Anda di halaman 1dari 20

Proposal Penelitian HUBUNGAN SARAPAN PAGI TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 3 KUPANG

Oleh 1. Naoly D. Lado (1108012047) 2. Selviana A. Nahak (1108012048) 3. John R.H. Radamuri (1108012049) Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang 2012

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN Daftar Isi........................................................................................................................ 1.1 Latar Belakang......................................................................................................... 1.2 Rumusan masalah.................................................................................................... 1.3 Tujuan 1.1.3 tujuan umum............................................................................................... 1.1.4 tujuan khusus.............................................................................................. 1.4 Manfaat penelitian................................................................................................... 1.5 Hipotesis ............................................................................................................. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sarapan 2.1.1 Definisi Sarapan................................................................................... 2.1.2 Manfaat sarapan................................................................................... 2.1.3 Sarapan sehat....................................................................................... 2.2 Konsentrasi belajar............................................................................................... 2.3 Hubungan sarapan dengan konsentrasi belajar.................................................... 2.4 Kerangka konsep.................................................................................................. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian.......................................................................................... 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian........................................................................ 3.3 Populasi dan Sampel..................................................................................... 3.3.1 Populasi.................................................................................................. 3.3.2 Sampel Penelitian................................................................................... 3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi 3.5 Alat dan Bahan............................................................................................. 3.6 Cara kerja..................................................................................................... 3.7 Analisis data................................................................................................. 3.7.1Definisi Operasional....................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan dan peningkatan sumber daya manusia. Pendidikan dimulai sejak usia dini untuk menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya serta menuju kedewasaan untuk dapat menyikapi dengan bijak segala sesuatu yang ada di lingkungannya. Manusia dituntut untuk selalu memenuhi kebutuhan, karena itulah manusia tidak pernah berhenti untuk beraktivitas, mulai dari pagi hingga sore hari, bahkan terkadang sampai tengah malam. Seperti halnya siswa yang mengikuti proses belajar mengajar dari pagi sampai siang. Pagi adalah waktu dimana siswa mulai melakukan aktivitas. Dan sebelum memulai aktivitas siswa perlu memerlukan energi sebagai pendorong atau pengerak melakukan aktivitas, energi tersebut dapat diperoleh dari sarapan. Mengingat kadar gula tubuh manusia sangat rendah di pagi hari. Sarapan mungkin terdengar sepele, namun sangat vital bagi tubuh manusia, apalagi jika dituntut untuk bekerja total seharian. Seringkali siswa mengabaikan sarapan dengan alasan kurangnya waktu atau bosan dengan menu yang itu-itu saja. sarapan juga memberikan energi agar manusia bisa beraktivitas dengan optimal. Otakpun bekerja dengan optimal dan tidak cepat mengantuk. Manusia membutuhkan sarapan pagi karena dalam sarapan pagi diharapkan terjadinya ketersediaan energi yang digunakan untuk jam pertama melakukan aktivitas. Akibat tidak sarapan pagi akan menyebabkan tubuh tidak mempunyai energi yang cukup untuk melakukan aktivitas terutama pada proses belajar karena pada malam hari di tubuh tetap berlangsung proses oksidasi guna menghasilkan tenaga untuk menggerakkan jantung, paru-paru dan otototot tubuh lainnya (Moehji, 2009). Sarapan atau makan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi hari, waktu sarapan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 10.00 pagi. Sarapan dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja perncernaan, sehingga dianjurkan untuk

mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar serat tinggi dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak rendah. Selain itu, mengonsumsi protein dan kadar serat yang tinggi juga dapat membuat seseorang tetap merasa kenyang hingga waktu makan siang (Jetvig, 2010). Kebiasaan tidak sarapan pagi yang berlama-lama juga akan mengakibatkan pemasukan gizi menjadi berkurang dan tidak seimbang sehingga pertumbuhan anak menjadi terganggu. Dengan demikian seorang anak yang biasa tidak sarapan pagi dalam jangka waktu lama akan berakibat buruk pada penampilan intelektualnya, prestasi di sekolah menurun dan penampilan sosial menjadi terganggu (Khomsan, 2010). Pada proses belajar seorang siswa sarapan memberikan energi untuk memusatkan perhatian seserang terhadap objek yang dilihat dan didengar.perhatian tersebut dapat dinilai dari concentration, alertness(accuration), alertnes (timing), dan short term memory yang baik maka ia dapat mengerti apa yang diajarkan (Khan,2004) Jadwal pembelajaran, praktikum, dan ekstrakurikuler yang cukup padat dapat mempengaruhi konsentrasi siswa dalam menerima pelajaran sehingga dapat mempengaruhi aspek kognitif pada siswa. Dari pertimbangan uraian latar belakang diatas maka peneliti ingin meneliti tentang Hubungan Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Kupang Tahun 2013. 1.2 Rumusan Masalah

