Keputusan Kepala BPS No 147 Tahun 2003 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Statistisi Keputusan Kepala BPS No 148 Tahun 2003 Tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilaian Angka Kredit Statistisi
3

Statistisi ?
Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang

berwenang untuk melakukan kegiatan


statistik pada instansi pemerintah;

Jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil
4

Kedudukan
pelaksana teknis fungsional

penyelenggaraan kegiatan statistik pada


instansi pemerintah

Tugas Pokok
melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyebarluasan dan analisis data serta pengembangan metode statistik

PERBEDAAN (1)
LAMA Gol Ruang TERAMPIL Jabatan 2 Asisten Statistisi Muda Asisten Statistisi Madya Asisten Statistisi Ajun Statistisi Muda Ajun Statistisi Madya Ajun Statistisi Statistisi Pratama Statistisi Penyelia III/d IV/a IV/b IV/c IV/d Statistisi Muda Statistisi Madya Statistisi Utama Pratama Statistisi Utama Muda Statistisi Utama Madya Statistisi Madya Statistisi Muda Statistisi Pelaksana Lanjutan Statistisi Pertama Statistisi Pelaksana (SLTA - D-3) Jabatan 1 II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c 4 Statistisi Pelaksana Pemula BARU AHLI (D-IV, S-1, S-2, S-3) Jabatan 6

PERBEDAAN (2)
Pengangkatan Pertama dinilai terlebih dahulu Jabatan tidak selalu sama dengan golongan/pangkat Penilaian berdasarkan output (bukan jam) Penilaian angka kredit golongan II/a s/d III/d dilaksanakan di BPS Propinsi

Khusus III/d dimintakan rekomendasi terlebih dahulu


ke BPS
7

PERBEDAAN (3)
Setiap tahun sejak menduduki pangkat/jabatan
puncak, wajib mengumpulkan angka kredit dari

unsur utama
Statistisi Penyelia (III/d), minimal 10 AK

Statistisi Madya (IV/c), minimal 20 AK

Terampil

Statistisi

Ahli

kualifikasi teknis

kualifikasi profesional

mensyaratkan
penguasaan dan prosedur kerja teknis di

mensyaratkan
penguasaan ilmu pengetahuan

bidang statistik

metodologi dan teknik


analisis di bidang statistik.
9

PENGANGKATAN PERTAMA
SLTA STT Stat/Math DI D II D III
DUPAK Memenuhi Angka kredit: Unsur Utama Min 80 % Unsur Penunjang Max 20 %

DP3 satu th terakhir BAIK, gol. min II-a

Jenjang Jenjang Jenjang Statistisi Statistisi Statistisi Terampil Terampil Terampil


DP3 satu th terakhir BAIK, gol. min III-a

Non Stat/Math

STT

D IV S1 S2 S3

Stat/Math

Non Stat/Math

STA

DUPAK Memenuhi Angka kredit: Unsur Utama Min 80 % Unsur Penunjang Max 20 %

Jenjang Jenjang Jenjang Statistisi Statistisi Statistisi Ahli Ahli Ahli


10

ANGKA KREDIT MINIMAL


Gol Ruang 1 II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d AK Minimal 2 25 40 60 80 100 Statistisi Pelaksana Lanjutan 150 200 Statistisi Penyelia 300 400 550 700 Statistisi Madya Statistisi Muda Statistisi Pertama Statistisi Pelaksana Jabatan Terampil 3 Statistisi Pelaksana Pemula Jabatan Ahli 4

11

TUNJANGAN JABATAN (1)


Keppres RI No 19 Tahun 2004 tentang Tunjangan Jabatan
Fungsional Statistisi Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2004 Tanggal 4 Mei 2004 tentang Tata Cara Permintaan, Pemberian dan Pemberhentian Tunjangan Jabatan Fungsional Statistisi

12

TUNJANGAN JABATAN (2)


LAMA TERAMPIL Jabatan 2 Asisten Statistisi Muda Asisten Statistisi Madya Asisten Statistisi Ajun Statistisi Muda Ajun Statistisi Madya Ajun Statistisi Statistisi Pratama Statistisi Muda Statistisi Madya Statistisi Utama Pratama Statistisi Utama Muda Statistisi Utama Madya 3 70.000 75.000 85.000 95.000 105.000 120.000 130.000 Statistisi Penyelia 150.000 175.000 190.000 210.000 230.000 Statistisi Madya 725.000 350.000 Statistisi Muda 475.000 Statistisi Pelaksana Lanjutan 200.000 Statistisi Pertama 225.000 Statistisi Pelaksana 130.000 4 Statistisi Pelaksana Pemula Tunjangan 5 100.000 Jabatan 6 BARU AHLI Tunjangan 7

