Anda di halaman 1dari 12

&sisten1 2aka Hendari

JURNAL PRAKTIKUM SINTESIS SENYAWA ORGANIK Judul Tujuan Percobaan Pendahuluan Senyawa p-nitroasetanilida merupakan turunan asam karboksilat yang tergolong amida sekunder (RCONHR !. Senyawa p-nitroasetanilida juga dikenal dengan nama N-("nitro#enil! asetamida$ p-asetamidonitroben%en$ N-&setil-"-nitroanilin. Si#at #isiknya antara lain berupa kristal prisma yang berwarna kuning pu'at. Senyawa p-nitroasetanilida digunakan industri sebagai ba(an baku sistesis p-nitroanilina (sebagai %at pewarna!. Pada struktur molekulnya$ inti ben%ena terikat pada atom N (R ! dengan substituen berupa gugus )NO* (gugus nitro! dan gugus )NHCOCH+ (gugus asetilamina!. : Sintesis Para Nitroasetanilida : Mempelajari reaksi nitrasi senyawa aromatik.

Senyawa p-nitroasetanilida memiliki dua isomer posisi$ yaitu o-nitroasetanilida dan m-nitroasetanilida. ,alam padatannya$ suatu isomer para lebi( simetris dan dapat membentuk kisi kristal lebi( teratur dibandingkan kedua isomer lainnya (Rani$ *-..!. Sintesis p-nitroasetanilida dilakukan dengan mereaksikan asetanilida bersama asam sul#at pekat$ asam nitrat pekat$ dan asam asetat glasial. &tom (idrogen aromatik terganti ole( gugus nitro (NO*!. &sam sul#at pekat ber#ungsi untuk memprotonasi dan menguba( asam nitrat menjadi ion nitronium (NO*/! yang sangat reakti# se(ingga dapat menyerang molekul asetanilida dalam reaksi nitrasi untuk meng(asilkan molekul p-nitroasetanilida.0erikut reaksi sintesis p-nitroasetanilida beserta (asil sampingnya1

(,iemos$*-.-!.

&setanilida termasuk golongan amida yang muda( ter(idrolisis dalam larutan asam dan basa$ se(ingga dalam reaksi pembentukan p-nitroasetanilida$ asetanilida dilarutkan dulu dalam asam asetat glasial yang tidak mengandung air. 3ungsi asam asetat glasial untuk men'ega( (idrolisis dari asetanilida. &setanilida digolongkan juga dalam senyawa ben%ena tersubtitusi$ dengan substituennya berupa gugus asetil (-NHCOCH+!. Suatu ben%ena tersubstitusi dapat mengalami substitusi gugus kedua pada 'in'in aromatiknya$ disebut substitusi aromatik elektro#ilik$ karena pada keadaan ini suatu elektro#il (bukan nukleo#il! akan mensubstitusi 'i'in aromatik. 0en%ena tersubstitusi tidak bereaksi dengan nukleo#il karena adisi nukleo#il akan merusak kestabilan 'i'in aromatiknya. 4on yang berperan sebagai elektro#il adala( ion nitronium (NO*/! yang dapat menyerang 'in'in ben%ena dari asetanilida dalam reaksi nitrasi. Hasilnya berupa senyawa antara ion ben%onium dan pada ak(ir reaksi akan di(asilkan p-nitroasetanilida dan asam (H+O/!. Selama reaksi berlangsung antara 'ampuran nitrasi dengan asetanilida$ su(u (arus dijaga tidak lebi( dari .-5C agar kemungkinan terbentuknya sala( satu isomer dari p-nitroasetanilida yaitu o-nitroasetanilida lebi( ke'il. 6arena$ reaksi berjalan se'ara eksotermis se(ingga bila ada sedikit energi yang berupa panas$ maka o-nitroasetanilida kemungkinan terbentuknya o-nitroasetanilida lebi( besar. Senyawa p-nitroasetanilida berbentuk kristal (padat!$ se(ingga proses pemurniannya dilakukan dengan 'ara kristalisasi dan rekristalisasi (3essenden$ .78*!. Me an!"#e Rea "! &nalisis1

Sintesis1 - Pembentukan ion nitronium (NO*/!

