Anda di halaman 1dari 46

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Diare merupakan masalah serius pada anak diseluruh dunia dan sering tumpang tindih dengan malnutrisi. Diare mengakibatkan kehilangan sejumlah besar elektrolit terutama Na dan K. Pada 70% penderita, kehilangan air dan natrium sebanding dengan terjadi dehidrasi isonatremik. Dehidrasi hiponatermik dijumpai pada 10-15% penderita diare. al ini terjadi bila

sejumlah besar elektrolit hilang dari tinja, melebihi kehilangan !airan. iponatermia dapat diperberat bila selama diare, diberikan sejumlah besar masukan !airan rendah atau bebas elektrolit per oral. ilangn"a air lebih besar daripada elektrolit mengakibatkan diare hipernatermik. Dijumpai pada sekitar 15-#0% penderita diare. Dan dapat terjadi bila selama diare diberikan larutan elektrolit rumah tangga dengan konsentrasi garam tinggi, atau ba"i diberikan susu skim mendidih "ang menimbulkan beban solute ginjal tinggi dan peningkatan kehilangan air urin. Potensi untuk terjadin"a hipernatremi juga meningkat bila ada demam, suhu lingkungan "ang tinggi, hiper$entilasi. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum %ntuk mengetahui asuhan kepera&atan "ang tepat se!ara komprehensi' dalam mengatasi masalah anak dengan diare dan meminimalisir resiko komplikasi "ang ditimbulkan oleh diare. 2. Tujuan Khusus (ampu melakukan asuhan kepera&atan pada anak dengan diare "ang terdiri dari) (ampu melakukan pengkajian pada anak dengan diare (empu menentukan diagnosa pada anak dengan diare (ampu meren!anakan inter$ensi pada anak dengan diare

(ampu melaksanakan asuhan kepera&atan pada anak dengan diare (ampu melakukan e$aluasi pada anak dengan diare.

C. MANFAAT 1. %ntuk memberikan in'ormasi kepada pera&at dalam memberikan pela"anan kesehatan dengan masalah diare "ang sesuai dengan asuhan kepera&atan se!ara tepat dan benar. #. (emberikan in'ormasi kepada keluarga klien "ang mempun"ai anak dengan masalah diare agar dapat melakukan pananganan dengan benar. *. (enambah &a&asan pada mahasis&a mengenai asuhan kepera&atan "ang tepat pada anak dengan diare.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

II.1 D ! n"s" Diare adalah buang air besar "ang tidak normal atau bentuk tinja "ang en!er dengan 'rekuensi lebih ban"ak dari biasan"a. Neonatus disebut diare apabila 'rekuensi buang air besar sudah lebih dari + kali, sedangkan pada ba"i berumur lebih dari satu bulan dan anak bila 'rekuensin"a lebih dari * kali ,-K., /K %-, 1015) #1*2. Diare akut adalah in'lamasi lambung dan usus "ang disebabkan oleh berbagai bakteri, $irus, dan pathogen parasiti! ,Pedoman Kepera&atan Kritis, Donna 3. 4ong2. Diare adalah 5.5 "ang tidak normal 6 bentuk tinja "ang en!er dengan 'rekuensi lebih dari + kali pada ba"i dan lebih dari * kali pada anak, dapat be&arna hijau atau dapat pula ber!ampur lendir dan darah atau lendir saja. ,Ngasti"ah, 1+*2 II.2 E#"$%$&" 7tiologi diare data dibagi dalam beberapa 'a!tor, "aitu) 1. /a!tor in'eksi a. -n'eksi enteral, "aitu in'eksi saluran pen!ernaan "ang merupakan pen"ebab utama diare pada anak meliputi) -n'eksi bakteri) $ibrio, 7 !oli, salmonella, shigella -n'eksi $irus) entero$irus ,$irus 78 9, !o:sa!kie2, adeno$irus, rota$irus -n'eksi parasit) !a!ing ,as!aris, tri!huris, o:"rius, strong"loides2, proto;oa ,entamoeba histoliti!a, giardia lamblia, tro!homonas hominis2, jamur ,!andida albi!ans2. b. -n'eksi parenteral, "aitu in'eksi di bagian tubuh lain diluar alat pen!ernaan, seperti otitis media akut ,oma2, tonsilo'aringitis,

bronkopneumonia, ense'alitis, dll. Keedaan ini terutama terdapat pada ba"i dan anak diba&ah # tahun. #. /a!tor malabsorbsi a. (alabsorbsi karbohidrat) disakarida ,intoleransi laktosa, maltosa, sukrosa2, monosakarida ,intoleran glukosa, 'ruktosa, galaktosa2. <ang tersering pada ba"i dan anak adalah intoleransi laktosa. b. (alabsorbsi lemak !. (alabsobsi protein. *. /a!tor makanan) makanan basi, bera!un, alergi terhadap makanan. +. /a!tor psikologis) rasa takut dan !emas 5. -munode'isiensi. II.' Pa#$!"s"$%$&"s <ang merupakan timbuln"a diare adalah) 1. =angguan osmolitik akibat terdapatn"a makanan atau ;at "ang tidak diserap akan men"ebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dal>am rongga usus. -si rongga usus "ang berlebihan ini akan merangsang usus mengeluarkann"a sehingga timbul diare. #. =angguan sekresi akibat rangsangan tertentu ,misaln"a oleh toksin2 pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutn"a diare timbul karena terdapat peningkatan isi ronga usus. *. =angguan motilitas usus hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangn"a kesempatan usus untuk men"erap makanan, sehingga timbul diare. ?ebalikn"a bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan "ang selanjutn"a dapat menimbulkan diare pula. Patologenesisn"a) 1. (asukn"a jasad renik "ang masih hidup ke dalam usus halus setelah berhasil mele&ati rintangan asam lambung.

#. @asad renik tersebut berkembang biak dalam usus halus *. 9leh jasad renik dikeluarkan toksin ,toksin diaregenik2 +. .kibat toksin itu, terjadi hipersekresi "ang selanjutn"a akan timbul diare. .kibat lanjut dari diare akan terjadi) 1. Kehilangan air dan elektrolit ,dehidrasi2 "ang mengakibatkan terjadin"a gangguan keseimbangan asam basa ,asidosis metabolik, hipokalemia2 #. =angguan gi;i sebagai akibat kelaparan *. ipoglikemia +. =angguan sirkulasi darah. II.( Man"! s#as" K%"n") .&aln"a anak menjadi !engeng, gelisah, suhu badan mengkin meningkat, na'su makan berkurang atau tidak ada, lalu timbul diare. Ainja makin !air, mungkin mengandung darah dan 6 atau lendir, &arna tinja berubah jadi kehijau-hijauan karena ter!ampur empedu. .nus dan sekitarn"a le!et karena tinja menjadi asam. =ejala muntah dapat terjadi sebelum dan 6 atau sesudah diare. 5ila telah ban"ak kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi. .dan"a penurunan berat badan. Pada ba"i, ubun-ubun besar !ekung. Aonus otot dan tugor kulit berkurang. ?elaput lendir mulut dan bibir kering. II.* P na#a%a)sanaan 1. Pemberian !airan ,jenis !airan, !ara pemberian dan jumlah2. a. 8airan Peroral (eD63. Dehidrasi ringan6sedang, umur E C bln) kadar Na 50-C0 m7D63 'ormula lengkap sering disebut oralit. Dehidrasi ringan dan sedang ) !airan "ang berisi Na8-, Na 89*, K= dan glukosa. Diare akut dan kolera, umur BC bln ) kadar Na 00