Dengan memperhatikan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah Apakah ada Hubungan Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Kupang Tahun 2013 ? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Mengetahui hubungan Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Kupang Tahun 2013. 1.3.1 Tujuan Khusus a. Mengetahui kebiasaan sarapan subjek penelitian b. Mengetahui hubungan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar pada subjek penelitian

c. Mengetahui kecukupan kalori subjek penilitian 1.4 Manfaat Penelitian

a. Bagi Instansi Sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi dinas kesehatan propinsi NTT khususnya sebagai masukan bagi sekolah-sekolah untuk menetapkan program sarapan pagi bagi para siswa sehingga dapat meningkatkan mutu belajar dan mutu pendidikan disekolah itu sendiri. b. Bagi Masyarakat Hasil penelitian ini dijadikan pedoman untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Pentingnya sarapan pagi meningkatkan kualitas belajar dan prestasi siswa dalam belajar yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. c. Bagi peneliti Menambah Pengetahuan dan Pengalaman dalam bidang kesehatan sehingga dapat memberikan kontribusi jika berada dalam dunia kerja yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi. 1.5 Hipotesis Penelitian HO H1 : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar : Ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sarapan 2.1.1. Definisi Sarapan merupakan makanan yang dimakan pertama kali dalam sehari (Concise Oxford English Dict, 2004), dan merupakan bagian terpenting dalam pemenuhan gizi. Sarapan pagi adalah suatu kegiatan yang penting sebelum melakukan aktivitas fisik pada hari itu. Sarapan sehat seyogyanya mengandung unsur empat sehat lima sempurna. Ini berarti kita telah benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi segala aktivitas dengan amunisi yang lengkap (Khomsan, 2002) Sarapan atau makan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi hari, waktu sarapan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 10.00 pagi. Sarapan dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja perncernaan, sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar serat tinggi dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak rendah. Selain itu, mengonsumsi protein dan kadar serat yang tinggi juga dapat membuat seseorang tetap merasa kenyang hingga waktu makan siang (Jetvig, 2010).

Sarapan pagi yang baik harus banyak mengandung karbohidrat karena akan merangsang glukosa dan mikro nutrient dalam otak yang dapat menghasilkan energi, selain itu dapat berlangsung memacu otak agar membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran (Moehji, 2009). Normalnya sel-sel otak hanya menggunakan glukosa untuk energy. Sehingga penting agar glukosa dipertahankan dalam batas normal (Guyton, 1996). Rentang waktu yang lama antara makan malam dan sarapan yang cukup lama yaitu sekitar 10-12 jam, yang dapat menyebabkan penurunan kognitif seseorang akibat rendahnya kadar glukosa plasma (Gajre et al, 2008) Ada banyak alasan mengapa anak-anak dan para mahasiswa sering melewatkan waktu sarapan mereka. Gajre (2008 ) melaporkan dari 379 subjek penelitian dengan rentang umur 11-13 tahun didapatkan alas an mereka melewatkan sarapan pagi mereka adalah karena tidak menyukai makanan (13,6%), tidak memiliki waktu untuk sarapan (35,3%), ibu tidak memiliki

waktu untuk menyiapkan sarapan (6,7%), tidak ada waktu (31,2%). Moy Dkk (2009) dalam penelitiannya terhadap mahasiswa didapatkan alasan melewatkan sarapan adalah tidak punya waktu untuk makan,tidak suka makan terlalu dini, tidak ada selera, dan ketiduran. 2.1.2.Manfaat Sarapan Sarapan pagi sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, sarapan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan tubuh saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, sarapan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran sehingga prestasi belajar lebih baik (Khomsan, 2010). Menurut Khomsan (2010) ada 2 manfaat yang diperoleh kalau seseorang melakukan sarapan pagi, antara lain : 1. Sarapan pagi dapat menyediakan karbohidrat yang siap digunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. Dengan kadar gula darah yang terjamin normal, maka gairah dan konsentrasi kerja bisa lebih baik sehingga berdampak positif untuk meningkatkan produktifitas. 2. Pada dasarnya sarapan pagi akan memberikan kontribusi penting akan beberapa zat gizi yang diperlukan tubuh seperti protein, lemak, vitamin dan mineral. Ketersediaan zat gizi ini bermanfaat untuk berfungsinya proses fisiologis dalam tubuh.