- Reaksi pembentukan p-nitroasetanilida

4on ben%onium

Ala$ 9rlenmeyer .-- ml$ batang pengaduk$ beaker glass$ penangas es$ pipet tetes$ gelas ukur .- ml$ 'orong 0u'(ner$ kertas saring$ :a'um pump$ 'orong biasa$ 'awan petri. %ahan &setanilida$ asam asetat gla'ial$ asam sul#at pekat$ asam nitrat pekat.

S e#a Kerja &setanilida - dimasukkan " g ke dalam erlenmeyer . - ditamba(kan " m; asam asetat glasial dan 8 m; asam sul#at pekat - didinginkan labu dalam air es - di'ampurkan * m; asam nitrat pekat dan * m; asam sul#at pekat ke dalam erlenmeyer *$ didinginkan labu dalam air es - diteteskan 'ampuran nitrasi tetes demi tetes ke dalam erlenmeyer . sambil diaduk dan dijaga su(unya ? .- 5C - dikeluarkan labu dari es jika penetesan selesai dan dibiarkan selama . jam - dituangkan ke dalam gelas beker berisi .-- m; air dan potongan es - diaduk perla(an (ingga kristal p-nitroasetanilida memisa($ dibiarkan .> menit - disaring kristal dengan 'orong bu'(ner$ di'u'i beberapa kali dengan air es - direkristalisasi dengan etanol panas (ingga diperole( kristal saat 'ampuran didinginkan - dikeringkan kristal di o:en (<@.--5C !$ ditimbang$ dan diuji titik lele(nya. Hasil Pro"edur Kerja Masukkan " g asetanilida ke dalam erlenmeyer .-- m;. <amba(kan ke dalamnya " m; asam asetat glasial dan 8 m; asam sul#at pekat. ,idinginkan labu dalam air es. Sementara itu dalam labu erlenmeyer .-- ml lain yang terpisa($ 'ampur (ati-(ati masing-masing * ml asam nitrat pekat dan asam sul#at pekat kemudian dinginkan labu dalam air es. <eteskan 'ampuran nitrasi ini tetes demi tetes ke dalam labu erlenmeyer yang berisi asetanilid sambil diaduk dan temperatur dijaga agar tidak lebi( dari .-=C. &pabila penetesan tela( selesai keluarkan labu dari air es dan biarkan selama . jam. Setela( itu tuangkan ke dalam gelas beker *>- ml yang berisi .-- ml air dan beberapa potong es. &duk perla(an-la(an$ kristal p-nitroasetanilid akan memisa( dan biarkan selama .> menit. Saring kristal dengan 'orong bu'(ner$ 'u'i beberapa kali dengan air es kemudian lakukan rekristalisasi dengan etanol. 6eringkan di o:en pada temperatur .--=C$ timbang dan tentukan titik lele(nya.

Wa $u &an' d!bu$uh an Ke'!a$an Pen'ampuran asetanilida / asam asetat glasial / asam sul#at pekat Pendinginan 'ampuran dalam air es Proses nitrasi (penamba(an asam nitrat pekat dan asam sul#at pekat! Pendinginan 'ampuran dalam air es Pendiaman 'ampuran Campuran / air / es$ diaduk perla(an Pendiaman 'ampuran Penyaringan dengan 'orong bu'(ner Pen'u'ian kristal dengan air es Rekristalisasi dengan etanol panas Pendinginan 'ampuran dalam air es Penyaringan kristal dengan 'orong bu'(ner Pengeringan kristal dalam o:en Penimbangan kristal (asil sintesis Pengujian titik lele( kristal To$al 1a$a dan Perh!$un'an Wa $u (ela "anaan 6amis$ .*.+-.*."> 6amis$ .*.">.*.>6amis$ .*.>-.+..6amis$ .+..-.+..> 6amis$ .+..>."..> 6amis$ ."..>.".*6amis$ .".*-.".+> 6amis$ .".+>.".>6amis$ .".>-.".>> 6amis$ .".>>.>.+> 6amis$ .>.+>.>.>6amis$ .>.>-.>..6amis$ .>..-.B.*> 6amis$ .B.*>.B.+2umat$ -C."--8.*Wa $u e)e $!) &an' d!bu$uh an .> menit > menit *- menit > menit Ke$eran'an 'ampuran tidak berwarna$ eksoterm (keluar asap! asap dan bau berkurang 'ampuran beruba( warna menjadi mera( 'era( su(u terjaga A.-5C