8airan sederhana han"a mengandung garam dan gula ,Na8l dan sukrosa atau air tajin "ang diberi garam dan gula2. b. 8airan Parenteral. =aram "ang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pasien, kadangkadang tergantung kepada tersedian"a !airan setempat. %mumn"a ringer laktat. 8ara memberikan !airan) 5elum ada dehidrasi. Peroral seban"ak anak mau minum ,ad libitum2 atau 1 gelas tiap de'ekasi. Dehidrasi ringan. - 1 jam pertama ) # 5 - 50 ml6Kg 55 peroral ,intragastrik2. - ?elanjutn"a )1#5ml6kg556hari ad libitum. Dehidrasi sedang. - 1 jam pertama ) 50 - 100 ml6Kg 55 peroral6intragastrik ,sonde2. - ?elanjuta"a ) 1#5 ml6kg 556hari ad libitum. Dehidrasi berat. .nak 1 bln - # thn 55 * -10 kg. o 1 jam pertama. +0 ml6kg 556jam F 10 tts6kg 556i ,set in'us berukuran 1 ml F 15 tts2 atau 1* tts6kg 556menit. o 7 jam berikutn"a. 1# ml6kg 556jam F * tts6kg 556menit atau + tts6Kg 556menit . o 1C jam berikutn"a. 1#5 ml6kg 55 oralit peroral6-ntragastrik. 5ila anak tidak mau minum teruskan dengan intra$ena # tts6kg 556menit ,set in'us 1 ml 15 tts2. .tau * tts6kg 556menit ,set in'us 1 ml F #0 tts2. .nak ) # - 5 tahun, 55 10- 15 kg, o 1 jam pertama.

*0 ml6kg 556jam atau 1 tts6kg 556menit ,1 ml F 15 tts2 atau 10 tts6kg 556menit ,1 ml F #0 tts2. o 7 jam berikutn"a. 10 ml6kg 556jam atau * tts6kg 556menit ,1 ml F 15 tts2 atau + tts6Kg 556menit ,1 ml F #0 tts2. o 1C jam berikutn"a. 1#5 ml6kgg 55 oralit peroral6-ntragastrik. 5ila anak tidak mau minum teruskan dengan intra$ena # tts6kg 556menit ,1ml F #0tts2. .nak ) 5 - 10 tahun, 55 15-# 5 kg, o 1 jam pertama. #0 ml6kg 556jam atau 5 tts6kg 556menit ,1 ml F 15 tts2 atau 7 tts6kg 556menit ,1 ml F #0 tts2. o 7 jam berikutn"a. 10 ml6kg 556jam atau #,5 tts6kg 556menit ,1 ml F 15 tts2 atau * tts6Kg 556menit ,1 ml F #0 tts2. o 1C jam berikutn"a. 105 ml6kg 55 oralit peroral. 5ila anak tidak mau minum teruskan D=aa intra$ena 1 tts6kg 556menit ,1 ml F 15 tts2 atau 1 G tts6Kg 556menit ,set in'us 1 ml - #0 tts2. 5a"i baru lahir ,Neonatus2 55 #-* kg Kebutuhan !airan ) 1#5 ml H 10 ml H #5 ml F #50 mml6kg 556#+ jam. @enis !airan ) +) 1 ,+ bagian glukosa 5% H 1 bagian Na 89 * 1 G %2. Ke!epatan) + jam pertama #5 ml6kg6556jam atau C tts6kg 556i ,1 ml F 15 tts2 atau 1 tts6kg 55. ,1 ml F #0 tts2. #0 jam berikutn"a.

150 ml6kg6556#0 jam atau # tts6kg 556i ,1 ml F 15 tts2 atau. # G tts6kg 556i ,1 ml F #0 tts2. 5a"i berat badan lahir rendah 55 E # kg. Kebutuhan !airan ) #50 ml 6kg 556#+ jam. @enis !airan ) + ) 1 ,+ bagian glukosa 10% H 1 bagian Na 89 * 1 G %2. Ke!epatan !airan F pada ba"i baru lahir. #. Pengobatan Dietatik ,(akanan2. %ntuk anak E 1 thn dan B 1 th dengan 55 kurang 7 kg jenis makanann"a adalah) ?usu ,.?- dan atau susu 'ormula mengandung laktosa rendah dan asam lemak tidak jenuh, seperti) 33( .l miron. (akanan setengah padat ,bubur2 atau makanan padat ,nasi tim2 bila anak tidak mau minum susu. ?usu khusus "ang disesuaikan dengan kelainan "ang ditemukan. ari Pertama 1 ) ?etelah rehidrasi segera diberikan makanan peroral. 5ila diberi .?-6susu 'ormula tetapi diare masih sering, diberikan oralit selang seling dengan .?-. (isal ) # kali .?-6susu khusus ) 1 kali oralit. ari #-+ ari 5 *. 9bat-obatan Prinsip ) menganti !airan "ang hilang melalui tinja dengan6tanpa muntah dengan !airan "ang mengandung elektrolit dan glukosa6karbohidrat lain ,gula, air tajin, tepung beras, dll2. 9bat "ang diberikan adalah) 9bat anti sekresi. ) .?-6susu 'ormula rendah laktosa penuh. ) bila tak ada kelainan klien dipulangkan. Kembali susu atau makanan.

8ara Pemberian)

.setosal. Dosis #5 mg6thn dengan dosis minimum *0 mg. Klorproma;in. Dosis 0,5 - 1 mg6kg 556hari.

9bat spasmolitik.

Papa$erin, ekstrak beladon, opium loperamid tidak digunakan pada klien diare. 9bat pengeras tinja seperti kaolin, pektin, !har!oal tabonal tidak berman'aat mengatasi diare sehingga tidak diberikan lagi. .nti biotik.

%mumn"a anti biotik tidak diberikan bila tidak ada pen"ebab "ang jelas. Pada klien kolera diberikan tetrasiklin #5-50 mg6kg 556hari. .A? diberikan bila terdapat pen"akit pen"erta seperti ) 9(., /aringitis, 5ronkitis, 5ronkopneumoni.

II.+ K$m,%")as" ?ebagai akibat kehilangan !airan dan elektrolit se!ara mendadak, dapat terjadi berbagai ma!am komplikasi, seperti) 1. Dehidrasi ,ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik, atau hipertonik2. #. Ienjatan hipo$olemik *. +. ipokalemia ,dengan gejal meteorismus, hipotoni otot, lemah, bradikardi, perubahan pada 7K=2 ipoglikemia karena kerusakan $illi mukosa usus halus C. Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik 7. (alnutrisi energi protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga mengalami kelaparan. II.-. .OC /# 0%am,"01 5. -ntoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat de'isiensi en;im laktase

ASUHAN KEPERA.ATAN PADA KLIEN DENGAN DIARE A. PENGKAJIAN 1. I2 n#"#as Nama, %mur, @enis Kelamin 2. R"3a4a# K s ha#an o R"3a4a# K s ha#an S )a0an& %bun-ubun besar !ekung (alaise (ata kering Aurgor kulit sangat lama 5erat badan turun 5ibir kering Kram abdominal Pu!at %rine menurun atau tidak ada Na'su makan berkurang .nus dan sekitarn"a le!et 3etargis Kejang Dehidrasi (ual, muntah .nak !engeng Konsistensi 'eses en!er /eses en!er ada darah atau lendir 5.5 lebih dari * kali Penderita pernah memakan makanan basi Penderita jarang !u!i tangan sebelum makan Penderita pun"a imun rendah Penderita malnutrisi orangtua pun"a ri&a"at alergi

o R"3a4a# K s ha#an Dahu%u

o R"3a4a# K s ha#an K %ua0&a

10

'. P m 0")saan F"s") AAJ - AD -N -P -? Pertumbuhan - 55 - A5 ) menurun ) tetap ) menurun ) meningkat, !epat ) meningkat, !epat ) meningkat