Jabatan

Tunjangan

13

TIM PENILAI ANGKA KREDIT (1)


1. Tim Penilai BPS
2. Tim Penilai Kantor Pusat BPS 3. Tim Penilai BPS Propinsi 4. Tim Penilai Instansi 5. Tim Penilai Propinsi

6. Tim Penilai Kab/Kota

14

TIM PENILAI ANGKA KREDIT (2)


Anggota Tim Penilai adalah Pejabat Statistisi/Struktural yang

terdiri dari :
Seorang Ketua merangkap anggota. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Seorang Sekretaris merangkap anggota. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota.

Masa jabatan Tim Penilai, adalah 3 (tiga) tahun


15

SYARAT MENJADI ANGGOTA TIM PENILAI


Pangkat/jabatan penilai jabatan/ pangkat Statistisi yang dinilai. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai

prestasi kerja Statistisi; dan


Dapat aktif melakukan penilaian.

16

SYARAT LAINNYA (1)


Apabila anggota tim tidak dapat dipenuhi dari Statistisi, maka anggota

tim dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk
menilai prestasi kerja Statistisi

Apabila Tim Penilai di luar Tim Penilai BPS belum dapat dibentuk karena ketentuan anggotaTim Penilai tidak dapat dipenuhi, maka penilaian dan penetapan angka kredit Statistisi dapat dimintakan kepada Tim Penilai di lingkungan BPS sesuai dengan jenjang jabatan
17

SYARAT LAINNYA (2)


Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali

setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan

Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai, Ketua Tim
Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti.

18

PENILAIAN ANGKA KREDIT

sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun

Pejabat Statistisi wajib mengajukan usul penilaian secara berkala untuk kepentingan kenaikan pangkatnya.

19

PENILAIAN PEJABAT STATISTISI BPS PROPINSI/KABUPATEN/KOTA


TIM PENILAI BPS PROPINSI

STATISTISI TERAMPIL

STATISTISI AHLI
Statistisi Pertama & Statistisi Muda

TIM PENILAI BPS

Statistisi Madya

20

PENILAIAN PEJABAT STATISTISI BPS PUSAT


TIM PENILAI KANTOR PUSAT BPS

STATISTISI TERAMPIL

STATISTISI AHLI

Statistisi Pertama & Statistisi Muda

Statistisi Madya

TIM PENILAI BPS

21

PENILAIAN PEJABAT STATISTISI DI LUAR BPS


Ada Tim Pusat Tidak ada Tim Langsung Nilai

BPS Pusat

Langsung Nilai

Instansi Lain/ Prop/Kab/Kota

Ada Tim

Langsung Nilai

Daerah
Tidak ada Tim BPS Daerah

III/d -- langsung dinilai

IV/a -- BPS Pusat


22

KENAIKAN PANGKAT STATISTISI MADYA


Minimal 12 AK dari unsur pengembangan profesi

IV/a-b

IV/b-c

Statistisi Madya (golongan IV/a) Statistisi Madya (golongan IV/b)

Statistisi Madya (golongan IV/b) Statistisi Madya (golongan IV/c)

Angka kredit yang dipersyaratkan untuk KP ke IV/b-c

DP3 setiap unsurnya bernilai baik dalam 1 tahun terakhir


23

KELEBIHAN ANGKA KREDIT (1)


Kelebihan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat/kenaikan jabatan berikutnya dengan syarat setiap unsur pada DP3 bernilai baik dalam 1 tahun terakhir

Statistisi Pertama (III/a)


Angka Kredit 163

KP

Statistisi Pertama (III/b)


Kelebihan 13 angka kredit

Angka Kredit yang disyaratkan = 150


Setelah 1 th di Jabatan Setelah 2 th di Pangkat

Statistisi Muda III/c

KJ KP

13 + min 37 angka kredit + DP3 Baik


24

KELEBIHAN ANGKA KREDIT (2)


kelebihan angka kredit memenuhi jumlah angka kredit untuk KP satu tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki, dapat diangkat dalam jabatan yang sesuai dengan angka kredit dengan syarat ; 1 tahun dalam jabatan, DP3 baik dalam 1 tahun terakhir