'ampuran beruba( B- menit warna menjadi kuning 'era( 'airan menjadi > menit slory berwarna kuning pu'at kristal .> menit p-nitroasetanilida mengendap didapat crude .> menit p-nitroasetanilida melarutkan > menit o-nitroasetanilida di dalam kristal mengkristalkan "- menit kembali larutan p-nitroasetanilida p-nitroasetanilida .> menit mengendap didapat kristal *- menit p-nitroasetanilida menguapkan etanol .> menit dalam kristal massa kristal > menit p-nitroasetanilida .$7- g titik lele( sebesar +- menit *.*-*."5C. *+, #en!$ - ./0 ja#

Sen&a2a (4n!$roa"e$an!l!da wujud1 warna1 berat1 titik lele(1

3a"!l Teor!$!" serbuk kuning pu'at >$++ g *.+-*.>5C

3a"!l Percobaan serbuk kuning pu'at .$7- g *.+-*."5C

HNO+ pekat @ @ m @ +$-*" g mol HNO+ pekat @ @ @ -$-"8- mol H*SO" pekat @ @ m @ *$CC8 g mol HNO+ pekat @ @ @ -$-*78 mol Reaksi1 HNO+ M 1 -$-"8- mol R 1 -$-*78 mol S 1 -$-.8* mol Reaksi1 asetanilida / / H*SO" -$-*78 mol -$-*78 mol NO*/ -$-*78 mol -$-*78 mol -$-*78 mol -$-*78 mol D NO*/ / H*O

D p-nitroasetanilida / H+O/

M 1 -$-*7B mol R 1 -$-*7B mol S 1 -

-$-*78 mol -$-*7B mol -$---* mol -$-*7B mol -$-*7B mol -$-*7B mol -$-*7B mol

mol asetanilida

@ @ @ -$-*7B mol

Massa p-nitroasetanilida @ mol E 0M @ -$-*7B mol E .8-$.B gFmol @ >$++ g Rendemen @ @ E .--G E .--G

@ +>$B> G 3a"!l Pen'a#a$an

Setela( nitrasi

,idiamkan . jam

Campuran / air / es

,ilarutkan dalam etanol panas

Pelarutan sambil dipanaskan Pe#baha"an

6ristal kering (asil rekristalisasi

<ujuan per'obaan ini untuk mempelajari reaksi nitrasi senyawa aromatik. Reaksi nitrasi adala( reaksi terbentuknya senyawa nitro atau masuknya gugus nitro pada suatu senyawa se(ingga terjadi penggabungan gugus nitro (-NO*! yang terikat pada karbon sebagai senyawa nitroaromatik atau nitropara#in. Senyawa aromatik yang digunakan yaitu asetanilida yang termasuk golongan amida yang muda( ter(idrolisis dalam larutan asam dan basa. &setanilida memiliki gugus amida yang berperan sebagai pengara( orto-para. &setanilida termasuk senyawa ben%ena tersubtitusi yang substituennya berupa gugus asetil (-NHCOCH +!. 0en%ena tersubstitusi dapat mengalami substitusi gugus kedua pada 'in'in aromatiknya dalam reaksi substitusi aromatik elektro#ilik$ karena pada keadaan ini suatu elektro#il (bukan nukleo#il! akan mensubstitusi 'in'in aromatik. 0en%ena tersubstitusi tidak bereaksi dengan nukleo#il$ karena adisi nukleo#il akan merusak kestabilan 'in'in aromatiknya. 4on yang berperan sebagai elektro#il adala( ion nitronium (NO */! yang dapat menyerang 'in'in ben%ena dari asetanilida dalam reaksi nitrasi meng(asilkan senyawa antara ion ben%onium dan ak(ir reaksi meng(asilkan p-nitroasetanilida dan ion (idronium H+O/ yang bersi#at asam. Reaksi nitrasi dalam per'obaan di(arapkan dapat mensintesis p-nitroasetanilida dari ba(an-ba(an yang terdiri dari asetanilida$ HNO + pekat$ H*SO" pekat$ CH+COOH glasial$ dan C*H>OH. ;angka( awal yang dilakukan yaitu " g asetanilida digerus (alus terlebi( da(ulu untuk memperke'il ukuran partikel se(ingga 'epat bereaksi dengan molekul-molekul lain. Selanjutnya asetanilida ditamba(kan " m; CH+COOH glasial dan 8 m; H*SO" pekat di dalam lemari asam dan erlenmeyer diletakkan dalam air es karena reaksi bersi#at eksoterm yang meng(asilkan panas dan gas berba(aya. Pendinginan dalam air es juga ber#ungsi untuk mengurangi panas dan gas berbau dari (asil reaksi. 3ungsi penamba(an CH+COOH glasial untuk men'ega( (idrolisis asetanilida menjadi anilin dan asetat an(idrat kembali karena CH+COOH glasial tidak mengandung air. Sedangkan H*SO" pekat ber#ungsi sebagai katalis reaksi yang memper'epat laju reaksi.