Aingkat kesadaran Aerjadi penurunan tingkat kesadran ,apatis, sering bi!ara tidak logis, kon'usi, letargi2 Peka rangsangan

(. P m 0")saan D"a&n$s#") Pemeriksaan tinja o makroskopis dan mikroskopis o Ph dan kadar gula dalam tinja dengan lakmus dan tablet !linitest sebagai indikasi intoleransi gula o Pemeriksaan biakan dan uji resistensi Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah dengan pemeriksaan analisa gas darah menurut .?AI%P Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui'aal ginjal Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, 8a dan /os'or dalam serum , terutama penderita diare "ang menderita kejang2 Pemeriksaan diare kronik B. DIAGNOSA KEMUNGKINAN a. Kekurangan Jolume !airan berhubungan dengan kehilangan gastrointestinal berlebihan melalui 'eses atau emesis intubasi duodenum untuk mengetahui jasad

renik6parasit se!ara kualitati' dan kuantitati' terutama pada penderita

11

b. =angguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh !. Iesiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi karena diare dan tirah baring lama d. Iesiko !edera berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga akibat anak kejang e. Iesiko perubahan per'usi jaringan berhubungan denga pola na'as tidak e'ekti' '. -ntoleransi akti'itas berhubungan dengan kelemahan g. Iesiko tinggi in'eksi berhubungan dengan mikroorganisme "ang menembus saluran =astrointestinal h. Ke!emasan berhubungan dengan perpisahan denga orang tua, lingkungan tidak dikenal, prosedur "ang menimbulakan stress

1#

C. ANALISA DATA TEORITIS N$ 1 Da#a klien lemah klien dehidrasi klien kejang klien demam mata kering membran mukosa kering turgor sangat lama # 55 turun .noreksia (ual, muntah Kehilangan air dan elektrolit ?uplai !airan K elektrolit terganggu .kumulasi toksin K sal. pen!ernaan .noreksia, mual, muntah * N"eri =elisah Aidak n"aman Kulit anus le!et Kulit kering dan bersisik Aurgor kulit jelek Kehilangan air dan elektrolit Diare Iesiko kerusakan integritas kulit kulit .sidosis metabolik Diare =angguan pemenuhan nutrisi =angguan keseimbangan as. 5asa Dehidrasi Kehilangan air dan elektrolit Pa#$!"s"$%$&" Diare Masa%ah ) , 0a3a#an Kekurangan $olume !airan

Klien lemah

?uplai !airan K elektrolit terganggu

Iesiko !edera

1*

.noreksia =elisah ?uhu meningkat -n'eksi otak ?uhu tubuh tinggi Kejang 5 ?esak na'as Na'as !epat ?uhu meningkat AD meningkat Aakipnea 89# meningkat (etabolisme anaerob meningkat .sidosis respiratorik iper$entilasi =angguan di'usi 9# K 89 Pada paru Iesiko perubahan per'usi jaringan

1+

C. RENCANA ASUHAN KEPERA.ATAN N$ 1 D"a&n$sa Kekurangan $ol.!airan b.d kehilangan =- berlebihan melalui 'eses6emesis Tujuan5 )0"# 0"a has"% In# 06 ns" Ras"$na%"sas" ?etelah dilakukan 5eri larutan rehidrasi oral 6 3I9 %ntuk rehidrasi dan penggantian kehilangan !airan inter$ensi kep., melalui 'eses diharapkan kekurangan 5eri 3I9 sedikit tapi sering, Ke!uali jika muntah itu hebat bukanlah kontraindikasi $olume !airan dapat khususn"a bila anak muntah untuk penggunaan 3I9 diatasi dengan kriteria 5erikan dan pantau !airan -J sesuai %ntuk dehidrasi hebat hasil ) ketentuan menunjukkan tanda- 5eri agens antimikroba sesuai %ntuk mengibati patogen khusus "ang men"ebabkan tanda hidrasi adekuat ketentuan kehilangan !airan "ang berlebihan AAJ stabil , N ) C0- ?etelah rehidrasi berikan diet Pemberian ulang diet normal se!ara dini bersi'at 100, P) #1, ?) *C,5reguler pada anak sesuai toleransi menguntungkan untuk menrunkan jumlah de'ekasi *7,52 dan penurunan berat badan serta pemendekan durasi Aurgor kulit kembali pen"akit normal =anti 3I9 dengan !airan rendah %ntuk mempertahankan terapi !airan Aingkat kesadaran natrium seperti air, .?-, 'ormula meningkat bebas laktosa atau "g mengandung laktosa Pertahankan pen!atatan "ang ketat %ntuk menge$aluasi kee'ekti'an inter$ensi terhadap masukan dan keluaran Pantau berat jenis urine setiap 1 jam %ntuk mengkaji hidrasi atau sesuai indikasi Aimbang berat badan anak %ntuk mengkaji hidrasi Kaji tanda-tanda $ital, turgor kulit, %ntuk mengkaji hidrasi membran mukosa dan status mental

15

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhb.d kehilangan !airan melalui diare, masukan tidak adekuat Iesiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi karena diare dan tirah baring lama

?etelah dilakukan tindakan kepera&atan perubahan nutrisis kurang dari kebutuhan tubuh dapat diatasi dengan kriteria hasil ) - penambahan berat badan ?etelah dilakukan inter$ensi kepera&atan resiko kerusakan intergritas kulit dapat teratasi dengan kriteia hasil) Kulit klien tetap utuh Na'su makan kembali normal

setiap + jam atau sesuai indikasi indari masukan !airan jernih seperti jus buah, minuman berkarbonat dan gelatin ?etelah rehidrasi intruksikan ibu untuk men"usui melanjutkan pemberian .? indari pemberian diet dengan pisang, apel, beras, roti panggang atau teh 9bser$asi dan !atat respon terhadap pemberian makan

Karena !airan ini biasan"a tinggi karbohidrat, rendah elektrolit dan mempun"ai osmolalitas tinggi Karena ini !enderung mengurangi kehebatan durasi dan kehebatan pen"akit Karena diet ini rendah dalam energi dan protein, terlalu tinggi dalam karbohidrat dan rendah elektrolit (engkaji toleransi pemberia makan

=anti popok dengan sering %ntuk menjaga agar kulit tetap bersih dan kering 5ersihkan bokong perlahan-lahan Karena 'eses diare sangat mengiritasi kulit dnegan sabun lunak, non alkalin, dan air atau !elupkan anak dalam bak untuk pembersihan "ang lembut 5eri salep seperti seng oksida %ntuk melindngi kulit dari iritasi ,tipe salep dapat ber'asiasi untuk setiap anak dan memerlukan periode per!obaan2 Pajankan dngan ringan kulit utuh %ntuk meningkatkan pen"embuhan "ang kemerahan pada udara jika mungkin indari menggunakan tissue basah Karena akan men"ebabkan rasa men"engat "ang dijual bebas "ang mengandung

1C

al!ohol pada kulit "ang terekskoriasi 9bser$asi bokong dan perineum (emudahkan terapi "ang tepat akan adan"a in'eksi seperti kandida 5erikan obat anti jamur "ang tepat (engobati in'eksi jamur kulit + Iesiko !edera berhubungan dengan kurang pengetahuan orang tua akibat anak kejang ?etelah dilakukan 5erikan in'ormasi kepada keluarga inter$ensi kepera&atan tentang pen"akit anak dan tindakan resiko !edera dapat terapeutik teratasi dengan kriteia 5antu keluarga dalam memberikan hasil) rasa n"aman dan dukungan pada keluarga mampu anak mera&at anakkhususn"a -;inkan anggota keluarga untuk dirumah berpartisipasi dalam pera&atan anak -ntruksikan keluarga mengenai pen!egahan .tur pera&atan kesehatan pas!a hospitalisasi Iujuk keluarga pada lembaga pera&atan kesehatan komunitas. %ntuk mendorong kepatuhan terhadap program terapeutik khususn"a jika sudah berada di rumah