Contoh : III/a (2 tahun), Statistisi Pertama (1 tahun); AK yang dimiliki = 123 Penilaian mendapat 203, pada 1 Januari 2005 TMT Jabatan : Statistisi Muda (1 Januari 2005) KP ke III/b : 1 April 2005 KP ke III/c : 1 April 2007
25

KELEBIHAN ANGKA KREDIT (3)


Tahun berikutnya wajib mengumpulkan sekurangkurangnya 20% angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan dari unsur utama

tahun pertama dalam masa pangkat/jabatan

Kenaikan pangkat/ jabatan setingkat lebih tinggi

Memperoleh angka kredit memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat


26

KENAIKAN PANGKAT/JABATAN (1)


Dalam 1 Tahun Memperoleh AK = 203

Statistisi Pertama III/a AK = 121

KJ KP

Statistisi Muda III/b

Statistisi Muda III/c KP 2 Tahun AK 223

Tiap Tahun harus mengumpulkan Min 20% dari AK yg dipersyaratkan untuk KP dari unsur utama Min 10 AK tiap tahun
27

KENAIKAN PANGKAT/JABATAN (2)


Statistisi Pertama III/a Setelah 1 Tahun Memperoleh AK = 203 KJ Statistisi Muda

KP Nilai DP3 Baik Masa Kerja Gol 2 th

III/b

KP Nilai DP3 Baik Masa Kerja Gol 2 th III/c

Tiap Tahun harus mengumpulkan Min 20% dari kenaikan AK yg dipersyaratkan untuk KP dari unsur utama (10)

28

PENILAIAN PANGKAT PUNCAK


Statistisi Penyelia (golongan III/d),

Minimal 10 AK

setiap tahun sejak menduduki pangkat/jabatan puncak wajib mengumpulkan angka kredit dari unsur utama

Statistisi Madya (golongan IV/c), Minimal 20 AK


29

PENILAIAN UNTUK PANGKAT PUNCAK WEWENANG TIM PENILAI BPS PROPINSI


Stat Penyelia (III/d) & Stat Muda (III/d) dinilai TP BPS

Prop
Hasil Penilaian (DUPAK) dikirim kepada TP BPS untuk

dimintakan pertimbangan
TP BPS menerbitkan SK Persetujuan/ Penolakan PAK diterbitkan oleh BPS Prop

30

UNSUR YANG DINILAI


UNSUR UTAMA Pendidikan Penyediaan data & Informasi Stat Semua jenjang

Tergantung jabatan Tergantung jabatan


Semua jenjang Semua jenjang
31

UNSUR KEGIATAN

Analisis dan Pengembangan Pengembangan Profesi Stat

UNSUR PENUNJANG

Penunjang Kegiatan Stat

Unsur dan Sub Unsur (Terampil & Ahli)


Utama Unsur
(1 )

Sub Unsur
(2 )

Unsur
(3 )

Penunjang Sub Unsur


(4 )

I. Pendidikan

A. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar B. Pendidikan & Pelatihan fungsional di bidang Stat serta memperoleh STTPP A. Sensus/survei B. Kompilasi Administrasi C. Observasi/pengamatan

II. Penyediaan data & Informasi Statistik

III. Analisis & Pengem- A. Analisis Statistik bangan Statistik B. Pengembangan Statistik IV. Pengembangan Profesi Statsitik A. Pembuatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di bidang Statistik B. Penyusunan Juknis Pelaksanaan Pengelolaan kegiatan Statistik C. Penerjemahan/penyaduran buku/karya ilmiah di bidang Statistik

V. Pendukung Keg A. Pengajaran/pelatihan Statistik di bidang Statistik B. Peran Serta dalam Seminar /lokakarya/konferensi C. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistik D. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi E. Perolehan Piagam Kehormatan F. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya

32

PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT BUTIR-BUTIR KEGIATAN ANALISIS STATISTIK


Analitik 1 Sektor

TERAMPIL
Analisis Deskriptif ANALISIS STATISTIK (Tabel 1) Analitik Lintas Sektor AHLI Analisis Mendalam

