Anda di halaman 1dari 3

Komplikasi: A.

Arithmia Sebagian besar aritmia merupakan penyakit yang dapat sembuh secara spontan dengan atau tanpa pengobatan khusus. Tetapi ada juga beberapa yang bisa berkembang menjadi penyakit serius. Jika tidak tertangani, aritmia dapat beresiko berkembang menjadi: 1. Pingsan (sinkop). Jantung yang tidak berdenyut dengan normal, tidak dapat memompa darah secara efisien. Jika suplai darah ke otak tidak adekuat maka dapat menyebabkan pingsan mendadak yang bisa menyebabkan injuri. 2. Stroke Aritmia tertentu seperti arterial fibrilasi dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil di jantung. Jika gumpalan-gumpalan ini pecah dan terbawa oleh aliran darah ke otak, hal tersebut dapat menyebabkan stroke. Risiko stroke tergantung pada usia, tipe aritmia dan penyakit jantung yang beresiko untuk terjadi stroke seperti penyakit tekanan darah tinggi. 3. Gagal jantung kongestif Jantung yang berdenyut terlalu cepat dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kelelahan permanen (kondisi yang dikenal sebagai gagal jantung kongestif). 4. Kematian mendadak Aritmia ventrikuler pada penderita dengan penyakit kelainan struktural jantung (seperti kelemahan otot jantung akibat serangan jantung sebelumnya) dapat menyebabkan kematian. Namun, pada orang-orang dengan jantung yang sehat, aritmia yang mengancam jiwa jarang terjadi. Sumber: Capital region Medical Center University of Missouri Health Care. Complications from Arrhythmias. (http://www.crmc.org/services/cardiology/arrhythmias_complications.aspx diakses pada Jumat 7 Maret 2014 pukul 13.04 WIB) B. IMA Komplikasi infark miokard akut, diantaranya: 1. Kematian mendadak Risiko tertingg kematian mendadak terjadi pada saat puncak gejala dan menurun secara progresif selama beberapa jam. Oleh karena itu seseorang perlu akses cepat untuk mendapatkan defibrilasi pada saat mengalami kardiak arrest. 2. Gangguan pada denyut, ritme dan konduksi Disritmia biasanya paling banyak terjadi diantara komplikasi Infark Miokard yang lain. Walaupun hal ini bisa mengancam jiwa, beberapa pasien hanya mengalami disritmia yang dapat sembuh dengan sendirinya. 3. Shock kardiogenik

Shock kardiogenik digunakan untuk mendeskripsikan sebuah sindrom yang kompleks berhubungan dengan perfusi yang tidak adekuat pada orga-organ vital, paling signifikan pada organ otak, ginjal dan jantung. 4. Ruptur jantung Setelah aritmia dan shock kardiogenik, penyebab paling sering terjadinya kematian setelah IMA adalah ruptur jantung. Komplikasi kardiac ruptur terjadi sekitar 10% dari kasus IMA dan terjadi pada fase penyembuhan sekitar 5-9%. Kematian biasanya berhubungan dengan hemopericardium dan resultan kardiac tamponade menyebabkan kardiac arest. 5. Gagal Jantung Gagal jantung merupakan salah satu komplikasi berat IMA yang disebabkan oleh ketidak mampuan jantung untuk menyediakan CO yang adekuat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Komplikasi gagal jantung terjadi sekitar 25-50% dari kejadian IMA timbul dari hilangnya kontraktilitas pada otot jantung yang mengalami kerusakan. 6. Angina pectoris Nyeri angina berhubungan dengan peningkatan kebutuhan oksigen pada otot jantung secara terus-menerus. 7. Tromboembolisme Hal ini berkembang dari adanya trombus di dinding pada inflamasi akut endokardium. Pada umumnya terjadi 1-3 minggu post-infark, menyebabkan 3% kematian. 8. Perikarditis Sering terjadi secara akut dan biasanya terjadi pada saat 24-72 jam post-infark miokard. Terdapat pada 20% pasien. Biasanya sementara, jinak dan dapat sembuh dengan sendirinya tetapi gejalanya bisa sangat mengganggu. Nyeri biasanya terasa pada area jantung, dan semakin buruk saat inspirasi serta menurun saat duduk atau membungkuk ke depan. 9. Ventrikular septal defect Komplikasi struktural ini terjadi sebanyak 2% dari kasus sebagai komplikasi lanjutan pada sekitar hari ke-3 sampai hari ke-5. Lubang terdapat pada intraventrikular septum, menyebabkan aliran dari kiri ke kanan disusul dengan shock kardiogenik, kelebihan aliran jantung dan edema pulmonar berat. 10. Aneurisma ventrikular Pembentukan aneurisma terjadi pada 10-15% kasus diikuti oleh kerusakan meluas otot jantung dan penggantiannya oleh jaringan parut. Selama sistol ventrikular, aneurisma menonjol ke arah luar dan mengurangi ejection fraction dengan menyerap energi dari kontraksi otot jantung. Hal ini menyebabkan berkurangnya stroke volume pada ventrikel kiri. (Hubbard, 2003) Komplikasi infark miokard akut (IMA) terdiri dari iskemik, mekanikal, aritmia, emboli dan gangguan inflamasi (perikarditis). Namun, kegagalan sirkulasi akibat disfungsi berat pada ventrikel kiri atau akibat dari salah satu komplikasi mekanik menjadi hal yang paling fatal. (Grasso & Brener, 2010)

Tabel: Komplikasi Infark Miokard Akut Tipe Komplikasi Gejala Iskemik Angina, kekambuhan infark, perluasan infark Mekanikal Gagal jantung, shock kardiogenik, disungsi katup mitral, aneurisma, ruptur jantung. Aritmik Aritmia atrial atau ventrikular, disfungsi sinus atau atrioventrikular node. Emboli Emboli sistem saraf pusat atau perifer. Inflamasi Perikarditis Komplikasi infark miokard terdiri dari aritmia, mekanikal dan inflamasi berulang (perikarditis awal dan post-IM sindrom) juga dapat terjadi trombus dinding ventrikel kiri. Selain kategori-kategori luas di atas, infark ventrikel kiri dan shock kardiogenik juga merupakan kemungkinan komplikasi lainnya dari infark miokard akut. (Kondur, 2013) Sumber: Grasso & Brener. 2010. Complications of Acute Myocardial Infarction. (http://www.clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/diseasemanagement/cardiology/ complications-of-acute-myocardial-infarction/ diakses pada Jumat, 7 maret 2014 pukul 14.37 WIB) Kondur, Ashok. 2013. Complications of Myocardial Infarction Overview of MI Complications. (http://emedicine.medscape.com/article/164924-overview diakses pada Jumat, 7 Maret 2014 pukul 14.02) Hubabard, Julia. 2003. Complications associated with myocardial infarction. Nursing Times. Vol. 99 No. 15 p. 2829.