(emenuhi kebutuhan anak dan keluarga (en!egah pen"ebaran in'eksi (enjamin pengkajian dan pengobatan "ang !ontinue Penga&asan peralatan di rumah sesuai kebutuhan

17

BAB III TINJAUAN KASUS


III.1 PENGKAJIAN Tan&&a% , n&)aj"an 7 Tan&&a% )%" n masu)7 1. I2 n#"#as Da#a Nama anak AA36%?-. .nak ke Nama -bu Pekerjaan Pendidikan .lamat D:. (edis ) .n.m ) solok, #-C-#00+6*0 bulan ) # dari # bersaudara ) N". = ) -IA ) ?D ) ?olok ) Diare Nama ."ah Pekerjaan Pendidikan ) An.N ) Aani ) ?D No. (I )

@enis kelamin ) perempuan

2. K %uhan U#ama /a%asan masu) 0umah sa)"#1 ?ebelum masuk rumah sakit I?%P. Dr. (. @.(-3 Padang klien ,.n.(2 dira&at di I?%D ?939K dengan keluhan diare akut selam *hari. ?aat di periksa ,tanda-tanda $ital .n.( antara lain) suhu *1,# 0 8. na'as +0 :6menit. Nadi 100:6menit. (ata !ekung, air mata kering, bibir pe!ahpe!ah, lidah tampak kotor. Aurgor kulit sangat lama. Keadaan umum letargis. '. R"3a4a# K ham"%an 2an K %ah"0an a. P0 na#a% -bu mengatakan selama kehamilan .n.( ibu mengalami mual muntah selama * bulan pertama. Aapi tidak sampai dira&at di rumah sakit. -bu selalu melakaukan pemeriksaan kehamilan ke 5idan dekat rumahn"a. Pemeriksaan dilakukan seban"ak) Arimester -) 1 kali

11

Arimester -Arimester ---

) 1 kali ) * kali

-bu mengatakan selam kehamilan na'su makann"a berkurang tapi tidak mengganggu nutrisi selama hamil. @enis makanan selama hamil "aitu nasi,lauk, pauk ,telur,ikan, a"am, tempe, tahu2, dan sa"uran. 8. In#0a Na#a% Proses persalinan normal dibantu oleh 5idan, ba"i lahir spontan, langsung menangis kuat, dengan .6? )160, 55 ) *100 gram, P5) +0 !m. 9. P$s# Na#a% -bu klien mengatakan tidak ada keluhan dan masalah "ang dirasakan setelah melahirkan, perdarahan tidak ada. 5a"i lahir dalam keadaan sehat, tidak ada kelainan atau pen"akit ba&aan pada ba"i. (. R"3a4a# K s ha#an Dahu%u. 1. P n4a)"# 4an& 2"2 0"#a s 8 %umn4a -bu klien mengatakan klien tidak pernah mengalami diare berat sebelumn"a, di&aktu ba"i klien pernah diare tapi tidak membaha"akan kesehatan klien. Klien biasan"a demam setelah di imunisasi, atau bila ada perubahan !ua!a. 5iasan"a demam * hari ,dan biasan"abiberi obat dari &arung dan berbagai ma!am obat tradisional. 2. P 0nah 2" Ra3a# 2" Rumah Sa)"# /#"2a) 2")aj"1 '. O8a#:$8a#an 4an& , 0nah 2"&una)an /#"2a) 2")aj"1 (. A% 0&" -bu mengatakan klien tidak ada mengalami alergi terhadap obat-obatan dan makanan "ang dikonsumsi, maupun alergi terhadap !ua!a dingin atau panas, alergi terhadap debu pun tidak ada menurut ibu klien. *. K 9 %a)aan N". = mengatakan klien tidak pernah mengalami ke!elakaan.

10

+. R"3a4a# Imun"sas" N$ 1. #. *. +. 5. C. J n"s "mun"sas" 58= DPA Polio 8ampak epatitis . epatitis 5 # bulan * bulan 1 bulan *. R"3a4a# K s ha#an Saa# In" N". = mengatakan 5.5 anak ( tidak ada serat. 4aktu dirumah anak tidak diberi apa-apa selain air putih. .nak tampak lemah, kondisi umum letargis. ?ejak dira&at anak tidak mengalami kejang, dari pengukuran tanda-tanda $ital anak ( antara lain) suhu *1,#08 , nadi 100:6menit, na'as +0 :6menit. Aurgor sangat lambat, lidah kotor, mata kering, ubun besar !ekung, bibir pe!ah-pe!ah. +. R"3a4a# K s ha#an K %ua0&a -bu mengatakan tidak ada anggota keluarga "ang mengalami ri&a"at alergi, baik itu alergi terhadap makanan maupun terhadap minuman dan !ua!a tertentu. -. Tum8uh K m8an& a. K man2"0"an 2an B 0&au% 5erdasarkan tahap perkembangan anak, anak ( termasuk pada usia pra sekolah. 8. M$#$0") Kasa0 i. Aengkurap ii. Duduk ) * bulan ) C bulan I # bulan # bulan # bulan 0 bulan II : * bulan * bulan III : + bulan + bulan

#0

iii. 5erjalan 9. M$#$0") Ha%us (enggenggam

)11 bulan ) * bulan ) + bulan

(ampu meraih benda sekitarn"a 2. K$&n"#"! 2an Bahasa 5i!ara (en"ebut (ama K Papa . Ps")$s$s"a%

) 1# bulan ) 1* bulan

Klien merupakan anak "ang !eria "ang selalu pandai bermain dengan teman seba"a. Karena umur klien masih tergolong anakanak prasekolah jadi kegiatan bermas"arakat lainn"a,tidak diikuti oleh klien. ;. R"3a4a# S$s"a% /#"2a) a2a 2a#a1 <. P m 0")saan F"s") /B"$%$&"s1 a. Keadaan %mum ) 3etargis Kesadaran ) ?omnolen =8?) 7 ,7-,(+,J#2 b. 556A5 a. 55 saat masuk I? b. A5 !. ?tatus =i;i .nak 556%mur = ) 7 Kg ) 00 !m ) Kurang , NF 1+ kg2 ,NF05 !m2

7 100% = 50% 1+ 00 A56%mur = 100% = 0+,1% 05

!. Kepala) a. 3ingkar Kepala ,tidak dikaji2 b. Iambut ) - Kebersihan ) 5ersih - 4arna ) itam - Distribusi Iambut ) (erata !. (ata ) 8ekung, .ir mata kering, Konjungti$a tidak anemis, sklera tidak ikterik, edema tidak ada, Ie'lek !aha"a H6H d. Aelinga ) ?imetris kiri dan kanan, Ketajaman pendengaran ,tidak dikaji2 e. idung ) - Kebersihan ) 5aik - ?eptum ) ?imetris kiri dan kanan - Polip ) Aidak .da - ?ekret ) tidak ada