Satu Sektor

Lintas Sektor

Jumlah Halaman

Satu Sektor
Lihat kolom dan baris Tabel 1
33

Lintas Sektor

Tabel 1. Penghitungan Butir-butir Kegiatan Analisis Statistik


Terampil No. Jumlah Halaman (2) > 150 101 - 150 76 - 100 51 - 75 41 - 50 31 - 40 21 - 30 11 - 20 6 - 10 <6 Deskriptif Satu Lintas Sektor Sektor (3) (4) 3,60 5,70 3,00 2,40 1,80 1,20 1,08 0,84 0,60 0,48 0,36 4,75 3,80 2,85 1,90 1,71 1,33 0,95 0,76 0,57 Analitik Satu Sektor (5) 4,80 4,00 3,20 2,40 1,60 1,44 1,12 0,80 0,64 0,48 Analitik Lintas sektor (6) 4,80 4,00 3,20 2,40 1,60 1,44 1,12 0,80 0,64 0,48 Ahli Analitik Mendalam Satu Lintas Sektor Sektor (7) (8) 9,60 14,40 8,00 6,40 4,80 3,20 2,88 2,24 1,60 1,28 0,96 12,00 9,60 7,20 4,80 4,32 3,36 2,40 1,92 1,44
34

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT BUTIR-BUTIR KEGIATAN ANALISIS STATISTIK LAINNYA


Kaji hasil kegiatan sensus atau survei Evaluasi/kaji metode Penarikan sampel ANALISIS STATISTIK LAINNYA (Tabel 2)

Buat metode estimasi


Inovasi metode statistik Estimasi parameter Menentukan kerangka Kegiatan analisis

Jumlah Halaman

Lihat kolom dan baris Tabel 2


35

Tabel 2. Penghitungan Butir-butir Kegiatan Analisis Statistik Lainnya


Evaluasi/ Kaji hasil kaji kegiatan metode sensus/ penarikan survei, dll sampel (3) 9,00 7,50 6,00 4,50 3,00 2,70 2,10 1,50 1,20 (4) 9,00 7,50 6,00 4,50 3,00 2,70 2,10 1,50 1,20 Menentukan kerangka kegiatan analisis (8) 9,00 7,50 6,00 4,50 3,00 2,70 2,10 1,50 1,20
36

No.

Jumlah Halaman

Buat metode estimasi (5) 9,00 7,50 6,00 4,50 3,00 2,70 2,10 1,50 1,20

Inovasi metode statistik (6) 9,00 7,50 6,00 4,50 3,00 2,70 2,10 1,50 1,20

Estimasi parameter

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(2) > 150 101 - 150 76 - 100 51 - 75 41 - 50 31 - 40 21 - 30 11 - 20 6 - 10

(7) 6,00 5,00 4,00 3,00 2,00 1,80 1,40 1,00 0,80

PENILAIAN ANTAR JENJANG (1)


Sesuai jenjang Statitisi Pelaksana Pemula Statitisi Pelaksana Statitisi Pelaksana Lanjutan Statitisi Penyelia Jml satuan hasil X Angka kredit X 1

Satu tingkat di atasnya STATISTISI PELAKSANA PEMULA

Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,8


Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,6 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,4 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,2

Dua tingkat di atasnya

Tiga tingkat di atasnya

Jenjang Ahli

Statistisi Pertama

PENILAIAN ANTAR JENJANG (2)


Satu tingkat di bawahnya Sesuai Jenjang Satu tingkat di atasnya

Statitisi Pelaksana Pemula


Statitisi Pelaksana Statitisi Pelaksana Lanjutan Statitisi Penyelia

Jml satuan hasil X Angka kredit X 1


Jml satuan hasil X Angka kredit X 1 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,8 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,6 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,4 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,2

STATISTISI PELAKSANA

Dua tingkat di atasnya

Jenjang Ahli

Statistisi Pertama

Jenjang Ahli

Statistisi Muda

PENILAIAN ANTAR JENJANG (3)


Jenjang Terampil Jenjang Terampil Jenjang Terampil Statistisi Pelaksana Statistisi Pelaksana Lanjutan Statistisi Penyelia

Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,4


Jml satuan hasil X Angka kredit X 0.6 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,8 Jml satuan hasil X Angka kredit X 1 Jml satuan hasil X Angka kredit X 1 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,8

STATISTISI MUDA

Satu tingkat di bawahnya

Statistisi Pertama

Sesuai Jenjang

Statistisi Muda

Satu tingkat di atasnya

Statistisi Madya

PENILAIAN ANTAR JENJANG YANG TIDAK MENDAPATKAN ANGKA KREDIT (4)