Seseorang yang tidak sarapan pagi, pastilah tubuh tidak berada dalam keadaan yang cocok untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Hal ini dikarenakan tubuh akan berusaha menaikkan kadar gula darah dengan mengambil cadangan glikogen, dan jika ini habis, maka cadangan lemaklah yang diambil (Moehji, 2009) Sarapan pagi termasuk dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang dalam pesan kedelapan. Makan pagi dengan makanan yang beraneka ragam akan memenuhi kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesegaran tubuh dan meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Pada anak-anak, makan pagi akan memudahkan konsentrasi belajar sehingga prestasi belajar bisa lebih ditingkatkan (Soekirman, 2000).

2.1.3 Sarapan Sehat Untuk menu sarapan lebih diutamakan kandungan gula sebaiknya memenuhi 58% energi (terdiri dari 2/3 gula kompleks dan 1/3 gula cepat terserap). Sedangkan lemak 30% (2/3 lemak tidak jenuh dari nabati dan 1/3 asal hewani, ikan dan ternak) dari kebutuhan energi harian. Agar seimbang dan lengkap nilai gizinya, sarapan hendaknya tersusun dari jenis pangan seperti berikut: 1. Susu dan produk olahan susu Susu, keju, dan yoghurt merupakan sumber protein hewani, kalsium,vitamin A, B2, dan D. Meski susu bergizi, namun masih ada kekurangan asam amino esensial (penting dan mutlak ada tapi tidak dapat dibuat dalam tubuh) khususnya metionin. Susu merupakan pangan terbaik sebagai pembawa kalsium dalam tubuh. Mineral kalsium sangat penting sebagai dasar masa pertumbuhan tulang dan gizi. Satu liter susu mengandung protein setara dengan empat butir telur. Susu sebanyak itu mencukupi kebutuhan bayi/balita sebanyak 40% energi, 70% protein, >100% kalsium, >100% fosfor, 10% besi, 40% vitamin A, 10% vitamin D, 60% vitamin B1, >100% vitamin B2 dan 40% vitamin C. Sedangkan bagi orang dewasa, 1 liter susu identik dengan pemenuhan kebutuhan sebanyak 22% energi, 45% protein, >100% kalsium, 100% fosfor, 6% zat besi, 40% vitamin A, 30% vitamin B1, 60% vitamin B2 dan hanya 25% vitamin C. Protein sangat penting untuk membangun tubuh serta pembaruan jaringan dan otot. Sedangkan vitamin B2 berperan dalam transformasi dan asimilasi berbagai zat gizi (protein, lemak, karbohidrat) oleh organ tubuh. Susu juga mengandung vitamin A, sehingga penting bagi penglihatan malam serta kualitas kulit. Sedangkan vitamin D untuk membantu penglihatan dan penggunaan kalsium oleh organ tubuh.

2. Telur Dilihat dari kualitas gizi proteinnya telur merupakan pangan standar. Satu butir setara gizi proteinnya dengan semangkuk susu. Dibandingkan dengan protein susu, protein telur unggul dalam penyediaan asam amino esensial treonin dan methionin, namun kalah kandungan isoleusin, leusin, tyrosin dan ionin. Dibandingkan dengan daging, telur unggul pada semua asam amino esensial kecuali kandungan lisin dan histidinnya, sedangkan kedelai, unggul dalam semuanya, kecuali fenilalanin.

3. Nasi, roti, dan produk serealia Nasi, roti, dan produk serealia merupakan sumber karbohidrat kompleks, vitamin kelompok B, dan mineral.Roti bisa diolesi margarin, mentega atau madu kental. Di samping itu mentega juga sebagai sumber vitamin A. Pagi hari sebaiknya makan makanan yang rendah lemak, khususnya bagi mereka yang bermasalah dengan kadar kolesterol atau ingin melangsingkan tubuh. Produk serelia dikenal sebagai sumber energi karena kandungan gulanya (karbohidrat). Bila dikonsumsi saat makan, gulanya akan membebaskan energi sepanjang pagi dan akan menghindari menurunnya tekanan terus (ketegangan otot). Selain sebagai sumber energi, serealia juga kaya akan protein untuk melengkapi protein susu, khususnya
karena kadar metioninnya cukup tinggi.