#1

- Kongka nasalis ) merah muda '. (ulut - Kebersihan ) bersih - (ukosa mulut ) Kering - 5ibir ) Kering dan pe!ah-pe!ah - =usi ) tidak berdarah - 3idah ) tidak kotor d. 3eher) - Aonsil A1-A# - K=5 - Kelenjer Airoid - @PJ - Kaku kuduk - Aanda kernig ) Aidak hiperemis ) Aidak teraba ) Aidak membesar ) 5-# !m #9 ) ,-2 ) ,-2

e. Dada a. Paru i. -nspeksi ) Normo!hest, simetris ki-ka, &arna kulit sama dengan kulit "ang lain, tidak ada pembesaran roongga dada, retraksi dinding dada ,-2, /rekuensi Na'as +0 :6 menit ,NF #0*0 :6menit2 ii. Palpasi ) Premitus kiri F kanan, massa ,-2 iii. Perkusi ) sonor i$. .uskultasi ) $esikuler, ronki ,-2, &hee;ing ,-2 b. @antung i. -nspeksi ) iktus kordis terlihat, bentuk simetris, &arna kulit sama dengan kulit lainn"a, tidak ada pembesaran, tidak ada penonjolan, tidak ada sikatrik ii. Palpasi ) i!tus kordis teraba, massa,-2, tidak ada pembengkakan iii. .uskultasi ) irama teratur, bising ,-2, bun"i tambahan ,-2, 'rekuensi 100:6menit ,nomal 10-110:6menit2 '. .bdomen i. -nspeksi ) simetris kiri-kanan, &arna kulit sama dengan kulit lainn"a, tidak ada pembesaran abdomen ii. Palpasi ) epar tidak teraba, n"eri tekan ,-2, tidak ada distensi abdomen, tidak ada teraba masa iii. Perkusi ) timpani i$. .ustasi ) 5% ,H2 g. Punggung ) 5entuk simetris ki6ka h. 7kstremitas) i. Kekuatan dan tonus otot ) ,#2 lemah, klien tidak mampu mela&an gra'itasi, han"a mampu mengeser saja. ii. Ie'leks 'isiologis ) H6H iii. Ie'leks patologis ) .tas ) kaku kuduk ,-2

##

5a&ah

) kernig ,-2

i. =enitalia ) tidak ada kelainan j. Kulit ) 4arna ) Dalam batas normal Aurgor ) @elek, lambat kembali -ntegritas ) 5uruk 7lastisitas ) Kurang k. Pemeriksaan Neurologis ) Nilai =8? ) 7 ,respon mata ) 1. Iespon $erbal) #. motorik) +2 1=. K 8u#uhan Dasa0 S ha0":ha0" /#"2a) 2")aj"1 11. P m 0")saan P nunjan& /#"2a) 2"%a)u)an1 12. R"n&)asan R"3a4a# K , 0a3a#an .n.( usia *0 bulan dengan 5erat badan ,552 7 Kg dan Ainggi 5adan ,A52 00 !m. @enis kelamin perempuan. .nak masuk (.Djamil kiriman I?%D dengan keluhan diare akut selama tiga hari. ?aat diperiksa suhu *1,# 8. Na'as +0 :6 menit, Nadi 100:.6menit. (ata !ekung, bibir pe!ahpe!ah, air mata kering , lidah tampak kotor, turgor kulit) kulit kembali sangat lama, 5.5 anak tanpa serat, men!ret di rumah sebelum diba&a ke rumah sakit, anak han"a minum air putih saja, keadaan anak, letargis atau lemah. III.B DIAGNOSA 1. #. *. +. 5. Kekurangan $olume !airan berhubungan dengan kehilangan =berlebihan melalui 'eses atau emesis =angguan pertumbuhan dan berkembangan b.d perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Iesiko kerusakan integritas kulit b.d iritasi karena diare dan tirah baring lama Iesiko perubahan per'usi jaringan b,d pola na'as tak e'ekti' resiko !edera berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga akibat anak kejang. III.' ANALISA DATA

#*

N$ 1 D?)

Da#a

Pa#$!"s"$%$&"s Diare Kehilangan air dan elektrolit Dehidrasi =angguan keseimbangan as. 5asa .sidosis metabolik

Masa%ah Kekurangan $olume !airan

-bu mengatakan anakn"a han"a diberi air putih saja sebelum masuk I?. D9) - .ir mata kering - (ata !ekung - turgor kulit saat kembali sangat lama - 5ibir pe!ah-pe!ah - 3idah tampak kotor - ?uhu *1o8 - Na'as +0 :6menit - Nadi 100 :6menit # D?) D9) - 55 turun 7 kg - A5 00 !m - 3etargi ?uplai !airan K elektrolit terganggu .kumulasi toksin K sal. pen!ernaan .noreksia, mual, muntah * D?) D9) Aurgor kulit saat kembali sangat lama - letargi Kulit kering dan bersisik Kehilangan air dan elektrolit Diare Kehilangan air dan elektrolit Diare

=angguan pertumbuhan dan perkembanga n

Iesiko kerusakan integritas kulit

#+

Aurgor kulit jelek

D?) ibu han"a memberikan air putih saja saat anak berada dirumah D9) -

?uplai !airan K elektrolit terganggu -n'eksi otak ?uhu tubuh tinggi Kejang

Iesiko !edera

D?)D9) Na'as +0 :6menit

Pada paru =angguan di'usi 9# K 89 Aakipnea 89# meningkat (etabolisme anaerob meningkat .sidosis respiratorik iper$entilasi

Iesiko perubahan per'usi jaringan

#5

SATUAN ACARA PEN>ULUHAN Pokok bahasan ari 6 Aanggal Pukul ?asaran Aempat ) Per&atan .nak dengan Diare ) ) ) -bu Libu Iumah tangga )

.. 3atar 5elakang Diare salah satu pen"ebab kematian pada balita, angka insiden C0%-10% kematian dimana #*% men"erang terutama usia # tahun,(arga&ani dkk,10072. Di -ndonesia merupakan masalah kesehatan mas"arakat, karena tinggin"a angka kesakitan atau kematian. Ainggin"a angka penderita diare dipengaruhi oleh pen"ebaran diare, 'aktor panjamu "ang meningkat ke rentang terhadap diare dan 'aktor lingkungan..,Depkes I- Ditjen PP( K P3P,#0002 (enurut hasil sur$ei kesehatan IA,?KIA,10052. Aiap tahun angka kematian diare pada anak balita sekitar #50per 100.000 balita ,Depkes IDitjen PP( K P3P,#0002 Di rumah sakit DI.(.Djamil Padang, didapatkan data bah&a kasus diare merupakan kasus "ang ban"ak terdapt di bangsal anak, dari juni sampai agustus #007 didapatkan klien "ang dira&at dengan diare sebana"ak 1** orang , PKNI?-K., #00+2 ?elanjutn"a dari tan"a ja&ab "ang diakukan antara pera&at dengan orang tua "ang anakn"a sedang dira&at dengan diare, mereka mengatakan tidak mengetahui !ara pen!egahan diare dan mengatasi dehidrasi, tidak tahu apa pen"ebab anak"a terkena diare. Kurangn"a pengetahuan orang tua tersebut memberi dampak bagi anak dan keluarga. Dimana diare "ang berlanjut akan memba&a dampak terhadap dehidrasi, s"ok, hipo$olemik, kejang, malnutrisi energi protein dan gangguan keseimbangan elektrolit.