Jabatan Statistisi Terampil Muda Pelaksana Pemula Madya Pelaksana Pemula Madya Pelaksana Madya Muda Pelaksana Pemula Jabatan Statistisi Ahli

Pelaksana

Pekerjaan Statistisi Ahli

Pekerjaan Statistisi Terampil

PENILAIAN ANTAR JENJANG YANG BISA MEMPEROLEH ANGKA KREDIT (5)


Statistisi Pelaksana Lanjutan Statistisi Terampil Statistisi Penyelia Bisa melaksanakan semua kegiatan Statistisi Ahli Statistisi Pertama

FAKTOR PENGALI PENILAIAN ANGKA KREDIT YANG MELAKUKAN PEKERJAAN TIDAK SESUAI DENGAN JENJANG JABATANNYA
Jenjang Jabatan Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan Oleh: (1) 1 Statistisi Terampil 2 3 4 5 Statistisi Ahli 6 7 Pelaksana Pemula Pelaksana Pelaksana Lanjutan Penyelia Pertama Muda Madya Statistisi Terampil Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pemula Lanjutan (2) (3) (4) Penyelia (5) Pertama (6) Statistisi Ahli Muda (7) Madya (8)

1 0.8 0.6 0.4 0.2

1 1 0.8 0.6 0.4 0.2

0.8 1 1 0.8 0.6 0.4 0.2

0.6 0.8 1 1 0.8 0.6 0.4

0.4 0.6 0.8 1 1 0.8 0.6 0.4 0.6 0.8 1 1 0.8 0.4 0.6 0.8 1 1

PENYUSUNAN LAPORAN OLEH TIM


Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,6

Menyusun Publikasi atau Analisis

Penulis utama (1 orang)

Penulis pembantu (Max 3 orang)

[Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,4] dibagi Jumlah penulis pembantu
43

Contoh: Suparjo MA, Statistisi Muda di BPS Pusat, mengkaji kegiatan hasil Sensus Penduduk tahun 2000 yang dibantu oleh dua orang, yaitu Pramuji, SSi, Statistisi Pertama dan Sumiskar, Statistisi Penyelia. Laporan yang dihasilkan sebanyak 147 halaman tulisan (di luar kata pengantar, daftar isi dan lampiran).

Suparjo, MA: 7,5 X 0,6 = 4,5 Kajian Hasil SP 2000 147 hal, Tabel 2 Kolom (3) Nomor 2 Pramuji, SSi: (7,5 X 0,4) / 2 = 1,5

7,5

Sumiskar: (7,5 X 0,4) / 2 = 1,5

44

PINDAH JALUR JABATAN (1)


Statistisi Terampil Statistisi Ahli Diusulkan atau dapat memilih

DUPAK SMTA DI D II D III D IV S1 S2 S3 Stat/Math

Memenuhi
Angka kredit: Unsur Utama

Non Stat/Math

Min 80 %

Unsur Penunjang
Max 20 %

Mengikuti pendidikan Memilih AK = 5 (penunjang)

Harus STA
45

PINDAH JALUR JABATAN (2)


S-1 selain Statistik/Matematika tidak perlu mengikuti STA, apabila D-III/ Sarjana Muda nya Statistik/Matematika

46

PEMBEBASAN SEMENTARA (1)


Statistisi Terampil kecuali Statistisi Penyelia (III/d) & Statistisi Ahli kecuali Statistisi Madya (IV/c) dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk KP setingkat lebih tinggi

Dibebaskan sementara
KP

Aktif kembali
KP + KJ

tercapai

Diberhentikan

tidak tercapai

Dalam waktu 1 tahun harus mengumpulkan angka kredit untuk KP


47

PEMBEBASAN SEMENTARA (2)


Statistisi Penyelia (golongan III/d),

Minimal 10 AK

dibebaskan sementara dalam jabatannya apabila sejak diangkat tidak dapat mengumpulkan angka kredit dari unsur utama setiap tahun

Diberhentikan
Jika tidak tercapai

Statistisi Madya (golongan IV/c), Minimal 20 AK

Tidak dapat diangkat kembali


48

Pejabat Statistisi yang harus dibebaskan sementara


didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan

SK Bebas sementara diterbitkan oleh Kepala Instansi sesuai dengan jenjang jabatan