;angka( selanjutnya yaitu membuat 'ampuran %at penitrasi dari * m; HNO + pekat dan * m; H*SO" pekat yang dilakukan di dalam lemari asam dan didinginkan di dalam air es karena
reaksi bersi#at eksoterm yang meng(asilkan panas dan gas berba(aya. 3ungsi HNO+ pekat

sebagai reagen dalam reaksi$ sedangkan H*SO" pekat untuk memprotonasi dan menguba( asam nitrat menjadi ion nitronium (NO*/! yang sangat reakti#. Reaksi pembentukan ion nitronium yang terjadi sebagai berikut1

Proses nitrasi dilakukan dengan mereaksikan 'ampuran (asetanilida$ CH+COOH glasial$ dan H*SO" pekat! dengan %at penitrasi. Penamba(an %at penitrasi dilakukan setetes demi setetes
agar produk dari kristal p-nitroasetnilida yang terbentuk jumla(nya maksimal$ memperke'il kemungkinan terbentuknya sala( satu isomer dari p-nitroasetanilida yaitu o-nitroasetanilida$

dan untuk men'ega( terjadinya reaksi dinitrasi dan terbentuk p-nitroanilin akibat terlalu banyaknya ion H/ yang dapat mengkatalisis reaksi (idrolisis nitroasetanilida. Reaksi yang
terjadi bersi#at eksotermis se(ingga bila ada sedikit energi yang berupa panas$ maka

o-nitroasetanilida kemungkinan terbentuk lebi( banyak$ ole( sebab itu su(u lingkungan dijaga
agar tidak lebi( dari .-5C (sistem diletakkan di dalam air es!. Reaksi pembentukan pnitroasetanilida yaitu1

4on ben%onium

Setela( proses nitrasi$ erlenmeyer di keluarkan dari dalam air es dan didiamkan pada su(u

kamar selama B- menit agar reaksi berlangsung sempurna. <erjadinya reaksi ditandai dengan adanya peruba(an warna 'ampuran dari kuning menjadi mera( 'era(. 3enomena peruba(an warna ini diakibatkan sistem melepas sejumla( energi (panas! se(ingga elektron-elektron yang tereksitasi karena panas reaksi akan kembali ke keadaan dasarnya dengan panjang gelombang tertentu yang ditunjukkan dengan mun'ulnya warna tampak. Setela( itu 'airan dalam erlenmeyer dituangkan dalam air es sambil diaduk perla(an dan didiamkan selama .> menit untuk mengoptimalkan pembentukan kristal. <ujuan dituangkan larutan ke dalam air es yaitu agar isomer orto dapat larut dalam air dingin$ sedangkan isomer para tidak dapat larut dalam air dingin dan membentuk endapan berupa kristal crude. 6ristal crude (berupa pnitroasetanilida! disaring menggunakan 'orong bu'(ner untuk memisa(kan kristal dari larutannya yang mengandung senyawa o-nitroasetanilida. 6emudian$ kristal di'u'i dengan air es berkali-kali (ingga asam (ion H+O/! (ilang dan untuk melarutkan isomer orto yang mungkin terikat di permukaan kristal. Hal yang (arus diper(atikan yaitu jangan men'u'i kristal crude dengan #iltratnya karena o-nitroasetanilida dan pengotor-pengotor lain yang suda( larut tidak mengotori kristal. 6ristal yang tela( di'u'i dengan air es$ dilakukan rekristalisasi untuk pemurnian dengan menggunakan pelarut etanol. 9tanol panas diteteskan ke dalam erlenmeyer yang berisi kristal$ agar 'epat larut maka erlenmeyer juga dipanaskan. Pemili(an etanol sebagai pelarut dalam proses rekristalisasi didasarkan pada perbedaan si#at melarutkan dari etanol. Pada keadaan panas etanol dapat melarutkan kristal p-nitroasetanilida$ sedangkan pada keadaan dingin etanol banyak melarutkan kristal o-nitroasetanilida. Pada proses pelarutan$ terjadi peruba(an #ase slory menjadi larutan kuning 'era(. Ole( sebab itu$ keadaan dingin kristal p-nitroasetanilida akan terbentuk kembali (rekristalisasi!. Selain itu$ etanol muda(
menguap se(ingga peng(ilangan pelarut dalam senyawa di(arapkan dapat dilakukan dengan muda(. Pendinginan #iltrat panas untuk memperole( kembali kristal dilakukan pada su(u