#C

(elihat ba"i dan anak. 5. Aujuan

'enomena

diatas

maka

kelompok

tertarik

untuk

mengadakan pen"uluhan tentang bagaimana !ara pen!egahan diare pada

- Aujuan -nstrusional %mum ?etelah mengikuti pen"uluhan diharapkan keluarga klien dapat mengetahui tentang !ara pen!ehan diare pada anak - Aujuan -nstruksional Khusus ?etelah mengikuti pen"uluhan diharapkan keluarga klien mampu) a. (en"ebutkan penertian diare b. (en"ebutkan klasi'ikasi diare !. (en"ebutkan gejala diare d. (en"ebutkan penanganan diare 8. Pelaksanaan Kegiatan 1. Ma# 0" Pengertian diare Diare ialah keadaan 'rekuensi buang air besar lebih dari + kali pada ba"i dan lebih dari * pada anakl dengan konsistensi tinja en!er, dapat be&arna hijau atau dapat ber!ampur lendir dan darah atau lendir saja, ,Ngasti"ah,1007)1+*2 Klasifikasi Diare 1. Dehidrasi i. Aanpa dehidrasi) Aidak terdapat tanda dehidrasi berat atau ringan 6 sedang ii. dehidrasi ringan 6 sedang, ditandai dengan) a. gelisah, re&el6mudah marah b. mata !ekung !. haus , minum dengan lahap d. !ubitan kulit perut kembalin"a sangat lambat iii. dehidrasi berat, ditandai dengan )

#7

a. letargi atau tidak sadar b. mata !ekung !. tidak bisa minum atau malas minum d. !ubitan kulit perut kembaln"a sangat lambat. #. Diare 1+ hari atau lebih a.. diare persiten ) tanpa dehidrasi b. Diare persisten berat ) ada dehidrasi *. terdapat darah dalam tinja Disentri ) terdapt darah dalam tinja ,berak ber!ampur darah2 Penanganan diare a. Penanganan Diare di Iumah 5erikan .?- lebih seringdan lebih lama pada setiap kali pemberian @ika anak memperoleh .?- eksklusi', beri oralit atau air matang sebagai tambahan @ika anak tidak memperoleh .?- eksklusi', berikan satu atau lebih !airan elektrolit, larutan gula garam, !airan makanan ,kuah sa"ur, air tajin2atau air matang. b. Penanganan dehidrasi ringan 6 sedang dengan oralit 5erikan oralit selama periode * jam dengan !ara) (inumkan sedikit-sedikit tapi sering dari gelas @ika anak muntah, tunggu 10 menit, kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat 3anjutkan .?- selama anak mau ?etelah * jam ulangi penilaian dan klasi'ikasikan kembali derajat dehidrasin"a. !. Penanganan dehidrasi berat dengan !epat 5erikan oralit segera setelah anak mau minum, biasan"a sesudah *-+ jam ,ba"i2 atau 1-# jam ,anak2 Periksa kembali sesudah C jam atau anak sesudah * jam. Klasi'ikasi dehidrasi Iujuk segera ke I?

#1

Cara membuatlarutan gula garam (LGG) .ir matang "ang sudah dingin 1 gelas ,#00 ml2ditambahkan 1 sendok makan gula pasir dan M sendok teh garam dapur. Diaduk sampai larut. Diminumkan pada ba"i atau anak setiap kali diare seban"ak mungkin Cara membuat air nasi dengan gula garam juga sama takarannya. UPA>A PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK .. Pemberian .ir ?usu -bu 5a"i harus mulai diberi .?- dalam &aku *0 metit sampai dengan 1 jam setelah dilahirkan. ?elama +-C bulan kehidupan, ba"i harus diberikan .?se!ara penuh atau eksklusi'. -ni berarti bah&a ba"i han"a diberi .?- saja tanpa !ampuran lain, seperti air, air buah, atau susu 'ormula. (ereka tidak boleh diberi sesuatu meskipun han"a air. 5a"i "ang terus mendapatkan .?kemungkinan mengalami diare lebih ke!il dari pada "ang tidak mendapat .?-. Pemberian .?- ini akan menurunkan resiko diare "ang berat dan kematian karena diare. Pemberian .?- aman karena menghindarkan pen!ernaan akibat penggunaan botol, dot, air dan makanan buatan. 5. (enjaga Kebersihan (akanan Pendamping .?a. 8u!ilah tangan sebelum men"iapkan makanan dan sebelum men"uapi ba"i b. ?iapkan makanan di tempat "ang bersih !. 8u!ilah makanan "ang tidak dimasak dengan air "ang bersih sebelum disusapkan pada ba"i d. (asak, rebus makanan sampaimatang ketika men"iapkan e. 5ila memungkinkan masak makanan tambahan segera sebelum dimakan '. AutuNlah makanan "ang disimpan g. ?impan makanan di tempat "ang dingin, bila mungkin simpanlah di lemari es h. 5ila makanan disiapkan lebih dari # jam sebelum dimakan, panaskan atau rebus lagi sebelum disuapkan pada ba"i.

#0

i. 5erikan makanan pada ba"i dengan sendok "ang bersih ,jangan menggunakan botol2 8. Penggunaan .ir 5ersih "ang 8ukup Penggunaan air bersih "ang !ukup ban"ak dan bersih membantu melindungi keluarga dari diare. <ang dapat dilakukan keluarga untuk mendapatkan air "ang bersih) a. menampung air dari sumber airbersih "ang ada b. melindungi sumber air dengan !ara menjauhkan dari binatang, dengan membangun jamban lebuh dari 10 meter dan terletak lebih rendah dari sumber air !. mengumpulkan dan men"impan air di tempat "ang bersih d. mengosongkan dan membersihkan tempat air setiap hati e. menjaga agar tempat men"impan air selalu ditutup dan jangan biarkan anak atau binatang meminum langsung dari tempat itu '. jangan memperbolehkan seorangpun memasukkan tangann"a ke dalam tempat men"impan air tersebut g. mengambil air dengan ga"ung "ang bertangkai "ang khusus digunakan untuk itu h. merebus air untuk membuat makanan dan minuman anak sampai mendidih. D. (en!u!i tangan (en!u!i tangan "ang baik berarti menggunakan sabun, menggunakan air "ang ban"ak dan membersihkan seluruh bagian tangan. (en!u!i tangan harus dilakukan setelah membersihkan anak "ang baru buang air besar, setelah buang air besar, sebelum men"iapkan makanan, sebelum makan, dan sebelum men"uapi anak. 7. (enggunakan @amban =unakanlah jamban "ang bersih dan jagalah jamban agar tetap bersih denga menggu"ur permukaan "ang kotor. 5ila tidak ada jamban buang air besar harus jauh dari rumah, jalan setapak, atau tempat bermain anak-

*0

anak, paling tidak 10 meter dari persediaan air. @angan buang air besar tanpa menggunakan alas kaki dan jangan biarkan anak-anak buang air besar sendiri. /. (embuang Ainja 5a"i dan .nak Ke!il dengan 5enar Kumpulkan dan buanglah tinja ba"i atau anak di jamban. (embantu anak atau ba"i buang air besar di tempat "ang mudah dibersihkan seperti pispot, bersihkan segera anak "ang "ang buang air besar dan !u!ilah tangann"a kemuadian !u!i tangan saudara. CARA PERA.ATAN DIARE a. berikan minuman larutan gula garam, air nasi "ang sedang dimasak. 8ara membuat larutan gula garam ,3==2) o .ir matang "ang sudah dingin 1 gelas ,#00

ml2ditambahkan 1 sendok makan gula pasir dan M sendok teh garam dapur. o Diaduk sampai larut. o Diminumkan pada ba"i atau anak setiap kali diare seban"ak mungkin 8ara membuat air nasi dengan gula garam juga sama takarann"a. b. (enghindari makanan "ang ban"ak mengandung serat seperti)sa"ursa"uran !. (enghindari minuman "ang mengandung la!tosa seperti susu d. (enghindari makanan "ang mengiritasi lambung seperti )makanan "ang pedas-pedas e. (enghindari terjadin"a stress ,ketegangan ji&a2 '. (inum obat sesuai petunjuk pemakaian g. ?egera ba&a ke pela"anan jika tidak ada perubahan 6 tidak sembuh 2. SASARAN 5TARGET ?asaran Aarget ) ) ibu-ibu

*1

'.

