Anda di halaman 1dari 3

BAHAN RESTORASI

Bahan restorasi merupakan salah satu bahan yang banyak dipakai dibidang kedokteran gigi. Bahan restorasi berfungsi untuk memperbaiki dan merestorasi struktur gigi yang rusak. Tujuan restorasi gigi tidak hanya membuang penyakit dan mencegah timbulnya kembali karies, tetapi juga mengembalikan fungsinya. Bahan-bahan restorasi gigi yang ideal pada saat ini masih belum ada meskipun berkembang pesat. Syarat untuk bahan restorasi plastis yang baik adalah : Harus mudah digunakan dan tahan lama Kekuatan tensil cukup Tidak larut oleh saliva dalam rongga mulut serta tidak korosi di salam rongga mlt Tidak toksik dan iritatif baik pada pulpa maupun pada gingival Mudah dipotong dan dipoles Derajat keausan sama dengan email Mampu melindungi jaringan gigi sekitar dari karies sekunder Koefisien muai termis sama dengan enamel / dentin Daya penyerapan airnya rendah Bersifat adhesive terhadap jaringan gigi Radiopaq

Untuk dapat diterima secara klinis, kita harus mengetahui sifat-sifat bahan yang akan kita pakai sehingga jika bahan-bahan baru keluar di pasaran, kita dapat segera mengenali kebaikan dan keburukan dibanding dengan bahan yang lama. Dua sifat yang sangat penting yang harus dimiliki oleh bahan restorasi adalah harus mudah digunakan dan tahan lama. G.V Black atau lengkapnya Greene Vardiman Black mengklasifikasikan kavitas atas 5 bagian dan diberi tanda dengan nomor Romawi, dimana kavitas diklasifikasi berdasarkan permukaan gigi yang terkena karies. Kelima klas tersebut adalah sebagai berikut : A. Klas I Karies Klas I ini berada pada bagian oklusal gigi posterior yaitu pada pits dan fissure, dari gigi premolar (geraham kecil) dan gigi molar (geraham besar). Sedangkan pada gigi anterior karies Klas I ini terdapat di foramen caecum. B. Klas II

Karies pada Klas II ini terdapat pada bagian approximal dari gigi premolar atau molar dan biasanya karies meluas sampai ke bagian oklusal. C. Klas III Karies pada Klas III ini terdapat pada gigi depan pada bagian approximal, akan tetapi karies Klas III ini belum mencapai 1/3 (sepertiga) incisal gigi. D. Klas IV Karies pada Klas IV ini merupakan lanjutan dari karies Klas III dimana karies terjadi pada bagian approximal gigi depan dan karies telah mencapai 1/3 (sepertiga) incisal gigi. E. Klas V Karies Klas V ini terdapat pada bagian 1/3 leher gigi baik gigi depan maupun pada gigi belakang pada bagian labial, lingual, palatal maupun bukal. F. Klas VI Karies Klas VI ini terdapat pada gigi depan bagian incisal edge dan juga terdapat pada gigi belakang bagian ujjung cups.

Klasifikasi karies menurut G.J Mount and WR.Hume a. Berdasarkan site (lokasi). Site 1 : karies terletak pada pit dan fissure.

Site 2 : karies terletak di area kontak gigi (proksimal), baik anterior maupun posterior. Site 3 : karies terletak di daerah servikal, termasuk enamel/permukaan akar yang terbuka. b. Berdasarkan size (ukuran) ; jika kavitas berkembang dari lesi bercak putih menjadi kavitas berlanjut sehingga menghancurkan mahkota gigi. Mahkota tersebut diklasifikasikan menjadi: Size 0 : lesi dini. Size 1 : kavitas minimal, melibatkan dentin namun belum terjadi. Kavitas yang masih minim dapat dilakukan perawatan remineralisasi. Size 2 : ukuran kavitas sedang, dimana masih terdapat struktur gigi yang cukup untuk dapat menyangga restorasi yang akan ditempatkan. Size 3 : kavitas yang berukuran lebih besar, sehingga preparasi kavitas di perluas agar restorasi dapat digunakan untuk melindungi struktur gigi yang tersisa dari retak/patah. - Size 4 : sudah terjadi kehilangan sebagian besar struktur gigi seperti cups/sudut insisal.