Sarapan yang dikonsumsi harus memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diharapkan, AKG yang diharapkan adalah suatu kecukupan gizi rata-rata setiap hari bagi hampir semua jenis populasi, menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh dan tingkatan kegiatan fisik agar dapat hidup sehat dan melakukan kegiatan fisik yang diharapkan (Hardiansyah & Tambunan,2004 dalam Widajanti,2009). Berikut ini adalah tabel Angka Kecukupan Gizi yang bersumber dari DEPKES 2004.

2.2 Konsentrasi Belajar Konsentrasi adalah pemusatan kesadaran jiwa terhadap suatu objek yang memang disengaja. Konsentrasi juga disebut sebagai perhatian yang memusat atau perhatian konsentratif (perhatian yang hanya ditujukan kepada satu objek tertentu). Konsentrasi memiliki fungsi selektif, dalam memilih informasi yang sesuai dengan objek yang dijadikan sasaran fokus pikiran dengan memadamkan perangsang lain yang dapat mengganggu (Ahmadi, 1992: 155). Konsentrasi mencakup proses serial atau berurutan di dalam mengidentifikasi objek-objek (Suharnan, 2005: 41). Sehingga dapat diartikan konsentrasi belajar merupakan pemusatan perhatian dalam proses belajar yang memang disengaja. Konsentrasi belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik dan motivasi belajar seseorang. Sedangkan faktor eksternal meliputi asupan makanan yang salah satunya didapatkan dari sarapan.

2.3 Hubungan antara Sarapan dengan Konsentrasi Belajar

Energi sangat dibutuhkan oleh otak kita untuk dapat bekerja secara optimal. Untuk mendapatkan energi diperlukan asupan yang cukup terutama pada saat sarapan. Apabila otak tidak mendapatkan energi yang cukup maka akan berdampak secara nyata terhadap perkembangan kognitif dari siswa tersebut yang tercermin dalam nilai dan konsentrasi belajar. Konsentrasi belajar yang baik,akan menghasilkan pemahaman terhadap materi yang dipelajari sehingga dapat menjamin keberhasilan pada saat mengikuti tes.

2.4 Kerangka Konsep

EKSTERNAL

KONSENTRASI BELAJAR

INTERNAL

SARAPAN

KONDISI FISIK

MOTIVASI BELAJAR

VARIASI BAHAN MAKANAN

JUMLAH KOMPONEN

Keterangan : Variabel yg diukur : Variabel yang tidak di ukur : dicari hubungannya : tidak dicari hubungannya

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian menggunakan metode studi analitik inferensial, dengan jenis data kualitatif (sarapan atau tidak sarapan dan konsentrasi atau tidak konsentrasi). Peneliti mencari hubungan antara 2 data dengan uji korelasi. Peneliti menggunakan uji hipotesis korelatif somersd untuk mencari seberapa besar hubungan dari kedua variabel tersebut. Kemudian akan di interpretasikan berdasarkan tabel pada lampiran. 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakn di SMA NEGERI 3 KUPANG dan waktu penelitian mulai tanggal 30 April 12 Mei 2013. 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Populasi penelitian adalah responden kelas XI IPA dan kelas XI IPS siswa SMA NEGERI 3 KUPANG pada tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 360 orang. 3.3.2 Sampel Penelitian Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan rumus Taro Yamane (imron et al ,2010). Rumus

Keterangan: n N d2 = jumlah sampel = jumlah populasi = Tingkat kesalahan yang ditetapkan (5%)

penelitian ini menggunakan tingkat kesalahan 5%, sehingga jumlah sampel yang ditarik adalah:

n= 189,47

Dari sampel 189 orang dibagi 11 kelas sehingga akan ditarik masing-masing kelas 17, 18 orang dibulatkan menjadi 17 orang. Jadi sampel dari masing-masing kelas (17 responden) diambil secara acak sederhana. Caranya dengan melakukan pengundian berdasarkan nomor urut absen yang sudah di tulis pada kertass undian . Demikian seterusnya hingga mendapatkan jumlah sampel yang diinginkan.

3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi 3.4.1 Kriteria Inklusi 1. Merupakan siswa kelas XI SMA NEGERI 3 KUPANG yang aktif mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar pada semester genap Tahun ajaran 2012/2013. 2. Bersedia menjadi responden sampai penelitian selesai. 3.4.2 Kriteri Eksklusi 1. Siswa tidak bersedia menjadi responden 2.