METODA 1. !eramah #. tan"a ja&ab *. diskusi

(.

MEDIA DAN ALAT a. 'lip !hart b. lea'let

*. @am) Aempat) +. (oderator Presentator 9bser$er

.AKTU DAN TEMPAT ari6tanggal)

PENGORGANISASIAN ) ) ) )

/asilitatator -.

SETTING TEMPAT

K # 0an&an ) Penanggung @a&ab ) moderator ) Dosen Pembimbing ) Presentator ) ) ibu ) obser$er ) /asilitator ) Papan /lip!hart

*#

D. K &"a#an P n4u%uhan N$ 1. P m8u)aan #. K &"a#an P n4u%uhan K &"a#an (enja&ab salam (endengarkan dan memperhatikan (endengarkan dan memperhatikan (endengar dan memperhatikan (endengar dan memperhatikan 5 menit .a)#u

(oderator memberikan salam (oderator memperkenalkan anggota pen"uluh (oderator menjelaskan tentang topi! pen"uluhan (oderator membuat kontrak &aktu (oderator menjelaskan tujuan pen"uluhan

P %a)sanaan (enggali pengetahuan peserta tentang pengertian diare (emberikan rein'or!ement dan meluruskan konsep (enjelaskan tentang pengertian diare (enggali pengetahuan tentang klasi'ikasi diare (enjelaskan tentang gejala diare pada anak (enjelaskan tentang penanganan diare (enjelaskan tentang upa"a pen!egahan diare pada anak dengan !ara) 1. Penggunaan .ir bersih "ang !ukup (engemukakan pendapat (endengar dan memperhatikan (endengar dan memperhatikan (engemukakan pendapat (endengar dan memperhatikan (endengar dan memperhatikan (endengar dan memperhatikan *0(enit

**

#. (en!u!i tangan ,(emberikan Kesempatan pada peserta untuk bertan"a2 *. (enggunakan @amban +. (embuang tinja ba"i dan anak dengan benar ,(emberikan kesempatan pada peserta untuk bertan"a2 *. (emberikan rein'or!ement pada peserta "ang mengajukan (endengar dan memperhatikan pertan"aan P nu#u, Presenter men"impulkan materi Presenter mengadakan e$aluasi tentang de'enisi dan !ara pen!egahan diare (oderator men"impulkan hasil diskusi (oderator memberikan salam (endengar dan memperhatikan (enja&ab salam 10 menit 5ersama presenter men"impulkan materi (enja&ab pertan"aan

*+

E. E6a%uas" 1. 7$aluasi ?truktur a. Kelompok pen"uluh dan kelurga klien berada pada posisi "ang sudah diren!anakan b. Aempat dan alat tersedia sesuai peren!anaan !. Pre-planning telah disetujui d. 3ea'let dan 'lip!hart telah tersedia #. 7$aluasi Proses a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan &aktu "ang telah diren!anakan. b. Keluarga Klien dapat mengikuti a!ara atau kegiatan pen"uluhan sampai selesai !. Keluarga Klien berperan akti' selama kegiatan pen"uluhan sampai selesai. *. 7$aluasi asil a. Keluarga mampu me"ebutkan pengertian diare b. Keluarga mampu men"ebutkan # dari + pen"ebab diare !. Keluarga mampu men"ebutkan + dari 7 tsnds dsn gejala diare d. Keluarga mampu menjelaskan kembali pen!egahan diare dengan) 1. Pen!egahan diare #. (enjaga kebersihan makanan *. (enggunakan @amban keluarga "ang bersih +. (embuang tinja anak dengan benar e. Keluarga mampu men"ebutkan + dari 7 !ara pen!egahan diare F. U0a"an Tu&as 1. Penanggung @a&ab) (engkoordinir persiapan dan pelaksanaan penelitian #. (oderator a. Pada a!ara pembukaan (embuka a!ara

*5

(emperkenalkan mahasis&a6- dan dosen pembimbing lahan dan pendidikan (enjelaskan topi! dan tujuan pen"uluhan (enjelaskan kontrak &aktu (eminta peserta memberikan pertan"aan atas penjelasan "ang tidak dipahami (emberikan kesempatan pada mahasis&a atas ja&aban "ang diajukan untuk menja&ab

b. Kegiatan inti

!. Pada a!ara penutup (en"impulkan dan menutup diskusi (engu!apkan ?alam

*. 3eader68o-leader (emberikan pen"uluhan pada peserta (elakukan e$aluasi (emoti$asi peserta agar berperan akti' (embuat absensi pen"uluhan (engantisipasi suasana "ang dapat menggangu kegiatan pen"uluhan 5. 9bser$er (enga&asi proses pelaksanaan kegiatan dari a&al sampai akhir (embuat laporan pen"uluhan "ang telah dilaksanaan.

+. /asilitator

*C

TERAPI BERMAIN 7 MENGGAMBAR A. LATAR BELAKANG 5ermain merupakan keinginan untuk mengatasi kon'lik dari anak "ang tidak disadarin"a serta dialami dengan suatu kepuasan ,(illen, 5K K Keane > 101*, > /oster > 10102. 5ermain adalah unsur "ang penting untuk perkembangan 'isik, emosi, mental, intelektual, kreati'itas dan sosial. Dengan bermain anak dapat menemukan dan mengatur tumbuh kembangn"a. 5ermain tidak han"a perlu bagi anak "ang sehat, tapi diperlukan juga bagi anak dalam keadaan sakit dan dira&at, dimana bermain ini anak dapat mengekspresikan 'ikiran, perasaan dan 'antasi serta tetap dapat mengembangkan kreati'itas dan dapat beradaptasi lebih e'ekti' terhadap stress. .nak membutuhkan berbagai $ariasi permainan untuk kesehatan mental dan emosin"a, dimana jenis permainan tersebut disesuaikan dengan tumbuh kembang anak. (enggambar adalah salah satu bentuk akti$itas "ang berguna untuk mestimulasi tubuh kembang anak. Kegiatan menggambar terdiri dari koordinasi "ang komplek mulai dari otot dan di&ujudkan oleh tangan hingga terbentuk gambar "ang diinginkan dengan menggambar kita dapat menilai motorik kasar, motorisk halus, kogniti', bahasa dan personal sosial. Dari hasil permainan diharapkan mahasis&a mendapat gambaran tumbuh kembang anak dengan diare. (enggambar adalah salah satu bentuk akti$itas untuk anak ,usia prasekolah2. Dengan permainan ini kita dapat menilai kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan perilaku sosial anak "ang dikaitkan dengan kemampuan "ang harus di!apai pada usian"a berdasarkan DD?A ,De$er De$elopmental ?!reening Aest2. Dari hasil permainan ini diharapkan mahasis&a akan mendapatkan gambaran tumbuh kembang orang tua melanjutkan stimulasi tumbuh kembang anak dengan !ara seperti ) melatih anak terhadap akti$itas "ang seharusn"a sudah dapat dilakukan pada usian"a selalu terlibat dalam akti$itas bermain anak diare.