49

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (1)


Dijatuhi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980

Dapat diangkat kembali dalam jabatan Statistisi terakhir yang didudukinya bila :

telah selesai menjalani hukuman

50

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (2)


Diberhentikan sementara sbg Pegawai Negeri Sipil berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 1966

Berdasarkan Keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan

Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali disiplin penurunan pangkat.

diangkat kembali dalam jabatan Statistisi terakhir yang didudukinya

diberhentikan

51

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (3)

Cuti di luar tanggungan negara (CLTN)

kecuali untuk persalinan keempat dan


seterusnya

52

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (4)


Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Statistisi Telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Statistisi

Struktural/ Tugas Admisnistrasi

Dapat diangkat kembali

Dalam pangkat yang dimilikinya, sedangkan jabatannya ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang berasal dari kegiatan unsur utama setelah dilakukan penilaian oleh Tim dan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang
53

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (5)


Tugas Belajar lebih dari 6 bulan
tunjangan jabatannya diberhentikan pada bulan ke-7 terhitung mulai tanggal dibebaskan sementara

dapat dipertimbangkan KP-nya apabila sekurang-kurangnya telah 4


(empat) tahun dalam pangkat terakhir dan setiap unsur dalam DP3 bernilai baik dalam 2 tahun terakhir

Diangkat kembali setelah selesai Tugas Belajar

54

LAIN LAIN
PS yang Tugas Belajar akan dibebaskan sementara dengan SK Tugas Belajar. Untuk kepentingan tersebut PS yang Tugas Belajar

pada STIS agar mencantumkan jabatan Statistisi beserta angka


kreditnya sehingga SK Tugas Belajar tersebut sudah merupakan SK Bebas Sementara sebagai PS. PS yang diberi tugas sebagai Struktural, maka SK tersebut pada jabatan lama akan dicantumkan Jabatan Statistisi beserta angka kreditnya sehingga SK sebagai jabatan Struktural merupakan SK Bebas Sementara sebagai PS.

55

PEMBERHENTIAN
Karena tidak memperoleh angka kredit yang telah ditentukan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat.

56

TUGAS BELAJAR KE STIS (1)

STATISTISI TERAMPIL Gol III-a Statistisi Gol II Lulusan SLTA PAK 50 STATISTISI AHLI Gol III-a

diusulkan & dapat memilih

Tugas Belajar ke STIS

Lulus Memperoleh angka kredit 75 - 25 = 50

AK = 50 + 50 = 100

Berlaku juga untuk Statistisi Ijin Belajar Non STIS, Jurusan Statistik/Matematika
57

TUGAS BELAJAR KE STIS (2)


Memperoleh nilai sebanyak yang ditambahkan untuk KP

Statistisi Gol II Lulusan SLTA PAK < 50

STATISTISI AHLI Gol III-a

STATISTISI TERAMPIL Gol III-a

Tugas Belajar ke STIS Lulus Memperoleh angka kredit 75 - 25 = 50

AK dijadikan100 (unsur penujang)

AK = < 50 + 50 = < 100

Berlaku juga untuk Statistisi Ijin Belajar Non STIS, Jurusan Statistik/Matematika
58

IJIN BELAJAR NON STIS NON STATISTIK/MATEMATIKA (1)


Lulus STA

Statistisi Gol II Lulusan SLTA PAK 50

STATISTISI AHLI Gol III-a

STATISTISI TERAMPIL Gol III-a

Ijin Belajar Non STIS Non Statistik/Matematika

Lulus Memperoleh angka kredit 75 - 25 = 50

AK = 50 + 50 = 100

59

IJIN BELAJAR NON STIS NON STATISTIK/MATEMATIKA (2)


Memperoleh nilai sebanyak yang ditambahkan untuk KP & Lulus STA

Statistisi Gol II Lulusan SLTA PAK < 50

STATISTISI AHLI Gol III-a

STATISTISI TERAMPIL Gol III-a

Ijin Belajar Non STIS Non Statistik/Matematika

AK dijadikan100 (unsur penujang)

Lulus Memperoleh angka kredit 75 - 25 = 50

AK = < 50 + 50 = < 100


60

TERIMA KASIH
Keterangan lebih lanjut hubungi : Bagian Jabatan Fungsional Biro kepegawaian & Hukum Badan Pusat Statistik soaloon@mailhost.bps.go.id
61