3.5 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah kuisioner dan kuisioner yang dipakai: 1. 2. 3. 4. 5. Identitas subjek penelitian Kuisioner sarapan pagi Food recall 24 jam Food frequency questionnaire Angket Konsentrasi Belajar

3.6 Cara Kerja


Menetapkan Populasi

Memilih sampel

Pembagian kuisioner- kuisioner selama 3 hari

Analisis data

3.7 Analisis Data Analisis data dengan mengguunakan Uji korelasi somersd. Dengan menggunakan media SPSS 16, setelah memasukkan data kedalam program SPSS, setiap data akan dikategorikan berdasarkan jenis data. Untuk data yang akan diuji yaitu kebiasaan sarapan dan tingkat konsentrasi, dikategorikan sebagai jenis data ordinal. Kemudian data tersebut akan diproses dengan uji hipotesis somersd. Hasil kemudian diinterpretasikan dengan tabel pada lampiran . Untuk mengkonversi bahan makanan ke dalam kalori digunakan tabel penukar bahan makanan, kemudian di kategorikan sebagai sarapan yang berlebih, cukup dan tidak cukup. Alasan-alasan mengapa melewatkan sarapan, akan dimasukkan kedalam tabel dan akan dicari presentassi alasan mengapa melewatkan sarapan. 3.7.1 Definisi Operasional a. Sarapan : makanan pertama pada pagi hari. Menurut American Dietetic Association (1996) sarapan bisa berupa sepotong kue, semangkuk sereal, sepotong buah, sebuah pizza, namun kopi atau teh saja tidak dimasukkan kedalam sarapan. Tetapi bahan cair seperti susu, sereal kemassan yang diminum dimasukkan kedalam sarapan pagi. b. Sarapan yang cukup : makanan pertama pada pagi hari sekitar 20% dari total kebutuhan gizi sesuai tabel AKG (Ariati & Puryana,2008). Apabila melebihi kategori ini, akan dimasukkan dalam kategori sarapan berlebih, apabila kurang akan dimasukkan dalam kategori sarapan kurang. 3.8 Masalah Etika

a) Mengajukan proposal kepada komisi etik untuk mendapatkan persetujuan. b) Meminta sampel untuk menandatangani inform consent, sebagai tanda persetujuan mau mengikuti penelititian ini. c) Anonymity, Menjaga kerahasiaan sampel dengan hanya mencantumkan kode responden dalsssam penelitian d) Bebas dari eksploitasi

Lampiran

Tanda Tangan

Nama...................................................................... 1. Apakah saudara/i sarapan pagi ini? a. Ya b. Tidak

Umur................

(kalau ya , lanjutkan ke food recall)

2. Apakah saudara/i terbiasa sarapan pagi sebelum ke sekolah? a. Ya b. Tidak 3. Apa alasan saudara/i tidak pernah sarapan pagi sebelum ke sekolah? a. Lupa b. Terlambat bangun c. Diet ketat d. Alasan lain................... 4. Seberapa sering saudara/i sarapan sebelum ke kampus? a. Setap hari b. Kadang-kadang

INFORMASI PENELITIAN Yth. Dengan ini kami sampaikan bahwa sarapan merupakan salah satu elemen penting dalam pemenuhan gizi seseorang. Setelah berpuasa semalaman, tubuh mengalami penurunan energi pada pagi hari, sehingga butuh energi yang cukup

PERSETUJUAN SUBJEK PENELITIAN

Pernyataan bersedia menjadi sujek penelitian HUBUNGAN SARAPAN TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 KUPANG TAHUN 2013

Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Jenis Kelamin Umur : : :

Tahun Angkatan

Bersedia dan mauberpartisipasi menjadi subjek penelitian yang dilaksanakan oleh tim peneliti dari mahasiswa S1 FK UNDANA Kupang.

Kupang, Mei 2013

Peneliti

Subjek Peneliti

(..................................)

(....................................)

Food Recall 24 jam Recall 24 Jam Konsumsi Gizi Sarapan Pagi No. Responden Subjek Tanggal lahir/umur BB/TB Aktivitas Recall hari ke Hari/tanggal No Nama Makanan : : : : : : Bahan Makanan URT Berat (g)

Food Frequensi Quistionniares Sarapan Pagi Nama Hari/Tanggal : : Frekuensi kali/bulan kali/tahun NO kali/minggu Nama Makanan kali/hari Skor

Sumber Karbohidrat Nasi Beras Giling

Roti tawar putih Mie Instan II Sumber Protein Hewani Daging Ayam Daging Sapi Telur Ayam Ikan III Sumber Protein Nabati Tempe Tahu Sawi Hijau Sawi Putih Buncis Kacang Panjang IV Buah buahan Apel Mangga Jeruk Anggur

Daftar Jumlah Energi Manusia Per kelas Kelas : Jumlah Energi Sarapan Kategori Tidak Sarapan

No

Nama