*7

B. TUJUAN 1. Aujuan %mum %ntuk mengetahui tumbuh kembang anak dengan diare #. Aujuan Khusus %ntuk mengetahui tumbuh kembang anak dengan diare "ang didasarkan pada ) #.1. Perkembangan (otorik Kasar ) (ampu menggerakkan pensil diatas kertas dan menjadikan kertas sebagai media untuk menggambar #.#. Perkembangan (otorik sebuah objek #.*. Perkembangan bahasa ) Dapat mengkomunikasikan gambar se!ara ) #.*.1. Jerbal #.*.#. Non Jerbal ) 5erbi!ara pada teman6orang sekitar ) 7kspresi tersen"um, &ajah ,mengkerutkan gerak kening, tubuh terta&a2, alus ) (ampu men"usun dan menggambar

,mengangkat bahu, mengibaskan tangan2 #.+. Perkembangan personal sosial ) (ampu menjalin hubungan sosial dengan mengajak orang sekitarn"a terlibat dalam membuat gambar. C. KEUNTUNGAN MENGGAMBAR Diharapkan anak mampu mengembangkan kemampuan ) 1. (otorik kasar ) 5erguna untuk melatih menggerakkan tangan #. (otorik halus ) 5erman'aat untuk meningkatkan ketelitian, keterampilan dalam menggambar suatu objek *. 5ahasa +. ?osial ) D. ALASAN ) (elan!arkan berbahasa dan dapat memperban"ak pembendaharaan kata (empererat hubungan anak dengan orang sekitarn"a PEMILIHAN MEDIA GAMBAR UNTUK TERAPI

BERMAIN BAGI ANAK (enggambar !o!ok untuk usian"a ?ederhana dan tidak rumit Aidak menimbulkan kebosanan

*1

Aingkat kesulitan sesuai dengan tahap perkembangan mental 5entuk gambar sesuai dengan "ang dikehendaki anak

E. SASARAN ?asaran ).nak usia *-5 tahun "ang dira&at di bangsal anak F. MEDIA Kertas, pensil G. .AKTU DAN TEMPAT ari6tanggal @am .lokasi 4aktu A. PESERTA Peserta program bemain "ang diamati ) H 15 orang anak. ) ) )

Aempat Kegiatan )

H. PENGORGANISASIAN 1. 3eader Augas ) - (emimpin kerjasama Aim - (emandu jalann"a program bermain - (emoti$asi klien dan keluarga untuk terlibat dalam program bermain - (enjaga kekompakan tim #. 8o-3eader Augas ) - (endampingi leader - (embantu memoti$asi klien dan keluarga - (engingatkan leader tentang &aktu bermain - (enjaga kerjasama tim "ang solid *. /asilitator 1 Augas ) - (en"iapkan sarana dan prasarana

*0

- (endistribusikan mainan pada anak - (embantu memoti$asi klien dan keluarga - (enjaga kerjasama tim "ang solid +. 9bser$er (engamati dan men!atat respon motorik kasar klien (engamati dan men!atat respon motorik halus klien (engamati dan men!atat respon bahasa (engamati dan men!atat personal sosial (engamati jalann"a kegiatan selama program bermain

+0

KEGIATAN BERMAIN N$
1

.a)#u
5 menit -

K &"a#an Mahas"s3a
P m8u)aan (emusatkan perhatian anakanak ?alam Perkenalan dengan mahasis&a Perkenalan pembimbing (enjelaskan tujuan (enjelaskan kontrak &aktu K &"a#an In#" (embagi anak

K &"a#an P s 0#a /Ana) 2an K %ua0&a1


(emperhatikan (enja&ab salam 5erkenalan (emperhatikan (emperhatikan dengan 5erkenalan

*5 menit

dalam .nak

bergabung

dalam

beeberapa kelompok, orang tua kelompok masing-masing untuk hadir didekat anak (embagikan kertas H alat tulis menggambar menggambar (emandu anak untuk memulai menggambar (emberi rein'or!ement atas (endengarkan tindakan peserta (enan"akan beberapa peserta bentuk gambar "ang dibuat * 5 menit (emberi rein'or!ement P nu#u, (en"udahi menggambar (engumpulkan kertas (enan"akan perasaan anak (endengarkan (enja&ab salam sesudah lomba menggambar (engu!apkan terimakasih pada anak (emberi salam (endengarkan lomba (endengarkan (emberikan kertas (enjelaskan perasaann"a (enja&ab pertan"aan (endengarkan untuk memulai (enerima kertas H alat tulis (enjelakan peraturan dalam (emperhatikan

+1

BAB I? PENUTUP
A. K s"m,u%an Diare merupakan salah satu pen"akit "ang dapat mengakibatkan gangguan pada berbagai ma!am sistem tubuh dan dapat mengakibatkan terjadin"a sho!k pada penderita. Penanganan "ang tidak !epat dan tepat dapat mengakibatkan penderita meninggal dalam &aktu "ang singkat. Keselamatan klien tergantung dari pengobatan dan pera&atan "ang diberikan. Pera&atan pada klien Diare ber'okus pada masalah dan respon "ang terdapat pada klien antara lain masalah kekurangan $olume !airan, perubahan per'usi jaringan, perubahan nutrisi dan masalah lainn"a. Aindakan utama "ang dapat dilakukan adalah penggantian !airan, pen!egahan perdarahan dan memperbaiki keadaan umum. B. Sa0an Dengan berpedoman pada standar pengobatan dan pera&atan diharapkan kita dapat memberikan asuhan kepera&atan "ang !epat dan tepat pada klien dengan Diare. %ntuk men!apai hasil "ang maksimal hendakn"a dilakukan kerjasama antara pera&at dan tim medis lainn"a serta dengan keluarga klien sendiri.

+#

DAFTAR PUSTAKA
8e!il", 35 at all, #00#, 5uku ?aku OKepera&atan PediatriP, 7=8, @akarta (aril"nn, 7D, #001, Ien!ana Pera&atan (aternal65a"i, 7=8, @akarta .kper Depkes I- @akarta, 1001, Kumpulan Kuliah PPera&atan Kesehatan .nak Dalam Konteks Keluarga, .kper Depkes, @akarta

+*

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN -.1 3atar 5elakang ............................................................................... -.# Aujuan Penulisan............................................................................. -.* (an'aat............................................................................................ BAB II TINJAUAN TEORITIS --.1 De'enisi.......................................................................................... --.# 7tiologi........................................................................................... --.* Pato'isiologi ................................................................................. --.+ (ani'estasi Klinis ........................................................................ --.5 Penatalaksanaan ............................................................................ --.C Komplikasi..................................................................................... --.7 498 ............................................................................................. ASUHAN KEPERA.ATAN .. Pengkajian ....................................................................................... 5. Diagnosa........................................................................................... 8. Ien!ana Kepera&atan...................................................................... BAB III TINJAUAN KASUS ---.1 Pengkajian ................................................................................... ---.# .nalisa Data ................................................................................ ---.* Diagnosa ...................................................................................... ---.+ Ien!ana .suhan Kepera&atan .................................................. BAB I? PENUTUP .. Kesimpulan ................................................................................... 5. ?aran ............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA

i ii 1 1 # # # + + 5 C 1#

#0 #0 #1 #1 *C *C

++

KATA PENGANTAR

Puji s"ukur penulis haturkan kehadirat .llah ?4A karena atas rahmat dan karunia-N"a penulis dapat men"elesaikan makalah ini "ang berjudul O.suhan Kepera&atan Pada .nak ( dengan Diare di I?. (.Djamil Padang &aktun"a. (akalah ini tentulah tidak dapat penulis selesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak, karena penulis men"adari bah&a makalah ini masih terdapat ban"ak kekurangan. .khir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat berman'aat dan berguna nantin"a. P pada

Padang, ?eptember #007 Kelompok 1

+5

Tu&as K %$m,$)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.M DENGAN DIARE DI IRNA ANAK RUANGAN PENYAKIT AKUT DI RS. M DJAMIL PADANG

Oleh :

Kelompok 1. #. *. +. 5. C. 7. Kabirul Nugrahaeni Nila Arisna (ul"a .raa'i Dian 7rni <unita .rmina -dianola ?"a'risar (eri . 0+1#100# 0+1#1011 0+1#1017 0+1#1010 0+1#10#1 0+1#10#* 0+1#10*#

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNAND, 2007

+C