kamar. 2ika pendinginan dilakukan se'ara paksa seperti didinginkan di dalam kulkas$ maka akan terbentuk kristal amor# yang memiliki luas permukaan besar. 6ristal amor# sangat berpotensi mengabsorbsi pengotor se(ingga kristal yang diperole( tidak murni. 6ristal (asil rekristalisasi di saring kembali dengan penyaring bu'(ner$ kemudian dikeringkan di dalam o:en pada su(u .-- 5C untuk meng(ilangkan pelarut yang terikat di dalam kristal se(ingga didapat kristal kering. Hasil sintesis pada per'obaan ini diperole( kristal berwarna kuning pu'at dengan massa kristal p-nitroasetanilida sebesar .$7- gram dan titik lele( men'apai *.+-*."5C. Hasil ini sesuai literatur karena senyawa p-nitroasetanilida berwarna kuning pu'at dengan titik lele(

yaitu *.+5C-*.>5C. Ole( sebab itu$ (asil sintesis dikatakan murni. Per(itungan rendemen yang diperole( sebesar +>$B>G. Hal ini disebabkan ole( terbentuknya senyawa onitroasetanilida sebagai produk samping yang banyak terlarut dalam #iltrat yang ak(irnya dibuang. 6esala(an yang terjadi dimungkinkan akibat etanol panas yang digunakan untuk melarutkan terlalu banyak se(ingga mempersulit pembentukan kristal. Ke"!#(ulan 6esimpulan dari per'obaan ini yaitu1 - Sintesis p-nitroasetanilida terjadi berdasarkan reaksi substitusi elektro#ilik. - Pelarut etanol digunakan untuk memisa(akan senyawa p-nitroasetanilida dari o-nitroasetanilida berdasarkan perbedaan si#at melarutkannya. - Pendinginan sistem reaksi di dalam air es bertujuan agar p-nitroasetanilida tidak larut dalam air se(ingga dapat diendapkan sebagai kristal. - Massa kristal p-nitroasetanilida yaitu .$7- garam dengan rendemen sebesar +>$B>G$ dan titik didi( men'apai *.+5C-*.>5C. - Rendemen (asil sintesis p-nitroasetanilida relati# ke'il akibat terbentuk lebi( banyak senyawa o-nitroasetanilida yang terlarut dalam #iltrat. Re)eren"! &nonim. 2011. Sintesis p-nitroasetanilida. [sereal online]. (ttp1FFid.s'ribd.'om Fdo'F>8+8**">FMakala(-6imsin-p-nitroasetanilida. " ,esember *-.+. &nonim. *-.-. Substitusi Cin'in &romatik. Hsereal onlineI. (ttp1FFaromati'-'(emistrysynt(esis-o#-o-nitroaniline-and-p-nitroaniline:ia-a-multi-step-seJuen'e. " ,esember *-.+. 3essenden$ R.2 dan 3essenden, 2.S. .78*. Kimia Organik Jilid 2 Edisi Ketiga . 2akarta1 9rlangga. Saran - Sebaiknya asetanilida dilarutkan da(ulu dalam H*SO" pekat dan asam asetat glasial$ agar pada ak(ir pendinginan di erlenmeyer selama satu jam tidak terbentuk gumpalan puti( yang sukar larut dalam #iltrat. - Sebaiknya etanol untuk rekristalisasi tidak terlalu banyak agar pembentukan kristal tidak sulit.

Na#a Pra $! an

4 &'(. Kainur 4 Luliana 4 ;inda 6artikawati 4 Susilowati

(.-.8.-+-.-"-! (...8.-+-.--8! (...8.-+-.-*B! (...8.-+-.-+-!

4 Riyan Ca(yo Setiawan (...8.-+-.-+*!